
Prajurit dari ras manusia memasuki portal yang telah tersedia didepan ibu kota. Kesan yang pertama kali dirasakan oleh Rado, Yoga dan Jaquile setelah melewati portal tersebut adalah seperti layaknya mereka melewati portal dungeon di kehidupan sebelumnya. Mereka secara bergantian berpindah tempat dari ibukota tersebut kesebuah tempat hutan berkabut.
Rado melihat kearah sekitar hutan tersebut namun pandangannya sangat terbatas. Hanya pepohonan yang tertutup kabut saja yang ia lihat sejauh ini.
"Dimana kita?" Tanya Hawl menoleh kearah salah satu mage yang berada disampingnya.
Mage itu segera mengeluarkan sebuah alat seperti tongkat dari dalam sakunya. Setelah mage itu menekan tombol yang ada pada tongkat tersebut, ada sebuah benda kecil yang terbang keatas dan tongkat itu segera menampilkan sebuah peta hologram yang sebelumnya tidak pernah dilihat oleh Rado Cs.
"Apa itu?!" Tanya Yoga.
Pertanyaan itu sontak membuat mage dan hawl menoleh kearahnya.
"Kau tidak tau tentang peta hologram? Apa kau benar - benar dari plosok?" Tanya Hawl.
"Ini adalah teknologi dari ras manusia yang sudah kami kembangkan selama puluhan tahun.. Peta hologram ini hanya bisa mendeteksi daratan sejauh 100 km dengan bantuan sonar yang terpancarkan oleh satelit kecil yang diatas itu dan akan ditransfer kembali ke benda ini dalam bentuk gambar hologram" Jelas Mage tersebut.
"Wuahhh hebat!" Jaquile terkesan.
"Apa kalian ini petani? dan dari Desa?" Tanya Nagatomo yang bersifat lebih ramah dibandingkan di kehidupan sebelumnya.
"Eh? Disini ada sebuah pedesaan?" Tanya Jaquile.
"Ya... tentu saja ada... Kalian ini membuat ku bingung.. Kita ras manusia memliki wilayah sejauh 150 km di planet Antares ini dan itu terdiri dari kota - kota dan pedesaan" Jelas Hawl.
"Bisa kau jelaskan lebih rinci mengenai planet ini?" Tanya Rado mengulik informasi.
"Hoi - hoi pertanyaan mu seolah - olah bukan dari planet ini saja.." Kata Hawl.
"Baiklah.. akan ku jelaskan, kita hidup di planet bernama Antares, planet ini sangat luas dan ada beberapa tempat yang belum bisa terjamak oleh kami. Kami yang seorang petualang sekaligus pejuang juga memiliki misi untuk mengeksplorasi tempat - tempat yang belum diketahui di planet ini untuk memperluas wilayah ras dan tentu disamping itu, kami juga harus berjuang melawan ketiga ras lain yang ingin mengusai planet ini... pertempuran selalu terjadi kapan dan dimana saja.. itulah mengapa pekerjaan ini sangat beresiko." Kata Hawl menjelaskan merinci.
"Lalu mengenai portal yang ku lihat sebelumnya?" Tanya Rado.
"Hah...! itu sebagai transportasi kami, portal itu kami buat untuk memudahkan para ras manusia untuk kembali ketempat yang pernah kami kunjungi, cara kerja dari portal itu adalah dengan mencocokan koordinasi dari benda yang telah kami tanam disetiap ekspedisi kita.. biasanya kami berpetualang hingga ratusan kilometer.. tetapi kali ini karena tujuan kami adalah mencari Holy Essence.. kami menggunakan sedikit kekuatan dari benda tersebut untuk segera meneleport kita ketempat Holy Essence itu muncul... dan yang lebih gawatnya lagi, karena Holy Essence adalah benda yang tidak bisa diprediksi oleh teknologi sekali pun jadi kita akan dipaksa berteleport secara acak sesuai dimana benda tersebut muncul!" Sambung Hawl.
"Lalu apa kegunaan Holy Essence ini sampai begitu penting?" Tanya Jaquile.
"Hah... aku lelah menjelaskannya, Riko jelaskan pada orang bodoh ini.." Kata Hawl.
