Millisanna

Millisanna
Bab 64



Final. Akhirnya Anna sampai ke final setelah melakukan banyak pertandingan hari ini, sedikit bisa menghela nafas karena final diadakan besok.


Anna pun membereskan barang-barangnya hendak pulang dengan Melisa yang sedari tadi membicarakan jika mereka sebelum pulang mereka harus mampir makan dulu karena gadis itu sangat lapar dan juga dalam merayakan Anna yang melaju ke final.


"Kita harus makan yang bisa menambah stamina dan powernya Anna biar besok dia menang!"kata Melisa semangat.


Milan yang menanggapi hanya mengangguk-angguk saja. "Iya biar nanti Anna bisa berubah jadi power ranger"kata Milan menanggapi dengan candaan.


Melirik sebal Milan Melisa merasa dirinya tidak akan pernah cocok dengan laki-laki yang kebanyakan bercanda itu, Milan menyebalkan.


Anna terkekeh saja melihat Melisa yang merajuk itu. Melihat barang-barangnya sudah dimasukan semua tanpa ada yang tertinggal Anna pun berniat untuk pulang.


"Anna mau kemana?! Sebentar lagi finalnya!"seru salah satu pelatih tim ekskul bela diri SMA Arya yang setahu Anna menjadi juri dipertandingan ini.


Anna mematung kebingungan dan ketua ekskul juga Bisma langsung maju untuk mempertanyakan soal jadwalnya mendadak ini, pasalnya mereka takut Anna sudah sangat kelelahan setelah pertandingan yang panjang.


"Pak kok rubah gitu?! Anna habis bertanding banyak lho! 9 pertandingan menang terus, lalu final?!"tanya Nadine sang ketua ekskul.


"Sebentar, kenapa harus kelas Anna yang finalnya dimajuin?! Kenapa gak saya aja atau yang lainnya gitu?!"tanya Bisma benar-benar tidak paham.


"Profesional dong kak, pertandingan kayak gini kan emang banyak plot twist nya, kak Bisma sendiri udah pengalaman kan soal pertandingan dadakan kayak gini?"kata Alsa ikut dalam pembicaraan seraya bersiap untuk bertanding karena dirinya memang masuk final yang sedang diributkan sekarang.


Anna dan Alsa memang berada di kelas yang sama, kelas yang memiliki banyak pesertanya, Anna yang tidak beruntung yang mendapat nomor yang membuatnya harus mengalahkan setengah dari pesertanya agar bisa masuk final sedangkan Alsa sangat beruntung karena hanya melakukan dua pertandingan karena nomornya, yang harusnya tiga pertandingan tapi satu lawan terakhirnya mengundurkan diri otomatis Alsa masuk final dengan mudah.


Nadine dan Bisma melirik tajam junior mereka itu, tidak tahu jika Alsa akan semenyebalkan ini.


"Benar kata Alsa kalian terlalu berlebihan, sebaiknya suruh Anna untuk kembali pemanasan"kata pelatih pada Bisma dan Nadine yang akan kembali menjadi official Anna dan para pelatih akan menjadi official Alsa.


"Anna nya udah langsung turun noh Bisma"kata Rio menginterupsi menunjuk pada Anna yang tadi terburu-buru turun tribun untuk melakukan pemanasan kilat karena tadi gadis itu bahkan sudah melakukan pendinginan.


Nadine dan Bisma pun gelagapan bergegas bergabung dengan Anna disana memastikan anak itu pemanasan dengan baik dan siap bertanding.


Nadine langsung pergi namun Bisma urung dan menatap Alsa tajam dengan gestur dirinya akan mengawasi Alsa dengan kedua jarinya yang menunjuk mata lalu Alsa disana.


Alsa mendengus tidak termakan provokasi Bisma itu. "Gue akan buat taruhan"kata Alsa membuat mereka yang mendengarnya terkejut tak habis pikir dengan Alsa, harusnya tidak perlu sampai membuat taruhan seperti ini bukan.


Azriel yang ditatap Alsa itu hanya diam saja tidak peduli dengan cewek yang menurutnya banyak drama itu.


"Kalo gue menang gue dapet ciuman dari Lo Azriel!"kata Alsa serius menunjuk Azriel.


