
Azriel berangkat sekolah seperti biasa.
Berjalan melangkah memasuki kawasan sekolah setelah memarkirkan motornya diikuti Milan yang berjalan disampingnya.
"Gue duluan"kata Milan berbelok masuk kedalam kelasnya.
Azriel mengangguk saja dan melanjutkan langkahnya menuju kelasnya. Menaruh tas dan duduk dikursinya Azriel melirik kursi yang kosong disebelahnya itu lantas mengalihkan pandangannya keluar jendela menatap kearah lapangan karena ia membenci langit.
Dan dirinya tidak peduli dengan gadis itu.
***
Jam istirahat berbunyi dan gadis itu tidak muncul-muncul membuat Azriel mulai memikirkan kemana gadis itu.
Apa Anna sakit?
"Hei Azriel Lo tau Anna kemana? Dia gak masuk tanpa keterangan tau"kata Melisa yang datang bersama Mutia ke meja Azriel.
"Kenapa Lo tanya gue?"kata Azriel sewot seraya bangkit pergi meninggalkan kelas.
Melisa dan Mutia pun terdiam. "Benar juga, kenapa kita nanya ke dia?"tanya Mutia bingung.
"Enggak, emang harus nanya dia karena terkahir kali gue liat kemarin tuh orang bawa Anna pergi pas pulang sekolah"kata Melisa serius.
"Eh iya gitu?"kaget Mutia karena setahunya kemarin Aldres bahkan menjemput Anna dan dirinya sempat bertegur sapa dengan calon iparnya itu.
***
Azriel merasa tidak tenang, dirinya terus menerus menatap layar ponselnya yang memperlihatkan aplikasi chat dengan Anna. Ia ragu untuk mengirimkan pesan untuk gadis itu.
Namun keraguannya ia tepis begitu saja dan langsung ia menuliskan pesan pada gadis itu.
^^^Kenapa kau tidak sekolah?^^^
Azriel melihat ragu-ragu pesan yang telah terkirim itu melihat jika gadis itu sedang aktif dan sedang mengetik membuat Azriel merasa sedikit lega.
Millisanna 10-1
Aku tidak enak badan, makanya aku tidak pergi sekolah
Azriel menghela lega membaca balasan dari Anna itu walau sedikit merasa bersalah karena mungkin karenanya gadis itu menjadi jatuh sakit.
Millisanna 10-1
Kamu lagi apa?
Azriel melihat pesan yang kembali dikirimkan gadis itu sedikit mengernyit heran karena gadis itu terlihat ingin melanjutkan pembicaraan mereka. Tidak biasanya.
Walau begitu Azriel tetap membalasnya.
^^^Gue disekolah, lagi istirahat^^^
Millisanna 10-1
Benarkah? Kalau begitu nikmati waktu istirahatmu, nanti aku akan mengirimkan chat setelah kau pulang
Azriel tersenyum membaca pesan itu, dirinya merasa senang karena sepertinya Anna tidak marah padanya.
Karena jujur saja ia menyesal telah mengatakan hal yang menyakitkan kemarin pada gadis itu. Dirinya terlalu memikirkan diri sendiri maka dari itu ia melampiaskan semuanya pada gadis yang bahkan tidak mengetahui apa-apa itu.
Mendengar cerita Aldres dikatakan jika ii yang kabur saat itu bahkan mengalami hal yang mengerikan dan berakhir melupakannya, harusnya ia menerimanya jika ii nya telah melupakannya karena hal mengerikan itu bukannya malah marah dan mempertanyakan tentang janji ii yang dijanjikan padanya.
Padahal dirinya yakin jika ii tidak mengalami hal mengerikan itu mereka tidak akan serumit seperti ini dan mungkin saja mereka sedang hidup bahagia bersama sekarang.
Azriel merebahkan tubuhnya di lantai rooftop meringkuk ke samping karena ia benci langit biru.
Ia mengutuk takdir yang mempermainkan kehidupannya juga ii atau mungkin kita sebut saja Anna.
Tidak tahu kesalahannya ada dimana tapi Azriel benar-benar ingin hidup bahagia dan damai bersama Anna. Tapi takdir benar-benar mempermainkan mereka.
"Aku akan meminta maaf pada Anna nanti dengan segera"gumam Azriel seraya menutup matanya dengan menggenggam ponselnya yang menampilkan nama kontak Anna yang telah ia rubah menjadi 'mine'.
***
Aldres menunggu dibelokan jalan yang mengarah kerumah Anna memastikan jika gadis itu telah berada dirumahnya. Karena sejak kemarin sampai sekarang gadis itu tidak membalas pesannya walau gadis itu sedang online.
Brum.
Aldres melirik pada orang yang lewat itu dan kembali memundurkan motornya untuk tersenyum miring padanya.
Aldres sendiri menaikkan sebelah alisnya sebal saat menyadari orang itu adalah adik perempuan Anna yaitu Sarah.
"Lo pacarnya tuh orang yang mana? Yang kesatu apa kedua?"kekeh Sarah sarkas.
"Apa masalah Lo sialan?!"kesal Aldres benar-benar merasa kesal.
Sarah terkekeh saja melihat kemarahan laki-laki yang ia duga sebagai pacarnya Anna itu.
"Yah paling Lo yang kesekian karena tuh orang emang ja**ng"kata Sarah santai.
"Lo sialan!!"murka Aldres akan menghajar Sarah karena mulutnya benar-benar minta dihajar.
"Santai aja kali, karena buktinya dia emang ja**ng kan? Dia itu pembawa masalah tau gak sih Lo, karena dia gak pulang-pulang sampe sekarang gue yang jadi pelampiasan amukan mama gue padahal tuh orang yang selalu dimarahin"kesal Sarah.
Aldres sendiri mematung ditempatnya. Apa katanya? Anna belum pulang dari kemarin?
"Hei paling juga Lo habis nges** sama dia kan jadinya nyampe sekarang belum pulang-pulang karena Lo terlalu bersemangat"kekeh Sarah santai sekali mengatakan hal semacam itu.
Aldres menatap tajam cewek gila didepannya itu. Dirinya akan membuat urusan dengan cewek gila itu nanti setelah ia menemukan Anna. Karena ia merasakan firasat buruk.
***
Azriel sampai kerumahnya dan langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Selesai mandi dan berpakaian ia memeriksa ponselnya dan mendapati Anna kembali mengiriminya pesan seperti yang dikatakan gadis itu tadi disekolah jika dirinya akan kembali mengiriminya pesan.
Mine
Kau sudah pulang? Bagaimana disekolah? Menyenangkan?
Azriel merasa asing dengan pesan yang dikirimkan Anna itu tapi dirinya tetap akan membalasnya namun tertahan karena nomor bawahannya yang ia suruh mengantar Anna pulang menelponnya.
Azriel pun mengangkat panggilan itu dan dirinya mengernyit karena orang yang menelponnya itu memiliki suara yang berbeda dan kalimat orang itu membuat Azriel menegang.
"Selamat sore dengan atasannya tuan Ravi? Saya perawat dari rumah sakit ingin memberitahukan jika tuan Ravi kecelakaan dan sedang dirawat intensif dirumah sakit kami, jika anda berkenan kami mohon anda untuk datang karena nomor anda adalah nomor terakhir yang melakukan hubungan dengan tuan Ravi"
Panggilan berakhir dan Azriel mendadak lemas. Melihat ke aplikasi chat nya dengan Anna, Azriel merasakan firasat buruk.