The Archon

The Archon
Pertempuran Dwarf dan Elf Dimulai



Saat ini diruang cermin ras elf di ibukota mereka, Lorien. Seluruh elf yang berada disana termasuk Slyvrin dan para pendampingnya dibuat heboh dengan kehadiran pasukan dwarf yang sudah memasuki teritorial wilayah mereka dibagian Utara yang berbatasan dengan ras manusia. Pasukan dari ras dwarf menampakkan diri dari hutan dibagian barat laut arah Lorien yang memilki jarak yang dekat dengan pos Utara milik ras elf. Dengan bantuan sihir yang dipantulkan oleh cermin dan holy essence yang tertanam di cermin tersebut, prajurit elf yang berada di pos Utara memposisikan cerming dan dirinya diatas sebuah tower yang menghadap kearah hutan tersebut.


Terlihat pada hutan tersebut bahwa jumlah yang dibawa oleh Mjorn dan Ivar dalam pertempuran melawan ras elf, memiliki jumlah dua kali lipat dibandingkan pasukan Ubba yang menyerang pos 3 benteng bagian barat ras manusia. Hal ini dikarenakan kewaspadaan Folk untuk mengantisipasi kekuatan jumlah ras elf yang selama ini terbilang cukup ramai karena memiliki umur yang panjang. Selain itu juga karena keinginan Folk untuk membuat sebuah plot cerita yang baru dimana pasukannya akan berhadapan dengan pasukan yang seimbang dalam segi kekuatan.


Pada awalnya Folk bisa saja menyerang ke dua wilayah tersebut pada waktu yang bersamaan. Akan tetapi jika Folk melakukan itu, maka pertempuran akan terasa hambar dengan ketidak sigapan targetnya atas serbuan rasnya yang terbilang tiba - tiba. Hal itu sudah terbukti pada serbuan ke wilayah ras manusia yang mengakibatkan peperangan usai dengan cepat tanpa ada cerita yang bisa ia rangkum menjadi sebuah sejarah kelak bagi anak cucunya.


Seorang petualang berpergian atau melakukan sesuatu demi mencari sebuah cerita yang dapat diturunkan kepada anak cicit mereka dan kebiasaan itu sudah Folk dengar sejak dikehidupan sebelumnya. Karena kebijakan yang Folk buat atas ketidakagresifan ras dwarf saat ini, membuat Slyvrin dapat mempersiapkan ras elf untuk bertempur dengan memanfaatkan jeda yang diberikan oleh Folk. Slyvrin mengirim Hamdall beserta Lefti untuk segera menuju ke pos Utara sebagai bentuk pertahanannya. Kedua pendamping itu segera menerima perintah tersebut dan saat ini mereka sudah bersiap didepan portal ibukota Lorien dengan membawa ratusan jumlah prajurit elf yang gagah untuk mempertahankan pos tersebut.


"Kalian! Ayo kita masuk!" Kata Hamdall dan mereka mulai memasuki portal tersebut.


Ratusan jumlah prajurit elf satu persatu memasuki portal tersebut dan berpindah kedalam pos Utara wilayah mereka. Hamdall yang ditunjuk sebagai pemimpin pertama memilih untuk menjaga pos tersebut dari luar benteng dengan ratusan prajurit bersenjata tombak dan juga para pengguna perisai. Sedangkan Lefti sebagai pemimpin kedua akan menangani pasukan yang menggunakan senjata jarak jauh dari dalam benteng seperti yang dilakukan ras manusia saat menghadapi serbuan prajurit dwarf yang dipimpin oleh Ubba.


Kedua belah pihak saat ini membawa kekuatan tempur yang hampir setara. Dengan pasukan elf yang berjumlah delapan ratus prajurit dan pasukan dwarf yang berjumlah tujuh ratus prajurit dimana mereka saat ini sudah saling berhadap - hadapan dengan dua pendamping disetiap sisi ras.


"Mjorn.... Lihat! Mereka sangat banyak!" Kata Ivar tersenyum senang sambil menutupi matanya dari terik sinar matahari.


"Hoooo.. Ini pasti akan sangat menyenangkan Ivar" Kata Mjorn sambil menyilangkan kedua tangannya dan tersenyum.


