
Anna tidak percaya jika dirinya akan melihat sosok anak kecil itu saat ini dengan sangat jelas. Bocah laki-laki yang dipertemukan dengannya saat dulu Anna tidak tahu jika dirinya diculik dan bocah laki-laki itu juga diculik dan lebih lama darinya.
Dan yang paling penting adalah bocah laki-laki itu adalah Alfha atau Alfhazriel teman sekelasnya saat SMA dulu yang baru Anna tahu saat insiden mengerikan waktu dulu yang mengakibatkan 'kematian' Azriel dan mulainya kemalangan berlipat-lipat ganda Anna.
"Tidak lelah berdiri terus? Kau bisa duduk"ucap bocah laki-laki itu pada Anna saat melihat Anna hanya diam berdiri melamun.
Anna berkedip terkejut sendiri tersadar dan patuh mendekati si bocah laki-laki dan duduk disebelahnya.
Anna terjengit sendiri merasa gugup saat Azriel kecil menatapnya dengan penuh dan hanya diam saja membuat Anna bingung.
"Anu ada sesuatu yang–"
Azriel kecil menggeleng membuat Anna semakin kebingungan.
Namun Azriel kecil tiba-tiba tersenyum padanya. "Wajahmu tidak berubah, ukuran tubuhmu saja yang berubah, kau masih saja cantik ii"kekeh bocah laki-laki itu kembali membaca buku nya.
Anna sendiri entah kenapa merasa memanas mendengar bocah laki-laki itu mengatakan hal semacam itu.
"Tapi kenapa kau meninggalkan ku sendirian saat itu?"
Pertanyaan dari Azriel kecil membuat Anna menegang tiba-tiba. Menunduk Anna tidak bisa menjelaskannya pada Azriel.
Karena jika dirinya menceritakannya hal memalukan yang ia alami waktu itu akan membuat Azriel mengetahuinya dan itu sangat memalukan untuk dirinya.
Memainkan tautan jarinya diatas kedua pahanya yang duduk memanjangkan kaki Anna merasa ragu namun dirinya sudah berniat untuk jujur dan mengatakan yang sebenarnya yang mungkin saja akan membuat kesalahpahaman diantara dirinya dan Azriel akan berakhir.
"Anu saat itu Anna beneran cari pertolongan buat Azriel tapi–"
Puk.
"Hm gue tau"
Anna entah untuk keberapa kalinya dirinya terjengit dan terkejut bukan main, kala lagi-lagi sesuatu membuatnya sangat terkejut.
Azriel kecil mendadak berubah menjadi Azriel versi remaja yang Anna kenal saat SMA. Bocah laki-laki imut itu sudah tumbuh menjadi remaja tampan yang sekarang menaruh kepalanya bersender pada bahunya.
"Ya gue tau semuanya, awalnya cuma teringat sebagian sebagian dan itu pun lewat mimpi buruk yang sering kali datang saat gue tidur"kata Azriel sambil menatap pergelangan tangannya yang disana meninggalkan bekas samar bekas ikatan yang begitu kuat dan membuatnya terluka saat masih kecil.
Anna sendiri baru sadar jika Azriel memiliki bekas luka seperti itu, mungkin karena saat ini laki-laki itu tidak menggunakan gelang rajut atau jam tangan yang biasa ia gunakan saat sekolah dulu.
"Gue setelah tau apa yang sebenarnya terjadi, gue bener-bener merasa paling bajingan disini apalagi gue tau nya dari rival gue sendiri yang ternyata dia juga berhubungan sama Lo"kekeh Azriel tak habis pikir.
Anna hanya diam mendengarkan perkataan Azriel remaja itu yang menurutnya seperti sedang curhat.
Melihat pada Azriel karena laki-laki itu menegakkan tubuhnya tidak lagi bersandar pada Anna dan terlihat laki-laki itu balas menatap Anna.
"Tapi gue beneran marah soal Lo yang ngira anak kecil yang Lo temui saat pertama kali dulu itu Aldres bukan gue"kata Azriel begitu serius disetiap perkataannya itu.
Anna jadi mengingat dengan kejadian sebelum dirinya yang disekap oleh wanita bermata biru waktu itu yang saat itu Azriel yang tidak pergi ke sekolah tiba-tiba muncul didepan gerbang sekolah saat waktu pulang dan membawanya dengan paksa agar mau mengikutinya.
Ya saat itu pun Anna tersadar jika dirinya melakukan kesalahan karena setelahnya Anna mengingat dengan jelas saat dirinya disekap saat itu karena suasana yang mirip dengan insiden saat kecilnya. Dan merasa sangat bersalah pada Azriel yang dari kemarahannya itu Anna bisa melihat jelas tatapan laki-laki itu saat itu sangat sedih dan terluka.
"Maaf, Anna salah"pada akhirnya Anna hanya bisa menunduk dan meminta maaf.
"Emang Lo salah tapi setidaknya Lo udah ingat yang sebenarnya. Dan itu semua sejujurnya tidak sebanding karena gue Lo selalu menderita"kata Azriel tersenyum miris menyadari dirinya lah yang paling bersalah disini.
