Millisanna

Millisanna
Bab 13



Ketiga bus itu sampai di lokasi kemping mereka, para murid pun turun dan mengambil koper mereka masing-masing dan diarahkan menuju tempat yang akan dipakai mereka sebagai area tenda mereka.


Kemping pertama sepertinya akan mereka habiskan dengan mendirikan tenda. Apalagi untuk 3 kelompok yang akan satu tenda mendapatkan tenda paling besar apalagi semua orang yang harus mendirikan tenda tersebut adalah 11 wanita dan 3 diantaranya tak membantu sama sekali contohnya saja Vanessa dan kedua temannya yang hanya duduk-duduk saja disana misuh-misuh karena tempatnya yang katanya tidak level dengannya yang begitu berkelas.


Apa yang cewek itu harapkan dengan area kemping yang dipenuhi pohon karena berada di area hutan yang banyak sekali nyamuknya dan becek apalagi kemarin tempat tersebut sempat dilanda hujan besar.


"Heh cewek cewek gak guna bantuin napa?! Lo pada mau hah tenda kita gak selesai dan kita semua tidur tanpa atap hah?!"kesal putri yang memang cewek itu gampang sekali murka apalagi jika dihadapkan dengan ketiga orang cewek seperti Vanessa and Geng.


Vanessa dengan kedua temannya yang ternyata dikelompok 14 itu hanya menatap rendah yang lain yang berusaha keras mendirikan tenda untuk mereka tidur.


"Tangan gue baru aja kemarin gue rawat jadi NO!"kata Vanessa menyebalkan.


Putri hampir saja akan mendekati cewek itu dan menjambaknya kalau Intan dan Laras tak mencegahnya dan menenangkannya.


"Udahlah biarin aja, kita selesain ini secepatnya biar kita bisa kumpul sama kelompok yang lain yang udah selesai duluan"kata Laras menenangkan.


Putri mendecih melihat Vanessa yang terlihat merasa menang itu dan kembali bekerja seperti yang lain.


Anna kebagian merangkai kerangka tenda dengan dua orang lain dari kelompok 13 dan 14. Tapi karena keduanya merasa Anna tak membutuhkan mereka lagi, jadi mereka memilih membantu yang lainnya yang sedang mengencangkan tali pada paku yang ditancapkan mereka ketanah.


Anna membaca dengan teliti kertas yang berisi tentang tutorial nya itu tapi tetap saja bingung karena sepertinya ini untuk kerangka lain dilihat tenda mereka hampir berbentuk tenda, jadi kerangka-kerangka yang ia pegang saat ini untuk apa?


"Itu buat anti hujannya sekaligus biar anget nanti malem"


Anna mengangguk paham kemudian mendengar suara yang tiba-tiba berceletuk itu. Tapi kemudian Anna tersadar akan sesuatu, suara itu bukan suara dari teman-teman satu tendanya, suaranya lebih terkesan berat seperti suara pria.


Anna menengok dan mendapatkan Azriel disampingnya dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celana ikut menatap kertas panduan yang sedang Anna pegang.


"Az—"


"Jiel!! Untung Lo dateng ini gimana sih?"serobot Vanessa mengambil kertas panduan tersebut dari tangan Anna dan mendorong Anna mencuri tempatnya yang disebelah Azriel itu.


Anna hanya bisa berkedip terkejut karena kelakuan Vanessa itu sampai sebuah suara kembali terdengar ditelinga nya diikuti langkah kaki yang ramai.


"Kenapa lama banget? Tinggal kelompok kita doang yang belum lengkap"omel Dilan diikuti oleh anggota laki-laki lain dari kelompok 13, 14, dan 15.


"Tuh salahin cewek nyebelin sama dua anteknya itu! Bukannya bantuin malah duduk-duduk!"adu Putri.


"Ini gue kerja ya! Buta mata Lo?!"kesal Vanessa tak terima.


"Bohong dia, dia baru gerak pas ada Azriel"tambah cewek yang satu kelompok dengan Vanessa.


"Udah, udah lah! Sini kita aja yang kerjain, cewek emang gak cocok diacara yang beginian"kesal Saman merebut kertas panduan dari Vanessa.


Dan ke-12 laki-laki itu pun mengambil alih pekerjaan mereka karena memang sudah terlambat dan kelompok lain sedang menunggu kelompok mereka untuk mendengar pengarahan untuk kegiatan selanjutnya.


***


Kegiatan selanjutnya hanya pembagian makanan yang harus mereka masak sendiri untuk makan malam mereka, orangnya sesuai tenda masing-masing. Jadilah ditenda yang terakhir yang berisi 3 kelompok itu semakin penuh karena anggota perempuan dari ketiga kelompok itupun berada disana.


Karena diantara kedua belas laki-laki itu sama sekali tak ada yang bisa memasak jadi mereka menyuruh para anggota perempuan mereka untuk memasak bersama saja ditenda mereka. Dan siapa tau para pria itu bisa nambah karena mereka pikir porsi makan para gadis tak sebanyak mereka.


Sebelum memasak mereka diperbolehkan untuk mandi dulu, Anna kembali ke tenda terakhiran karena ia juga mendapatkan kamar mandi diterakhiran juga. Saat ini di tenda hanya ada dirinya sendiri sedang sisiran, tidak keramas tapi tetap saja harus dirapihkan rambutnya.


Setelah rapi dan diikatnya ekor kuda rambutnya itu Anna bersiap untuk bergabung dengan teman-teman nya itu karena sepertinya mereka sudah mulai memasak seperti kelompok lain.


Baru saja membuka tendanya Anna dikejutkan dengan Azriel yang berdiri didepan tendanya sembari menyodorkan dua bungkus mie instan pada Anna.


"Kenapa?"tanya Anna bingung.


