
Ditengah pelarian ras elf dari kejaran para ras orc yang mendominasi perang di wilayah mereka, rombongan elf itu bertemu dengan seorang laki - laki manusia yang sedang mengumpulkan suatu tanaman yang tumbuh di hutan tersebut. Pemuda itu adalah Zowie yang entah bagaimana ia bisa sampai ke wilayah para elf.
"Sedang apa kau disini?!" Tanya dark elf perempuan yang menjadi kapten.
"Ah! A-aku hanya sedang mengumpulkan tanaman obat.." Jawab Zowie gemetar.
Mendengar jawaban dari Zowie yang bersamaan dengan terdesaknya mereka membuat dark elf tersebut memutuskan untuk melakukan sesuatu kepada Zowie.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi..! Bawa manusia itu ke pos tiga, cepat!" Perintahnya gelisah sambil melihat kearah belakang memeriksa pasukan Orc.
"E..Ehhh?!" Heran dan bercampur panik dari Zowie saat ia dibawa oleh pasukan dark elf.
Mereka segera masuk lebih dalam lagi kedalam hutan untuk terus melarikan diri dari pasukan pengejar. Zowie yang saat itu dibawa cukup kasar oleh salah satu dark elf pria hanya bisa berteriak terus menerus. Ransel yang ia kenakan ditarik begitu saja sampai dirinya tidak bisa menapakan kakinya ke tanah karena kekuatan elf tersebut dalam menarik dirinya.
Setelah beberapa lama mereka melarikan diri, didalam hutan tersebut terdapat pos militer dari ras elf yang menjadi penengah wilayah selanjutnya, pos tiga terdiri dari bangunan - bangunan yang dibangun di atas pohon beserta dengan elf berkulit putih berpakaian bernuansa hijau yang menjadi penjaga dalam pos tersebut.
"Nona Sarka telah datang! Persiapkan diri kalian!" Kata salah satu elf yang sedang bertugas mengawasi dari atas.
Setelah seruan dari salah satu elf itu mengenai mundurnya para dark elf dari wilayah tebing, mereka yang berada di pos tiga tersebut menjadi sangat sibuk dan segera bersiaga untuk melakukan dukungan kepada para dark elf yang melarikan diri dari kejaran para Orc. Mereka sudah bersiaga menodongkan anak panah mereka kearah jalur pelarian dari atas pohon.
Beberapa saat mereka menunggu, akhirnya gemuruh dari ratusan para orc yang mengejar pun terlihat dan mulai memasuki jangkauan dari panah tersebut. Dengan satu buah perintah, anak panah yang diperkuat oleh force pun dilesatkan dari busur mereka masing - masing. Hujan panah yang diarahkan langsung kearah mereka menutupi sisa - sisa cahaya matahari yang masuk dari celah pepohonan.
Pasukan Orc yang awalnya mengejar para elf tanpa rem sedikit pun, akhirnya mulai menghentikan pengejaran mereka. Para prajurit Orc pun terlihat panik dengan serangan busur yang begitu banyak mengarah kepada mereka secepat kilat. Tanpa persiapan mengenai adanya serangan spontan tersebut membuat setengah dari orc pengejar berhasil dilumpuhkan oleh hujan panah tersebut.
Teriakan dari Orc yang berada dibarisan depan membuat mereka yang selamat mengurungkan niatnya mereka untuk melanjutkan pengejaran. Sementara itu Laguun dan beberapa ajudannya yang sedang menunggu diluar bibir hutan, seperti sudah tidak terkejut lagi melihat pasukannya yang sudah ia utus untuk mengejar terlihat berlarian keluar hutan.
"Tuan Laguun! Didalam sana ada pos para Elf kami.." Kata salah satu Orc mencoba untuk menjelaskan situasi didalam.
Namun Laguun yang memiliki sifat keras tidak memaafkan alasan apapun, ia segera mengayunkan pedang besarnya kepada orc tersebut dan memotong tubuhnya secara vertikal. Para Orc yang berlarian bersama orc yang telah tewas itu terperangah melihat salah satu dari mereka dengan mudah dibelah menjadi dua bagian oleh Laguun. Sebuah kepanikan dan ketakutan menyertai mereka saat melihat adegan itu karena mereka takut kalau mereka akan mendapat giliran akibat telah lari dari perintah.
Akan tetapi ternyata Laguun tidak mempermasalahkan itu sama sekali, ia akhirnya memutuskan untuk menarik mundur pasukan dan kembali ke wilayah yang baru saja mereka taklukan.
"Ini salah satu pencapaian yang hebat.. pasti tuan Dogol akan senang.." Dalam benak Laguun tersenyum.
