
Beberapa hari setelah terangkatnya Gozie menjadi presiden negara Genosha, sebuah perubahan ekonomi di Asia Tenggara berubah.
Dibalik terpilihnya Singapura yang menjadi titik pusat negara tersebut karena negara Singapura adalah tempat transit utama di Asia Tenggara pada jaman ini.
Gozie menaikan Tax dengan skala besar bagi mereka yang belum menjadi bagian dari negara baru tersebut. Hal ini membuat Indonesia dan beberapa negara yang masih belum tergabung dalam persatuan Asia Tenggara itu menjadi kalang kabut.
Dengan kenaikan Tax ini membuat mereka bisa mengalami kerugian, karena selama ini barang ekspor impor dari atau keluar asia tenggara harus transit di Singapura terlebih dahulu, lalu baru bisa dikirimkan ke negara tujuan.
"Gozie sialan... ini sama saja dia memaksa seluruh negara asia tenggara untuk tunduk dikekuasaannya!" Geram Vasco membaca berita harian di smartphonenya.
"Apa yang harus kita lakukan, tuan?" tanya Steven berdiri cemas melihat Vasco kesal dengan semua ini.
"Kita tidak akan bergabung dengan mereka, aku akan mengambil langkah dalam mengurangi kegiatan ekspor impor dan infokan kepada divisi hubungan masyarakat untuk melakukan jumpa pers demi kelangsungan negara kita" Vasco menyuruh dengan tergesa-gesa.
"Baik tuan" Steven segera berbalik arah meninggalkan ruang tersebut.
[Rado... bagaimana kabar mu? si sialan itu bukannya memberi kabar malah hilang kontak, juga apa yang sedang dilakukan Yoga dan Melly? mengapa mereka juga tidak melaporkan apapun kepada ku?!] Vasco mulai cemas akan semua ini.
___________
Dalam salah satu negara di asia tenggara, Rado yang mengenakan hoodie hitam diikuti oleh Melly dan Yoga. Mereka berada disebuah bandara untuk meninggalkan negara tersebut. Saat melihat sebuah bangku kosong, mereka duduk sejenak untuk menunggu penerbangan mereka.
"Kita mau kemana?" Tanya Melly kepada Rado.
"Kita akan ke Singapura.." Rado tersenyum sambil melihat berita mengenai Gozie.
"Apa kau sudah gila, langsung masuk ke kandang musuh?!" Melly bertanya dengan nada meninggi. "Kita juga sudah tidak bertukar pesan kepada pemerintah Indonesia.. apa kau berencana berkhianat?"
Mendengar perkataan itu Rado segera menoleh ke arah Melly.
"Kalau kau banyak bertanya, lebih baik kau pulang saja!" Tatapannya begitu tajam dan menakutkan.
Sontak Melly terkejut melihat mata Rado yang menusuk tajam.
"Aku percaya kepada anda, apa yang anda lakukan pasti untuk Indonesia bukan?" Tanya Yoga membela Rado.
"Yah.. kau benar" Rado beralih kembali ke smartphonenya. "Apa kalian tidak berfikir? teknologi saat ini sudah canggih, apa yang terjadi bila kita bertukar pesan atau transaksi melewati jaringan?" Rado bertanya kepada mereka berdua sambil menscroll smartphonenya.
Mendengar pernyataan Rado, mereka berdua terkejut setelah baru menyadari hal ini.
"Mereka akan mengetahuinya.." Yoga berkata dengan pelan.
"Itulah mengapa aku melarang kalian untuk melakukan kontak dengan pemerintah Indonesia... Sekarang ini kita bergerak sendiri, kita sudah tidak bisa mengandalkan mereka" Sambung Rado setelah Yoga memecahkan pemikiran Rado.
Melly yang mendengar itu menjadi malu atas tuduhannya tadi. Beberapa saat kemudian, mereka beranjak dari tempat duduk mereka menuju pesawat yang akan menuju ke Singapura.
"Kita akan menjadi imigran dan menjadi warga Singapura, sampai disana kalian harus membuang style berjas kalian dan berpakaianlah layaknya warga biasa" Sambil berjalan Rado memberi arahan kepada mereka.
"Apa yang kita lakukan disana?" Tanya Melly kepada Rado.
"Menjadi pemburu" Rado tersenyum dengan rancangan yang sudah ia bangun.
___________
Diruangan yang super mewah dengan lantai kayu yang mengkilap, Gozie terlihat duduk dikursi empuknya dengan cerutu yang sedang ia hisap, kemudian seorang asisten yang berparas cantik dengan rambut hitam gelombang menghampirinya.
