The Archon

The Archon
Pesta Guild



"Apa maksud mu dengan bekerja sama dengan Gozie?!!" Melly bertanya dengan bingung kepada Rado.


Rado tidak mengubrisnya sekali lagi dan terus melangkah maju.


"Hei.. jawab, kita butuh penjelasan dari mu?! mengapa kau lebih memilih bekerjasama dengan mafia itu?!"


Melly terus mengikuti Rado dari belakang dengan banyak pertanyaan untuk mendapat jawaban dari keputusan yang berbanding terbalik dari pertama kali mereka menerima misi ini.


"Hei Rado! apa kau mau mengkhianati negara?!"


Mendengar perkataan itu dari Melly, Rado segera berbalik dan mencengkram leher Melly dengan sedikit remasan.


"Diamlah! ini sedikit rumit untuk ku, kalau kau tidak bisa berhenti bicara aku akan..." Dengan tatapan kejamnya Rado mengintimidasi Melly yang sejak tadi bertanya.


Setelah melihat Melly diam dalam keadaan takut, Rado segera melepaskan cengkraman itu dan membelakangi mereka. Tubuh Melly masih bergetar akan ancaman dari Rado tadi, bibirnya tidak bisa ia gerakan karena kaku seketika saat melihat tatapan tersebut.


"Kalau kalian tidak ingin mengikuti ku, pergilah dari sekarang..."


Rado segera berjalan meninggalkan mereka, disisi lain Yoga mendekati Melly yang sedang terdiam menunduk.


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Yoga bertanya kepada Melly sambil melihat kearah Rado.


"Aku akan kembali ke Indonesia dan melaporkan ini kepada tuan Vasco" Melly berbicara masih tertunduk dengan bagian wajah yang tertutup rambut putihnya yang berjuntai kebawah.


"Baiklah, kalau begitu kita akan berpisah disini" Yoga dengan mantap melangkahkan kakinya mengikuti Rado.


Melly yang mendengar itu segera menatap kearah punggung Yoga, "Apa maksud mu? apa kau mau mengikuti pengkhianat itu?! Yoga!!! Yoga!!!" Melly berteriak akan keputusasaan yang ia terima hari ini.


Rado yang sedang berjalan dengan tidak memakai maskernya, disusul oleh Yoga dari belakang dan Rado melirik kearahnya.


"Kau tidak bersamanya?"


"Tidak.., sepertinya kalau mengikuti mu suatu yang menakjubkan akan terjadi" Yoga tersenyum menatap kedepan.


Rado tersenyum dengan mata tertutup mendengar perkataan dari Yoga.


"Dasar bodoh.."


"Jadi apa tujuan mu?" Yoga menoleh kepada Rado.


"Menjadi pemburu nomor 1 di dunia" Dengan senyuman Rado memantapkan tujuan


"Sepertinya aku tidak salah mengikuti mu" Mendengar itu Yoga melebarkan matanya lalu tersenyum.


__________________________


Dalam dungeon guild White Lotus sedang melakukan raid di lantai 3 medan bebatuan, karena memiliki kesamaan nama guild yaitu Lotus, maka Rossi dan Rudy sepakat untuk menggabungkan guild mereka dengan White Lotus yang menjadi nama resmi dari guild gabungan itu dan anggota mereka bertambah menjadi 140 orang.


Rossi dan Rudy yang saat itu sedang bersama dalam dungeon itu berbincan sedikit sambil menuju ruangan bos.


"Apa kau tau dimana dia?" Tanya Rossi.


"Aku tidak tau.. tapi mungkin dia sedang melakukan sesuatu" Rudy menjawab dengan santai.


"Kapten! kita sudah sampai diruangan bos.." Kata anggota yang berada didepan.


"Bersiaplah.. karena kita sudah melawan tikus tanah pada dungeon ini, kemungkinan bos kali ini adalah.."


Sebelum Rudy menyelesaikan perkataanya, bos tersebut muncul dari bawa tanah menggali dengan kuku-kukunya yang tajam, bentuk dari bos itu terlihat hampir menyerupai manusia dengan lengan yang panjang.