Mage yang membawa peta tersebut akhirnya menjelaskan kepada Rado Cs, "Holy Essence adalah sumber kehidupan untuk para makhluk hidup, jika kita tidak menanamnya di lingkungan kita hidup, maka semua hal yang kita tanam tidak akan menjadi sebuah bahan makanan dan entah mengapa bila tidak ada Holy Essence, Air dari tanah pun tidak akan keluar. Sementara itu, energi dari Holy Essence ini juga bisa menjadi sebuah bantuan energi untuk menghidupkan kota dan juga menjauhkan kota dari monster - monster liar. Apa itu sudah jelas?" Tanya Riko dengan wajah yang sedikit jengkel.
"Hoooo" Jaquile menyimak sambil memegang dagunya.
"Untuk sekarang ini persediaan Holy Essence kami menipis karena beberapa bulan yang lalu telah kami gunakan untuk menghidupi dibeberapa kota dan pedesaan...Sekarang ini kami harus berhasil mengumpulkan benda itu lebih banyak untuk persedian setahun kedepan atau pun untuk berjaga - jaga bila terjadi sesuatu" Riko dengan wajah serius.
"Baiklah kami mengerti dan kami akan membantu, bukan begitu Rado?" Kata Yoga sambil menoleh kearah Rado.
"Hah... aku tidak terlalu berharap kepada kalian.. dilihat dari pakaian yang kalian kenakan seperti pakaian yang tidak berguna... lagi pula, enteng sekali kau berbicara... Sudah kubilang perebutan holy essence ini bukan lah permainan anak semata, kalian bisa terbunuh saat perebutan tersebut entah sama monster ataupun ras lain yang juga mengincar benda tersebut... Sudah banyak dari kami yang telah tewas saat misi pengumpulan ini dan mengakibatkan berkurangnya daya tempur ras manusia.. dan untuk sekarang kami ras manusia lebih memilih mundur bila situasi tidak memungkinkan untuk bertarung karena tidak ingin lebih kehilangan lagi.." Hawl dengan nada kesal.
"Yang dikatakan kapten Hawl itu benar.. sudah beberapa tahun ini kami para ras manusia selalu menjadi ras yang terpuruk karena kekurangan petarung dalam perebutan ini.. kami selalu dipaksa mundur dalam pertempuran karena kekurangan kekuatan dan karena ketidakmampuan kami dalam membawa holy essence, sudah ada beberapa desa yang harus kami tinggalkan karena sudah tidak bisa berproduksi lagi dengan baik" Pundung Riko.
"Lalu ras mana yang paling kuat saat ini?" Tanya Rado.
"Ras demigod... Beberapa dari mereka memiliki kekuatan yang sulit diikuti nalar kami... pasukan mereka pun juga terlihat solid.. semoga saja kali ini kita tidak akan satu tempat pertempuran dengan ras itu.." Julie Menjawab.
"Hmmm... jadi kita ini menjadi Ras yang terlemah? Skenario buruk macam apa ini?" Dalam benak Rado berpikir.
"Baiklah... dari pada berbicara terus lebih baik kita menelusuri jalan ini.. Riko beritahu kita sedang dimana!" Kata Hawl.
Riko pun kembali membuka peta hologram itu sambil memperhatikan daratan sekitar. Sonar yang dipancarkan dari benda kecil berbentuk satelit itu selalu memperbarui lingkup daratan setiap mereka berjalan.
"Sepertinya kita berada dibagian selatan Hutan Berkabut..." kata Riko sambil menatap peta hologram tersebut.
"Selatan Hutan berkabut kata mu? Kita belum memiliki koordinat didaerah ini bukan?" Tanya Jason.
"Kau benar! kita sangat beruntung telah diteleport ketempat yang belum kita datangi... Julie! Cepat aplikasikan alat koordinasi!" Hawl memerintah.
Julie pun segera mengeluarkan alat penanda yang berukuran kecil dari tas pinggangnya dan menggali tanah didekatnya. Rado pun menghampirinya dan membantu Julie untuk menggali tanah tersebut untuk menanamkan benda tersebut.
"Terimakasih.." Senyum Julie menatap Rado.
"Ya.." Tanpa menoleh sedikit pun Rado menjawab.
