
Anna merasa ragu untuk berbicara pada Azriel soal Michelle yang ingin diantar oleh laki-laki itu. Semakin terbebani saat gadis itu seringkali melihat kebelakang hanya untuk mengisyaratkan agar Anna tidak lupa untuk berbicara pada Azriel soal mengantar pulang Michelle itu.
Teet teet teeet.
Bel pulang sekolah berbunyi membuat Anna yang mencoba serius untuk memasukkan pelajaran yang diterimanya tadi sontak buyar bahkan tidak menyadari gurunya pun sudah keluar kelas dan anak-anak dikelas sudah mulai membereskan barang-barang mereka.
Astaga, cuma karena permintaan Michelle yang jujur aja mudah jika Azriel tidak terkenal sebagai laki-laki anti untuk memberikan tumpangan apalagi pada cewek, keluh Anna dalam hati.
Tring.
Mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari Azriel. Pesan pertama yang dikirimkan laki-laki itu padanya yang diluar dari konteks soal olimpiade yang mana bahkan Anna lah yang selalu mengirimi pesan pada laki-laki itu tentang olimpiade.
Azriel 10-1
Gue tunggu diparkiran
Pesan yang begitu singkat dan membuat Anna semakin gelisah. Sekarang dirinya benar-benar terbebani untuk mengatakan jika bukan dirinya yang akan pulang dengan laki-laki itu.
Anna pun dengan mengumpulkan keberanian dengan terburu-buru pun membalas pesan Azriel itu dengan ragu.
Millisanna
Maaf Azriel, tapi bisa gak Azriel anterin pulang Michelle aja? Anna gak apa-apa pergi les sendiri, kaki Anna udah sembuh, Azriel juga liat sendiri kan tadi pas istirahat. Jadi gak apa-apa ya? Maaf banget soalnya Michelle ingin banget dianterin Azriel
Anna membaca ulang pesan yang dikirimkannya itu pada Azriel dan sontak ingin kembali menarik pesan tersebut karena seharusnya ia tidak menuliskan beberapa kalimat terakhir itu.
Terbaca.
"Enggak!"pekik Anna tertahan saat mendapati Azriel lebih cepat membaca balasannya itu sebelum Anna sempat menariknya membuat Anna frustasi sendiri.
"Heh Lo ayo pulang, Azriel tadi udah pergi duluan. Lo udah bilang kan ke Azriel?"sebal Michelle melihat Anna bahkan belum selesai membereskan barang-barang nya.
Anna tersadar dan mengangguk mengiyakan seraya membereskan barang-barang nya dan sebelum menutup tasnya Anna hampir terlupa dengan roti dan susu yang ada di loker kecil dikelas miliknya itu.
Michelle menatap kesal melihat Anna yang mengeluarkan beberapa roti dan susu kotak itu yang dipastikan diberi oleh Azriel seperti yang diceritakan Milan saat istirahat tadi.
Mendengus kasar, emosi Michelle semakin naik melihat Anna yang lama itu. "Cepet napa sih?!"kesal Michelle membentak Anna.
Anna yang baru mengunci pintu lokernya pun dibuat berlari untuk kembali ke mejanya dan menyelesaikan beres-beresnya.
"Udah. Ayo Anna bantu jalan"kata Anna selesai menyampirkan ranselnya dipunggung dan membantu Michelle berjalan menuju parkiran tempat Azriel menunggu.
Di parkiran Azriel menatap datar pesan yang dikirimkan Anna sebagai balasan pesannya itu, mendengus sebal Azriel hanya membacanya lalu memasukan ponselnya kedalam saku menggantinya dengan kunci motornya yang langsung ia lempar pada Milan yang datang dan terkejut karena kelakuan Azriel.
"Woy anj- kok tiba-tiba?!"sebal Milan sangat terkejut dan untung saja kunci motor itu dapat ia tangkap dengan baik bukan menghantam wajah tampannya.
Azriel tidak menjawab reaksi Milan itu dan malah meminta kunci motor sahabatnya itu. "Siniin kunci motor Lo, gue balik pake motor Lo"kata Azriel.
