
Pada lantai 2 ruang guild White Lotus, keempat guild bertatap muka membicarakan suatu hal penting. Meja bundar menjadi alat media panas bagi perbincangan mereka malam ini. Selain para kapten dan wakil kapten yang duduk dimeja tersebut, para eksekutif dan beberapa orang dari ketiga guild yang lain terlihat berdiri dibelakang mereka sambil menyimak arus seperti apa yang akan membawa nasib para pemburu di Indonesia.
"Kita mulai saja"
Suasana menjadi hening dan suara musikpun tidak terdengar lagi karena ketegangan yang terjadi.
"Maksud kedatangan kami kesini adalah bagaimana kalau kita mempersatukan guild kita?" Kan berbicara dengan serius.
"Hoo.. apa maksud mu menyatukan guild?" Rudy bertanya balik kepada Kan.
Sebelum menjelaskan lebih rinci, Kan mengambil nafas yang panjang, "Kau sudah tau bukan kalau, negara kita seperti di isolasi? para negara tetangga sepenuhnya sudah bergabung dengan negara Genosha, tetapi hanya negara kita yang menolak bergabung"
"Lalu?" Rudy mulai menyilangkan kakinya.
"Kau pasti sudah tau bukan? Semenjak hari itu angka kriminal semakin naik dan para pedagang mulai gulung tikar karena naiknya pajak ekspor-impor, tidak hanya itu kerusuhan juga mulai terjadi untuk mendesak pemerintah agar bergabung dengan negara Genosha. Maka dari itu kita harus menjadi guild terpusat dan menjadi kekuatan yang dominan dibanding pemerintah lalu menggulingkannya"
Hanya penjelasan dasar dari Kan sudah bisa membuat guild White Lotus terkejut.
"Apa kau sudah gila?!" Levi menaikan nadanya sambil berdiri.
"Levi.. diamlah sebentar.." Dengan wajah serius Rudy melirik kepada Levi.
"Maafkan aku"Levi kembali duduk dan perundingan itu mulai tenang kembali.
"Kau pasti tidak mengajak guild kami saja bukan?" Rudy bertanya kembali.
"10 guild teratas sudah setuju dan guild mu ini yang terakhir kami kunjungi"
Mendengar hal itu Rudy segera melihat kearah anggota eksekutifnya, wajah mereka terlihat tegar dan sudah siap apa yang akan dipilih oleh Rudy kedepannya. Rudy pun menoleh kearah Levi yang saat itu sudah menatap dirinya duluan. Satu kata setuju dari Rudy bisa menambah sebuah dukungan yang kuat bagi koalisi, karena Guild White Lotus akhir-akhir ini sangat populer.
"Huh.. baiklah kami setuju atas penggabungan ini, tapi... apa yang akan kau lakukan jika sudah berhasil menggulingkan pemerintahan?"
"Kami ingin mengajukan diri dan bergabung kepada ngeara Genosha" Kenny menyambar pertanyaan itu.
"Lalu.. susunan petingginya?" Pertanyaan Rudy sangat komplek akan rencana yang akan dijalankan ini.
"Kita! Jika para pemerintah ingin mendengar sebelum digulingkan, maka susunan petinggi di negara ini tidak akan berubah.. mungkin hanya yang menolak saja kita singkirkan. Tetapi jika pemerintah 100% menolak, kita yang akan ambil alih negara" Kan menjelaskan kembali.
"Ok kalau begitu, karena kebijakan ini toko ku juga hampir bangkrut"
Setelah pembicaraan serius itu mereka mulai bisa santai, Namun pembicaraan itu belum selesai sampai situ saja. Watz yang sejak tadi diam mulai angkat bicara.
"Rudy.. apa kau mengenal pria bermasker itu?" Dengan tatapan tajam mengarah pada Rudy.
Semua orang kali ini mulai menegang kembali. Rudy kali ini melihat kearah mantan anggota party Rado lalu beralih kembali menatap Watz.
"Yah aku mengenalnya.., dia langganan toko kami"
"Bukankah kalian sudah mengenalnya? dia adalah orang yang kalian selamatkan dari insiden perubahan dungeon itu?" Rossi menyambar dari arah belakang.
Sontak membuat mereka terkejut, mendengar fakta itu.
"Apa?! Ku kira dia orang yang lemah saat itu" Kenny terkejut.
"Sebenarnya anggota guild ku pernah satu raid bersama dirinya, dan aku sudah mengetahui siapa dia sebenarnya" Watz membuka aib dari Guildnya.
"Apa?! Kenapa kau tidak cerita pada kami, kalau dia orang yang kau maksud bisa melampaui kekuatan kita?" Kan mulai meninggikan nadanya.
"Anggota ku sudah berjanji padanya dan aku sebagai kapten juga harus memegang janji untuk tidak memberitahu kepada siapapun atas bagaimana ia menyelamatkan anggota ku" Watz menunduk menghadap meja.
