
Michelle mendengus saat dirinya tengah berada diruangan yang menjadi persidangan untuk menentukan hukuman yang akan ia terima karena telah melukai Anna oleh komite kedisiplinan sekolah.
Ruangan itu benar-benar seperti ruang sidang dengan dirinya sebagai terdakwa dimana didepannya sana berjajar orang-orang penting disekolah, kanan-kiri nya duduk para guru dan juga wali kelasnya ikut dalam persidangan itu.
Dan dibelakangnya ada empat orang disana, dibelakang kanannya duduk kedua orangtuanya dan di kiri duduk kedua orangtuanya Anna.
Astaga dirinya tidak melukai Anna sampai meninggal tapi dirinya sampai diperlakukan seperti penjahat seperti ini dirinya akan membalas Anna karena dirinya tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini.
"Siswi Michelle, kau tahu kenapa kau harus berada di posisi itu?"tanya kepala sekolah memulai persidangan.
"Ya karena melawan orang yang menggangguku"kata Michelle santai.
Reaksi tercengang diperlihatkan oleh para guru-guru disana.
"Apa siswi Anna sangat mengganggu mu? Apa dia merundung mu sampai harus kau melukainya dan membuatnya dirawat dirumah sakit?"tanya kepala sekolah lagi, siswi didepannya itu sepertinya sudah gila.
"Ya dia sangat menganggu, tidak sekali dua kali Anna mengusik ku karena dirinya yang dekat dengan Azriel"kata Michelle santai.
Seseorang diantara para petinggi sekolah itu yang sedari tadi hanya menunduk membaca biodata si siswi pun mengangkat wajahnya dan melihat bagaimana sosok asli dari siswi itu.
"Ah"gumamnya sangat kecil saat melihat kedua orangtua si siswi setelah melihat sosok siswi itu.
Melelahkan sekali harus kembali menghadapi para orang gila ini, batinnya saat melihat ayah dari si siswi berdiri dan siap untuk mengatakan segala keberatannya dan juga membela anaknya itu.
"Mohon maaf bapak kepala sekolah yang terhormat, tapi dari cerita anak saya Anna ini adalah anak nakal, anak itu sering mengganggu anak saya karena anak saya menyukai teman sekelas mereka"kata ayah dari Michelle itu.
"Anna itu bahkan menyiram anak saya dengan sambal ke wajahnya! Tidak hanya itu anak itu menyebarkan gosip di web sekolah karena tidak terima Michelle yang menggantikannya ke olimpiade!"kata ayah Michelle berapi-api.
Wow akting yang lumayan, sebaiknya kau jadi aktor saja bukan menjadi pengusaha yang katanya paling sukses dan kaya di negara ini.
Para guru dan petinggi sekolah pun saling pandang karena mereka mengetahui fakta yang tidak terduga.
"Anak saya bahkan sampai mengalami setres karena dirinya mendapat tindakan perundungan dari Anna itu, maafkan anak saya yang sampai melawan karena sudah muak dengan tindakan bullying yang diterimanya dari anak anda"kata ayah Michelle yang membungkuk pada kedua orang tua Anna disana.
"Kami harusnya yang meminta maaf karena anak anda jadi harus mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan disekolah karena anak kami, anak kami sudah mendapat ganjarannya jadi kami akan memaafkan perilaku Michelle karena kami juga merasa bersalah karena anak kami"kata ayah Anna ikut membungkuk meminta maaf pada ayah Michelle dan juga Michelle.
Lihatlah para bajingan disana, dan yang paling bajingan diantara mereka adalah si siswi yang menyeringai puas– apa yang kau puaskan dasar anak gila. Dan yang paling-paling bajingan adalah laki-laki yang jelas-jelas anaknya terluka dan hampir kehilangan nyawanya tapi malah meminta maaf? Oke aku tidak tahu jika semua orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah milikku ini semuanya gila, batin sang ketua yayasan.
Tersenyum lebar sang ketua yayasan mengambil alih. "Sepertinya masalah sudah selesai, kedua pihak saling memaafkan dan telah menyadari kesalahannya masing-masing, jadi sepertinya tidak perlu ada yang dikeluarkan dari sekolah ini"kata ketua yayasan pada kepala sekolah yang terlihat mengangguk ragu.