Milan menatap sahabatnya itu sangat bingung. "Napa dah Lo?"tanya Milan namun tetap memberikan kunci motornya pada Azriel.
Tak menjawab Azriel hanya terdiam menatap kedua cewek yang datang menghampiri mereka dengan satu cewek memapah cewek yang lain.
"Anu"cicit Anna begitu dirinya dan Michelle sampai dihadapan Azriel yang ternyata bersama Milan.
Milan memperhatikan kedua cewek itu dengan alis terangkat. "Kenapa?"tanyanya karena bingung.
Anna tersenyum kikuk. "Michelle mau pulang bareng sama Azriel"kata Anna gugup takut pokoknya campur aduk apalagi menyadari jika Azriel benar-benar menguarkan aura tidak menyenangkan.
Milan terkejut mendengarnya menatap sang sahabat yang hanya cuek dan menaiki motornya juga menyalakan mesinnya.
"Ayo"kata Azriel seraya menyodorkan helm untuk Michelle dan dirinya pun memakai helmnya sendiri.
Michelle kegirangan bukan main namun untuk menjaga imagenya dirinya tersenyum tipis mengangguk berterimakasih dan masih berpura-pura dirinya dibantu naik oleh Anna yang dengan baik menjaga agar kaki Michelle yang cedera tidak terbebani.
Merasa Michelle sudah duduk diboncengannya Azriel langsung menjalankan motor Milan itu dan melesat pergi keluar kawasan sekolah, meninggalkan ramai orang-orang yang melihat hal itu membuat mereka mendapatkan gosip baru dan meninggalkan Milan dan Anna diparkiran sekolah.
Milan menatap Anna yang disampingnya itu. "Bukannya Lo ya yang bakal pulang sama Azriel?"tanya Milan langsung.
Anna terjengit kikuk entah tahu darimana laki-laki disebelahnya itu mengenai hal tersebut namun Anna hanya bisa tersenyum tipis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Anna tolak bilang gak usah soalnya kaki Anna udah sembuh"kata Anna melompat-lompat kecil untuk bukti nyata.
Milan diam saja melihat tingkah Anna itu. Milan jadi kasihan pada sahabat nya itu yang ingin sekali dekat dengan gadis sepolos Anna ini.
"Eh ada Anna?"
Kedua orang itu berbalik dan melihat Melisa yang datang kearah mereka.
Melisa mengangguk saja dan fokusnya sepenuhnya pada Anna. "Anna ngapain disini?"tanya Melisa bukan bermaksud sarkas namun Anna kan tidak membawa kendaraan ke sekolah jadi untuk apa gadis itu ada di parkiran sekolah.
Anna menggeleng seadanya dan langsung pamit begitu saja. "Gak kenapa-kenapa, Anna duluan ya nanti telat les"kata Anna langsung melesat pergi bahkan sampai berlari.
Melisa yang melihatnya langsung menatap Milan yang balas melihatnya, meminta kejelasan dan hanya dari tatapan saja laki-laki langsung menjelaskan.
"Ya intinya Anna polosnya keterlaluan banget"kata Milan setengah-setengah bahkan terkesan tidak jelas.
Melisa yang mendengarnya dibuat kesal, penjelasan apa itu membuatnya semakin penasaran saja.
Melihat Milan yang mengeluarkan motor yang berbeda dari jajaran motor yang diparkir disana membuat Melisa mengernyit karena motor itu bukan punya Milan, gini-gini juga dirinya hapal motor kepunyaan salah satu most wanted sekolah itu.
"Motor siapa itu? Motor Lo mana?"tanya Melisa langsung karena penasaran dan melihat kesekeliling area parkir tidak menemukan motor Milan.
"Motor Jiel. Ya ini akibat temen Lo itu yang polosnya kelewatan banget itu jadinya gue ikut kena"kata Milan semakin membuat Melisa penasaran.
"Apaan sih? Lo bisa ngomong bener gak sih?"kesal Melisa akhirnya.
