
"Kuhler! Beraninya kau!"
Amarah yang Rado pancarkan membuat semua pemburu menegang, dan saat ini area tersebut telah didominasi oleh aura milik Rado. Lambang demicles yang semakin membesar memicu perhatian mereka yang menyaksikannya.
"Apa itu?!" Tanya Devian terkejut.
"Apakah lambangnya lebih membesar?" Jaquile juga terkejut setelah melihatnnya lagi.
Lambang sebuah pedang sebagai visual utamanya menyinari kota yang sedang gelap gulita itu dengan warna keunguan yang sangat indah. Keindahan dari lambang demicles yang Rado keluarkan memaksa mereka tidak sempat untuk berkedip, lambang itu seperti memiliki kharismanya sendiri diluar kharismatik milik Rado. Dua Raja Troll yang sejak tadi menggenggam pertarungan menjadi takut akan kekuatan yang berasal dari salah satu manusia.
"Guh~Guh~" Suara raja Troll yanng berusaha melepaskan pemukulnya dari cengkraman Rado.
Rado melepaskan genggamanya dari pemukul itu dan membuat Troll tersebut menjadi tersentak kebelakang karena beban yang menahan pemukulnya hilang tiba-tiba. Ia terus menatap kearah Kuhler yang sedang merasa dirinya dalam bahaya karena membuat suatu kesalahan fatal.
"Ra-rado..." Kirisaki mencoba untuk menenangkannya.
"Jangan mendekat! Saat ini aku sedang tidak ingin mendengar siapapun"
Perkataan dari Rado membuat Kirisaki mengurungkan niatnya untuk mencegah Rado membunuh Kuhler. Julie merasa kalau Rado yang berada didepannya itu adalah Rado yang berbeda. Saat pertama kali mereka bertemu dijalan dan di toko milik Zowie, Julie merasa kalau Rado yang ia temuin saat itu adalah Rado yang sangat ramah. Tetapi dimata Julie kali ini Rado seperti api yang tidak bisa dipandamkan.
Aura yang sangat mengintimidasi dari Rado sangat terasa tekanannya. Nikolai yang sudah merasakan kehebatan dari Rado tadi, segera meringkuk karena psikisnya mulai terganggung akibat aura tersebut.
Rado mengacuhkan Kuhler dan berfokus terlebih dahulu kepada dua Raja Troll yang menjadi misi awalnya. Ia mengeluarkan kedua ninjatonya dan segera ingin mengakhiri monster tersebut karena didalam pikirannya sekarang ada untuk membunuh Kuhler segera.
[Skill Intimidate] Telah aktif
Dengan aktifnya skill Intimidate membuat auranya semakin mengintimidasi. Udara disana menjadi sangat berat untuk bernafas.
[Gale Blade]
Rado dengan cepat menghilang dari tempat ia berpijak dan segera muncul secara tiba-tiba didepan wajah raja Troll. Lompatan tanpa jejak itu membuat Raja Troll terkejut dengan kehadiran Rado yang sudah bersiap untuk memberikan sebuah tebasa dari kedua pedangnya.
Rado yang mengaktifkan skillnya segera memberikan tebasan beruntun yang sulit diikuti mata. Satu Raja Troll yang terkena serangan itu hanya bisa diam dengan wajah tercengang. Namun, saat Rado masih berada diatas kejadian yang sulit disebutkan dengan kata-kata terjadi. Kepala dari raja tersebut terpotong-potong menjadi beberapa bagian dan membuat mereka yang menyaksikan tertegun.
[Dancing Blade aktif, Combat Mastery Aktif,] serangan kritikal, attack power dan kecepatan meningkat.
Rado yang masih mengudara terlihat gelap karena tertutup amarahnya, tanpa disadari Rado sebuah serangan dari Raja Troll yang masih hidup datang mengarah kepadanya dan mengenai tubuhnya secara telak.
"Rado!" Teriak Julie melihat Rado yang terkena pemukul.
Serangan yang kuat itu membuat Rado terpental kesamping dan menghantam gedung disebelahnya. Gedung yang tidak terlalu tinggi itu runtuh seketika karena terhantam sangat keras, namun karena ketahanan fisik yang dimiliki Rado, serangan tersebut tidak memberikan efek apapun kepadanya. Ia terbangun dan menyingkirkan bongkahan tembok yang besar dari dirinya, Rado terlihat keluar dari reruntuhan itu seperti tidak mengalami apa-apa. Wajahnya masih menunduk gelap karena masih menyimpan amarah.