Setelah Julie telah selesai menanam benda tersebut, Riko segera menghampiri tanah tersebut dengan membawa sebuah alat scan berbentuk persegi dengan hologram sebagai layar informasinya. Layar itu mencoba mencari sinyal dari benda tersebut dan kemudian angka koordinat dari titik wilayah itu pun berhasil terekam.
"Ok titik ini sudah aku kirim ke pusat.. kita bisa kapan saja kembali kesini.." Riko melapor.
"Bagus.. ayo kita lanjutkan mencari Holy Essence.." Perintah Howl.
Mereka berjalan menyusuri hutan tersebut dengan bantuan sonar alat yang terbang disekitar mereka. Riko terus memandangi alat yang berada digenggamannya untuk melihat letak pancaran energi dari Holy Essence yang tertangkap oleh sonar. Beberapa saat mereka mencari, layar pada peta hologram itu menunjukan sebuah kedipan berwarna hijau.
"Kapten.. beberapa meter kedepan sonar menangkap energi Holy Essence!" Riko dengan cepat memberitahu.
"Bagus! Ayo kita bergegas dengan tim kecil" Perintah Hawl.
Hawl pun pergi mengikuti Riko dengan membawa regu kecil agar tidak menarik perhatian monster ataupun ras yang berada didekatnya. Sekitar 15 orang mengikuti Hawl dan menyebar untuk memastikan kalau area hutan tersebut benar - benar aman. Dibalik semak Hawl mengintip dengan hati - hati kearah lahan luas yang dikelilingi pohon dan didepannya sekarang terdapat sebuah batu Hijau melayang dengan ukuran yang cukup besar, yatu setengah dari tubuh manusia.
"Yosh! Area ini aman.. Ayo-"
Sebelum Hawl ingin keluar, Nagatomo dengan cepat menahan Hawl.
"Tunggu! Aku mendengar sesuatu!" Kata Nagatomo.
Mereka pun mengurungkan niat untuk mendekati Holy Essence tersebut dan beberapa saat kemudian, beberapa Dwarf berlari kearah holy essence.
"Hei... aku menemukan satu hahahaha" Kata Dwarf dengan janggut panjang berwarna merah membawa sebuah gada.
"Cepat ambil sebelum ras lain datang.." Senyum Dwarf wanita memakai topi kupluk dengan sarungtangan besi.
Disaat para Dwarf itu ingin membawa holy Essence yang besar itu, mereka disergap oleh pasukan Orc yang sudah menunggu mereka.
"Hoo...... Lihat lah... Ras kerdil yang terperangkap.." Kata salah satu Orc yang mengenakan jirah kumuh membawa kapak besar.
"O-orc....." Para Dwarf yang bergidik sedang terkepung.
"Orc?! Kenapa harus Orc?!" Kejut Hawl sambil menyaksikan dibalik semak.
"Habisi mereka!" Perintah Orc berjirah kumuh tersebut.
Dibalik semak itu mereka melihat para Dwarf yang sedang dihabisi oleh para Orc dengan kapak besar mereka. Para Dwarf itu tidak bisa melawan karena jumlah mereka yang tidak sepadan. Mereka pun dengan mudah dibunuh setelah terkepung.
"Ambil barang berharga yang dibawa oleh ras kerdil itu dan angkut Holy Essence. Kita harus cepat kembali menghadap Bargo" Kata Orc tersebut.
Para Orce pun beranjak pergi dari sana membawa Holy Essence yang cukup besar itu. Sementara itu para Ras manusia hanya bisa menatap mereka membawa benda yang mereka incar.
"Kita sedang tidak beruntung... kenapa harus Orc yang diteleport satu area bersama kita..!" Kata Nagatomo berbisik.
"Hei! Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Hawl terkejut melihat Rado sudah berada dibelakangnya.
"Aku mengikuti mu.." Polos Rado.
"Dasar bodoh, kembalilah sebelum mereka mengetahui kita..!" Kata Hawl.
Orc yang memakai jirah kumuh itu pun berbalik setelah mendengar sesuatu. Ia berhenti dan menatap semak - semak tempat ras manusia mengumpat.
"Hoooo sepertinya ada yang lain... Keluarlah!" Kata Orc tersebut.
