
Mobil Milan berhasil parkir diantara mobil-mobil lainnya yang terparkir rapi di parkiran salah satu gedung olahraga di ibukota itu.
Satu persatu dari mereka keluar dari mobil dan Melisa terkagum-kagum melihat banyak orang yang ada disana.
"Ini kompetisi nasional apa?"tanya Melisa pada kedua laki-laki yang berdiri di kanan kirinya.
Bertanya seperti itu karena diparkiran tersebut ada beberapa mini bus yang terparkir disana dengan plat nomor yang Melisa ketahui dari luar kota.
"Kayaknya"jawab Milan seadanya.
Mereka pun melangkah masuk kedalam gedung olahraga yang nyatanya didalam lebih ramai daripada diluar tadi, karena gedung itu diramaikan oleh para pendukung yang mendukung temannya yang sedang bertanding.
"Woah meriah banget"kagum Melisa, dirinya berpikir ini bahkan lebih ramai dari saat pertandingan basket yang pernah ia hadiri karena dipaksa temannya saat itu yang ingin melihat para pemain basket yang tampan.
"Tim SMA Arya mana dah? Terus Anna mana? Lagi tanding apa gak nemu gue"kata Milan celingak-celinguk mencari tim SMA nya juga sosok Anna yang menjadi alasan mereka datang kemari.
"Itu lagi tanding"kata Azriel menunjuk gelanggang ditengah sana yang ada lima gelanggang disana.
Pandangan Milan juga Melisa pun mengikuti arah menunjuk Azriel dan bertepatan dengan wasit menyebutkan Anna sebagai pemenang.
"Anna menang yeay!!"senang Melisa bertepuk tangan untuk sahabatnya.
"Itu kemenangan ke tiganya dihari ini"kata seseorang yang duduk tak jauh dari mereka yang berdiri yang ternyata adalah Rio kakak kelas mereka.
Melisa yang pernah mengobrol dengan Rio pun dengan semangat mendekati laki-laki itu dan langsung mengambil duduk disebelah laki-laki itu.
"Banyak banget menangnya, emang kalo mau juara dapet mendali itu harus berapa pertandingan?"tanya Melisa mulai mengobrol dengan Rio.
Kedua laki-laki yang datang bersamanya sepenuhnya ia abaikan dan membiarkan kedua laki-laki itu mengikutinya untuk duduk disebelahnya.
"Anna masuk ke kelas yang pesertanya selalu banyak setiap pertandingan ya jadi bisa aja hari ini tanding lebih dari lima kali"jelas Rio.
Melisa yang mendengarnya syok, Melisa saja syok apalagi Milan dan Azriel yang notabenenya mereka juga atlet walau berbeda cabang namun mereka bisa merasakan seberapa melelahkan ya itu.
"Anjir si Anna itu gak akan apa-apa?"seru Milan jadi kepikiran soal Anna yang dapat bertahan atau tidak.
Rio mengedikkan bahu bukannya tidak peduli dirinya memang tidak tahu. Tapi melihat Anna sejak pertandingan pertamanya yang sepertinya masih kuat dirinya berpikir Anna dapat bertahan.
"Anna pasti bisa! Anna semangat!!"teriak Melisa entah itu terdengar atau tidak oleh orang pemilik nama yang ternyata kembali masuk ke gelanggang untuk kembali bertanding karena gedung olahraga benar-benar sangat berisik.
Milan dan Rio pun tak kalah semangatnya menyemangati Anna yang kembali bertanding.
Azriel sendiri hanya diam menatap Anna disana, gadis itu terlihat sangat berambisi untuk menang membuat Azriel ikut merasakan gugup juga takut, takut melihat gadis itu kalah dan bisa Azriel bayangan betapa murungnya Anna nanti.
Lo bisa menang, pasti, batin Azriel memberikan semangat untuk Anna.
***
"Sudut biru menang!"
Kembali wasit mengangkat tangan Anna menandakan kemenangan kelimanya untuk hari ini. Membungkuk hormat pada lawannya dan wasit juga para juri Anna pun berjalan menghampiri Bisma yang kali ini menjadi official nya.
Seniornya itu telah menyelesaikan pertandingannya hari ini yang hanya ada dua pertandingan langsung masuk final besok membuatnya Bisma menawarkan diri untuk menggantikan pelatih mereka yang harus menjadi official untuk teman mereka yang juga sedang bertanding.
Sreek. Bruk.
Bisma terkejut melihat Anna yang terjatuh saat akan menghampirinya dirinya sontak menghampiri Anna dan memastikan Anna baik-baik saja, karena Bisma takut Anna kelelahan dan berakhir harus mengundurkan diri.
Anna sendiri terkejut karena terjatuh tersandung langkahnya sendiri, Anna terkekeh malu apalagi melihat Bisma yang kentara sekali khawatir padanya.
"Lo oke?! Ayo istirahat cepet, masih ada dua pertandingan lagi dan Lo bisa masuk final besok"kata Bisma membantu Anna berdiri bahkan memapah Anna berjalan.
Mereka kembali ke bangku penonton tempat tim mereka duduk dan memberikan semangat.
"Istirahat na, Lo hebat banget menang terus"puji ketua ekskul pada Anna yang didudukkan oleh Bisma disampingnya.
"Gak ada yang sakit? Masih kuat kan ya? Dua kali menang lagi dan Lo masuk final dan Lo menang na!!"seru Bisma memberi semangat Anna sambil memijat kaki Anna.
"Heh jangan diingetin geblek! Takutnya jadi beban!"peringat ketua ekskul menggeplak kepala Bisma.
Dan terjadilah perang antara Bisma dan ketua ekskul yang memang terkenal tidak akur sejak kelas 10 itu.
