Millisanna

Millisanna
Bab 45



Michelle benar-benar dibuat geram mendengar obrolan Melisa dan Milan sepanjang istirahat nya dikantin mengenai Anna, semakin kesal saat dirinya kembali dari kantin bersama Melisa mendapati Anna dan Azriel hanya berdua di kelas dan karena itu pula tadi Michelle pada Melisa langsung beralasan ingin ke toilet tiba-tiba.


Walau kelihatannya kedua orang itu asik dimeja mereka masing-masing namun Michelle menyadari dari sebuah susu kotak rasa strawberry yang ada di meja Azriel sama dengan yang ada diatas meja Anna membuat dirinya yakin tadi kedua orang itu pasti duduk berdekatan.


"Ih apaan sih cewek udik itu mulu yang dapet perhatian terus dari Azriel!"kesal Michelle menendang ember didekatnya dan tak menyadari air bening yang ada didalam ember itu nyatanya air milik petugas kebersihan yang hendak mengepel yang berarti air yang kelihatan jernih itu mengandung sabun yang ternyata mengendap dipermukaan ember.


Splat. Gubrak.


Dan begitulah Michelle yang hendak keluar pun terpeleset saat melangkah karena menginjak lantai yang basah dan licin karena sabun pembersih lantai dikamar mandi itu.


"Aawww!!!"jerit Michelle kesakitan karena jatuh.


"Michelle? Kamu gak apa-apa?"tanya Anna yang tiba-tiba muncul dipintu masuk kamar mandi diikuti petugas kebersihan yang terkejut melihat kondisi didalam kamar mandi tersebut.


Michelle berdecak sebal. "Lo kira gue baik-baik aja gitu?! Sakit tau ini!!"kesal Michelle menumpahkan seluruh kekesalannya pada cewek yang menjadi pemicu terjadinya insiden dirinya terpeleset dikamar mandi ini.


Anna yang dibentak tidak menganggap Michelle menjengkelkan, gadis itu malah bergegas membantu Michelle bangkit dengan hati-hati agar dirinya tidak ikut terjatuh karena lantai yang licin.


"Kalo kerja yang bener dong! Naro ember jangan sembarang!"kesal Michelle melanjutkan membentak petugas kebersihan disana.


Anna gelagapan meminta maaf pada petugas kebersihan itu dan menghentikan Michelle yang mulai menunjuk-nunjuk kasar petugas kebersihan tersebut.


"Maaf Bu, maaf. Maaf tugas ibu jadi berantakan, maaf maaf"kata Anna meminta maaf seraya membawa Michelle yang masih mencoba untuk mengajak ribut petugas kebersihan itu.


Ibu petugas kebersihan itu hanya menghela nafas jengah dengan kelakuan anak-anak yang sok disekolah ini.


"Padahal pasti ini salah anak itu sendiri nendang ember terus isinya tumpah terus jatuh sendiri, udah hapal saya"gumam petugas kebersihan itu lelah dengan kelakuan anak-anak disekolah tempatnya bekerja itu.


Ada banyak kemungkinan terjadi di kamar mandi sekolah, namun dua diantaranya adalah yang paling sering terjadi yang pertama karena tidak terima nilai yang turun dan mengacaukan kamar mandi, dan yang kedua yang paling sering terjadi dikamar mandi perempuan adalah para siswi yang marah karena sakit hati cintanya tidak terbalas oleh para siswa tampan.


"Hadeh, patah hati kok susahnya bagi-bagi"tambah petugas kebersihan itu tak habis pikir dengan anak jaman sekarang.


***


Anna yang tadi ingin ke kamar mandi walau sudah bel dan tetap pergi karena kebelet jadinya tidak jadi karena insiden Michelle yang terpeleset dikamar mandi yang berakhir Anna mengantarkan Michelle ke UKS untuk mendapat perawatan guru penjaga disana.