Orang-orang yang mendengarnya semakin syok dan tak menyangka Alsa seberani itu, mereka pun sontak melihat kearah Azriel yang seperti biasa sangat tenang disana.


Yang heboh kali ini adalah Milan dan Melisa mengutarakan pendapat mereka yang keberatan.


"Tunggu sebentar Lo suka sama Azriel?! Kok gini sih cara Lo?!"kata Melisa tak terima karena dirinya meyakini jika Azriel harus dengan Anna bukan cewek yang lain titik.


"Ini pertandingan Lo kenapa bawa-bawa Jiel?!"seru Milan benar-benar tidak terima, sahabatnya itu masih suci, tidak akan dirinya biarkan Azriel mencium seseorang sebelum waktunya apalagi dirinya sangat keberatan jika Azriel harus mencium orang seperti Alsa itu.


"Oke, kalo gitu semangat"kata Azriel santai bahkan sampai menyemangati Alsa semakin membuat orang-orang disana syok sedangkan Alsa kegirangan karena dirinya mendapat semangat dari sang pujaan hati.


Alsa pun dengan semangat menuruni tribun meyakini jika dirinya pasti menang mudah karena lawannya adalah Anna, sudah sangat kelelahan ditambah ini pengalaman pertama cewek itu bertanding dipertandingan resmi membuat Alsa semakin percaya diri karena dirinya sudah memiliki banyak pengalaman bertanding dipertandingan resmi.


"Anjir kok Lo tanggepin sih?!"tanya Milan gelagapan menggoyangkan tubuh Azriel kalut.


Azriel mengedikkan bahu tidak peduli. "Tuh cewek gak akan menang"kata Azriel sangat yakin karena Anna lebih hebat dari kelihatannya.


***


Anna menghembuska nafasnya menenangkan diri, ini pertandingan terakhir dan jika menang dirinya akan mendapat mendali emas, selangkah lagi untuk membuat ibunya bangga pada Anna maka dari itu dirinya harus menang.


"Semangat Anna Lo bisa!"semangat Nadine yang menjadi official nya disamping Bisma.


"Inget Lo gak cape, beneran Lo bener-bener gak cape! Percaya sama gue Lo itu baru selesai mandi pagi mau berangkat sekolah jadi tenaga Lo masih penuh!"kata Bisma dengan perumpamaan yang membuat Nadine tak habis pikir dengan teman satu angkatannya itu.


Anna mengangguk saja dan berjalan menuju tengah gelanggang saat namanya dipanggil.


"Gue ragu Lo punya banyak tenaga pas bangun pagi, yang ada Lo males kali"komentar Nadine untuk perkataan Bisma itu.


"Ya emang tapi kan gue ngomongin si Anna dih"sebal Bisma mengabaikan Nadine dan berhasil membuatnya mendapat toyoran kasar dari Nadine yang sebal dengan Bisma.


Beralih ke Anna, Anna memberi hormat pada para juri dan wasit juga lawannya kali ini yang adalah Alsa disana.


Berjabat tangan atas perintah wasit Alsa mencengkram kuat tangan Anna.


"Gue yang akan menang"kata Alsa dengan seringaian percaya dirinya.


Anna mengangguk saja dirinya pun tak berniat untuk kalah.


"Pasang!"aba-aba wasit pada para pemain.


Menghembuskan nafasnya Anna siap untuk menjadi juara.


Gong!


Seperti yang diduga Anna Alsa menyerangnya dengan teknik andalannya tendangan miringnya yang mengenai Anna telak karena dirinya sedikit terlambat.


Poin untuk Alsa.


Melisa dan Milan mendesah kesal secara bersamaan ditempat mereka menonton karena Alsa mendapatkan poin.


"Anna Lo harus menang pokoknya!!"seru Milan benar-benar tak ingin sahabatnya harus kehilangan kesucian bibirnya jika harus mencium Alsa.


"Anna semangat!!"seru Melisa ikut menyemangati Anna.


Azriel sendiri menonton dengan tenang ditempatnya, dirinya tidak perlu khawatir karena ia yakin Anna akan menang.


Ayolah Azriel sudah melihat bagaimana kemampuan Anna yang asli yang bahkan bisa melawan para pemburu liar yang memakai senjatanya jadi ini akan mudah untuk Anna.


