
Pada parkiran menara dungeon Rado membuka helm lalu memakai topi dan maskernya, Ia tidak lupa mengambil Katana dan pistolnya yang ia letakan di jok motor. Setelah siap, ia segera menuju lift dalam menara.
"Ah..!! aku lupa!! aku meninggalkan bekal dari Nara di motor ku.." ia baru mengingat itu setelah masuk kedalam lift.
Ting~~ Lantai itu sudah mencapai lantai 1 dan pintu lift terbuka.
"Sobat!!! disini!!" Geraldo yang menyambut kedatangan Rado dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Rado yang melihat lambaian itu segera menghampiri mereka. Terlihat ada beberapa orang baru yang akan ikut pada Green Dungeon kali ini dan diantara mereka ada satu orang yang Rado kenal.
[Hooo kalau tidak salah namanya... hhhmmm... Basmen?] Rado lupa dengan nama pria yang membawa pedang besar dipunggungnya itu, pakaian yang ia kenakan seperti anak punk dengan rambut mohawk dan orang itu pernah membuat masalah dengan Rado di Crag Mine.
Setelah berkumpul dengan yang lain, Rado segera melihat kearah gate berwarna hijau yang cukup besar dibelakang mereka.
"Sobat, aku mendapat dungeon yang sangat bagus.. kata Gate Keeper, gate yang aku pesan ternyata memiliki konsentrasi yang besar dan didalamnya berisi sumber daya yang baik untuk membuat sebuah item bagus hehehe" Geraldo yang terlihat seperti peliharan baik kalau didepan Rado.
"Yo.. Gavriel.." Semua anggota mulai menyapanya dengan hangat.
Rado tersenyum dibalik maskernya dan menyapa mereka dengan lambaian tangan.
"Lalu.. siapa mereka?" kata Rado sambil menoleh kearah 3 orang yang ikut bersama mereka.
"Karena Choksi tidak bisa ikut, jadi kami memutuskan untuk merekrut seorang tank, tetapi karena situs pemburu menulis info kalau tim kita mendapat sebuah Gate yang begitu bagus, jadi banyak yang ingin bergabung pada raid kita kali ini" Kata Geraldo menjelaskan maksud dari hadirnya orang baru pada Rado.
"Kami juga menyewa sebuah tank pengangkut untuk membawa item didalam sana" Kata Gai menimbrung dalam percakapan itu.
"Lalu siapa yang akan membawanya?" Tanya Rado penasaran.
"Tenang saja... aku yang akan mengendarainya" Kata Hendry dengan percaya diri menunjuk dadanya dengan jempolnya.
Dari sisi yang berbeda para gadis sedang bergosip mengenai suatu hal dari para pria.
"Sepertinya Gavriel lebih cocok menjadi kapten di tim kita" Rovi yang sedang merentangkan Rifle di pundaknya.
"Kau benar... fufufu" Selica yang membenarkan perkataan Rovi sambil tertawa kecil.
"Ya aku juga sempat berfikir begitu, dia tenang dan memiliki aura pemimpin dibandingkan...." Kata Cloe sambil menoleh perlahan ke Geraldo.
Ketiga perempuan itu segera menoleh kearah Geraldo dan memasang wajah ilfeel saat melihat tingkah Geraldo yang saat ini sedang konyol.
Geraldo yang merasa diperhatikan dari arah yang berbeda, segera menoleh kearah gadis-gadis itu.
"Heii.....!!! apa kau sedang membicarakan ku?!" Kata Geraldo sambil marah-marah.
"Hal yang baik pada dirinya, hanya kepekaan dalam suatu hal saja" Kata Cloe sambil mengacuhkan kaptennya itu.
"Ya.. kau benar" Rovi dan Selica setuju dengan pernyataan dari Cloe.
Ditengah perbincangan, para anggota baru itu mendekat dan memperkenalkan diri pada Rado yang baru saja datang.
"Aku Reli [Tank], Aku Hans [Ranger]" Kedua orang itu memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Bosman menjadi yang terakhir saat memperkenalkan dirinya pada Rado, "Aku Bos.sssss..mm" Ia seketika gemetar dan keringat dingin saat melihat mata yang membuatnya trauma.
Rado segera menempelkan jari telunjuknya mengisyaratkan pada Bosman untuk tetap diam. Bosman yang mengerti akan hal itu segera mengangguk cepat dan berjalan kaku kebelakang layaknya robot.
Mereka yang tidak mengerti dengan situasi itu moneleh kearah Rado dan Bosman dengan mimik wajah bingung.
"Ayo.. kita masuk" Ajak Rado yang sudah tidak sabar untuk berburu dan mengumpulkan bahan.
Mereka serempak masuk kedalam green dungeon itu.