"Apa maksud mu dengan janji pada orang asing?" apa pertemanan lama kita ini tidak berarti pada mu?! Kan mulai berdiri.
Guild White Lotus hanya bisa diam mendengar perseteruan antara guild yang berteman sejak dulu itu. Ketiga Guiild teratas itu memiliki sejarah yang panjang, dimana dulu mereka adalah teman satu party pada bencana ini dimulai. Ketika mereka sudah memiliki cukup kekuatan, mereka berpisah dan membuat guild masing-masing.
"Tuan Kan!! Tolong jangan berkata seperti itu kepada kapten Watz" Julie berdiri menghentikan Kan yang mulai kesal.
"Julie.. tak apa.. duduklah ini masalah ku" Watz tersenyum menoleh kearah Julie, Namun tidak Julie Gubris.
"Aku yang meminta kapten untuk tidak berbicara kepada kalian semua"
"Hei-hei kenapa kalian malah jadi ribut karena persoalan dirinya? Sudahlah lupakan yang sudah berlalu"
Setelah Rudy mengatakan itu, mereka mulai menurunkan emosi dan kembali duduk. Kala itu Rudy tidak menyangka kalau efek dari keterlibatan Rado kala itu bisa membuat masalah internal saat ini.
"Sudahlah dia memang orang yang sulit ditebak, aku yang sudah mengenalnya lebih dulu dari kalian saja tidak mengerti jalan pikirannya" Rudy dengan senyumannya mencoba untuk mencairkan suasana.
"Tetapi.. bagaimana dia bisa menjadi seperti itu? Waktu Raid bersama kami, dia adalah orang lemah yang hanya bisa berlari menjadi umpan.." Harold dari belakang menyambar.
Mereka semua berpikir bersama untuk memecahkan misteri dibalik kekuatan Rado, disamping itu Geraldo dan kawan-kawan juga menjelaskan apa yang terjadi pada saat mereka mengikuti dirinya. Mendengar cerita dari Geraldo sontak membuat mereka tambah terkejut akan kekuatan yang dimiliki oleh Rado.
"Mungkin dia adalah pemburu gila yang pernah aku temui" Kata Karen yang saat itu masih tidak percaya akan cerita Geraldo.
"Tentu saja bos ku lah yang terhebat" Guren menyambar dengan semangat dan membuat mereka semua menatap kearah Guren.
"Huh.. kita belum tau siapa yang terkuat karena ketiga orang itu sudah pernah menyelesaikan Black Dungeon." Watz dengan serius memotong semangat dari Guren.
"Yah... dungeon itu adalah dungeon neraka yang berisikan monster kuat, dari 100 pemburu yang masuk hanya 10 orang saja yang masih hidup, termasuk mereka yang keluar dengan luka yang cukup parah" Kan menambahkan informasi kekuatan ketiga pemburu dunia.
Setelah mendengar itu mereka kembali terhening memikirkan siapa yang terkuat dalam dunia pemburu.
"Kalau tidak salah namanya adalah Rado Gavriel bukan? sebenarnya dia sudah terkenal di pemburu rank bawah karena kelihainya menjadi umpan.. tapi aku masih tidak menyangka kalau dia akan menjadi viral seperti ini" Gordo yang memecah keheningan itu.
"Tidak.. nama sebenarnya adalah Rado Morctis" Watz kembali membeberkan apa yang ia dapat.
"Morctis? bukankah itu nama dari keluarga pemburu yang hilang 5 tahun lalu? Kenny menoleh kearah Watz, karena nama yang fenomenal di Indonesia itu.
"Apa kau yakin kalau nama belakangnya Morctis?! lalu Gavriel itu nama darimana?" Rudy yang baru mendengar itu juga ikut terkejut.
Dalam ruangan guild sekarang ini, pandangan mereka hanya tertuju kepada Watz yang memegang kunci kebenaran yang baru. Watz yang terduduk menunduk perlahan menjelaskan apa yang ia tau dalam pemerintahan.
"Kan, Kenny.. kau sudah tau bukan kalau aku memiliki seorang kaka yang bekerja di pemerintahan divisi pengurusan pemburu?"
Kan dan Kenny hanya mengangguk.
"Dia bukanlah pengurus pemburu biasa, tetapi dia pengurus yang langsung berada dibawah naungan presiden Vasco bersama Steven. Waktu itu kaka ku berkata kalau orang yang sedang viral itu akan pergi keluar negeri untuk suatu misi dan ada penggantian identitas pada dirinya"
"Lalu?! Apa yang kaka mu katakan lagi?!"
Mereka penasaran akan cerita lanjutannya.