Anna berpikir cukup segini saja dirinya kehilangan poin, selanjutnya tidak akan ada lagi, dan Anna berpikir untuk menyelesaikan pertandingan ini secepatnya karena jujur saja rasa lelahnya mulai terasa.


Waktunya membalas.


Menghindari serangan Alsa dengan mudah dan langsung menyerang dengan tendangan miring seperti yang dilakukan Alsa tadi.


Bruk.


Alsa sampai dibuat mundur lantas terjatuh karena serangan Anna itu, dirinya terkejut Anna bisa bergerak bagus seperti itu.


Para penonton bersorak meriah karena ternyata pertandingan mereka adalah satu-satunya pertandingan yang sedang berlangsung.


Alsa dibuat kesal dirinya tidak terima dipermalukan oleh Anna yang tidak memiliki pengalaman itu.


Pertandingan kembali dimulai satu sama lain saling menyerang dengan beragam serangan, pukulan, tendangan, bahkan bantingan.


Bruk.


Untuk kesekian kalinya Alsa terjatuh ke gelanggang karena Anna berhasil membantingnya.


Serangan Alsa tidak ada yang membuahkan poin dan Anna selalu mendapatkan poin untuk setiap serangannya.


Alsa jadi benar-benar berang, emosinya sudah memuncak dirinya harus membalas Anna bagaimana pun caranya.


Kali ini Anna yang menyerang duluan dengan tendangan samping dan Alsa sengaja telat menghindar untuk menyerang kaki tumpuan Anna dengan menendangnya keras sampai Anna terjatuh.


Bruk.


"Pelanggaran!!"seru Bisma tak terima pada wasit dan juri karena menilainya sebagai jatuhan dan memberikan poin untuk Alsa.


"Akh!"ringis Anna saat kakinya itu benar-benar terasa sakit.


Melihat Anna yang meringis kesakitan disana menyeringai puas. Ayo lanjutkan rasa sakitnya dan Alsa akan menang dengan mudah.


"Bagaimana masih lanjut?"tanya wasit memeriksa kondisi Anna.


Anna mengangguk bangkit dirinya tidak terima kalah seperti ini, apalagi ini adalah langkah terakhirnya untuk membuat ibunya bangga.


Alsa berdecak sebal saat melihat Anna kembali bangkit dan melanjutkan pertandingan. Harusnya cewek itu menyerah saja dan biarkan dirinya mendapatkan ciuman dari Azriel.


Gong!


Pertandingan dimulai kembali keduanya saling menyerang karena dikejar waktu yang kian menipis.


Alsa terdesak oleh waktu juga Anna yang senantiasa menyerang membuat Alsa kewalahan, semakin membuat Alsa kekesalannya diujung batasnya, dirinya ingin membuat Anna kalah.


Duak!


Prit prit!


Tidak mengindahkan peringatan Alsa tetap menyerang Anna yang menghindarinya. Keduanya dipisahkan oleh wasit dan Alsa pun mendapat peringatan karena Alsa menyerang wajah Anna yang mana itu dilarang.


Tes.


Setetes darah keluar dari hidung Anna membuat Anna sontak menutupnya dengan tangannya dan menyekanya dengan pakaiannya.


Alsa bahkan tidak merasa bersalah sedikit pun atau memberikan tatapan bersalah saat melihat Anna diperbolehkan oleh wasit yang ikut membantu Anna menghentikan pendarahan di hidungnya oleh Nadine.


Melihat ke arah para pelatih yang menjadi official melihatnya dengan tatapan tajam Alsa tetap tak merasa bersalah karena menurutnya Anna pantas mendapatkannya karena cewek itu membuatnya kesal.


Anna bergegas kembali ketengah gelanggang karena jika terlalu lama bisa-bisa dirinya didiskualifikasi.


Pertandingan kembali dimulai dan Alsa bukannya bermain dengan hati-hati karena telah mendapat pelanggaran gadis itu malah semakin brutal menyerang Anna mengabaikan peraturan.


Anna sendiri yang menduga Alsa sudah kalap itu pun dengan tenang menghindari semua serangan Alsa dan begitu dirinya melihat peluang ia pun balik menyerang dan membanting Alsa membuatnya mendapatkan poin yang menjadikannya seorang pemenang.


Bruk!