Sifat yang menjadi bom waktu pada diri Rado saat ini sangat menakutkan bagi mereka yang membuatnya marah. Rado mencondongkan tubuhnya kearah depan seperti ingin melesat dengan cepat, kedua pedangnya ia silangkan kebelakang sampai melewati tubuhnya.
[Sonic Blade]
Rado pun melesat kembali dengan cepat untuk menyerang raja Troll yang tersisa. Keadaan menjadi hening setelah Rado mengeluarkan skill keduanya tersebut, rasa heran dan kecemasan dari raja Troll yang mencari keberadaan Rado saat ini tiba-tiba dikejutkan dengan kaki kirinya yang tudah terpotong tanpa sepengetahuan dirina. Ia pun terjatuh kearah samping dan menimpa gedung yang berada disebelahnya karena salah satu tumpuan tubuhnya hilang dipotong Rado.
Darahnya sempat tidak mengalir beberapa saat karena pembuluh darah dari kaki raja Troll tersebut terkejut sampai terlambat merespon terpotongnya bagian dari tubuh itu. Ia mulai mengeluarkan raungan karena rasa sakitnya baru datang bersamaan dengan mengalirnya darah.
Rado yang sudah berada dibelakang tubuhnya segera berbalik dan menghampiri dirinya. Para pemburu tidak ada henti-hentinya tercengang melihat aksi yang sulit diikuti oleh nalar pemburu biasa. Rado melompat kearah tubuh raja Troll yang besar itu. Ia berjalan dari perut hingga kedekat dagunya. Tubuh raja Troll gemetar setelah didatangi oleh Rado, bagi dirinya Rado adalah jelmaan iblis berwarna ungu yang dibalut sebuah kulit dan daging.
Matanya bergetar karena ketakutan yang mendalam.
"To~long Ja~ngan Bu~"
Sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, Rado segera menancapkan kedua pedangnya kedalam kerongkongan raja tersebut dan menarik kedua pedangnya kearah samping luar yang menyebabkan pembuluh darah dari leher tersebut menyemprot keluar. Rado berdiri dengan tegap sambil dimandikan darah dari Raja Troll, para pemburu yang melihatnya terutama Kuhler bergidik ketakutan akan dirinya.
Rado segera memutar tubuhnya kearah Kuhler, mata yang tajam dan memancarkan hawa membunuh membuat Kuhler menjadi cemas ketakutan.
"Hoi Rado, kau serius!?" Tanya Jaquile dengan cemas dengan apa yang akan Rado lakukan.
Rado pun turun dari tubuh raja Troll yang sudah mati dan segera berjalan perlahan kearah Kuhler dengan pedang yang sudah dikotori oleh darah monster.
"Rado! Berhenti!" Teriak Rudy, namun tidak didengarkan.
Mereka tidak bisa melakukan apapun dengan Rado yang sudah kehilangan akal tersebut karena terendam amarah. Lucero dan Joon Sung yang saat itu juga tidak mengetahui rencana tersebut, memiliki merasa lega karena ia tidak ikut dalam rencana yang diberikan oleh Nagatomo. Devian pun juga sekarang mengerti, mengapa orang ini berani menyebut dirinya sebagai pemburu terkuat didunia.
Kali ini ia merasa kalau Kuhler telah memilih lawan yang salah. Sementara itu dibagian belakang, Yoga yang baru saja datang segera mendekati Jaquile dan yang lain.
"Apa yang terjadi?! Bagaimana dengan monster besar itu?" Tanyanya tiba-tiba.
"Mereka sudah dikalahkan.." Jaquile menjawab tanpa menoleh.
"Dikalahkan?! Oleh Kuhler?!"
"Tidak...Bukan dia.. tapi Rado.."
"Rado?! Dia sudah disini?!"
Yoga terkejut dan segera berjalan kedepan untuk melihat Rado, namun ia merasa heran dengan situasi yang saat ini sedang terjadi, karena itulah ia segera bertanya kembali kepada Devian yang berada didepan.
"Devian!" Sapa Yoga dengan spontan.
"Yoga! Hoi... cepat hentikan kapten mu.. kalau tidak dia akan membunuh Kuhler!" Devian dengan panik meminta kepada Yoga.
"Apa?!"
"Maaf Devian.. sepertinya aku tidak bisa menghentikannya" Dengan menyesal Yoga memberitahu Devian.
"Apa kau bercanda?! Dia itu pemburu nomor 1 didunia! Kehadirannya sangat berarti..! kalian! diantara kalian tidak ada yang berani menghentikannya?! Kalian ini kan temannya! Kumohon hentikan dirinya untuk membunuh Kuhler!"
