
Michelle kesal bukan main niatnya ingin membuat Anna jauh-jauh dengan Azriel tapi yang terjadi malah kebalikannya karena mereka malah semakin dekat.
Tentu saja Michelle tahu insiden dikolam ikan itu yang niatnya agar Anna terpeleset dan jatuh kedalam kolam ikan tapi malah Azriel yang jatuh disana melesat bergerak cepat menjaga Anna agar tetap bersih merelakan dirinya yang kotor.
Michelle jadi kesal sendiri, apalagi yang harus ia lakukan agar cewek itu jauh-jauh dari Azriel.
"Boleh ikut duduk disini? Semua meja disini penuh"
Suara laki-laki menyadarkan Michelle dari pikirannya yang memaki-maki Anna dan dirinya sedikit tidak asing dengan laki-laki yang berdiri disana dengan kopinya tersenyum tipis pada Michelle.
Mencoba mengingat mengenai laki-laki itu dan dirinya jadi ingat jika laki-laki itu adalah cowok dari SMAN 13 yang menolongnya yang hampir jatuh itu.
"Lo cowok yang di SMAN 13 itu?"tanya Michelle mencoba memastikan.
Laki-laki itu mengangguk. "Jadi boleh duduk disini?"tanga laki-laki itu mengulang pertanyaan.
Michelle gelagapan dan segera mempersilahkan laki-laki itu duduk di kursi dihadapannya. Laki-laki itu berterimakasih dan duduk masih dengan senyumnya.
Michelle perhatikan cowok didepannya ini sangat tampan tidak kalah tampan dari Azriel dan juga sepertinya mudah untuk mendekatinya tidak seperti Azriel yang jelas-jelas tidak tertarik padanya sama sekali.
Mungkin sudah waktunya Michelle ke lain hati?
"Gue Michelle"kata Michelle memperkenalkan diri seraya menyodorkan tangannya mengajak kenalan cowok itu.
Cowok itu menerima perkenalan nya dan memperkenalkan dirinya juga. "Gue Aldres"
Michelle dibuat melting, astaga namanya saja sangat tampan seperti wajahnya.
"Cukup disayangkan Lo gak menang pas olimpiade di sekolah gue waktu itu"kata Aldres memulai percakapan.
Michelle dibuat mendengus mendengarnya karena kembali diingatkan dengan hal yang tak ingin ia ingat.
"Soal nya susah banget emang"keluh Michelle tidak mau mengakui jika dirinya bahkan menyerah tak mau berusaha setelah membaca semua soal yang ada.
Aldres masih dengan senyumnya. "Tapi Lo hebat bisa sampe kepilih jadi wakil sekolah buat olimpiade"kata Aldres memuji kehebatan Michelle.
Michelle dibuat tersenyum malu-malu. "Haha makasih tapi guenya emang lagi beruntung aja soalnya lawan gue buat jadi perwakilan sekolah bego banget"kekeh Michelle mengingat betapa bodohnya Anna juga para guru-guru yang percaya jika dirinya menjawab pertanyaan dengan banyak yang benar, padahal dirinya hanya mengganti lembar jawaban Anna menjadi miliknya.
Aldres tersenyum saja mendengarnya, namun dibalik senyumnya ia sudah mengetahui perangai cewek dihadapannya ini.
Seorang cewek menjijikan yang melakukan hal-hal menjijikan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Bukan tipenya sekali.
"Boleh gue minta nomer Lo? Siapa tau kan kita bakal ketemu atau mungkin ingin saling mengenal lebih?"tanya Michelle bersemangat kentara sekali dirinya mengharapkan nomor telepon nya Aldres.
Aldres mengangguk saja dan memberikan nomor nya yang diminta Michelle.
***
Anna seperti biasa menghabiskan waktu istirahatnya dengan belajar yang sekarang didalam kelas karena diluar sangat panas.
Dikelas sendirian membuat Anna merasa sangat berkonsentrasi juga nyaman karena tak mendengar orang-orang yang membicarakannya.
Serius dengan bukunya Anna sangat ahli dalam belajar namun kenapa dirinya tidak pernah menjadi juara ke satu padahal dirinya sudah sangat bekerja keras.
Apa kerja keras masih belum cukup untuk menjadi peringkat pertama dan mengalahkan Azriel?
Triing.
Ponselnya yang bergetar menghancurkan pikiran negatifnya yang mulai menyerangnya itu, merasa berterimakasih pada seseorang yang mengiriminya pesan itu membuatnya jadi berhenti berpikiran negatif.