Medan dungeon kali ini adalah medan hutan dimana pepohonan dan tumbuhan menutupi area itu. kali ini mereka berada di hutan tropis yang membuat pernafasan mereka begitu ringan dan segar, ini merupakan hal yang baik untuk kesehatan paru-paru mereka sementara waktu setelah lama menghirup udara kotor kota selama ini.
"Haaaahhh.... Segarnyaa....." Kata Selica sambil menghirup udara dalam-dalam.
Rado yang baru saja masuk kedalam dungeon, segera mengeluarkan alat yang ditengahnya terdapat sebuah layar scanning.
Ia berjalan mendekati sebuah tumbuhan yang berbentuk seperti akar serabut, lalu ia memeriksa tumbuhan itu dengan alat yang berada digenggamannya.
Layar Scanning mulai melakukan pemeriksaan pada tumbuhan itu.
{Tumbuhan Vertiver - tumbuhan ini merupakan salah satu bahan untuk membuat potion merah kelas rendah}
Ternyata alat itu berguna untuk mencari sebuah tumbuhan yang bisa dijadikan sebuah potion merah dan biru atau sebuah adrenalin potion.
Setelah mengetahui kalau tumbuhan itu bisa dimanfaatkan, ia segera mengeluarkan semua potion yang berada di tas kecilnya dan memberikan itu pada Geraldo.
"Aku nitip itu" Kata Rado sambil melemparkannya pada Geraldo.
"Sobat, kau sedang apa?" Tanya Geraldo yang saat itu terheran dengan apa yang sedang dilakukan Rado sambil memegangi potion yang baru saja ia tangkap.
"Mencari bahan potion.." Kata Rado sambil mencabut akar itu.
"Ahh.... itu sebabnya kau ingin berburu di lantai 1 hahahaha... baiklah aku akan membantu mu" Geraldo yang mendekat sambil menggulung lengan bajunya.
"Kami juga akan membantu" Serempak kata anggota yang lain.
Mereka mulai mencari tumbuhan yang memiliki bentuk aneh dan membawanya ke Rado untuk diperiksa dengan alat yang ia bawa. Sementara itu tiga anggota baru yang berada disana terlihat bingung melihat tingkah laku tim raid yang aneh ini.
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan?" Kata Hans sambil memegang busurnya.
"Aku tidak tahu soal itu, tapi ingat kita punya misi yang harus diselesaikan, dimana Bosman?" Kata Reli sambil menoleh ke Hans.
Kedua orang itu menoleh kesana kemari untuk mencari Bosman..
Tiba-tiba dari dalam hutan Bosman keluar membawa beberapa jenis tumbuhan kearah Rado.
"Kakak... aku membawa tumbuhan yang banyak!"
Rado dengan cepat memeriksa tumbuhan itu dengan alatnya, "Kerja bagus.." Kata Rado sambil tersenyum.
"Oshh!!!! terimakasih kakak besar" Kata Bosman dengan sopannya.
"Hei bodoh mengapa kau ikut-ikutan dengan mereka? apa kau mau dihajar kakak besar lagi?" Kata Reli sambil memasang wajah seramnya.
"Kakak Reli.. lebih baik kita batalkan saja rencana ini!" Kata Bosman dengan gugup.
"Apa maksud mu?" Kata Reli yang tidak mengerti maksud dari Bosman.
"Hei kalian... ayo kita masuk lebih jauh kedalam untuk memulai dungeon" Kata Geraldo berteriak.
Mereka hanya menoleh kearah Geraldo dan melambai kearahnya.
Note : Area dekat gate tidak dihuni oleh parah monster, ini seperti sebuah safezone awal bagi para pemburu sebelum memulai pertempuran.
Setelah mereka sudah puas mencari tumbuhan untuk Rado, akhirnya mereka masuk kedalam hutan untuk memulai dungeon .
*Gamu~ *Gamu
Suara monster yang aneh mulai terdengar dari kejauahan.
"Hei apa kalian dengar!!? Itu pasti suara dari monster Gamura" Kata Cloe sambil berlari kearah suara itu.
Mereka berlari menyusuri hutan dan berakhir pada sebuah lubang jurang yang dikelilingi pepohonan, didalam jurang itu terdapat hutan lagi namun tidak selebat diatas dan terlihat beberapa monster tumbuhan seperti rumput laut berjalan didalam jurang itu.
"Ahhh... Kau benar!! itu Gamura!" Kata Selica dengan antusiasnya
"Selica! Hendry! jangan gunakan force api, untuk melawan mereka!" Kata Geraldo sambil mengeluarkan botol berisi air.
"Kami mengerti!"
Gamura adalah monster tipe tumbuhan kelas bawah yang muncul secara acak di Yellow - White dungeon lantai 1 medan hutan, Mereka monster yang banyak dicari oleh pemburu dan alchemist karena setiap bagian pada tubuh monster ini bisa dimanfaatkan menjadi berbagai banyak hal.
