Millisanna

Millisanna
Bab 33



Anna sudah memutuskan memberikan sebuah gelang dengan bandul berbentuk bunga pada Michelle untuk meminta maaf.


Ia pun di jam istirahat dirinya memberanikan diri berjalan menuju meja Michelle dan memberikan bungkusan kecil berisi gelang tanda permintaan maafnya itu.


"Michelle ini, ini sebagai tanda permintaan maaf Anna karena kemarin"gugup Anna menaruh bingkisan kecil itu dihadapan Michelle.


Michelle yang melihatnya menaikkan sebelah alisnya lantas menerimanya dan membukanya. Tersenyum cantik gadis itu langsung memakainya dan memamerkannya pada Anna meminta pendapat apa dirinya pantas memakainya.


"Gimana bagus gak?"tanya Michelle.


Anna mengangguk antusias membenarkan jika Michelle cocok menggunakan nya. Lagipun Michelle cantik, memakai apa saja pasti akan pantas juga cocok untuk gadis itu.


Masih tersenyum cantik Michelle berterimakasih. "Makasih banyak, bakal gue pake tiap hari"kata Michelle tak sabar.


Anna yang mendengarnya hanya bisa merasa lega dan sangat senang.


"Permisi, kita-kita cari Anna"seru seseorang dari ambang pintu kelas membuat beberapa pnghuni kelas yang belum pergi pun melihat pada 3 orang laki-laki dari kelas lain itu.


Anna yang merasa namanya disebut pun membalikkan badannya dan melihat disana ada tiga laki-laki yang menjadi kelompoknya saat kemah.


Jihan dari kelas 11-6 dan Indra juga Saman dari kelas 11-2.


Ketiga laki-laki itu dipimpin Jihan memasuki kelas Anna dengan diikuti bisikan dari beberapa siswi kelasnya yang membicarakan Jihan.


Jihan sedikit terkenal dikalangan masyarakat SMA Arya, tak seterkenal Azriel dan Milan namun anggota band sekolah itu yang menjadi drummer itu cukup terkenal dan memiliki banyak penggemar.


"Kalian? Ada apa?"tanya Anna saat ketiganya sampai didekatnya.


Jihan tersenyum seraya memberikan sebuah pass card dengan gambar maskot Dufan pada Anna.


"Nih, hari Minggu minggu ini kita ke Dufan, semua anggota kelompok kita pas kemah setuju bakal dateng"kata Jihan.


"Ayo Anna ikut aja, mumpung gratis, raja gratisan kita akhirnya insyaf dan ngebayarin kita gratis naik semua wahana yang ada di Dufan"kata Saman si laki-laki berisi.


"Terima aja mubadzir lho"tambah Indra.


"Putri bilang kalo Lo gak ikut dia juga gak mau ikut"kata Jihan masih mengulurkan tangannya menyodorkan kartu pass tersebut menyebutkan cewek temen sekelasnya itu yang menjadi teman sekelompok mereka juga saat kemah.


Anna menatap kartu tersebut dengan ragu lantas ia terima dengan ragu-ragu kartu tersebut dan mengangguk jika dirinya ikut.


Ketiga laki-laki itu tersenyum senang, Indra yang sedari tadi menenteng paper bag pun bergegas memberikannya pada Anna.


"Gue lupa, ini buat Lo, sorry gak jengukin lo pas Lo masuk rumah sakit"kata Indra merasa bersalah.


Anna tersenyum menggeleng tidak masalah dan berterimakasih atas perhatian laki-laki itu.


"Gue juga minta maaf gak jengukin lo, nih gue kasih jajanan gue"kata Saman ikut-ikutan sambil memberikan salah satu chiki ukuran sedang dari beberapa jajanan miliknya.


"Apaan dah gak modal, nih dari gue, gue juga minta maaf karena gak jengukin lo"kata Jihan memberikan paper bag yang dibawanya juga pada Anna.


Anna tersenyum tertawa kecil sangat berterimakasih atas kebaikan mereka semua.


"Makasih banyak"kata Anna senang.


"Sama-sama"kata ketiganya serempak dan yang paling semangat adalah Saman yang mana menjadikannya mendapat tabokan sebal dari Indra.


"Kalo kita balik, jangan lupa ya hari Minggu Minggu ini jangan salah lho, nanti hangus mubadzir gue"kata Jihan mengingatkan sembari memperingati.


Anna yang mendengarnya tersenyum terkekeh mengangguk mengiyakan jika dirinya akan ingat.


Setelah kepergian ketiga laki-laki itu Anna berbalik untuk kembali mengobrol dengan Michelle namun dirinya melihat gadis itu hendak ke kantin karena diajak yang lain.


"Oh Anna mau ikut ke kantin?"ajak Michelle.


Lantas dirinya hanya bisa menggeleng tersenyum mempersilahkan Michelle dan yang lainnya pergi ke kantin.


"Apaan sih sombong, kok Lo mau-maunya deket sama dia sih sel"kata salah satu dari mereka saat mereka berjalan keluar kelas yang jelas-jelas didengar Anna karena kelas yang sepi.