Anna hanya bisa tersenyum kikuk karena dirinya ada diantara mereka berdua, benar-benar berada ditengah-tengah mereka.
"Lagian ya perasaan Anna dapet nomer yang harusnya gak nyampe tanding sebanyak ini"kata Bisma ditengah perang mulutnya dengan ketua ekskul.
Ketua ekskul pun jadi diam karena berpikir sebentar, benar juga harusnya Anna ini jika melihat statistik dan nomer yang didapatkan Anna harusnya Anna itu hanya bertanding paling banyak 4 kali dan kalau menang semuanya ia akan langsung ke final.
Tapi kenapa ya, padahal harusnya yang banyak bertanding itu adalah Alsa memilih nomor yang melakukan banyak pertandingan tapi saat mereka tiba tadi dan diberitahu kalau Anna lah yang harus bertanding banyak.
"Hei Alsa ini beneran kan kamu gak salah? Anna yang jadi banyak bertanding bukan kamu?"tanya ketua ekskul pada Anna yang duduk disebelah Mira temannya itu.
"Kita kan tadi udah liat bareng-bareng dan emang Anna yang dapet banyak tanding kok"kata Alsa sewot.
"Kak dalam undian nomor bertanding emang keberuntungan yang main"tambah Mira ikut berkomentar.
Ketua ekskul itu mengangguk saja mengiyakan, dirinya pun pernah tidak beruntung mendapat nomor yang jika menang akan melakukan banyak pertandingan walau dirinya kalah dipertandingan ketiganya saat itu, tapi membayangkan jika dirinya masih lanjut bisa dipastikan dirinya akan bertanding sampai 10 kali untuk mencapai final.
"Anna emang lagi gak beruntung aja kayaknya kak"kata Anna meratapi nasibnya.
"Beneran gak beruntung kamu, gue aja kasian liatnya"kekeh Melisa yang muncul bersama tiga laki-laki dan dua diantaranya membuat anggota tim ekskul bela diri SMA Arya terkejut tak menyangka dengan kehadiran dua most wanted sekolah mereka itu disini.
Anna menatap kedatangan teman-temannya itu, tadi dirinya memang sempat menemukan keberadaan Rio karena Bisma sempat terlihat menyapa sahabatnya itu namun yang tak disangka adalah sosok Azriel dan Milan yang datang bersama Melisa.
"Kamu beneran gak sibuk kan ya?"tanya Anna pada Melisa memastikan gadis itu benar-benar tidak sibuk dan tidak memaksakan datang kemari.
Melisa berdecak sebal karena selalu itu saja yang dipikirkan Anna. "Enggak Anna ku sayang, gue bener-bener lowong suer deh tanya aja sama mereka"kata Melisa menunjuk Milan dan Azriel.
"Iya dia beneran lowong, bahkan pas jemput dia ya, tuh cewek nunggu sama nyokap nya, sampe gue dapet wejangan kalo gue apa-apain dia gue di kekh! sama nyokapnya"kata Milan mereka ulang adegan ancaman ibu Melisa terhadap dirinya dan Azriel.
Anna terkekeh saja melihat Milan yang saat ini kembali bertengkar dengan Melisa karena setelah Milan berkata seperti itu Melisa langsung memukul Milan karena merasa malu.
Melirik Azriel yang sudah duduk disebelahnya itu dengan tenang. "Bentar lagi Lo tanding lagi"kata Azriel menatap layar LCD besar yang menampilkan susunan jalannya pertandingan hari ini.
Anna ikut melihatnya dan benar saja namanya segera akan berwarna putih beberapa menit lagi setelah pertandingan digelanggang yang akan menjadi tempatnya bertanding akan segera selesai.
"Ayo Anna turun siap-siap"semangat Bisma.
"Gue ikut"sahut ketua ekskul ingin ikut menjadi official Anna kali ini.
Anna pun pergi menuruni tribun untuk bersiap bertanding dengan sorakan semangat Melisa dan Milan yang langsung sinkron menyemangati Anna menghentikan perkelahian tak berguna mereka.
"Alsa kamu bisa tenang, lawan kamu yang selanjutnya tiba-tiba mengundurkan diri dan kamu resmi masuk final"kata pelatih yang datang setelah kembali menjadi official salah satu muridnya itu yang sayang sekali harus kalah.
Alsa bersorak kegirangan dan Mira juga teman-teman yang lainnya ikut merasa senang mendengarnya.
"Sebaiknya kau benar-benar bersyukur karena kau bisa menukar namamu didetik-detik terkahir sebelum perilisan struktur pertandingan, Anna harus dua pertandingan lagi baru dirinya bisa masuk final"keluh pelatih diakhir merasa kasihan pada salah satu anak didiknya itu.
Alsa memutar malas mendengar tentang Anna, lagian Anna itu murni karena cewek itu tidak beruntung bukan salahnya yang mengganti nomernya didetik-detik terkahir dan membuat Anna jadi kesulitan seperti ini.
Mendadak merasa merinding saat Alsa mendapati Azriel menatapnya tajam dari tempatnya duduk itu, tanpa sadar Alsa pun menelan ludah ketakutan.
"Lo merasa gak sih kalo Azriel itu perhatian banget sama Anna?"bisik Mira saat merasa laki-laki yang sedang dibicarakan itu tidak mendengar obrolan mereka.
"Walau gak keliatan jelas banget tapi dia beneran perhatian sama Anna"lanjut Mira.
Alsa mengangguk saja ikut mengakui nya walau hal itu membuat dirinya terbakar api cemburu. Dirinya yang menyukai Azriel tapi malah Anna yang mendapat perhatian Azriel.
Alsa bertekad akan memenangkan pertandingan dan mengalahkan Anna agar Azriel bisa menyukainya. Apapun akan dirinya lakukan untuk meraih kemenangan.