"Max The Mole" Rudy tersenyum melihat bos tersebut, "Jangan rusak kukunya!! kukunya bisa dijadikan sebuah senjata! siapa saja yang merusak kukunya akan kupotong gaji kalian!" Rudy dengan emosi memberitahu kepada anggotanya.


"Ehh.. dasar mantan penempa" Kata Rossi dalam benaknya dengan senyuman kecut.


Tanpa diberitahu Gai dan Gordo, pasangan tank ini segera mengambil posisi didepan untuk menangkis semua serangan dari bos tersebut. Max The Mole segera melesat dengan memajukan kedua lengannya seperti orang yang ingin melompat kedalam air, tubuhnya berputar yang mana membuat kuku-kukunya layaknya seperti sebuah bor.


Trang~~~ Serangan tubuhnya itu berhasil ditahan oleh Gai dan Gordo, namun karena efek perputaranya dari tekhnik bos tersebut membuat Gai dan Gordo, terdesak mundur dan membuka pertahanan perisainya itu kearah atas. Max The Mole segera berputar mundur kebelakang untuk melancarkan serangan lanjutan.


"Kha Fak Daz ur" Bos itu berbicara dengan bahasa yang aneh.


"Kau ngomong apa sih? tolong ada yang bisa menterjemahkan bahasa monster?" Kata Rudy menghadap kebelakang.


Bos tersebut segera menggali kebawah tanah dengan cepat yang membuat tanah berhamburan kepermukaan. Setelah bos itu masuk kedalam tanah, suasana dalam dungeon tersebut menjadi hening. Mereka masih dalam keadaan waspada akan serangan dadakan dari bos tersebut.


Levi yang sejak tadi sedang memeriksa keadaan segera menghunuskan pedang dari sarungnya dan menarik Rudy kebelakang. Tanah itu seketika bergetar dan bos tersebut keluar dengan jurus bor andalannya dari bawah.


"Dasar bodoh, Kau seorang Ranger lebih baik dibelakang!" Levi dengan emosi berkata kepada Rudy.


"Heeee padahal aku tau kalau dia akan menyerang dari bawah, kau terlalu memperhatikan aku Levi" Dengan wajah menjengkelkan Rudy mencoba untuk menggoda Levi.


"Kau..!!!" Levi Geram.


Bos itu segera maju dengan teknik bornya itu dan melesat dari arah depan lagi, tentu Gai dan Gordo segera mengambil posisi dan memajukan perisai mereka.


"Gordo! Gai! ketika ia menyentuh perisai kalian cepat hentakan perisai kalian kearah bawah" Rudy yang sedang bersiap dengan panah memberi arahan.


Bos tersebut mulai mempersempit jarak, Gordo dan Gai mulai berkeringat menghitung kalkulasi kapan mereka harus menghentakan perisai. Disampin itu Rudy segera menarik senar busurnya dengan 3 buah anak panah sekaligus.


Trang~~~ Kuku dari bos tersebut mulai mengenai perisai yang sedang berdempet itu.


"Sekarang!!" Gordo dan gai berteriak bersama dan mengarahkan perisai mereka kebawah yang membuat perisai itu menjepit lengan bos tersebut ketanah. Bos tersebut tidak bisa bergerak karena lenganya terhimpit perisai, ia meronta-ronta dengan kepada yang menggoyang kekiri dan kekanan untuk melepaskan diri. Ringkikan aneh dikeluarkan oleh bos itu karena tidak bisa berbuat apa-apa.


"Hei.. diamlah, aku jadi sulit membidik kepala mu.." Rudy terlihat fokus di balik busurnya dan perlahan mata panah itu diselimuti oleh Force milik Rudy


Syu~~~ ketiga anak panah itu Rudy lesatkan dan tepat mengenai kepala bos tersebut. Max The Mole yang terkena serangan dari Rudy, meringkik panjang.. tubuhnya mengejang dan setelah itu ia tidur untuk selamanya.


"Yosh.. tepat sasaran.." Rudy mengepalkan tangannya.


Dilain sisi, Selica dan Geraldo yang sudah siap akan perintah Rudy menoleh dengan ketus kearahnya.


"Jadi? untuk apa kita bersiap ka?" Tanya Geraldo.