Karena kepala sekolah tidak tahu jika akan berakhir seperti ini, dirinya bahkan sudah merasa bingung begitu ayah Michelle mulai berbicara yang semuanya adalah bohong.
Semua yang dibicarakan laki-laki itu nyatanya hanya mengada-ada karena faktanya adalah Michelle yang merundung Anna, dan lagi kedua orangtua Anna percaya saja dan tidak marah begitu mengetahui anaknya terluka dan hampir mati?!
Dan lagi sang ketua yayasan yang percaya saja membuat kepala pria berumur 57 tahun itu pening bukan main.
"Siswi Michelle kau tidak akan dihukum karena kedua orangtua Anna memaafkan perilaku mu"kata ketua yayasan memutusakan hasil persidangan itu.
Michelle menahan sorakan gembiranya dengan dirinya yang bersikap sopan dengan mengangguk berterimakasih.
Astaga mau anak atau orangtuanya sama-sama bodoh, batin Michelle merasa sangat senang.
"Baiklah pertemuan ini sampai disini, dan siswi Michelle berteman baiklah dengan Anna juga siswa yang lainnya"kata ketua yayasan berpesan.
Michelle mengangguk saja kembali berterimakasih, namun tiba-tiba dirinya merasa mengenali sosok ketua yayasan yang pertama kali ia temui itu.
Wajah dan aura laki-laki berumur itu yang masih terlihat sangat tampan dan muda itu mengingatkannya pada seseorang namun Michelle sulit menemukan seseorang yang membuatnya merasa tak asing dengan sosok sang ketua yayasan.
Yah siapapun itu tidak peduli, gue bebas dan gue bakal bikin perhitungan sama si Mutia yang berani-beraninya dia ngerekam dan menyebarkan video itu, batin Michelle mendendam.
***
"Tunggu dulu tuan"kata kepala sekolah yang memanggil ketua yayasan memberhentikan langkahnya.
"Iya pak kepala sekolah?"tanya sang ketua yayasan santai setelah berbalik menghadap sang kepala sekolah.
"Saya kan sudah memberikan bukti-bukti beserta faktanya yang jelas-jelas jika Michelle lah yang bersalah dan harus mendapatkan hukuman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya"kata kepala sekolah.
Sang ketua yayasan mengangguk mengerti. "Ya kau benar, anak itu benar-benar gila begitu juga ayahnya yang tidak tahu malu"kekeh ketua yayasan santai.
"Jika anda berpikir seperti itu juga kenapa anda tidak memberikan hukuman padanya? Jika dibiarkan seperti ini anak itu akan semakin keterlaluan, kita beruntung Anna tidak sampai meregang nyawa"kata kepala sekolah sangat khawatir.
Ketua yayasan tersenyum saja menatap sang kepala sekolah. "Apa anda pernah mendengar sekejam apa anak-anak jaman sekarang?"tanya ketua yayasan.
Kepala sekolah menggeleng ragu karena sepertinya yang dimaksud oleh sang ketua yayasan lebih menyeramkan dibandingkan dengan yang sudah dilakukan oleh Michelle.
"Dan kau tahu? Anak-anak yang bermasalah akan berhenti menjadi jahat setelah anak itu mendapatkan kejahatan yang lebih jahat dari mereka yang sebaya dengannya, dan aku percaya dengan tindakan seperti itu anak jahat akan kapok"
Kepala sekolah syok mendengar penuturan ketua yayasan itu. Entah kenapa dirinya malah semakin takut jika akan ada kasus yang lebih menyeramkan dari yang dialami Anna.
"Tidak perlu takut, tidak akan ada lagi yang terluka parah seperti Anna. Paling juga kau akan merasa pusing dengan kelakuan anak-anak didik mu dan juga mendapat makian dari salah satu orang tua bodoh yang tidak terima anaknya mendapatkan balasan dari apa yang telah ia perbuat, tidak perlu takut dengan ancamannya karena aku ada dibelakang mu"kekeh ketua yayasan santai menepuk-nepuk bahu kepala sekolah memberikan semangat.
Kepala sekolah pada akhirnya hanya bisa mendengus lelah dan terkekeh kecil pada akhirnya. "Anda selalu membuatku di situasi yang menyebalkan tuan Aryan"
Aryan sang ketua yayasan hanya tertawa kecil memberikan kepalan tangannya menyemangati kepala sekolah.