"Hahahahahahahaha... Aku tak sabar merobek daging para elf.." Ujar Ivar mulai memainkan kedua belatinya.


"Siapa yang akan memimpin?" Tanya Mjorn.


"Heiiii!!!!!!! Aku tau diri mu! Apa ini sebuah basa - basi?" Senyum Ivar menatap Mjorn yang tersenyum lebar menatapnya.


"Hahahaha dasar ******** pendek.." Ejek Mjorn tersenyum.


"Tentu saja akulah yang memimpin!" Teriak mereka berdua bersamaan dan segera melesat kearan pos tersebut.


Dengan kedua jenderal yang membuka pertempuran terlebih dahulu, pasukan dwarf dengan jumlah tujuh ratus orang itu segera ikut berlari bersama sebuah sorakan yang menggetarkan daratan. Dataran bergemuruh atas pijakan kaki mereka yang berat.


Berbeda dengan prajurit milik Ubba yang memliki prajurit layaknya prajurit dari ras lain yang masih menggunakan senjata riangan seperti pedang lengan satu. Kedua prajurit bawahan Ivar dan Mjorn disebut - sebut sebagai pasukan infanteri alat berat karena senjata milik kedua pasukan itu adalah senjata yang paling terberat ke kedua setelah ras orc. Hal itu dikarenakan, bahan yang digunakan untuk membuat senjata, perisai, jirah dan peralatan lainnya benar - benar terbuat dari besi dan metal murni dengan ketebalan yang berbeda dibandingkan pasukan infanteri yang lain.


Rata - rata senjata yang mereka gunakan adalah berjenis palu gada, kapak besar, senjata api dan pedang dua tangan. Bagi pengguna perisai, mereka menggunakan sebuah palu dengan kepala yang cukup besar dan gagang yang pendek. Dengan kostum bernuansa viking yang memiliki simbol tanduk pada helm mereka, prajurit dari Mjorn dan Ivar berteriak layaknya pasukan barbar.


"Tuan Hamdall! Mereka maju!" Kata Prajurit elf yang berbicara pada Hamdall.


Hamdall yang berdiri gagah didepan pasukan elf terus menatap pasukan ras dwarf yang menyerbu kearahnya.


"Lefti.." Panggilnya.


"Ya aku mengerti!" Saut Lefti.


"Bersiap!" Sambung Lefti mulai menggerakan pasukan penembak.


Ras elf yang mememiliki kekuatan force terbesar dibandingkan ras yang lain, mengutamakan serangan dari para mage mereka. Beberapa mage dari ras elf, terlihat sedang membaca mantra secara bersamaan dan membentuk sebuah lingkaran sihir berwarna merah yang besar. Didepan para elf mage, elf yang menggunakan busur juga sudah mempersiapkan anak panah mereka menghadap keatas.


Pasukan dwarf yang sudah mulai masuk kedalam jangkauan serangan ras elf. memicu Lefti untuk melepaskan serangan dari pasukannya. Bola api yang sangat besar dilambungkan keatas dengan sebuah kontrol penuh dari beberapa mage yang membuatnya dan sudah terprediksikan kalau bola tersebut akan jatuh tepat mengarah ketengah pasukan dwarf yang sedang menyerbu.


Ivar yang saat itu melihat kearah atas dan merasakan hawa panas yang menyengat, tidak terlihat terkejut sedikit pun dengan datangnya serangan besar yang akan menghampirinya. Ivar segera mengambil inisiatif gerakan setelah mengkalkulasi jatuhnya serangan tersebut dengan merentangkan kedua lengannya ke kiri dan ke kanan. Seluruh pasukan mengerti maksud dari gestur Ivar dan mereka pun segera membelah diri ke kiri dan kanan bermaksud untuk membiarkan serangan itu jatuh ditengah - tengah meraka.


Meskipun kedua pendamping itu haus dengan kepemimpinan penuh tetapi mereka saling mengerti dan tidak egois, Mjorn menggiring pasukannnya kearah kiri sebaliknyanya juga Ivar yang menggiring kearah kanan.


"Hmm! Aku sudah tau kau akan melakukan itu. Pemanah!" Perintah Lefti.