"Ah.. kapan aku menyuruh kalian bersiap?" Rudy tersenyum dan segera menghampiri bos yang baru mati tersebut.


"Apa?!!!!" Geraldo mulai geram dan ingin sekali memukul kakanya itu, namun ditarik oleh Levi yang berdia diri dibelakangnya.


Rudy dengan cepat memotong kuku dari bos tersebut dan mengambil kristal berwarna hitam yang berada didalam tubuh bos itu.


"Huu... kali ini aku mendapat kristal hitam yang banyak.."


Kristal hitam ini bisa mereka gunakan sebagai pengganti batu bara, mereka bisa menggunakan itu untuk pembangkit listrik, Sedangkan kuku dari bos tersebut Rudy ingin ekstrak menjadi partikel kecil dan dijadikan suatu senjata atau sarung pedang.


**[Hmmm kuharap tim penambang bisa mendapatkan batu Coral yang banyak di Crag Mine hari ini] **Rudy memegang dagunya mengingat kalau portal Crag MIne terbuka hari ini.


Setelah mereka menyelesaikan tugas masing-masing, mereka bertemu diruangan Guild pribadi yang Rudy bangun dilahan kosong bekas pertarungannya dengan Guren. Ruangan itu sungguh luas dengan 2 lantai, Lantai 1 dipergunakan sebagai bar bagi para anggota dan lantai 2 dipergunakan oleh para eksekutif guild White Lotus.


"Bagaimana dengan Crag Mine hari ini? kalian dapaet jenis coral apa?!" Tanya Rudy antusias keapda Bosman dan Guren.


"Kali ini kami berhasil menghasilkan sampai 12 ton Coral Polarrio" Kata Guren.


"Hahahahaha apa kau ingin membuatkan kami sebuah armor kapten?" Dengan senang Bosman bertanya.


"Hmm kapten.. armor ku..." Gai dengan pelan mengisyaratkan akan penggantian armor.


Rudy segera melihat kearah Armor milik Gai yang mulai rusak akibat pertarungan tadi.


"Ya.. aku mengerti.. kali ini aku akan membuatkan armor baru untuk Gai saja, sisanya untuk dijual hahahaha"


Mendengar hal itu, para anggota eksekutif yang memiliki kelas Close Range begitu kecewa. Hari itu mereka mengadakan pesta yang meriah setelah melakukan penambangan dan mendapat hasil yang memuaskan. Lantai satu dipenuhi oleh para anggota yang sedang memegang gelas bir yang terlihat penuh.


"Kali ini, kita mendapat penghasilan yang cukup banyak! kristal hitam kita juga terjual dengan lumayan mahal oleh pemerintah" Kata Rudy sambil memberitahu rekening Guild.


"Kapten.. bagaimana kalau kita memulai bisnis potion?" CLoe menyarankan suatu hal yang baru.


"Yah.. kalau kita bisa membuatnya, itu hal yang bagus" Rudy menatap kearah CLoe dan menanggapi usulannya itu.


"Aku memiliki kenalan soal itu dan ia juga mengenal kapten Rado, apa kau ingin menemuinya?"


Setelah mengatakan itu seisi lantai dua menjadi hening.


"Baiklah.. ayo kita temui dia, kalau dia setuju.. market kira menjadi lebih luas"


Ditengah pesta tersebut, musik yang menjadi peramai suasana dimatikan oleh anggota yang dilantai 1 dan menjadi hening. Beberapa saat kemudian salah satu anggota yang berada dibawah, naik tergesa-gesa untuk melaporkan sesuatu.


"Kapten...!"


Para Eksekutif guild menoleh kearah orang itu dengan tatapan menunggu.


"Di-dibawah, ada ketiga kapten teratas dan para wakilnya datang"


"Hah?! mau apa mereka kesini?! Bosman berdiri sambil menggebrak meja.


Saat itu Rudy dan bawahannya segera turun dan menemui mereka.


"Maaf mengganggu pesta kalian" Kata Kan setelah bertemu Rudy.


"Hmm tak apa, sebuah pesta akan lebih seru kalau orangnya banyak" Rudy menanggapi itu dengan santai.


"Ada yang ingin kubicarakan dengan guild White Lotus.."


Dengan serius mereka bertatap muka.