The Archon

The Archon
Berburu di Negara Genosha



Beberapa minggu kemudian di pusat kota Singapura. Rado, Yoga dan Melly berjalan menuju menara dungeon yang terdapat di negara tersebut. Rado terlihat mengenakan pakaian yang serba hitam dengan perpaduan cardigan serta celana panjang hitam. Dipunggungnya juga terlihat Ninjato yang dibuatkan oleh Rudy menyilang dengan sempurna melengkapi kehitaman dirinya.


"Tuan Rado, mengapa kau membawa dua pedang sekaligus?" Tanya Yoga terlihat mengenakan sebuah jirah dengan perisai dan pedang satu tangan menggemblok dipunggungnya.


"Ah.. karena aku pengguna dua pedang" Sambil menoleh kebelakang Rado tersenyum.


"Hah... untunglah Tuan Vasco terlebih dahulu mengganti identitas kita menjadi warga Malaysia, jadi kita tidak sulit untuk mengubah warga negara kita"


Melly menghela nafasnya karena berhasil melalui proses yang bisa membuat mereka kesulitan. Melly berjalan perdampingan dengan Yoga dibelakang Rado, Pakaian yang ia kenakan sedikit terbuka dengan celana pendek diatas paha dan itu membuat wajah para pria memerah saat melihat dirinya.


Rado ikut bersyukur karena waktu itu sempat meminta untuk mengubah warga negaranya kepada Vasco. Saat memasuki menara Rado segera memakai masker hitamnya seperti biasa.


"Mengapa kau memakai masker itu? seperti ninja saja.." Kata Melly dengan wajah mengejek.


"Ini sudah menjadi kebiasaan ku"


Tampilan dalam menara itu tidak berbeda dengan menara yang berada di Indonesia, namun hanya penataan indoornya saja yang berbeda tergantung setiap negara mereparasinya. Rado segera menghampiri Gate Keeper untuk memesan sebuah gate untuk memulai pergerakan pertama dirinya.


"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" Gate Keeper bertanya kepadanya.


"Bisa kah kau carikan kami tim yang melakukan raid di Red Dungeon?" Rado bertanya kepada gate keeper yang mengenakan jas rapih itu.


Namun tidak disangka-sangka ekspresi dari gate keeper itu seperti sehabis mendapat sebuah doorprize mobil.


"Apa anda yakin ingin raid dalam Red Dungeon?!" Gate Keeper itu bertanya sekali lagi untuk memastikan hal tersebut.


"A.... Ya kami ingin berburu di Red Dungeon" Rado terheran dengan ekspresi tersebut.


"Ah syukurlah, sebenarnya pemburu rank Saxon elite dari negara Genosha dikirim keluar negeri semua oleh Presiden Gozie, sedangkan kami kekurangan pemburu untuk menutup red dungeon yang tinggal satu ini"


Dalam negara Genosha, Rank Saxon dibagi menjadi dua, yaitu: Saxon Elite dan Sealed Saxon. Hal ini karena negara asia tenggara dihuni oleh pemburu Rank Saxon yang dibilang tidak sesuai porsi rank mereka, hal ini dikarenakan praktek perdagangan roh yang marak terjadi di negara asia tenggara dan itu membuat mereka menggapai rank tersebut secara instan.


Jika disamakan, para Sealed Saxon ini setara dengan Rank Begio dan Anchor, bahkan ada yang setara dengan Cohort. Oleh sebab itu Gozie membeli suatu alat detektor untuk diletakan didalam menara yang dipergunakan untuk mengetes force mereka agar bisa membedakan mana Saxon asli atau palsu. Gozie tidak mengambil pusing untuk mengambil roh dari card point mereka, Gozie hanya mencap lencana mereka dengan sebutan Sealed.


Harga yang perlu mereka bayar jika ingin menghapus cap tersebut adalah dengan membayar seharga 1 jt dollar Amerika. Harga yang terbilang tinggi itu membuat para Saxon gadungan itu harus berusaha keras demi menghapus cap tersebut, dan kebijakan sadis bagi para Saxon palsu ini adalah mereka tidak diperbolehkan untuk berburu di Dungeon yang lebih rendah dari Red Dungeon.


"Baiklah masukan kami kedalam tim itu" Rado berkata dengan ketidaktahuannya.


"Bisa kalian pertunjukan lencana beserta card point kalian?" Minta Gate Keeper.