Permohonan dari Devian tidak ada yang ingin menjalankannya termasuk Lucero dan Joon karena melihat aksi Rado sebelumnya.
"Nikolai! Apa kau tidak ingin menyelematkan idola mu?! Hoi Nikolai!"
"Jangan!!! Aku tidak mau! Dia menakutkan!" Nikolai masih terlihat ketakutan.
Devian terkejut, wajahnya sangat pucat karena tidak ada yang berani menyelamatkan Kuhler. Dengan tekad yang tersisa Devian pun berbalik arah untuk menyelamatkan Kuhler. Namun dengan sigap Kirisaki menghentikannya dan menggelengkan kepala tanda "Jangan". Devian yang saat itu dipenuhi oleh rasa hormat dan takut kehilangan kepada Kuhler menoleh sekali lagi kearahnya.
"Meskipun kita teman... aku tidak bisa membantu dirimu karena Kuhler sudah membuat dirinya marah.." Kata Yoga dengan jelas.
Mendengar itu Devian hanya bisa menunduk pasrah akan apa yang terjadi nanti. Sementar itu Kuhler semakin ketakutan, Nagatomo yang berada didepannya pun segera memasang badan melindungi dirinya.
"Hoi! Kalau kau membunuh ku, PPMD tidak akan melepaskan mu!"
Ancam Kuhler, namun Rado tetap berjalan kearahnya tanpa mengatakan apapun.
"Kalian! Cepat hentikan orang ini! Dia berniat membunuh ku!"
Kuhler dengan cemas meminta bantuan dari pemburu yang tadinya ingin di korbankan olehnya, namun mereka juga tidak menggubrisnya.
"Kuhler!" Nagatomo memperingati dirinya karena Rado semakin dekat.
Jason pun juga mulai bergabung dengan mereka untuk menghadapi Rado bersama. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi Rado yang sudah tidak bisa diajak berbicara lagi. Awalnya memang setelah pertarungan ini, Kuhler bermaksud untuk membunuh Rado. Namun setelah melihat kemampuannya, mental Kuhler segera menciut.
Kuhler dengan gegabah menyerang Rado karena tidak ada pilihan lain lagi, ia segera mengeluarkan sihir forcenya dengan tujuan untuk membunuh Rado. Sihir kali ini yang ia keluarkan adalah sebuah bola api yang cukup besar, tanpa menunggu lagi setelah semua api sudah memusat, Kuhler segera melemparkannya kearah Rado. Ledakan yang sangat dahsyatpun terjadi yang menyebabkan Rado tertelan oleh Api tersebut.
"Hahahahahaha Rasakan itu kep*rat!" Kuhler tertawa lepas namun tidak lama.
Rado masih berjalan perlahan keluar dari ledakan tersebut menuju dirinya. Kuhler semakin cemas dengan Rado dan membabi buta mengeluarkan seluruh skill force yang ia miliki. Namun tetap saja, tidak ada satupun yang mampu menghentikan ketahanan elemen milik Rado sekarang ini.
"Nagatomo! Jason!" Kuhler berteriak kepada mereka berdua dengan maksud untuk segera menghentikan Rado.
Nagatomo dan Jason pun segera melesat bersama menyerang Rado, Namun 2 orang yang disebut sebagai jajaran pemburu terkuat bukanlah halangan berat bagi Rado. Rado hanya menekan diri mereka dengan skill Intimidatenya yang mana membuat Jason dan Nagatomo segera terhenti kaku karena ketakutan akibat merasakan Aura yang sangat kuat tersebut.
Kuhler yang melihat mereka berdua terhenti semakin kalang kabut, ia terus-terusan mengeluarkan skillnya untuk menghentikan Rado.
"Pergi! Pergi!!!" Panik Kuhler membabi buta.
Serangan elemennya tidak berpengaruh kepada Rado karena status ketahanan elemen miliknya sudah terbilang tinggi terutama elemen api. Rado hanya terus berjalan perlahan sambil memberikan gangguan mental kepada Kuhler.
Serangan yang mampu menumbangkan bos dari Red Dungeon tersebut tidak berarti apa - apa oleh Rado. Baginya, saat ini serangan dari Kuhler hanyalah lelucon yang sedang menggelitik tubuhnya, sampai pada akhirnya Rado mulai bosan dengan permainan gangguan mentalnya terhadap Kuhler, dengan cepat ia membungkukkan tubuhnya kearah depan.