"Tuan, ini daftar negara yang ingin bergabung dengan kita setelah berita itu disebar" Ia memberikan sebuah dokumen kepada Gozie.
Gozie yang membuka dokumen itu, ia memeriksa satu persatu negara asia tenggara yang akan bergabung dengan mereka, namun tidak ada nama Indonesia disana dan itu membuat Gozie bertanya kepada asistennya tersebut.
"Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih tidak ingin bergabung dengan kita, namun mereka akan memberikan klarifikasi pada pukul 2 siang nanti"
"Hmm baiklah" Gozie menyenderkan tubuhnya ke kursi empuk itu.
[Rubah brengsek itu sepertinya tidak ingin bergabung dengan ku, tapi.. sampai kapan kau dan negara mu akan bertahan, Vasco?] Gozie tersenyum licik. [Karena orang keparat yang membunuh anak-anak ku, kau dan negara mu harus membayarnya] Sambung Vasco dengan muka yang berubah dengan kekesalan.
_________________
Pada ruangan pers Vasco berdiri dibalik mic dan menghadap para wartawan yang sudah siap dengan kamera mereka.
"Tuan Vasco, apa tanggapan anda mengenai negara di asia tenggara yang bergabung dengan Genosha?" tanya salah satu wartawan.
"Itu sungguh disayangkan karena mereka harus bergantung pada negara baru itu, tetapi tidak dengan Indonesia.. kami akan tetap berdiri sendiri" Dengan tegas Vasco memberikan klarifikasi status Indonesia saat ini.
Sedangkan para netizen yang menonton live streaming mulai melakukan typing.
"Hei apa kita akan baik baik saja?"
"Aku tidak tahu bagaimana kedepannya, kita percayakan ini kepada pemerintah"
"Pemerintah bodoh... mengapa kita tidak masuk kedalam persatuan itu?"
"Hei,hei kalian tenanglah negara kita bisa berdiri sendiri dengan sumber daya alam + sumber dari dungeon"
Flash kamera tiada hentinya menyala mengambil gambar Vasco diatas panggung.
"Indonesia akan mengurangin kegiatan ekspor impor dan 90% akan menggunakan produk dan bahan lokal" Flash kembali menyala, "Untuk para penadah item dungeon, tolong tidak mengirim item tersebut keluar negeri.. cobalah untuk memprosesnya sendiri atau menjual item tersebut ke pengrajin dalam negeri demi menstabilkan perputaran bahan baku" Dengan wajah tenangnya Vasco berkata.
Diruang makan Hamstore.
"Hah.... apa ini akan berhasil? untuk mendapatkan coral saja sudah jadi hal yang sulit karena**Area Tambang** terbuka tidak menentu, salah satu jalan alternatif untuk mendapatkannya malah akan dibatasi..." Rudy yang sedang berkumpul dengan mantan party Rado menyaksikan penyampaian dari Vasco.
"Apa yang akan kau lakukan ka?" Tanya Geraldo
"Untuk sementara ini, aku akan mengikuti kebijakan yang baru ini. Kalau sudah tidak kuat, mungkin aku akan gulung tikar dan fokus menjadi seorang pemburu seperti kalian" Kata Rudy sambil memegangi cangkir kopinya.
_______
Setelah melakukan jumpa pers Vasco kembali keruangannya dan melonggarkan dasi yang ia kenakan. Baru saja ia bersantai, Steven datang dengan tergesa-gesa.
"Tuan... ini gawat! Semua negara yang telah memesan jasa pemburu kita telah membatalkan minat mereka!"
"Apa kau bilang?!" Vasco kembali terkejut.
"Karena biaya tax penerbangan yang tinggi untuk mendatangkan pemburu kita, mereka menjadi membatalkannya"
"Tapi kita bisa memakai pesawat pribadi**!" Vasco meninggikan nadanya.
"setelah anda baru saja mengumumkan kenaikan harga jasa, mereka berkata kalau biaya untuk pemburu Indonesia terlalu mahal untuk sekelas mereka. Jadi mereka memakai jasa pemburu dari Negara Genosha.."
"Apa? bagaimana bisa mereka mendapat lisensi internasional secepat itu?!" Matanya bergetar terkejut, [Sialan.. bukan hanya menutup jalur perdagangan saja.. dia juga menutup jasa pemburu kita] Wajah Vasco terlihat kesal karena kejadian ini.
Kembali keruangan Gozie, Gozie yang sedang melihat dokumen lain tersenyum dan perlahan menjadi tawa yang jahat.
"Strategi ku sepertinya berhasil untuk meruntuhkan negara itu... yoo Vasco, apa yang akan kau lakukan?"
Wajahnya terlihat senang akan awal keruntuhan Indonesia.