Secara bergantian mereka memberikan lencana dan card point mereka kepada gate keeper itu untuk di scan jumlah roh didalamnya. Saat lencana dan Card point itu diletakan disuatu alat, sebuah lambang Saxon muncul dilayar tersebut dan mengeluarkan sebuah nominal setelahnya. Melly memiliki roh sebanyak 3 jt dan Yoga memiliki roh sebanyak 3,8 jt, Namun, gate keeper menjadi terkejut saat memasukan lencana dan card point milik Rado.


[Hah? orang ini masih Eranel dan rohnya pun 0! Apa dia benar ingin masuk kedalam Red Dungeon?!] Gate keeper itu segera menoleh kepada Rado dan Rado yang mengetahui maksud dari tatapan heran itu memberikan senyuman kepada gate keeper tersebut.


Sontak itu membuat Yoga dan Melly terkejut karena orang yang dititipkan oleh tuannya itu adalah orang lemah.


[Hei..hei apa tuan Vasco memberikan misi untuk menjaga bayi?] Dalam benak Melly mengejek.


Rado yang mengerti atas pandangan dari pengawalnya itu, segera menanggapi pertanyaan itu, "Aku serius!" Sambil menatap tajam kepada gate keeper tersebut.


Tatapan tersebut membuat gate keeper itu menjadi berkeringat dingin dan segeran memberikan arahan prosedur selanjutnya,"Silahkan alirkan force kalian kesini dan berikan tekanan sekuat mungkin" Gate Keeper mengarahkan mereka kesebuah alat detektor yang cukup besar dan menyerupai dingdong berada disamping meja gate keeper.


Saat itu Melly dan Yoga meletakan tangan mereka secara bergantian kelayar deteksi di alat tersebut, lalu perlahan tangan mereka berdua terlihat mengeluarkan force dengan warna khas masing-masing. Beberapa saat setelah mereka mengalirkan force kedalam alat detektor tersebut, gate keeper yang berada dibalik meja memberikan sebuah gestur yang menandakan kalau mereka adalah Rank Saxon asli. "Ok kalian asli"


Kali ini giliran Rado, namun saat Rado melangkah kedepan alat tersebut, ia menyempatkan diri untuk melirik kearah gate keeper yang bertugas untuk melihat hasil dari pengujian tersebut dan melihat kearah orang yang mengenakan jas rapih dengan kacamata hitam yang sejak tadi berdiam diri sambil memperhatikan mereka.


Rado meletakan tangannya perlahan dan mulai mengeluarkan force berwarna ungunya.


[Mungkin sedikit saja] ia tersenyum dan aliran forcenya semakin cepat.


Sebuah nominal yang sedang menghitung force milik Rado pada layar gate keeper yang menunggu hasilnya tiba-tiba mati.


"Eh?! kenapa mati?!" Heran Gate Keeper itu.


Karena dianggap alat itu sudah rusak, mereka segera membawa cadangannya dan tetap saja, setiap kali Rado mengalirkan forcenya kedalam alat detektor tersebut, layar pengujinya selalu mati dan itu hal yang aneh bagi mereka.


Dalam keheranannya tersebut, pria yang mengenakan kacamata hitam itu menghampiri gate keeper dan memeriksa alat tersebut.


"Silahkan, anda boleh melanjutkan perburuan ke Red Dungeon" Kata pria tersebut sambil menatap Rado.


"Terimakasih" Rado tersenyum dan segera menuju kedalam lift bersama Yoga dan Melly.


Dalam perjalanan menuju lift tersebut, mata Yoga dan Melly saling bertemu karena memiliki pemikiran yang sama, "Siapa sebenarnya dia?". Mereka bereaksi demikian karena mengetahui alat detektor tersebut, alat itu digunakan juga di Indonesia untuk memilah pemburu yang ingin dijadikan kesatuan khusus.


"Tuan Goro.. kenapa anda membiarkan dirinya masuk?" Tanya Gate keeper.


"Orang itu..." Sambil menatap lift yang mengangkut Rado tertutup. Setelah itu ia segera mengambil smartphonenya untuk menghubungi seseorang.


Beberapa saat menunggu, seseorang mengangkat teleponya.


"Hallo tuan Gozie? Sepertinya aku sudah menemukan orangnya.."


Dengan tatapan serius Goro berbicara dengan Gozie