
Begitu helikopter mendarat dengan selamat Anna bergegas membuka pintu disebelahnya dan turun dengan membawa tas besar yang berisi peralatannya.
"Kenapa kau yang kesini sialan?!"
Mengabaikan Azriel yang mendekatinya dan memarahinya itu. "Kenapa kau sangat menyebalkan? Aku sendiri yang akan mengoperasi ibu kedua anak itu maka dari itu aku akan memeriksanya sendiri"kata Anna cuek menjawab perkataan Azriel.
Azriel menggeram kesal, kenapa gadis dokter itu begitu sangat sulit diberitahu.
Tidak perlu sampai gadis dokter itu yang kemari langsung, bisa dokter lain yang datang dan gadis dokter itu bisa mempersiapkan diri untuk mengoperasi di rumah sakit tidak perlu sampai seperti ini yang mungkin saja akan membuat gadis itu kelelahan.
"Hei kamu, dimana rumahmu?"tanya Anna sepenuhnya mengabaikan Azriel dan bertanya pada bocah laki-laki yang ada disebelah Azriel itu.
"Disana dokter"dengan semangat Firman menunjuk kearah rumahnya dan bergegas sedikit berlari menunjukkan jalannya.
Anna pun melihat pada kedua perawat laki-laki yang menemaninya itu memberikan gestur untuk segera mengikutinya yang diangguki oleh keduanya pergi meninggalkan Azriel yang masih merasa kesal dengan Anna itu.
"Tuan, ada masalah?"tanya pilot yang ikut keluar bersama dengan beberapa kru-nya yang berjumlah 3 orang yang salah satu dari mereka adalah co-pilot nya.
"Bukankah aku sudah menyuruh Ravi untuk menyuruh dokter lain yang ikut kalian? Kenapa malah cewek itu sendiri yang datang?!"kesal Azriel marah pada mereka yang juga adalah bawahannya itu.
Keempat orang itu hanya bisa diam karena mau menjawab pun bagaimana mereka tidak bisa berkutik pada kemarahan sang tuan.
"Ah terserahlah! Akan ku marahi Ravi nanti. Kalian persiapkan tandu untuk membawa pasien"kata Azriel memerintahkan orang-orangnya itu seraya dirinya berjalan menuju rumah Firman.
Keempat orang itu mengangguk dan bergegas melakukan apa yang disuruh oleh tuan mereka itu.
Azriel melangkah santai menuju rumah Firman yang dikerumuni oleh orang sedesa yang mungkin saja penasaran dan sudah menjadi tradisi dinegara ini jika pastinya ada suatu hal orang-orang akan berkumpul karena penasaran.
Orang-orang yang berdiri dibelakang yang menyadari sosok Azriel pun menepuk pundak orang didepannya begitu seterusnya sampai Azriel memiliki jalan untuk dirinya lewat dan masuk melihat kondisi.
Terlihat Anna dan kedua perawat itu sangat serius memeriksa dan menangani ibu dari Firman itu.
Dari ekspresi wajah Anna dan begitu kedua perawat laki-laki disana bisa dipastikan jika kondisi ibu bocah itu memang cukup parah atau mungkin sangat parah.
"Ini beneran keterlaluan gak sih?"keluh salah satu perawat disana yang sedang memasang infus untuk pasien.
"Ini bahkan udah termasuk mukjizat dia masih hidup"bisik perawat lain pada rekannya itu karena benar-benar pasien dihadapan mereka ini mendapati masih bernafas itu sudah seperti keajaiban.
"Seperti yang diduga saat mendengar jika perut pasien semakin membesar dengan memar ungu, sepertinya tulang rusuknya patah dan sepertinya melukai beberapa organ didalam tubuhnya"kata Anna setelah memeriksa kondisi pasien.
Pasien bahkan memiliki hipertensi dan nafasnya yang tidak normal membuat pasien memang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien bahkan sudah kehilangan kesadarannya.
"Kita bawa ke rumah sakit sekarang"kata Anna pada kedua perawat laki-laki itu yang mengangguk mengerti mempersiapkan pemindahan pasien.
Melihat ke ambang pintu rumah diantara orang-orang desa yang datang berkumpul untuk melihat ada Azriel disana bersama dua orang kru helikopter yang siap dengan tandu mereka.
Memberikan gestur menyuruh mereka untuk membawa pasien karena mereka telah siap untuk memindahkan pasien.
Keduanya pun melangkah masuk dan membatu kedua perawat laki-laki memindahkan pasien dengan Anna yang juga ikut memperhatikan keadaan masker oksigen dan infus yang dipasangkan pada pasien.
"Beri jalan!"seru kepala desa pada warganya kala melihat para petugas kesehatan itu siap untuk membawa salah satu warganya itu.
Azriel sendiri hanya diam memperhatikan dan tidak jauh-jauh dari Anna yang sangat serius itu.
Memperhatikan dan membantu menaikkan pasien kedalam helikopter yang khusus yang digunakan tenaga medis untuk membawa pasien itu.
Mereka berhasil menaikkan pasien begitu juga anak pasien yang Azriel naikkan kedalam helikopter yang diangguki oleh para kru yang tadi sudah diberitahu jika mereka akan mendapatkan penumpang tambahan selain pasien.
"Kenapa? Kau bagaimana?"tanya Anna tiba-tiba pada Azriel setelah mengamankan pasien. Bingung melihat Firman yang dimasukkan kedalam tim helikopter itu.
Azriel menaikkan sebelah alisnya sedikit terkejut ditanyai oleh gadis dokter itu. "Aku? Aku akan kembali ke rumah sakit dan sejujurnya sulit membonceng seseorang menggunakan motor trail dan dengan medan yang benar-benar sangat berbahaya"kata Azriel santai seraya mengedikkan bahu.
Anna merasa aneh kala mendengar jawaban Azriel itu, entah kenapa perasaannya jadi tidak enak. Laki-laki itu tidak akan jatuh ke jurang kan nanti saat perjalanan kembali.
"Kau akan selamat kan?"tanya Anna.
Lagi Azriel menaikkan sebelah alisnya terkejut namun setelahnya terkekeh kala mengetahui apa yang dimaksud dari pertanyaan gadis dokter itu. Anna khawatir padanya.
"Tentu saja, kau kira aku ini siapa?"tanya Azriel tidak habis pikir.
Anna menatap Azriel dengan serius. "Aku pegang janji mu dan akan menunggu, jika kau beneran jatuh kejurang aku tidak akan membantumu mengembalikan ingatan mu yang hilang"kata Anna serius.
Azriel benar-benar terkekeh sekarang, gadis dokter itu benar-benar sangat lucu.
Mengangguk saja seraya tersenyum Azriel menyanggupi perkataan Anna itu. "Aku akan datang untuk menagih janjimu"kata Azriel seraya tersenyum mengangguk pada pilot helikopter lantas menutup pintu helikopter dan baling-baling helikopter itu pun perlahan berputar dari perlahan dan semakin cepat.
Azriel berjalan mundur menjaga jarak memperhatikan helikopter yang mulai mengudara itu membawa ibu firman bersama dengan para petugas medis berikut dengan Anna.
"Waktu nya kembali"kata Azriel santai berbalik dan akan kembali ke rumah sakit.