[Sonic Blade]
Rado segera melesat dan tanpa pandang bulu ia segera memotong tubuh Kuhler menjadi dua, Julie dan pemburu wanita yang tidak kuat melihat itu segera memalingkan wajah mereka. Devian terkejut kaku melihat hal tersebut, Jason dan Nagatomo pun menoleh perlahan masih dengan wajah pucat mereka, lalu wajah terkejut dari semua orang menghiasi kepergian Kuhler yang mengenaskan.
Rado segera memperbaiki postur tubuhnya setelah melakukan pembunuhan tersebut, ia segera mengibas kesamping kedua pedangnya itu untuk membersihkan darah yang ada pada pedangnya itu, lalu ia memasukan kembali ke sarungnya.
Rado pun berjalan kembali seperti tidak terjadi apa-apa melewati Jason dan Nagatomo. Kengerian yang dirasakan mereka berdua saat ini adalah kengerian yang baru pertama kali mereka rasakan seumur hidup.
"Jika aku tau kalian merencanakan sesuatu lagi terhadap para pemburu yang lain... Percayalah.. aku akan membuat kalian seperti dirinya" Rado terhenti sejenak sambil menatap mereka dengan mata tajam.
Nagatomo yang seharusnya mati, hanya bisa menelan air liurnya karena ancaman tersebut.
"A-aku selamat! Kalau saja dia tau kalau itu ide ku, mungkin aku-" Nagatomo menoleh kearah Jason.
Jason yang pucat juga menoleh kearahnya dan mengetahui maksud dari mimik wajah dari Nagatomo. Setelah selesai dengan itu semua Rado terus berjalan menghampiri mereka semua. Mereka semua menunduk dan hanya sebagian saja yang berani menatap Rado saat ini, yaitu para teman-temannya dan juga anggota terbaiknya meskipun dengan raut wajah yang sedikit cemas.
"Rado.." Rudy terlihat khawatir kepadanya.
Rado mengacuhkannya dan segera menghampiri Yoga, "Syukurlah kau baik-baik saja.."
Mendengar ucapan itu, Yoga hanya bisa terdiam dengan wajah seriusnya. "Ada yang ingin kubicarakan dengan mu.."
Rado hanya menutup matanya dan berjalan kembali meninggalkan area tersebut. "Baiklah.."
Pertempuran di negara Amerika Serikat pun telah berakhir dengan kemenangan manusia dan tertutupnya ketiga black dungeon didunia. Berita mengenai kemenangan pemburu pun menjadi berita gembira bagi semua masyarakat didunia. Mereka berteriak, menangis hingga berpelukan untuk merayakan hari bahagia tersebut. Daftar kematian para pemburu pun mulai ditampilkan diberita, kesedihan yang dialami oleh keluarga korban menangisi kepergian mereka yang secara heroik.
Disamping kebahagian mereka setelah mengetahui keberhasilan pemburu Ada sebuah rasa sedih karena pemburu top dunia seperti Kuhler Vorham, Aamber Adeline dan Ashwin Bhagwandas telah gugur dalam raid tersebut. Dunia segera berkabung untuk mengenang jasa pemburu yang sudah berkorban untuk menyelamatkan dunia. Sementara itu PPMD yang telah kehilangan Kuhler menjadi panik akibat kekuatan terbesar mereka telah hilang.
Baldrik Vorham juga terlihat sangat kesal dan marah setelah mengetahui langsung penyebab kematian Kuhler dari salah satu anggota PPMD yang saat itu kebetulan baru sampai disana namun tidak ikut bertarung karena telah usai.
Nama Rado Gavriel dan aliansi The Titans semakin menguat dimata dunia. Dalam situs pencarian nama Rado menjadi kata kunci yang paling banyak yang dicari, serta nama Rado dan aliansi The Titans melonjak naik keatas dengan nomor urut #0 yang artinya tidak tertandingi.
Disisi lain Rado yang baru saja tiba di hotel tempat Mye beristirahat harus dihentikan oleh pertanyaan dari Yoga yang saat itu berada dibelakangnya. Mereka saling berhadap-hadapan menatap satu sama lain. Ada sebuah ketegangan dari keduannya menyangkut apa yang akan dibicarakan.
Yoga yang penuh dengan keseriusan segera bertanya secara langsung kepada Rado mengenai suatu hal yaitu...
"Mengapa kau mengirim Wen Li untuk mati?"
Pertanyaan dari Yoga membuat Rado terdiam.