"Kaka ku hanya memberitahu sampai situ saja, selebihnya ia bilang adalah rahasia negara"
Pembicaraan mengenai Rado berhenti sampai situ, misteri mengenai Rado yang memakai nama Morctis menghantui mereka semua malam itu. Nama keluarga yang telah hilang akibat suatu misi rahasia, muncul kembali dan diemban oleh orang terdekat. Mereka mulai membubarkan diri dan akan memulai rencana mereka 2 minggu lagi mulai dari sekarang.
Namun, Seminggu kemudian sebelum rencana itu terjadi. Dalam ruang guild Nova, terlihat Julie sedang duduk dimeja makan sambil memandangi tehnya. Entah apa yang sedang ia lamunkan, tatapannya begitu kosong dan jauh memandang memikirkan sesuatu. Setelah kepergian Rado yang entah kemana membuat dirinya tidak bergairah dalam bertempur. Watz yang saat itu sedang satu ruangan dengan Julie mencoba beranjak dari kursinya dan mengahampiri orang nomor 2 di guild tersebut.
"Julie... akhir-akhir ini kenapa kau seperti orang yang tidak memiliki semangat? apa karena orang itu?" Tanya Watz yang berdiri didepan Julie.
"Aku tidak tau, tapi.." Julie mendongak melihat wajah kaptennya itu, "Aku tidak tau"
Pernyataan yang tidak jelas itu, membuat Watz kebingungan akan hati wanita untuk pertama kalinya.
"Julie..berhentilah murung, kau ini bunga di guild kita.. kalau kau begini terus, anggota yang lain juga terkena imbas murung mu" Sambil menggaruk cambangnya Watz berbicara.
"Kau benar kapten, aku tidak boleh begini terus.." Julie mencoba untuk tersenyum walaupun sulit baginya.
Sebuah Tv yang menyala, seketika berubah menjadi acara berita harian pemburu. Kala itu pembawa acara memberitahukan kalau ada pengumuman mendadak dari negara Genosha. Terlihat Sebuah Konferensi pers sudah tertata rapih dan ada hal yang tidak terduga muncul pada konsfrensi tersebut.
"Apa?!! Bagaimana bisa?!
Julie dan Watz saat itu terkejut bukan main dengan apa yang ia lihat. Bukan hanya mereka saja yang terkejut, tetapi seluruh Indonesia termasuk Vasco dan Steven juga ikut terkejut. Seorang pria yang menjadi buah bibir akhir-akhir ini hadir dalam acara tersebut ditemani oleh beberapa orang pemburu yang terlihat kuat.
"Aku kesini hanya ingin menyampaikan kalau aku akan menjadi pemburu berlisensi internasional untuk negara Genosha mulai hari ini" Rado berbicara dibalik maskernya.
Sinar dari kamera mulai mengedip secara bergantian dan pertanyaan dari para wartawan mulai menghujani dia. Yoga yang saat itu berdiri disampung Rado mengangkat tangannya isyaratkan untuk diam dan melakukan pertanyaan satu persatu.
"Tuan.. anda telah viral akhir-akhir ini dan menjadi pemburu yang paling dicari jasanya, tetapi mengapa anda menghilang begitu saja dan sekarang malah muncul mengumumkan diri sebagai pemburu dari negara Genosha?" Kata salah satu wartawan.
"Hmm itu adalah suatu hal yang tidak bisa kujawab, tetapi yang kalian harus ketahui adalah... Aku Rado Morctis, pemburu yang terkuat saat ini"
Rado yang membuka maskernya itu membuat wartawan menjadi kalang kabut mengambil foto dirinya. Suatu fenomena yang selama ini banyak dibicarakan mulai terkuak, Bagaimana wajah dirinya dan siapa dia sebenarnya. Terlebih lagi, pernyataan Rado yang menganggap dirinya adalah pemburu terkuat, membuat kuping para pemburu dunia menjadi panas.
"Menarik.. Aku ingin bertemu dengannya" Seorang pria asia tersenyum saat melihat acara itu.
Disamping itu Steven dan Vasco terlebih terkejut atas pengkhianatan Rado dan Yoga.
"Bagaimana bisa!!! Melly?!"
Baru kali ini Vasco terlihat sangat marah akan suatu hal.
"Aku tidak tau tuan, saat aku menanyakan hal itu.. Rado tidak menjawabnya" Dengan ketakutan Melly menjelaskan apa yang ia tau.
"Sial!!!" Vasco membalikan mejanya, [Apa yang terlewat dari kebenaran Rado?! Kevin?! apa kevin pernah mengatakan suatu hal mengenai dirinya?! Tidak.. dia tidak pernah mengatakan apapun tentang dirinya... Lalu apa yang membuat dia membelot kepada Gozie?! ini sungguh membingungkan..!]
Saat ini seluruh dunia diguncangkan oleh munculnya Rado kedepan publik dunia.
__________
NOTE : Kayanya kepanjangan lagi ekekkeke btw selamat sabtu malam dan terimakasih yang udah vote, like dan komen di novel ini. :)