Tubuhnya yang terbuat dari sejenis tumbuhan rumput laut itu bisa dijadikan sebuah sup, sedangkan tunas yang berada didalam tubuhnya bisa dijadikan Nasi tunas Gamura dan juga darah yang seperti getah itu menjadi salah satu bahan pembuatan potion kelas menengah.
Gamura dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Gamura hijau, coklat dan merah. Diantara ketiga jenis itu, Gamura merah lah yang memiliki harga jual tinggi karena kandungan serat pada tubuh mereka sangat baik dan mempunyai nilai gizi yang baik menurut riset peneliti.
"Malam ini aku akan memakan Gamura!! yuhuu.. Dungeon kita kali ini benar-benar bagus" Kata Gai yang mulai berlari dan melompat dari atas ke jurang itu.
"Sialan kau Gai, berani mencuri Start dariku..." Kata Bon sambil menyusul Gai yang melompat.
Mereka semua melompat dari ketinggian itu dan mendarat dengan sempurna.
"Gamura adalah monster yang lemah, namun jumlah mereka sangat banyak.. jadi tetap berhati-hatiah kalian!" Kata Geraldo memperingati teman-temannya.
Rado mulai mencabut katananya dan menebas banyak Gamura.
*Slash *Slash *Slash....
Banyak Gamura yang terpotong dengan mudah oleh Katana milik Rado, ia terus melesat jauh kedalam hutan itu sendirian sambil memotong setiap Gamura yang ia temui.
Setiap Rado menebas Gamura yang ia temui, ia merasa seperti mendengar suara uang berdencing.
[Pantas saja dungeon ini disebut sebagai dungeon yang memiliki konsentrasi force yang besar, ternyata benar!!! aku bisa merasakan ada sumber uang yang akan masuk kedalam rekening ku..] Dia melesat sambil tersenyum karena akan mendapat banyak uang.
Sementara itu anggota yang lain sibuk mengumpulkan bagian tubuh dari Gamura dan memasukan getahnya kedalam kotak yang terbuat dari force Es. Tank pengangkut yang ia sewa, mereka tinggal diatas karena tidak bisa masuk kedalam jurang.
"Hei dimana Gavriel?" Kata Selica yang menoleh kesana kemari mencari Rado.
"Eh? bukankah tadi dia disini?" Kata Rovi
Mereka semua melihat kedalam hutan karena itu satu-satunya kemungkinan yang ada.
"Jangan bilang kalau dia memasuki hutan itu sendirian?!" Kata Gai sambil menoleh ke Geraldo.
"Gawat!! Kalau dia sampai bertemu bosnya ia akan dalam bahaya!! Ayo cepat kita susul dia" Dengan wajah khawatir Geraldo mengusulkan untuk menyusul Rado.
Mereka semua segera meninggalkan aktifitas HarvestMoon mereka dan mengejar Rado kedalam hutan.
[Sobat... jangan gegabah!! Bos Gamura adalah bos yang sangat berbahaya] Dalam benak Geraldo khawatir sambil berlari masuk kedalam hutan.
Sementara yang lain memutuskan untuk masuk kedalam hutan, ketiga orang baru itu memilih untuk tidak mengikuti mereka.
Reli yang saat itu memastikan kalau area itu sudah sepi, segera mengeluarkan smartphonenya.
"Kakak.. apa kau sudah membawa anggota yang lain?" Kata Reli dengan wajah gelap.
"Kami sudah masuk kedalam dungeon, bagaimana keadaan disana?" Kata pria dengan suara berat dalam Smartphone itu.
"Disini banyak sekali Gamura.. kita akan menghasilkan banyak uang hahaha"
"Baguslah... tunggu aku disana.. setelah itu kita bereskan mereka"
Tuttt~~ sambungan itu terputus.
"Kakak Reli..! sebaiknya kita membatalkan rencana ini" Kata Bosman ketakutan sambil memegang armor Reli.
"Kau ini kenapa sih!? Kalau kau takut.. mati sajalah disini! Kau seperti orang yang tidak berguna semenjak gagal dalam Crag Mine, Organisasi sudah tidak membutuhkan orang seperti mu lagi" Kata Reli meninggi.
"Kakak ku mohon dengarkan aku!"
Tiba-tiba dari belakang Bosman, Hans mendekat dan mendekapnya dari belakang.
-----
Rado yang masih melesat kedalam hutan akhirnya menemui titik terang dari rimbunnya pepohonan yang ia lewati, Ia segera berhenti dan menatap monster dengan akar berduri disekujur tubuh dengan sebuah tunas yang menjadi mahkota dikepalanya.
"Hmmmm.. Sepertinya kau bos di dungeon kali ini" Kata Rado sambil mengambil pistol dari sarungnya.
Monster itu menoleh dan menjalarkan tangannya yang seperti akar belukar itu.
Gamuraaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!