"Gak boleh gitu, mungkin Anna gak jadi ke kantin ya gara-gara habis dapet hadiah dari cowok kelas lain"kata Michelle santai tidak merasa tidak nyaman seperti yang disangka teman-temannya.


Anna hanya memperhatikan dengan takut-takut mereka yang meninggalkan kelas itu, menghela lega saat mereka sudah pergi dirinya melihat kearah meja Melisa namun meja gadis itu telah kosong, padahal perasaannya gadis itu masih ada saat Anna menghampiri meja Michelle dan mengobrol dengan Jihan dan lainnya tapi sekarang gadis itu sudah tidak ada membuat Anna kembali ke mejanya dan berpikir tidak akan pergi ke kantin.


Kelompok Michelle pun masih membicarakan Anna diperjalanan mereka ke kantin.


"Ganjen banget gak sih dia? Dia udah mulai sok gak sih, udah deket sama Azriel sekarang Jihan juga diembat sama dia"kesal salah satu dari mereka.


"Iya nih, gue jadi nyesel pernah merasa kasihan pas liat tuh cewek dibully sama Vanessa, nyatanya Vanessa ngelakuin hal bener dengan ngebully tuh cewek yang nyatanya emang ngeselin"sahut yang lain.


"Siapa Vanessa?"tanya Michelle tiba-tiba membuat obrolan mereka tiba-tiba terhenti karena mendadak mood mereka untuk bergosip hilang begitu saja dan mengubah topik.


Mereka memasuki area kantin yang ramai oleh pengunjung, mereka sepakat hari ini akan memakan mie goreng karena mereka sedikit tidak lapar.


Berjalan menuju penjual mie goreng salah satu dari mereka menunjuk pada satu arah membuat yang lainnya ikut fokus pada arah yang ditunjuk teman mereka itu.


"Itu si Melisa kan? Sejak kapan tuh cewek akrab sama Azriel juga Milan?"tanyanya pada teman-temannya.


"Dahlah malesin, lagian gue gak mau cari masalah sama Melisa karena gue denger bokapnya jaksa terkenal"sahut yang lainnya menghentikan pembicaraan mengenai Melisa yang duduk anteng di meja khusus Azriel dan Milan bersama kedua laki-laki tersebut.


Lain Michelle, dirinya malah menatap sebal juga tajam pada cewek yang ia sebut gatel itu karena berani-beraninya terlihat sok akrab sampai merebut sesuatu yang sedang dipegang oleh Azriel itu dan terlihat mengobrol dengan asik disana.


Cih banyak banget penggangu gak guna, batinnya kesal.


***


Azriel dan Milan yang sedang menikmati memakan batagor mereka itu sambil menatap pass card Dufan yang Azriel dapatkan dari hadiah game saat acara kemah itu harus dikejutkan oleh Melisa yang tiba-tiba duduk dengan tidak santai dihadapan mereka dimeja khusus mereka.


"Apaan sih–"belum sempat Milan menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Melisa yang merebut pass card tersebut dari tangan Azriel dan mulai mengomel.


"Nyebelin! Gue kesel nih sama pass card ini! Kok cuma gue yang gak dapet, Anna dapet Lo juga dapet!"sebal Melisa mengembalikan pass card itu pada pemiliknya dengan tidak santai.


Milan memutar mata malas melihat tingkah gadis dihadapannya ini. "Ya Azriel kan dapet hadiah dari game di acara kemah itu bego"sebal Milan.


Melisa yang dijelaskan pun memajukan bibirnya merajuk. "Tapi kan gue juga mau, Anna aja dapet masa gue enggak"pundung Melisa.


"Anna dapet?"tanya Azriel.


Melisa mengangguk mengiyakan. "Hu'uh hari Minggu minggu ini"


Milan jadi melirik Azriel. "Lo kasihin pass card lebih nya ke Anna apa?"tanya Milan langsung.


Mengingat jumlah anggota kelompok Azriel ganjil sedangkan hadiah yang disiapkan berjumlah genap membuatnya sisa satu. Dan tanggal yang ditentukan sama seperti dengan harinya Anna pergi.


"Gak mungkin lah orang yang megang si Vanessa"kata Azriel.


"Anna dikasih sama temen sekelompoknya pas kemah, mereka semua bakal pergi bareng-bareng"iri Melisa sembari memakan kwetiau gorengnya.


"Ya Lo tinggal pergi juga hari Minggu, sendiri"kata Milan tak habis pikir.


Seolah mendapatkan pencerahan Melisa menjentikkan jarinya mengapresiasi ide Milan. "Ide yang brilian, gue jadi percaya kalo Lo dapet rangking diatas gue"kata Melisa senang langsung mengeluarkan ponselnya dari saku dan akan meminta sang ayah untuk mengurus keinginan nya ini.


"Dan Lo harus ikut, temenin gue"kata Melisa tersenyum lebar menunjuk Milan.


Milan yang menjadi korban pun hanya bisa menghela mengangguk saja. Setidaknya liburan gratis masa ditolak.