
"Biar ku urus sisanya"
Rado menahan pukulan itu hanya dengan tangan kanannya saja, perbedaan ukuran tersebut menjadi sebuah hal yang aneh untuk dilihat. Rado segera menoleh kebelakang dengan maksud untuk membantunya membawa Yoga ketempat yang lebih aman. Namun saat seseorang ingin membawa Yoga untuk pergi, tangan bos yang memegang pedang tersebut bergerak dan ingin menyerang orang yang datang.
Rado pun segera bereaksi dengan mencengkram pergelangan tangan milik king anubis dan membuat dia tidak bisa menggerakan lengannya. Pemburu yang datang menjemput Yoga, datang dengan wajah takut dan sangan berhati-hati. Setelah ia membawa Yoga kebelakang, Rado pun kembali menatap kearah King Anubis yang sejak tadi sudah menatapnya dengan mata membunuh. Bos itu berteriak didepan Rado dengan sangat kencang sampai hembusan dari mulutnya bisa menghempaskan debu-debu yang berada disana.
"Hei.. berisik.."
Rado segera melepaskan tangannya dan ia bergerak mundur, kali ini mereka saling berhadap-hadapan satu sama lain, Rado hanya menggunakan satu pedang saja ditangan kanannya. Pemburu yang lain hanya bisa melihatnya dari belakang sambil berharap kalau kapten mereka akan baik-baik saja.
"Tenang saja Rado akan baik-baik saja" Yoga yang mulai sadar namun lemah.
Lucy dan tim yang lain menyambut kesadarannya dengan rasa syukur, Yoga pun mencoba untuk berdiri dengan bantuan bahu dari Bobby.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Lucy kepada Yoga.
"Aku sudah lebih baik berkat potion merah, hanya saja force ku belum pulih meskipun memminum potion biru"
"Yah itu wajar, kau baru saja menggunakan adrenalin.. jantung mu sekarang sedang lemah untuk mengalirkan darah, beristirahatlah" Bobby yang masih mencemaskan kondisi Yoga.
"Tidak... aku ingin menyaksikannya bertarung" Yoga menolak atas saran dari Bobby.
Mereka semua menelan air liur mereka dengan tatapan tegang karena baru kali ini melihat kapten mereka bertarung.
"Aku belum pernah melihat kapten bertarung menggunakan pedangnya"
"Yah... selama ini dia hanya menggunakan tangan kosong untuk bertarung bersama kita"
"Aku juga sedikit malu pada waktu saat kapten mengalahkan kita hanya dengan tangan kosong... huh... seberapa kuat dia?"
Lucy yang mendengar percakan dalam timnya, membuatnya makin penasaran akan kekuatan Rado sebenarnya. King Anubis segera berlari kearahnya dengan mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan kearah luar,
"Karena tubuh mu yang besar itu, gerakan mu agak sedikit melambat.. tapi...."
Rado berhasil menahan pedang besarnya dengan satu Ninjato saja, suara ledakan terdegar keras dari hasil serangan pedang yang menghantam Rado dan hingga membuat ruangan itu bergetar, tekanan angin yang disebabkan dari benturan pedang mereka membuat hentakan kepenjuru ruangan dan mampu mengibas rambut para pemburu wanita.
"He.... ternyata pedang buatan dirinya tidak buruk" Rado tersenyum sambil menatap bilang pedangnya.
Disis lain, timnya yang baru saja membuka pertahanan tangan dari mata mereka atas angin datang itu.. terkejut melihat Rado mampu menahan serangan itu dengan mudah.
"Para tanker sampai bekerja keras untuk menahannya, tetapi kapten..." Lucy terkejut akan kekuatan kaptennya.
"Apakah dia makhluk dari luar bumi?" Peter yang menyeletuk seenaknya.
Rado pun menghentakan kedepan pedangnya untuk mendorong bos tersebut agar memberikan mereka jarak.
"Mari ku coba pertahanan tubuh mu..-Gale Blade-"
Rado pun segera melesat dan melepaskan tebasan beruntun dari NInjatonya yang mengeluarkan aura keunguan, King Anubis hanya bisa bertahan menutupi tubuhnya dengan pedang besar dari serangan beruntun tersebut. tebasan-tebasan dari Rado hampir sepenuhnya mengenai pedang tersebut dan mengeluarkan percikan api dan dentuman seperti benturan besi. Namun tetap saja, luka sayatan dari tebasan tersebut tak bisa dihindarkan bagi King Anubis. Selain bagian fatal pada tubuhnya, king anubis terluka dibagian tangan, kaki dan perut.