Anna bahkan menunggui Michelle yang sedang diperiksa itu karena mendapat pesan dari Melisa kalau guru yang mengajar setelah jam istirahat tidak masuk dan hanya memberikan tugas.


Diam memperhatikan Michelle yang sedang diperiksa disana Anna jadi menyadari sesuatu jika seragam yang dipakai Michelle keseluruhannya terlihat basah dan berbau cairan pembersih lantai beraroma apel hijau.


"Michelle baju kamu mau ganti gak? Soalnya bau so klin"celetuk Anna polos.


Guru penjaga UKS hanya bisa terkekeh tertawa mendengar perkataan polos murid terpintar disekolah nomor dua itu, sedangkan Michelle memberengut kesal karena menurutnya Anna mempermalukannya.


"Anna ada seragam ganti, mau pinjem?"tanya Anna mengatakan tujuannya berbicara.


"Yaudah mana?! Cepet bawa!"kesal Michelle begitu sewot.


Anna yang mendengarnya tersenyum mengangguk bangga karena bantuannya diterima Michelle. "Kalo gitu tunggu ya sebentar"kata Anna yang langsung melesat keluar dari UKS.


Guru penjaga UKS yang masih muda itu melihat kepergian Anna lalu kembali melihat kearah gadis yang sedang diperiksanya itu.


"Kamu temennya Anna?"tanya guru itu penasaran.


Michelle berdecak menatap guru muda yang sok cantik dan sok ikut campur itu. "Bukan"jawab Michelle sewot.


Mendengarnya membuat guru itu mengangguk seadanya dan berpikir tidak akan ikut campur lebih jauh.


"Kaki kamu gak apa-apa, cuma keseleo dikit diistirahatkan sebentar juga sembuh"kata guru penjaga UKS itu.


Michelle menurunkan kakinya dan benar saja tak terasa sakit saat dirinya menapakkan kakinya di ubin.


Menghela kecewa, jika saja kakinya sedikit terluka lebih parah dirinya bisa mengakali untuk bisa meminta Azriel mengantarkannya pulang.


Tapi bisa juga kan begitu, dirinya tinggal pura-pura terluka parah dan mengelabui laki-laki itu. Dan untuk mengelabui Azriel mau tidak mau dirinya harus sedikit bersikap baik pada Anna.


Karena gadis itu adalah kuncinya agar Azriel bisa sedikit bersikap ramah.


"Michelle ini seragamnya"kata Anna yang kembali dengan bersemangat memperlihatkan seragam simpanan miliknya.


Memberikannya pada Michelle yang menerimanya dan melangkah dengan tertatih menuju salah satu ranjang dan menutup tirainya untuk berganti pakaian.


Memperhatikan Michelle yang berjalan sampai tertatih membuatnya berpikir apa gadis itu terluka cukup parah.


"Enak?"tanya guru itu senang dengan reaksi Anna yang terlihat seperti bocah SD yang diberi hadiah.


Anna tersenyum lebar mengangguk membenarkan camilan cokelat itu sangat lezat.


Sreek.


Michelle selesai mengganti pakaiannya dengan milik Anna, untung saja dikemeja seragamnya yang itu tidak ada bordiran namanya seperti yang dipakainya sekarang, karena jika ada nanti ada dua Millisanna disekolah ini.


Melihat Michelle yang sudah selesai Anna pun bangkit berinisiatif untuk membantu Michelle yang terlihat kesusahan berjalan itu.


"Bu, saya akan kembali ke kelas saja, terimakasih"kata Michelle untuk sopan santun.


Guru penjaga UKS itu hanya mengangguk saja juga mengangguk pada Anna yang juga berpamitan padanya.


Memperhatikan kedua siswi itu sampai tidak terlihat lagi setelah keluar ruangan UKS, guru penjaga UKS itu hanya menggeleng tidak habis pikir.


"Berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian si doi? Cara basi"gumamnya tak habis pikir sambil melanjutkan memakan camilannya seorang diri karena teman makannya sudah pergi dibawa oleh siswi penuh sandiwara tadi.