Perkataan itu juga membuat para Orc yang lain memilih untuk kembali dan bersiap menghadapi apa yang sedang mengintai mereka.
"Kalau kalian tidak ingin keluar.. maka kami yang akan kesana..." Lembut Orc tersebut.
Ras manusia tetap diam ditempat dengan keadaan panik.
"Kalau kalian tidak ingin keluar.. kami yang akan kesana.." Tawa para Orc.
"Lihat apa yang sudah kau perbuat bodoh!" Kesal Hawl kepada Rado.
Hawl pun keluar dari semak itu dan diikuti para manusia yang lain dan kedua kubu saling berhadap - hadapan ditengah hutan tersebut.
"Hooo ternyata kali ini Ras yang hampir musnah... hahahaha" Kata Orc tersebut.
"Heh... Gofar apa kau tidak ingin memberikan Holy Essence itu pada kami?" Pinta Hawl bersikap berani.
"Hahahahahaha! Apa kau bilang?! Memberikan ini pada ras mu? Kenapa aku harus memberikan ini kalau aku bisa membunuh kalian sekarang?" Kata Gofar dengan optimis.
"Jangan bercanda.. kami memiliki ratusan pasukan dibelakang.."
Hawl segera melirik kearah Riko dan Riko segera mengirimkan sebuah isyarat menggunakan sihir force miliknya. Beberapa saat kemudian, pasukan manusia yang berada dibelakang datang dan bersatu.
"Apa kau yakin tidak mau memberikan benda itu?" Tanya Hawl sekali lagi.
Gofar sempat terdiam melihat jumlah ras manusia yang berjumlah ratusan, tetapi ia tertawa kembali.
"Hahahahahaha hanya segini?!" Gofar melirik kearah Orc yang berada dibelakangnya.
Orc tersebut pun meniup sebuah terompet yang berbentuk seperti tanduk. Beberapa saat terompet itu ditiup, pasukan orc yang lain pun datang dan malah mengepung ras manusia.
"Sekali lagi ku katakan.. tidak.." Kata Gofar tersenyum.
Ras manusia pun terlihat panik melihat situasi yang sangat genting, disekitar mereka saat ini sudah berkumpul ratusan orc yang awalnya tidak terdeteksi oleh mereka. Jantung yang awalnya berdegup kencang semakin berdegup lebih kencang. Mereka semua dengan cepat mengambil posisi bersiaga tempur dan mengarahkan senjata mereka kesegala arah.
"Kapten kita sepertinya terkepung.." Jason berbisik kepada Hawl.
"Aku juga tau bodoh.." Hawl melirik dengan panik kearah Jason.
"Apa yag harus ku lakukan? Ini semua karena si bodoh itu!" Dalam benak Hawl dengan keadaan panik.
Hawl melihat kearah sekitar untuk mencari jalan keluar, namun ia tidak menemukannya. Ia mulai terlihat gelisah dengan situasi pengepungan ini. Ia melirik kesana kemari namun hanya jalan buntu yang ia dapat, ia mencoba melirik kearah pasukannya dan terlihat kalau wajah mereka sudah siap akan resiko yang didapat. Disaat ia ingin memerintahkan untuk berperang. Rado, Yoga dan Jaquile pun keluar dari barisan dan memasang badan didepan.
"Oi kau!" Kata Hawl.
Rado hanya tersenyum melirik kearah Hawl yang terlihat panik dan segera beralih kembali menatap Gofar.
"Apa kau mengenal Dogol?" Tanya Rado memastikan.
"Dogol?! Siapa itu?! Aku tidak mengenalnya.." Kata Gofar.
Rado pun tersenyum setelah mendengar ia tidak mengenal Dogol.
"Kalau begitu mau kah kau berduel satu lawan satu dengan salah satu dari kami?!" Kata Rado meminta.
"Hahahahaha Mengapa aku harus mendengar perkataan mu? Dilihat dari rekam jejak sejarah Ras yang ada di planet ini, ras kalian lah yang terlemah...! Jangan membuang - buang waktu ku, matilah lah kalian dengan tenang bersama!" Kata Gofar.
"Jadi kau takut?" Senyum Rado mencoba untuk memprovokasi.