"Mereka masak mienya kematengan, gue gak suka mie yang kelamaan direbusnya"jelas Azriel.


Entah mereka berdua sadar atau tidak, tapi keduanya terlihat sangat memahami satu sama lain. Apalagi Anna yang sepertinya tahu apapun yang diinginkan Azriel hanya dari gerakan dan gelagat yang diperlihatkan pria itu.


Padahal mereka bukan siapa-siapa, mereka hanya teman satu sekolah, partner satu tim olimpiade yang sekarang satu kelas.


Tenda para pria dan wanita sedikit ada jarak diantara mereka harus beberapa langkah untuk sampai ke satu sama lain, apalagi jalannya itu adalah tangga dimana tempat para pria mendirikan tenda itu ada diatasnya tempat para wanita mendirikan tenda.


"Ketua Lo bilang yang gak masak nanti cuci piring"kata Azriel yang berjalan dibelakang Anna.


Anna hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun, ia terima saja karena ia memang tak membantu memasak sama sekali.


Keduanya sampai ditenda para pria yang dilihat orang-orang disana begitu serius memakan bagian mereka dan terlihat dipanci mienya sudah habis tak bersisa.


Bisa dipastikan Anna tak kebagian jatahnya.


"Lo gak bantuin masak jadi Lo cuci ini semua nanti"kata Vanessa sinis sambil memakan mie yang sebenarnya adalah bagian Anna tapi cewek itu sepertinya memang gila, dengan membuang bagiannya dengan sengaja dan memakan milik Anna.


"Iya"jawab Anna seadanya.


Melihat kesekitar dan menemukan panci lain yang lebih kecil dan masih bersih. "Intan ini boleh dipake kan?"tanya Anna pada intan yang bangkit begitu juga yang lain.


"Pake aja, kalo kotor nanti cuci ya, gue sama Laras mau ke guru pembimbing katanya ketua kelompok suruh kumpul"jelas intan.


"Terus gue sama siapa? Gue ikut dong"kata Putri buru-buru ikut dengan intan dan Laras.


Sedangkan cewek kelompok lain memilih kembali ke tenda dan para pria selain ketua kelompok berencana untuk berkeliling area kemah.


Anna menatap mereka semua yang berpencar dan melihat Azriel yang masih diam dibelakangnya. "Kamu gak ikut mereka?"tanya Anna bingung.


"Gue laper"jawab Azriel singkat.


"Oh? Ya Tuhan! Maaf, bentar dibikin dulu"kata Anna terkejut sendiri karena lupa dengan Azriel yang menyuruhnya membuatkan mie padahal mie itu sedari tadi dipegangnya, benar-benar pelupa Anna ini.


***


Azriel menatap kagum mie instan yang sudah diberi bumbu langsung didalam panci itu, Anna memasak mienya sesuai keinginannya dengan sempurna, tak terlalu matang dan tak mentah.


"Langsung di pancinya ya biar gak banyak yang kotor"kekeh Anna tanpa sadar kalau didepannya itu adalah Azriel.


Padahal biasanya Anna akan sangat gugup jika berbicara dengan laki-laki itu.


Azriel mengangguk saja tak keberatan dan menerima sendok garpu sekali pakai yang diberikan Anna dan siap menyantap makan malamnya dengan senang hati.


"Awas panas"kata Anna saat Azriel akan memasukan suapan pertamanya.


Azriel mengangguk meniup sedikit mienya dan melahapnya dengan rasa syukur karena ini adalah tekstur mie kesukaannya yang biasa dimasak oleh mbok Marni.


Anna tersenyum melihat Azriel yang menikmati makan malamnya yang hanya sekedar mie kuah rasa soto tanpa tambahan apa-apa membuat Anna berpikir seorang konglomerat seperti Azriel pun tak bisa menolak kelezatan mie instan buatan Indonesia itu.


Menunggu Azriel menghabiskan makanan nya Anna membersihkan bekas makan teman-teman nya yang lain, memungut peralatan makan sekali pakai itu dan memasukannya kedalam kantong sampah besar dan menumpuk peralatan masak yang akan ia cuci nanti didekat kamar mandi.


Disebelah kamar mandi umum untuk para peserta kemah ada sebuah spot yang seperti wastafel berjajar dikhususkan untuk mencuci alat masak.


"Mau"kata Azriel tiba-tiba.


Anna yang mengerti menggeleng seraya tersenyum menolak tawaran Azriel yang menawarinya makan malamnya dengan menatapnya dengan garpu yang penuh dengan mie akan ia lahap.


"Enggak, makasih"tolak Anna halus.


Azriel tetaplah Azriel sekali tak mau ya sudah tak akan ia tawari lagi.


Lagian Anna tak terlalu lapar, lapar pun ia akan tahan sampai ia tak bisa menahannya lagi, sudah terbiasa terlambat makan dan jarang makan, mengingat sifat Anna yang seperti ini dan kebiasaannya yang jika sedang dimarahi oleh orang-orang rumah Anna akan mengurung diri dikamarnya belajar tanpa makan dan minum sama sekali karena Anna terlalu takut hanya untuk minum saja ke dapur jika diantara keluarganya ada yang sedang tak suka dengannya.


Orang-orang rumah tak akan menyuruh atau menawarinya makan atau sesuatu, tak akan pernah, mereka bahkan tak peduli dengan Anna yang sudah makan atau belum, mendapatkan bagiannya atau tidak.


Kebalikannya jika Anna kedapatan tak menyisakan sesuatu untuk kakak atau kedua adiknya ia akan dimarahi habis-habisan oleh kedua orangtuanya berbanding terbalik dengan kakak dan kedua adiknya yang jika tidak menyisakan untuk Anna tak akan dimarahi.