Serangan gelombang kedua dari pasukan jarak jauh pasukan elf pun dilancarkan. Kali ini hujan panah pun telah dilontarkan oleh pasukan penembak. Anak panah yang seperti hujan itu melambung tinggi melewati benteng dan mengarah kepada bola api yang masih mengudara tinggi diatas. Lajunya anak panah tersebut kearah bola api bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebuah serangan kombinasi yang telah dibentuk oleh pasukan jarak jauh elf.


Anak panah yang telah disisipi sihir force khas milik ras elf membuat panah - panah tersebut tidak terbakar oleh api besar tersebut. Seluruh anak panah itu melewati bola api tersebut dan jadilah sebuah panah yang dibalut api dengan force tingkat tinggi dan menukik kearah pasukan dwarf yang menyebar.


"Waaaaarrgg!!!!!" Teriak Mjorn menggema keseluruh pasukan dwarf yang terbelah.


Pasukan dwarf seketika terhenti dari lajunya dan mereka yang memiliki perisai segera membuat sebuah dinding perisai layaknya ombak. Mereka saling bertumpuk dan memposisikan dwarf yang memegang perisai pada bagian luar, selain pengguna perisai mereka saling berdesak - desakan untuk mengangkat pengguna perisai hingga terbentuk sebuah dinding perisai yang melengkung kebelakang untuk melindungi seluru pasukan.


Anak panah yang telah terbalur api yang sangat panas mulai turun menghujani mereka. Pasukan dwarf yang berlindung diantara teman mereka yang menggunakan perisaipun mulai mendengar benturan panah tersebut. Beberapa saat kemudian mereka bertahan, hujan panah pun terhenti dengan nol korban dipihak dwarf. Beberapa perisai milik para tanker dwarf masih menyisakan sebuah panah yang menancap dan menyala api di perisai mereka. Para prajurit mulai merubuhkan formasi ombak tersebut dan menghilangkan anak panah yang menancap pada perisai mereka dengan menghancurkannya menggunakan gada.


Kedua pasukan itu kembali berlari menuju pos Utara milik wilayah elf dengan keadaan bola api yang besar sudah mulai turun kearah mereka. Ivar dengan perhitungannya erasa kalau jarak diantara kedua pasukan sudah cukup untuk menghindari bola api tersebut. Akan tetapi, ketika bola api itu mulai diarahkan oleh para mage elf dan menghantam ke tanah dengan sebuah suhu yang amat panas, api tersebut segera menyebar kesegala arah dengan luas dan menyebabkan pasukan dwarf yang berada dibagian sisi luar ikut terbakar oleh api tersebut.


"Arrrgggghhhh!!!" Teriak mereka menggelinjang akibat terbakar api.


"Woaaaaa!!!!!" Sorak pasukan elf mengangkat senjata mereka keatas saat melihat pasukan dwarf yang terbakar.


Ivar dan Mjorn terlihat kesal dengan serangan dari ras elf yang mampu membakar beberapa prajurit mereka.


"Kepar*t!!!!" Kesal Ivar yang terdiam dengan raut wajah geram sehabis melihat beberapa prajuritnya terbakar.


"Ivar!" Teriak Mjorn tiba - tiba.


Ivar menoleh kearah Mjorn dan melihatnya menunjuk kearah atas, Ivar yang saat itu segera mengarahkan pandangannya kearah dimana telunjuk Mjorn menujuk, begitu terkejut melihat bola api yang membakar prajurit dwarf mulai dilambungkan kembali.


"Mjorn!!!!!" Teriak Ivar dan melanjutkan lajunya.


Mjorn yang melihat Ivar melanjutkan penyerbuan juga mengajak pasukan miliknya untuk melanjutkan penyerbuat. Kali ini mereka tidak saling memisahkan diri, kedua pasukan itu berlari menjadi satu barisan dan meninggalkan mereka yang telah gugur. Ivar, Mjorn beserta pasukan mereka masing - masing semakin mempercepat langkah kaki mereka untuk menghindari serangan bola api tersebut.


Disis yang berlawanan, Hamdall masih tetap berdiri menunggu datangnya mereka. Gemuruh semakin mendekat kepada infanteri pasukan elf yang dikepalai Hamdall. Dalam penyerbuannya, Mjorn melihat kearah depan dimana Hamdall sudah berdiri menunggu bersama gada kebanggaan digenggamannya. Selebihnya Mjorn beralih menatap kearah bola api yang sudah mengudara siap untuk menerjang mereka sekali lagi.