"Oi! Bodoh.. dia benar! Kita tidak akan bisa menang melawan Orc kalau tidak dengan jumlah!" Kata Hawl.
Rado sekali lagi hanya melirik kearahnya, dibelakang itu Julie juga terlihat cemas dengan keadaan ini.
"Kau menarik! Aku masih tidak menyangka kalau masih ada ras manusia yang tidak lari melihat ras kami... Baiklah majulah kau!" Gofar maju membawa kapak besarnya.
Rado yang tersenyum memerintahkan Jaquile untuk maju.."Jaquile!"
"Ok!" Jaquile maju sambil mempersiapkan tombaknya.
"Hooo apa kau takut? mangkanya kau mengutus seseorang untuk menggantikan kematian mu?!" Ejek Gofar disertai tawa para Orc.
Rado masih tersenyum. "Tidak.. bukan begitu... hanya saja, kau bukan lawan yang pantas untuk ku.."
Mendengar hal itu Gofar terlihat kesal dan marah.
"Apa kau bilang?! Jangan sombong kau Ras lemah!"
Setelah geram dengan perkataan Rado, Gofar segera berlari menerjang kearah Rado. Namun dengan cepat Jaquile menusukan tombaknya yang mana membuat kepala Gofar tertusuk dan terlepas dari tubuhnya. Tubuh Gofar seketika rubuh tanpa kepala dan itu sontak membuat kedua Ras itu terkejut. Mereka tidak menyangka kalau salah satu pejuang terbaik yang dimiliki oleh ras dapat dikalahkan begitu saja hanya dengan satu tusukan tombak.
"Ti-tidak mungkin!" Kejut Hawl melihat itu.
"Gofar!" Teriak salah satu Orc yang memiliki hubungan dekat dengannya.
Rado, Yoga dan Jaquile hanya tersenyum melihat nya.
"Beraninya kau membunuh Gofar!" Geram dirinya disertai para Orc yang mulai bergerak.
Para ras manusia pun mulai bersiaga dengan bergeraknya ratusan Orc yang mulai menyudutkan mereka ketengah.
"Hoi-Hoi bukankah ini gawat!" Panik Watz yang saat itu berada ditengah barisan.
Para ras manusia semakin berdempetan membentuk kumpulan lingkaran seiringan dengan para Orc yang mencekat dari segala arah. Hanya Rado, Yoga dan Jaquile saja yang masih berdiri diluar lingkaran mereka. Mereka merasa kalau hidup mereka akan berakhir dan ras manusia akan semakin terpuruk, akan tetapi pergerakan para Orc berhenti tiba - tiba dan berubah menjadi sebuah ketakutan setelah merasakan tekanan dari orang yang berada didepannya.
Rado berjalan kedepan sambil menarik pedangnya dari dunia sebelumnya, Aura force dan lambang demiclesnya pun perlahan muncul yang mana membuat mereka semua terkejut.
"Kapten! Itu.." Kata Nagatomo terkejut saat melihat lambang yang muncul diatas kepala Rado.
Tidak hanya Hawl saja yang terkejut, tetapi mereka semua terkejut saat melihat lambang tersebut. Tekanan yang mengintimidasi dari Rado membuat siapa saja yang berada didekatnya menjadi gemetar. Dalam kondisi keterkejutan dari kedua ras itu, Rado tanpa membuang - buang waktu lagi segera mengayunkan kedua pedangnya dengan balutan force yang ia miliki. Lesatan Rado yang tidak bisa diikuti oleh mata dari orc tersebut pun mengakhiri ratusan orc yang mengepung dalam sekejap.
Semua ras manusia begitu tertegun dengan kekuatan yang Rado tampilkan sampai - sampai mereka tidak bisa memalingkan pandangan mereka dan menganggap sesosok pria dengan kekuatan mutlak didepan mereka itu menjadi sebuah secercah harapan bagi ras yang sedang terpuruk itu.
"Si-siapa kau sebenarnya?!" Tanya Hawl dengan wajah pucat.
Rado yang telah selesai membereskan semua orc itu sendiri, berkata.." Aku hanya seorang manusia.." Sambil memasukan kembali pedang kesarungnya.