"Kabari tuan Dogol kalau bagian sini sudah beres.." Sambung Laguun kepada salah satu orc yang membawa sebuah kotak di punggungnya.
Kotak itu ternyata berisi seekor monster burung yang berukuran sedang, Orc itu segera mengikatkan sebuah gulungan kertas pada kakinya. Sebelum burung itu diterbangkan, Orc itu melemparkan sebuah benda seperti tulang atau ornamen milik ras orc lainnya. Setelah beberapa benda itu berhenti bergulir ditanah, benda - benda tersebut bersinar dan membuat sebuah portal kecil diatasnya dan barulah orc tersebut menerbang burung pengantar pesan tersebut ke kediaman kepala suku ras orc, yaitu Dogol.
Kembali lagi kedalam pos tiga para elf, setelah mereka berhasil menghentikan pengejaran dari para ras orc dan memastikan tidak ada lagi ras orc yang mencoba untuk mengejar. Sarka yang sudah bisa bernafas lega segera masuk kedalam pos utama dan beristirahat sejenak. Beberapa saat setelah Sarka beristirahat, salah satu elf yang membawa Zowie tadi, masuk kedalam dan melemparkan Zowie kehadapan Sarka. Zowie jatuh tersungkur dan tidak berdaya dibawah kaki Sarka yang sedang dilanda hati yang tidak baik.
"Kau manusia! Jelaskan! Apa kau ini mata - mata ras mu?!" Tanya Sarka menunjukan wajah mengintimidasi.
"Ti - tidak.. Aku kesini hanya untuk mengumpulkan dan mempelajari tanaman - tanaman yang tumbuh di dunia ini" Jawab Zowie gemetar.
"Memperlajari tanaman?! Kau berbohong! Lagi pula kami para elf sangat menghargai tanaman yang tumbuh di wilayah kita.. kau ras lain tidak semestinya memetiknya tanpa seizin kami!" Geram Sarka.
"Maafkan aku! Aku juga tidak tau kalau ini adalah wilayah para elf!" Zowie menunduk meminta ampun.
"Nona Sarka, Kita bunuh saja manusia ini! Aku tidak mempercayai ras manusia yang licik itu, dia pasti mata - mata untuk menginvasi wilayah kita seperti para orc lakukan!" Kata elf yang menyeret Zowie tadi sambil mengusungkan pedangnya.
Provokasi yang diucapkan oleh elf tersebut membuat para elf yang lain juga ikut menghakimi Zowie yang sedang terdesak. Zowie yang merasa terpojok hanya bisa melirik kesana kemari dan berujung meringkuk ketakutan. Disisi lain Sarka hanya terdiam sambil memandangi Zowie yang tidak berdaya itu.
"Tunjukan pada ku kalau kau tidak berbohong.." Tantang Sarka, sontak membuat penghakiman dari para elf terdiam heran.
"Nona Sarka! Apa yang kau.."
Sarka segera menoleh kearah elf tersebut dan membuatnya tidak bisa melanjutkan perkataannya. Setelah elf itu terdiam dan suasana didalam pos itu mulai hening, Sarka kembali menatap Zowie yang masih meringkuk.
"Kalau kau tidak bisa membuktikannya, aku akan membunuh mu!" Bentak Sarka kepada Zowie.
"Baik!!!" Spontan Zowie segera mengagkat kepalanya dan menatap kearah Sarka.
Sekarang ini Zowie telah dihadapkan oleh salah satu pendamping dari ras elf, Sarka Lulufah. Seorang Dark Elf dengan kulit kecoklatan dengan tubuh yang ideal, berambut putih panjang dan diikat kebelakang. Bibirnya terlihat berwarna ungu dan keringat pada tubuhnya yang belum mengering menambah ksan sexy padanya dimata Zowie. Zowie yang diam - diam menggerayangi tubuh Sarka dengan matanya, dikejutkan oleh Sarka yang tiba - tiba menodongkan pisau kecil yang berada dipahanya kepada Zowie.
"Sekali lagi kau berani menatap ku seperti itu.. ku congkel mata mu!" Kata Sarka mengancam.
"Baik! Maafkan aku!" Zowie tertunduk kembali.
"Jadi.. Sekali lagi aku bertanya kepada mu.. Apa yang kau lakukan di wilayah para elf?" Tanya Sarka mulai santai kembali dan duduk disebuah kursi.
Zowie mengangkat kepalanya dan sekali lagi matanya tidak bisa luput dari gunung besar milik Sarka, akan tetapi saat melihat Sarka yang mulai marah kembali membuat Zowie memalingkan wajahnya sembari menjawab pertanyaan Sarka.