Ia mulai berteriak kencang karena rasa sakit yang ia terima, Rado yang baru saja selesai melakuka pengetesan terhadapnya kembali menjaga jarak untuk memberi nafas padanya.
Dancing Blade dan Combat Mastery pun telah aktif, sekarang ini Rado telah menambah kecepatan dan kekuatan serangnya. Skill pasif ini seperti cheat baginya, mungkin kalau dia sedang bermain game, ia akan segera terkena banned oleh sistem. Serangan selanjutanya dari Rado akan sangat berbeda, King Anubis pun mulai gelisah karena mengetahui apa yang akan terjadi bila dia melakukan tindakan yang sembrono.
"Sepertinya pedang mu bagus untuk dibawa keluar dungeon..." Rado tersenyum kepadanya, "Majulah.. waktu ku tidak banyak.."
Mendengar itu King Anubis hanya bisa terdiam bingung harus melakukan apa. Otaknya sedang dipaksa untuk berpikir, bagaimana cara mengalahkan manusia ini? Dia didunia bawah diagung-agungkan oleh yang lain sebagai salah satu pemimpin, namun kali ini ia dibuat bergetar oleh makhluk yang lebih kecil darinya.
"Kalau kau tidak mau, aku yang akan kesana.."
Rado pun mulai berjalan perlahan menghampirinya dengan pedang yang ia genggam ditangan kanannya. King Anubis memundurkan kaki kanannya kebelakang karena mulai merasa terintimidasi.
"Hei.. mengapa kau mundur? kau tidak ingin melawan ku? Ayolah.. aku sekarang mulai bosan dengan pertarungan yang singkat.. itu juga membuat status ku tidak naik dengan pesat lagi" Rado dengan muka murungnya merasa kecewa dengan reaksi bos yang dikatakan kuat ini.
"Hah... ternyata kau sama saja dengan monster lain" Rado masih menggerutu akan kekecewaannya.
Timnya yang berada dibelakang tidak bisa mendengar apa yang Rado gerutukan karena posisi mereka cukup jauh dengan Rado sekarang ini, hal yang mereka ketahui sekarang adalah Rado sudah mendominasi didalam ruangan itu. Bos yang sejak tadi seperti penguasa ruangan itu menjadi ciut dan mati kutu tidak bisa bergerak, ia merasakan kalau aura dari Rado mengikat mentalnya agar terjatuh kedalam lubang hitam.
"Baiklah kita akhiri sekarang saja, kau membuat ku bosan"
Rado segera mengeluarkan ninjato keduanya, dan berjalan dengan dua pedang yang berirama sesuai ayunan lengannya. Ia pun berhenti dari langkahnya dan berbisik "Sonic Blade", Seketika Rado menghilang dari pandangan mereka semua dengan cepat dan seketika memotong kepala bos tersebut dalam sekejap mata tanpa suara sedikitpun.
Glek... timnya tercengang dan terkejut.
"A-apa itu?" Tanya Bobby dengan wajah terkejut.
"itu salah satu tekniknya yang terkuat, dulu aku juga sempat terkejut melihat skill iblis itu.." Kata Yoga yang sudah biasa melihat serangan itu.
"Aku tidak tau kalau dia bisa sekuat ini, apa mungkin dia bisa menyelesaikan dungeon ini sendirian?" Tanya Peter dengan segera kepada Yoga.
"Mungkin.."
Mereka melongo melihat kearah Yoga dan beralih melihat kearah Rado yang sudah memasukan pedangnya kedalam sarung. Setiap langkah Rado tidak terlepas dari bola mata mereka, hanya kata "Gila" saja yang ada dibenak mereka untuk menyebut kapten mereka itu.
Setelah semua sudah mulai kondusif, Rado meminta para porter untuk membawa barang jiaran dari bos tersebut termasuk pedangnya yang dianggap keras oleh Rado. Perasaan kagum dan hormat mulai muncul melebihi sebelumnya, mereka merasa bangga akan takdir mereka yang telah mengikuti Rado saat ini.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Rado menghampiri Yoga.
"Aku mulai pulih, hanya saja semua tubuh ku merasa sakit dan juga.." Yoga menatap kearah Rado.
"Juga?"
"Aku merasa ada yang aneh dalam diriku" Yoga melanjutkan katanya yang terpotong dengan sedikit dorongan nada.
"Hm.. kau itu yang terpilih"
"Maksud mu?"