"Ivar!!!!!!" Teriak Mjorn dengan raut wajah yang khawatir.


"Terbanglah dan hentikan bola api kepar*t itu!" Usul Mjorn dengan sebuah teriakan.


"Bagaimana caranya?!" Tanya Ivar meninggi.


"Gunakan kepala mu! Bila bola api itu bisa mengudara beberapa saat di udara, berarti ada yang mengendalikannya! Dan yang mengendalikannya pasti berada didalam tembok itu!" Kata Mjorn beransumsi.


"Hahahahaha Apa kau yakin?!" Ivar tersenyum mendengar asumsi Mjorn.


"Ya.. Aku yakin!" Mjorn menjawabnya dengan wajah penuh keyakinan.


Ivar yang selama ini belum pernah melihat Mjorn seserius ini, berhenti bertanya dan menyetujuinya.


"Kalau aku mati, aku akan menghantui mu, dasar kepar*t!" Senyum Ivar berakih menatap kearah depan.


"Aku yakin kau tidak akan mati semudah itu kepar*t!" Puji Mjorn.


Mereka saling tersenyum dan saling yakin dengan satu sama lain.


"Cepatlah!" Kata Mjorn sambil mengambil gada yang berada dipunggungnya.


Mjorn segera memegang kedua gagang gadanya melintang sejajar tepat diatas dadanya. Ivar yang mengerti maksud dari Mjorn segera melompat kearah gagang tersebut dan ketika kakinya sudah berpijak pada gagang tersebut, Mjorn segera mendorongnya keatas yang mana membuat Ivar terbang jauh kearah benteng tersebut. Aksinya mengundang perhatian para prajurit elf yang berada didepan benteng.


Hamdall yang saat itu berada dibawah, melihat Ivar hingga memutarkan kepalanya untuk mengikuti laju terbang Ivar. Ivar pada akhirnya berhasil melewati benteng tersebut dan mengejutkan Lefti beserta pasukan dibawahnya.


"Hahahahah disitu kalian rupanya.." Senyum Ivar melihat sekumpulan mage yang sedang mengontrol bola api tersebut.


Ivar segera mempercepat turun tubuhnya dengan meringkukan tubuhnya dengan dua belati yang siap menikam saat ia turun. Dengan ketidaksiapan para mage yang sedang mengontrol bola api tersebut dan Lefti yang juga gagal dalam bereaksi cepat membuat Ivar berhasil membunuh beberapa elf mage dan menggagalkan serangan bola api tersebut.


Karena kehilangan kontrol dari para mage yang telah dibunuh oleh Ivar, bola api itu pun terjatuh tepat diatas pasukan infanteri elf. Melihat bola api yang akan jatuh kearah mereka, membuat pasukan elf tersebut kepanikan. Hamdall sebagai pemimpin infanteri tersebut tidak tinggal diam melihat bola api yang gagal itu jatuh, ia mengudarakan demiclesnya dan melompat kearah bola api tersebut.


Hamdall mengambil gadanya dan segera memukul bola api tersebut kearah samping dengan kekuatannya. Bola api itu berhasil disingkirkan oleh Hamdall dengan kekuatan forcenya dan terlihat bola api itu jatuh membakar rerumputan yang berada disamping benteng tersebut. Hamdall yang berhasil menggagalkan serangan bunuh diri itu, segera turun kembali. Akan tetapi, saat ia baru saja turun dan menginjakan kakinya ketanah, Hamdall langsung diberikan sebuah kejutan dimana Mjorn melesat maju dengan kecepatan penuh dan segera mendaratkan serangan pertama kepada Hamdall.


Hamdall dengan reaksi cepatnya segera menangkis gada milik Mjorn dengan gagang gada miliknya. Benturan antara gada dari kedua pendamping tersebut membuat udara disekitar berhembus kencang. Saat ini perlahan demicles milik Mjorn pun juga mengudara yang mana membuat force dari demicles yang berbeda saling bergesekan diluar benteng.