"Aku hanya sedang meneliti tanaman yang ada dihutan ini.." Jawab gugup Zowie.
"Tujuannya?" Tanya kembali dari Sarka.
"Untuk sebuah obat dan kegunaan lainnya.." Jawab Zowie.
"Hmmm... Aku tidak mempercayai perkataan mu sebelum kau menunjukannya.." Tantang Sarka kepada Zowie.
Zowie yang merasa ditantang itu segera menoleh kearah Sarka dengan wajah yang mulai serius, ia dengan segera mengambil ranselnya dan merogoh suatu benda didalam ransel tersebut. Akibat tindakan yang dilakukan oleh Zowie tersebut, membuat para elf yang lain bersiaga dan menodongkan senjata mereka kearah Zowie yang sedang ingin menunjukan sesuatu. Beberapa saat menunggu, Zowie terlihat seperti menggenggam sebuah daun yang terlipat seperti sedang menutupi sesuatu.
Lalu, tanpa meminta izin terlebih dahulu. Zowie segera mendekat kearah Sarka tanpa mengatakan apapun. Sarka yang terkejut melihat zowie mendekat menjadi lebih waspada dan menunjukan akan menyerangnya bila Zowie masih mencoba untuk mendekat.
"Tenanglah.. ini hanya obat oles.." Kata Zowie menjelaskan.
"Obat Oles?! Buka dari sana!" Perintah Sarka.
Zowie pun membuka bungkusan daun tersebut dan terlihat seperti sebuah selai yang berwarna hijau kecoklatan.
"Bolehkah aku mengoleskan ini kepada luka ditangan mu?" Izin Zowie untuk mengaplikasikan obat tersebut.
Sarka sontak segera melihat kearah luka gores yang terdapat pada lengan atasnya akibat dari peperangan sebelumnya.
"Apa itu aman?" Tanya waspada dari Sarka.
"Tenang saja.. ini aman, lagipula kalau aku melakukan hal yang aneh.. aku bisa mati kapan saja disini.." Senyum polos dari Zowie.
Mendengar dan melihat senyuman dari Zowie membuat Sarka tidak menaruh curiga sedikitpun.
"Baiklah.. Mari kita lihat apa yang bisa kau perlihatkan.." Kata Sarka memperbolehkan Zowie untuk mengaplikasikan obat tersebut ke lengannya.
"Nona Sarka!" Khawatir elf yang menyaksikan.
"Tenang saja... Aku merasa kalau manusia ini tidak sedang berbohong kepada ku.." Jelas Sarka untuk menenangkan anggotanya.
Sarka pun segera memberikan lengan yang terluka kepada Zowie, Zowie pun mendekat secara perlahan dan sangat hati - hati.
"Boleh kah aku.." Izinnya untuk memegang lengan Sarka.
Sarka hanya mengangguk tanda memperbolehkannya.
"Hei manusia! Kalau kaku berani menyakiti nona Sarka, aku akan memenggal kepala mu sekarnag juga!" Ancam salah satu elf yang saat ini berada didalam pos tersebut.
Zowie tidak menggubrisnya sedikit pun dan itu membuat elf tersebut sedikit jengkel karena diacuhkan. Zowie segera mencolek sedikit selai tersebut dan mengoleskannya kepada luka yang berada di lengan Sarka. Saat itu luka tersebut seperti menguap dan terdapat sensasi panas pada diri Sarka dan membuatnya sedikit mengerang. Sontak itu membuat para elf segera ingin memenggal kepala Zowie, akan tetapi segera dihentikan oleh Sarka.
"Tenanglah!" Kata Sarka tegas.
"Lihat lah.." Sambung Sarka sambil melihat kearah lengannya yang sedang menguap.
Mereka semua terkejut saat melihat luka pada lengan Sarka menutup seiring dengan keluarnya uap pada uka tersebut. Sebuah fenomena yang belum pernah mereka liat mengejutkan semua elf yang berada diruangan tersebut. Zowie yang berhasil membuktikan kemampuannya hanya tersenyum senang melihat ramuan racikannya berhasil menyembuhkan ras selain manusia. Sarka yang menjadi kelinci percobaan kali ini begitu takjub dengan kemampuan dari seseorang yang hampir saja mati ditangan regunya. Akan tetapi ada suatu hal yang ia pikirkan mengenai Zowie setelah ia melihat kemampuan penyembuhannya itu.
"Manusia ini! Dia tidak boleh kembali ke rasnya... Aku harus membawa dia menghadap Archon.." Dalam benak Sarka saat menatap tajam ke pada Zowie