Milan tak mengindahkan Melisa yang merajuk itu. "Kalo gue jelasin dengan bener Lo bakal kehabisan egg tart limited edition yang Lo bicarain terus itu sampe Lo nyepam ke gue"katanya cuek sambil memakai helmnya.
Melisa dibuat tersadar dan langsung dengan terburu-buru naik ke boncengan motor Milan membuat laki-laki itu sedikit goyah karenanya.
"Bisa santai gak?"sebal Milan melirik kebelakang kearah Melisa.
"Gak bisa! Cepet nanti keburu abis egg tartnya"seru Melisa menepuk-nepuk punggung Milan tak sabar.
Milan hanya mendengus kasar akan tingkah gadis diboncengannya itu. Nyatanya dirinya pun merasa kasihan pada dirinya sendiri karena harus berurusan dengan gadis seperti Melisa.
***
Michelle senang bukan main, tak pernah terpikirkan jika khayalan liarnya mengenai bisa duduk diboncengan Azriel menjadi kenyataan membuatnya benar-benar sangat senang.
Heh para cewek pemuja Azriel gue menang, batin Michelle bangga.
Dengan sengaja dirinya pun semakin menempelkan tubuhnya kebelakang tubuh Azriel dan perlahan kedua tangannya bergerak memeluk pinggang laki-laki itu.
Akan menyamankan diri namun tiba-tiba Azriel melambatkan motornya dan berhenti disisi jalan membuat Michelle kebingungan.
"Kenapa–"
"Turun"tandas Azriel begitu dingin.
Berkedip terkejut Michelle mendengarnya. Apa dirinya baru saja disuruh turun? Padahal rumahnya masih sangat jauh dan bahkan belum ada seperempat jalan menuju tempatnya tinggal.
"Tapi rumah gue–"
"Turun"kata Azriel lagi kukuh.
Michelle tidak mau turun, dirinya akan membuat alasan lain agar Azriel mau mengantarnya sampai kerumah.
"Tapi kaki gue sakit, juga kakak gue gak bisa jemput gue sekarang"melas Michelle agar Azriel melunakkan hatinya untuknya.
Mendapati Azriel yang terdiam membuat Michelle berpikir jika dirinya berhasil membujuk Azriel.
"Kata gue turun, turun"kata Azriel telak bahkan melepaskan kasar tangan Michelle yang berani sekali memeluknya itu.
Michelle menatap Azriel tak percaya, laki-laki itu benar-benar mengusirnya dan menyuruhnya turun.
"Azriel Lo beneran mau turunin gue disini?"tanya Michelle tak percaya menatap Azriel.
Menatap datar Michelle Azriel tidak merasa bersalah sama sekali, malah dirinya merasa sangat kesal dan benci pada cewek itu.
Cewek itu berbohong dan memanfaatkan Anna membuat Azriel jadi ikut kesal pada Anna karena gadis itu begitu mudahnya ditipu oleh cewek ular ini.
"Berhenti berbohong ke Anna atau Lo terima balasannya"kata Azriel yang menarik gas dan melesat pergi meninggalkan Michelle dipinggir jalan begitu saja.
Michelle tak percaya menatap laki-laki yang meninggalkannya itu. "Azriel?!"teriaknya memanggil cowok itu yang pastinya tidak dapat mendengarnya karena cowok itu sudah pergi sangat jauh.
Menginjak tanah dengan kakinya yang diplester itu dengan kesal Michelle benar-benar ingin sekali menghabisi Anna, cewek yang begitu dipertahikan Azriel.
Terlihat sangat cuek bahkan seperti tidak akrab namun nyatanya keduanya sangat dekat terlebih Azriel yang seolah menjaga Anna.
"Sialan Anna Lo bener-bener cari perkara sama gue"geram Michelle sangat kesal sampai melepas helm yang dipakainya dan melemparkannya keras ke tanah karena nyatanya itu adalah helm yang sama yang dipakai Anna saat berangkat bersama Azriel tadi pagi.