The Archon

The Archon
Pertemuan Part 1



Pada gedung utama ibukota Dehoorn Rado yang terlihat sedang kelelahan akibat berkas - berkas pengurusan mengenai seluruh yang mencakup ras manusia. Ia terduduk santai dikursinya yang empuk sambil menatap langit - langit ruangan tersebut. Berkas yang menggunung tersebut ia abaikan sejenak dan mengambil waktu untuk mengendurkan seluruh otot punggung, leher dan matanya yang sejak tadi menatap semua pekerjaannya.


"Aku tidak menyangka kalau menjadi pemimpin seluruh ras itu sangat berat. Ini tidak seperti waktu aku masih menjadi presiden Italia waktu itu.. Saat aku masih menjadi presiden Italia, aku masih bisa pergi kemanapun aku mau, akan tetapi di wilayah ini tugas ku hanya menandatangani berkas - berkas dan memeriksannya satu persatu" Gumam Rado kepada pekerjaannya.


"Oiya! Aku sampai lupa! Sekarang ini kakek dan Silvi berada dimana?! Aku sampai lupa kepada mereka.. Apa ini karena sifat introvert ku yang menyukai kesendirian, sampai melupakan orang lain dengan mudah?! Tetapi mengingat diri ku yang sudah berada ditengah orang banyak.. apa aku sekarang sudah berevolusi menjadi seorang ambivert? Tapi apa mungkin sifat orang bisa berevolusi? Hahaha aneh..." Rado tersenyum mengetawai asumsinya sendiri.


"Selain itu.. Bagaimana keadaan di wilayah elf? Ah!!! Rasanya aku ingin kesana dan melihat langsung bertempuran disana..." Sambung gumamnya sambil mengkerutkan wajahnya.


Disaat ia sedang bersantai dalam kursi empuknya, Albert pun masuk kembali membawa segunung tumpukan berkas yang lain.


"Tuan Rado.." Panggilnya.


Rado pun segera menoleh dan melompat dari kursinya karena melihat berkas tersebut.


"Lagi?!" Wajahnya terkejut.


"Aaa - hahahahaha, maafkan aku, tetapi karena kemunculan anda, banyak sekali pemuda - pemuda dari luar ibukota yang ingin menjadi seorang tentara, lalu kehadiran anda juga menjadi aura positif terhadap masyarakat kita dan membuat mereka menjadi produktif melebihi sebelumnya..." Kata Albert.


"Hah... Apa karena pidato di hari sebelumnya?! Aku tidak menyangka kalau dampaknya akan sejauh ini... Selain ekonomi kita akan membaik dalam kurun waktu dua tahun kedepan karena kenaikan produktifitas dari sektor pertanian dan dagang. Kita juga harus menggait para pemuda untuk masuk kedalam tentara..." Kata Rado.


"Aku sudah melakukan perencanaan kemana kita harus mengeksplorasi dunia ini selain harus bertempur melawan ras lain. Hal ini jmemerlukan banyak personil karena mungkin disana terdapat monster yang kuat... Aku juga sudah berkata kepada mu untuk membangun sekolah militer dari berbagai kalangan, apa kau sudah melaksanakannya?" Tanya Rado menatap Albert.


"Aku sudah menyampaikannya kepada tuan Martinez selaku ketua dalam pelatihan militer..." Jawab Albert.


"Martinez?! Oi jangan bercanda?! Baru saja ku khawatirkan keberadaannya, tetapi dia muncul begitu saja dengan sendirinya... apa ini mungkin ini pertanda kalau kakek tua itu akan panjang umur?" Dalam benak Rado sedikit terkejut.


"Ahh.. Kalau begitu, bisakah kau ajak Jefry untuk membangun pelatihan militer bagi kalangan bawah? Aku ingin dia yang meng - handlenya." Senyum Rado.


"Maaf sebeumnya tuan Rado.. Dengan berat hati aku ingin anda tidak memperlakukan pria itu menjadi istimewa... Orang yang pas untuk mengontrol jalannya kamp pelatihan itu adalah tentara yang berkompeten dan juga harus dari kalangan atas.." Kata Albert memprotes.


Rado yang mendengar itu menjadi sedikit geram dengan perkataan Albert dan ia menatap Albert dengan begitu tajam.