Suara riuh dari luar benteng pun mengundang perhatian pasukan penembak elf yang sedang berada didalam. Lefti yang saat ini sedang direpotkan oleh Ivar pun juga ikut teralihkan dengan suara riuh diluar.


"Ada apa diluar sana?! Dan kenapa ada lambang demicles lain muncul selain milik Hamdall?! Apakah dia bukan pendamping?!" Tanya Lefti dalam hati dan beralih kepada Ivar yang saat ini sedang berada didekatnya.


"Hahahahaha.. Mjorn si keparat itu sepertinya tidak sabar untuk menghantam!, Kalau begitu aku tidak akan kalah!" Kata Ivar tertawa.


Ivar pun mengudarakan demiclesnya ditengah benteng pos milik elf yang mana membuat seluruh prajurit begitu terkejut.


"Ada seorang pendamping disini!" Teriak salah satu prajurit elf serta membuat prajurit yang lain mulai terlihat mundur perlahan.


"Sial! ternyata dia seorang pendamping juga!" Kata Lefti dalam hati.


Ivar yang saat ini sedang tersenyum aneh merasakan kekuatan force yang sedang mengalir kedalam tubuhnya berkat aktifnya demicles miliknya, dibuat untuk bersiap dengan serangan Lefti yang menggunakan force angin yang dapat memotong besi sekali pun.


"Heeeee... Beraninya kau mengganggu fetish ku saat merasakan hangatnya force milik tuan Folk, Ku bunuh kau!" Ivar segera melesat kearah Lefti.


Lefti dengan cepat membuat sebuah barikade dari tumpukan tanah yang diangkat dan membuat Ivar terhalang dan melompat mundur.


"Hei! Ayolah biarkan aku merasakan daging lembut mu!" kata Ivar sambil menjilat belatinya.


"Diam kau gila!" Lefti pun juga ikut mengudarakan demiclesnya.


"Hihihihi.. hahahahahha ternyata kau juga seorang pendamping..." Ivar terkejut sekaligus menatap Lefti dengan nakal.


"Diam! dan berhenti menatap ku seperti itu!" Kata Lefti merasa tidak nyaman.


"Hahahahahahhahaha" Ivar tertawa girang hingga tubuhnya menekuk kebelakang.


Lefti semakin tidak nyaman dengan Ivar dan menyerangnya dengan tanah yang ia sulap menyerupai tangan yang mengepal, namun Ivar pun berhasil menghindarinya.


"Ups... upss... Jangan terlalu kasar seperti itu.. Aku mengubah niat ku untuk mencabik mu, tetapi sebagai gantinya aku akan membawa mu ke markas dan menjadikan mu sebagai budak ku dengan wajah cantik mu itu.." Kata Ivar dengan lidah yang keluar.


Lefti yang mendengar itu merinding seketika, bukan karena takut akan kekuatannya, tetapi karena kebejatan dirinya. Disisi lain saat ini Hamdall sedang disibukan oleh Mjorn yang berhasil memberikan pertarungan sengit.


"Hoooo ternyata boleh juga diri mu...." Puji Mjorn saat mengadu gadanya.


"Ini belum seberapa!" Kata Hamdall mendorong gadanya dan menjauhkan Mjorn dari dirinya.


Saat mereka sedang saling berhadap - hadapan dalam jarak beberapa meter yang dibuat oleh dorongan Hamdall, kedua pasukan berlain kubu itu pun saling melewati kedua jenderal mereka dan pada akhirnya memulai pertempuran diluar benteng. Dilain sisi, Ivar sedang bertempur melawan seluruh pasukan jarak jauh dan juga Lefti dalam benteng.


"Fiuwww...." Siul Folk yang sedang menyaksikan mulainya pertempuran dari bibir hutan bagian barat laut Lorien.


"Apa kau akan ikut bertempur?" Tanya Ubba saat mendampinginya.


"Tidak! Itu akan merusak plot cerita nanti.." Jawab Folk senang.


Ubba hanya melihat dirinya dalam diam.


"Tapi tidak kalau perempuan itu maju dalam pertempuran.." Sambung Folk saat melihat jauh kearah hutan dibagian kanannya, ia melihat Slyvrin dan pendamping yang tersisa juga sedang menyaksikan pertempuran tersebut.