Rado tidak menjawab pertanyaan dari Yoga dan beranjak menghampiri timnya yang lain. Mereka terlihat sangat gembira namun juga sedih dikubu Australia karena kematian satu tanker mereka.
"Aku umumkan kalau dungeon kali ini telah selesai.." Rado tanpa senyuman melakukan pidato terakhirnya, "Kami dari tim pemburu Genosha juga turut berduka atas gugurnya tanker pemberani dari negara Australia"
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 42%
-Point Skill-
Point Skill Close Range 77/100 point
Point Skill Ranger 23/30 point
Aura kepemimpinan 29%
Ketahanan Fisik 100%
-KetahananElemen-
Air 75%
Api 76%
Tanah 75%
Angin 79%
Kring~~~~ {Status Transfer melebihi 40%, Archon mendapat anugerah tambahan 20% pertahanan tubuh}
Rado pun terkejut melihat anugerah tambahannya, darahnya berdesir lebih cepat dan ia merasa kalau ototnya seperti mulai mengeras tidak seperti biasanya, Jantungnya pun memompa sangat cepat saat proses pembentukan tubuh tersebut. Gelagatnya saat ini seperti orang yang terkena stroke, diam mematung sambil membuka kedua tangannya.
Beberapa saat berlalu setelah pembentukan selesai, ia mulai bisa menggerak jari-jarinya dan mencoba untuk mengepalkan telapak tangannya.
"Ini?!" Ia tersenyum puas mendapatkan itu, "Setiap 20% status transfer naik, aku mendapatkan anugerah mengenai fisik ku.. sedangkan kalau setiap 10 poin skill ku dapat, maka aku akan mendapatkan skill baru" Rado semakin menyeringai, "Ini menarik, tapi..." Wajah senangnya mulai mengendur, "Aku mulai bosan dengan pertarungan yang cepat"
Saat pesta gembira akan kemenangan pemburu sekarang, tiba-tiba suara teriakan dari lorong penghubung ruangan bos dengan jalan keluar terdengar, Suara teriakan itu berasal dari para pemburu yang ditinggal untuk beristirahat akibat pertempuran sebelumnya.
"Hah??? apa yang terjadi disana?" Lucy segera menoleh kearah asal teriakan tersebut.
Mereka pun sontak segera berlari menuju pintu keluar untuk memastikan apa yang terjadi. Tetapi sebelum mereka sampai pada mulut pintu tersebut, sebuah kepala terlempar kearah mereka dan mengenai salah satu perempuan pemburu.
"Kiyaaaaa"
Ia berteriak histeris akan kepala yang mengenai dirinya menggelundung kebawah. Pandangan mereka semua teralihkan akibat kepala teman mereka terpotong dengan mata yang terbuka melotot.
"A-apa ini? siapa yang melakukannya?" Peter dengan panik berbicara.
Rado yang masih bersikap tenang segera beralih menatap pintu yang gelap karena tidak ada pencahayaan. Tiba-tiba dari kegelapan tersebut, sekumpulan makhluk tidak dikenal masuk kedalam ruangan bos tersebut dengan wujud tinggi besar berotot, berwarna merah dengan tatto berwarna putih yang menghiasi tubuh mereka dan taring bawah yang menjulang keatas dari rahang bawah.
Pakaian yang mereka kenakan seperti terbuat dari kulit hewan yang dibuat menjadi celana dan baju, Beberapa armor pelindung tidak menutupi semua tubuh mereka layaknya seorang tanker, tetapi hanya pada bagian tertentu saja, seperti pada lutut, siku, dada dan bahu. Senjata yang mereka gunakan bervariasi, seperti kapak dan pedang dan juga terlihat ada beberapa dari mereka seperti seorang dukun yang membawa tongkat kayu mengenakan topeng tengkorak hewan seperti rusa.
Mereka menutup akses jalan keluar para pemburu dengan jumlah yang begitu banyak seperti melakukan raid, Para pemburu mulai bersiaga dengan ancaman yang hadir didepan mereka secara tiba-tiba itu.
"Makhluk apa mereka?" Kata Bobby sambil memasang perisainya didepan.
"Orc.." Rado mengatakan itu dari belakang mereka.
Bobby menoleh kearah Rado yang berada dibelakang, "Bagaimana kau tau?" tanya Bobby.
"Mereka yang mengata-" Rado mengehentikan bicaranya dan terkejut akan suatu hal, [Eh mereka tidak bisa mengetahui apa yang mereka katakan?] Dalam benak Rado berkata. [Ini aneh!]