"Semenjak aku menjadi pemimpin diras ini, aku ingin dinding yang menjadi stigma disekitar kita hilang! Aku tidak ingin lagi kau membandingkan mereka dari segi ekonomi! Kalau kau bilang yang mengontrol jalannya kamp itu adalah seorang tentara yang berkompeten, maka akan ku berikan kau tugas untuk melatih Jefry agar menjadi tentara yang berkompeten!" Rado tanpa tersenyum sedikit pun meninggikan nadanya.


"Ma - maafkan kelancangan ku dalam berbicara tuan Rado.. aku tidak bermaksud untuk menyangkal gagasan mu! Baiklah, mulai sekarang aku akan menanamkan dalam diri ku dan juga mereka - mereka yang masih memberlakukan diskriminasi dalam tingkat sosial.." Tunduk Albert.


Dilain sisi, dibalik pintu ruangan yang sedang tertutup. Berdiri Jefry sedang membawa berkas tambahan sambil menguping pembicaraan mereka berdua, Jefry begitu terkejut dan juga tersanjung karena Rado membela harga dirinya. Ia tersenyum lega dan segera beranjak pergi dari pintu tersebut karena tidak ingin menganggu pembicaraan mereka berdua.


"Syukurlah kalau kau berpikir demikian... Satu lagi, kau bilang ketua dari ketua pelatihan militer adalah tuan Martinez? Bolehkah aku bertemu dengannya?" Tanya Rado.


"Ah... Aku sampai lupa untuk memperkenalkan anda dengan beliau, karena kesibukannya sekarang karena membludaknya orang yang masuk kedalam militer, membuat beliau sulit untuk meninggalkan tempatnya, maafkan aku karena tidak bisa mengatur jadwal anda dan beliau.." Albert meminta maaf kembali.


"Hahahaha kau tidak perlu sampai seperti itu, biar aku yang kesana menemuinya... tapi.." Rado tersenyum menatap kearah Albert.


Beberapa jam kemudian, utusan yang dikirim oleh Yoga pun telah sampai kembali ke ibukota DeHoorn dan segera bergegas menuju ketempat Rado untuk menyampaikan undangan tersebut. Namun, disaat utusan itu masuk kedalam ruangan Rado dengan kawalan beberapa penjaga, ia hanya melihat Albert yang sedang duduk di sofa yang berada diruangan Rado sambil membaca berkas miliknya.


"Eh?! Dimana tuan Rado?" Kata Utusan tersebut.


"Ah... Tuan Rado baru saja pergi..." Jawab Albert.


"Apa?! Kemana dia pergi tuan Albert?" Tanyanya panik.


"Hmmm dia tidak mengatakan apapun tadi.. Ada perlu apa sampai kau terlihat tergesa - gesa? Biar aku yang sampaikan padanya kalau dia kembali nanti.." Kata Albert menawarkan diri.


Utusan itu pun menjelaskan kemauan dari Slyvrin yang ingin bertemu oleh Rado membicarakan mengenai hak atas Tebing Putih, Albert yang mendengar itu sedikit tertarik mengenai laporan yang baru saja datang tersebut. Sebelum Rado pergi, Rado juga memberikan amanat kepadanya agar tidak memberitahu kepada siapapun kemana ia pergi dan karena itulah pikiran nekad Albert hadir dikepalanya.


"Baiklah.. Kalau begitu biar aku saja yang pergi menemui ratu elf.." Senyum Albert.


"Ta - tapi..." Kata utusan itu seperti tidak enak.


"Tuan Rado sedang ada urusan yang mendesak.. kalau mengenai hak tanah biar aku saja yang maju.. Ayo kita cepat bergegas.." Semangat Albert segera beranjak dari ruangan tersebut.


Sementara Itu, didistrik ekonomi menengah, terlihat Rado yang mengenakan masker muut berwarna hitam layaknya dirinya yang dulu telah sampai disebuah gerbang besar tempat pelatihan militer dilakukan.


"Aku sedikit penasaran dengan bagaimana pelatihan itu dilakukan.. Jadi aku diam - diam akan mengikuti pelatihan yang diberikan oleh kakek" Senyumnya sambil menatap gerbang tersebut dan melangkah masuk.