"Sejujurnya gue gak berhak marah karena sejak awal gue lah yang bikin Lo menderita"
"Dimulai saat Lo harus diculik sama wanita gila itu, lalu hampir mati dan diperkosa diumur Lo yang masih kecil itu karena gue nyuruh Lo buat keluar cari bantuan, gak sampe situ seperti Lo dapet kutukan dari gue saat SMA Lo juga selalu dibully dan gak bahagia karena gue juga, dan paling kurang ajarnya gue malah marah sama Lo karena gak inget gue, gue ini beneran bajingan ya"kata Azriel benar-benar merasa bersalah dan begitu menyesal sampai air mata tidak sadar keluar dan dirinya menangis saking dirinya merasa sangat bersalah dan menyesal.
Hug.
Azriel merasa sedikit sesak saat Anna tiba-tiba membawanya kedalam pelukannya. Anna memeluk tubuhnya begitu erat membuat Azriel semakin merasa sangat bersalah dan tangisnya malah berlanjut.
"Disaat gue hidup tenang karena melupakan tentang Lo, Lo disini hidup begitu menderita dengan title pembunuh karena orang-orang tau gue 'meninggal' karena Lo"lanjut Azriel disela isakannya menyembunyikan wajahnya dibahu kecil Anna.
"Padahal gue hidup, gue masih hidup na! Tapi orang-orang gila itu ngebuat Lo hidup seperti di neraka hanya karena berita bohong?!"lanjut Azriel meninggikan suaranya karena dirinya benar-benar kesal.
"Udah gak apa-apa, semuanya udah beres Al, semuanya udah baik-baik aja hm?"kata Anna lembut menenangkan Azriel sambil mengusap-usap punggung bergetar Azriel karena laki-laki itu menangis.
Azriel menggigit bibirnya kuat dan meremat pakaian belakang Anna dengan sangat erat, menahan tangisnya yang rasanya Azriel ingin berteriak keras merasa sangat bersalah dan begitu berdosa pada gadis yang bahkan begitu sabar dan berhati lapang seperti Anna.
"Azriel sudah merasa bersalah, Anna juga merasa bersalah. Azriel udah minta maaf, Anna juga udah minta maaf. Semuanya udah baik-baik aja Al, Anna udah gak ada yang ganggu lagi, Anna udah hidup seperti yang Anna inginkan, Anna udah merasa bahagia"kata Anna menenangkan Azriel.
Anna tersenyum saat Azriel tiba-tiba melepas pelukannya dan menatap Anna dengan terluka saat mendengar perkataan Anna itu seolah Anna bahagia tanpa dirinya.
"Kamu bahagia tanpa aku?"tanya Azriel refleks bertanya pada Anna saking tidak percayanya.
Anna terkekeh mendapati reaksi Azriel dewasa. Ya laki-laki itu kembali berubah dan kali ini sosok Azriel dewasa yang beberapa waktu lalu muncul dan beberapa waktu ini sering kali menghabiskan waktu bersamanya.
"Kenapa? Apa Azriel gak bahagia?"tanya Anna tersenyum sambil mengulurkan kedua tangannya untuk mengusap bekas aliran air mata diwajah Azriel.
Azriel terlihat memajukan sedikit bibirnya merajuk namun terlihat malu juga karena setelahnya ia mengangguk pelan mengiyakan perkataan Anna.
Anna terkekeh saja melihat tingkah Azriel itu. "Eh sayang sekali kalo gitu, karena Anna bahagia tanpa Azriel"kata Anna menahan tawanya karena candaannya sepertinya berhasil karena mendapati reaksi Azriel yang benar-benar sangat lucu.
Azriel memperlihatkan wajah syoknya bukan main saat mendengar Anna bahagia tanpa dirinya. Apa hanya Azriel disini seorang yang begitu merindukan Anna? Bahkan disaat dirinya kehilangan ingatannya Azriel pun berusaha untuk mencari tahu kembali tentang Anna tapi si gadis nyatanya bahagia tanpa dirinya? Apa ini sebuah lelucon?!
"Apa, apa kamu udah jadian sama dokter laki-laki teman satu kampus mu itu?"tanya Azriel ragu dan sedikit tidak terima.
Anna semakin mengulum bibirnya merasa sangat lucu melihat bagaimana begitu khawatir dan tidak terimanya Azriel saat menanyakan soal dirinya memiliki hubungan dengan Ray atau tidak.
"Gimana ya–"kekeh Anna memotong perkataannya sendiri membuat Azriel semakin penasaran dan itu sangat menggemaskan karena Azriel terlihat harap-harap cemas.
"Tentu saja tidak, Anna sama Ray cuma teman dan rekan kerja"kekeh Anna merasa gemas sendiri dengan ekspresi yang diperlihatkan Azriel yang terlihat sangat menggemaskan itu saat Azriel terlihat tidak percaya namun raut kegirangan terlihat jelas disana.
"Beneran?"tanya Azriel memastikan.
Anna mengangguk mengiyakan dengan senyumannya.
Hug. Bruk.
"Hahaha"tawa Anna saat Azriel menubruknya memeluknya sampai mereka terjatuh dan berbaring diatas rumput.
"Kamu ya, udah bisa bercanda hm"kata Azriel mengeratkan pelukannya pada Anna membawa wajah gadis itu begitu menempel pada dada bidangnya.
Anna terkekeh saja merasa bahagia dan lega disaat bersamaan. Kesalahpaman mereka telah diselesaikan dan mungkin saja hidup mereka akan terus berlanjut dan pastinya akan dipenuhi kebahagiaan karena semua kemalangan dan hal-hal tidak baik semuanya telah berakhir untuk masa lalu mereka.