"Kami Bangsa Orc, bersiaplah mati!" Hanya Rado yang bisa mengerti bahasa mereka.
Dalam fokusnya Rado mendengar ocehan dari makhluk itu, salah satu timnya berteriak "Bersiaplah! salah satu dari mereka ada yang menyerang"
Salah satu Orc berbadan besar membawa pedang cukup besar datang melesat kearah mereka, "Tanker!!!" Yoga berteriak dari belakang dan para tanker pun mulai menutup rapat dengan perisai mereka untuk melindungi pasukan.
Saat Orc itu melesat Rado memfokuskan matanya pada orc tersebut, ia melihat ada sebuah lambang kapak dua menyilang berwarna merah berukuran kecil dengan dua sayap yang mengarah kebawah diatas kepala.
[Itu?! apakah mungkin?!] Ia seperti mengenali maksud lambang yang berada diatas kepala itu. Orc Itu melesat dengan cepatnya dan mengeluarkan Force berwarna merah kental.
Rado pun mulai mengambil kesimpulan saat melihat force tersebut, "Tidak!! hati-hati! dia bukanlah makhluk sembarangan!!"
"Apa?!" Apa Tanker menoleh ke arah Rado dengan raut wajah yang panik.
Namun, itu terlambat. Pedang itu mulai sampai kearah mereka dan menghantam dengan kekuatan yag tidak biasa. Para tanker berhamburan akibat serangan itu dan tidak bisa bangun kembali, salah satu tanker yang berada didekat orc tersebut didatangi olehnya untuk diakhiri.
"T-tidak.. kumohon" Pinta tanker yang letih dan babak belur itu kepada Orc tersebut.
Namun, Orc tersebut menghiraukannya karena tidak mengerti apa maksud dari ucapannya dan juga bagi para Orc belas kasihan adalah hal yang tabu. ia mulai memposisikan pedangnya diatas kepalanya untuk menebas tanker yang sudah tak berdaya itu. Laju serangan pedang itu pun mulai ia kerahkan, bayangan pedang orc tersebut perlahan membesar diwajah tanker yang malang itu.
Namun, Rado segera bergerak cepat dan menangkis pedang itu dan menendang perut Orc tersebut hingga terpental dan terguling-guling hingga kepasukannya. Orc yang terpelanting tadi mulai berdiri perlahan dan terkejut akan sesuatu,
"Archon..!"
Bisik para Orc dilain sisi saat melihat lambang demicles pedang berwarna ungu milik Rado yang sudah berukuran besar. Mereka mulai mundur perlahan dan orc yang tadi menyerang juga mulai terdiam, tiba-tiba sebuah kaki hitam berjalan melewati barisan orc tersebut untuk maju kedepan pasukan. Salah satu Orc berkulit hitam dengan kepala plontos dan luka pada sekujur tubuhnya menampakan diri disamping Orc yang menyerang tadi.
Tubuhnya kekar seperti yang lain, namun karena kulit hitam dan luka yang ada pada tubuhnya membuat dirinya terlihat garang, pakaian yang ia gunakan hanya sebuah lilitan kain bermotif dengan kapak berukuran besar yang menempel dipunggunya.
"Hahaha.. kau! kau yang ke 4 ternyata"
Ia segera mengambil kapak besarnya dan siap untuk bertarung dengan Rado, setelah itu sebuah lambang demicles dengan logo kapak dua menyilang dengan warna hitam perlahan keluar dari dirinya. Ukuran itu terlihat melebihi ukuran lambang milik Rado,
"Apa?! dia memiliki lambang yang aneh seperti Rado!" Kata Yoga terkejut.
Rado yang berada didepan timnya juga ikut terkejut, [Dia!!! dia memiliki lambang demicles sebesar diri ku? apa dia juga seorang archon?] Dalam benaknya bertanya-tanya.
Dengan bertemunya dua kubu yang berbeda dengan lambang demicles yang saling berhadapan membuat ruangan itu sekarang dipenuhi oleh rasa tegang yang amat besar. Untuk pertama kalinya Rado merasakan hawa yang mengancam yang berasal dari Orc berkulit hitam itu. Dentuman jantungnya mulai terdengar cepat dan tidak teratur.
[Ahh... aku mengerti!! Ini lah jawaban dari firasat ku hari ini] Rado tersenyum dengan keringat dipelipis disertai dentuman jantungnya yang keras.