Mengambil ponselnya yang ia taruh disamping bukunya diatas meja Anna melihat pesan itu dari kak Geo.
Melihat pesan yang dikirimkan Geo sedikit bingung karena laki-laki itu mengirimkan sebuah foto padanya.
Triing.
Pesan lainnya masuk masih dari Geo yang berisi, 'Al bakal ada pertandingan persahabatan sama sekolah kamu jadi cari Al ya, kakak kasih foto Al yang sekarang biar kamu gampang nemuinnya'.
Anna pun mendownload foto yang dikirimkan Geo itu dan memperlihatkan sosok laki-laki tampan dengan seragam basketnya tersenyum lebar seraya memegang mendali yang mengalung di lehernya.
"Anjir ganteng banget!"
Anna terkejut bukan main saat Melisa yang tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan nya langsung memekik disebelah telinga Anna.
"Anna itu siapa dah? Ganteng banget gila, bukan anak sini kan?"tanya Melisa sangat antusias sampai mengambil bangku di meja sebelah untuk duduk bersebelahan dengan Anna.
Anna mengangguk saja. "Kenalan dulu"kata Anna.
"Kok Lo gak pernah cerita sih punya kenalan ganteng banget begini? Kita ini sahabat bukan sih?"kata Melisa mempertanyakan tentang persahabatan mereka karena Anna tidak memberitahukan jika Anna memiliki kenalan super duper ganteng banget.
Anna melongo melihat tingkah Melisa itu hanya bisa menggeleng Anna terkekeh saja. "Nanti dia bakal ada pertandingan persahabatan sama tim SMA Arya"kata Anna.
Melisa yang mendengarnya bersorak heboh. "Kalo gitu gampang dong! Soalnya sekolah kita yang jadi tuan rumahnya!"kata Melisa senang.
Anna yang mendengarnya terkejut dan ikut senang, jika begitu akan mudah untuk menemui Al.
"Sekolah apa?"tanya Melisa masih dengan keantusiasannya.
"SMAN 13"
Melisa berdecak mendengarnya. "Woah bakal rame banget pasti, tim basket SMA Arya sama tim basket SMAN 13 emang rival banget na"
"Gue tanya si Milan deh kapan jadwal pertandingannya"kata Melisa yang tak sabaran itu langsung mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada Milan untuk menanyakan soal pertandingan persahabatan itu.
Anna mengangguk saja mengiyakan, dirinya juga tidak sabar untuk menemui teman masa kecilnya itu. Anna bertanya-tanya apa Al akan memukulnya dipertemuan pertama mereka nanti setelah sekian lama, karena dulu Al sangat membencinya sampai harus dimarahi oleh Geo karena selalu memukul Anna.
Anna gak sabar ketemu Al, batin Anna antusias.
***
"Harinya Anna!!"seru Melisa bersemangat sangat keras padahal cewek itu baru saja datang membuat beberapa siswa didalam kelas terkejut karenanya begitu juga Anna yang ada dikursinya.
"Gila gila gue excited banget! Ayolah cepet datang waktu pulang!"kata Melisa tak sabaran.
Anna dikursinya terkekeh saja melihat tingkah Melisa itu. "Bel masuk aja belum bunyi"kekeh Anna.
Melisa mencebik mendengarnya. "Jangan ingetin gue, karena gue ingin menempatkan cowok itu sepenuhnya di otak gue"kata Melisa serius memegang kepalanya.
Anna tertawa mendengarnya. "Jangan gitu Melisa harus serius belajar, nanti juga ketemu kan Bakan kenalan juga"
Melisa yang mendengar jika dirinya akan dikenalkan dengan cowok ganteng itu pun kegirangan bukan main. "Janji loh ya kenalin gue ke dia"
Anna mengangguk saja. "Tapi syaratnya Melisa harus belajar sungguh-sungguh selama pelajaran berlangsung nanti"kata Anna memberikan syarat.
"Ah itu mah gampang, pokoknya janji ya gue dikenalin sama si doi"kata Melisa seraya melangkah menuju mejanya karena bel sudah berbunyi.
Anna mengangguk saja menyuruh Melisa untuk melihat kedepan.
Sejujurnya Anna merasa tidak enak pada Melisa karena sepertinya dirinya tidak bisa memperkenalkan gadis itu pada Al, dirinya bahkan mungkin tak akan bisa bertemu dengan Al karena pulang sekolah dirinya harus les.
Les nya tidak boleh ditinggal karena Anna tak ingin ibunya marah lagi.
Anna jadi merasa sangat jahat pada Melisa karena dirinya ingkar janji.