***


Diperjalanan menuju kelas dengan sabar Anna membantu Michelle yang kesulitan berjalan dan sangat lambat itu.


"Heh Anna"panggil Michelle tiba-tiba karena sedari tadi keduanya hanya diam.


"Iya?"jawab Anna seadanya.


"Kaki gue sakit banget kalo dipake jalan, bisa gak Lo mintain Azriel biar bisa nganterin gue pulang nanti?"tanya Michelle.


Anna yang mendengarnya berkedip bingung, namun kebingungannya menghilang begitu saja karena mengingat gadis disebelahnya ini menyukai Azriel, dan Anna yang berpikir harus menjodohkan mereka untuk menjadi teman yang baik untuk Michelle mengangguk saja.


Kebetulan bukan Azriel tadi menawarinya untuk pulang bersama laki-laki itu yang berarti Azriel membiarkan seseorang duduk diboncengan nya.


Beda orang gak masalah kan ya, batin Anna mengangguk jika dirinya yakin Azriel tidak keberatan.


"Iya nanti Anna bilang Michelle yang pulang bareng Azriel bukan Anna"kata Anna serius.


Michelle terkejut mendengar kalimat Anna itu, kalimat cewek itu terkesan dirinya menjadi pengganti seolah cewek itulah yang awalnya akan pulang dengan Azriel.


"Emang Lo diajak pulang sama Azriel?"tanya Michelle tak habis pikir dan semakin kesalnya ia pada Anna.


Anna mengangguk saja mengiyakan walau seharusnya ia tidak bilang jika dirinya sempat ditawari pulang bareng Azriel, harusnya Anna menjaga perasaan Michelle yang menyukai Azriel.


Aduh Anna bego, batin Anna meringis.


"Enggak kok, Anna tolak kok tenang aja"kata Anna mencoba untuk tidak membuat Michelle salah paham.


Maksud Lo begitu Lo ngerendahin gue gitu seolah gue semacam pengganti lo gitu?! Sialan nih cewek, batin Michelle kesal.


Sampai di kelas, anak-anak yang beberapa serius mengerjakan tugas yang diberikan teralihkan perhatiannya oleh anak-anak yang tidak mengerjakan tugas karena heboh melihat Michelle yang datang dengan dipapah oleh Anna.


"Michelle Lo kenapa?!"tanya salah satu teman dekatnya Michelle.


"Jatuh kepleset dikamar mandi gue"kekeh Michelle malu, melirik pada Anna dan itu membuat kedua teman Michelle itu menatap kesal Anna karena menduga Anna lah biang keladinya.


"Heh Lo kalo gak suka sama Michelle gak usah gini cara main Lo!"bentak teman Michelle disana.


Anna yang terkejut karena dikelilingi oleh anak-anak kelas yang khawatir dengan kondisi Michelle semakin terkejut karena bentakan itu yang membuat nya seolah dirinya yang bersalah.


Seruan itu awal mula dari seruan lainnya yang menghakimi Anna karena mengira Anna pelakunya.


"Berisik woy! Gue gak sepintar Anna sama Azriel jadi gue butuh konsentrasi oke?! Tolong diam!"teriak Melisa dimejanya melotot pada mereka yang berisik.


Teriakan Melisa itu membuat kelas menjadi hening dan kedua teman Michelle mengambil alih Michelle dari Anna dan membantu Michelle menuju kursinya diikuti anak-anak lain dan meninggalkan Anna yang berdiri mematung bingung.


"Anna daripada diem sini bantuin gue, susah banget heran nih soal"kata Melisa menyuruh Anna untuk mengajarinya soal-soal yang merupakan tugas yang ditinggalkan guru yang tidak masuk itu.


Anna mengangguk mengerti dan bergegas mengambil buku catatan dan pelajarannya sebelum kembali dengan kursinya bergabung dengan Melisa dimejanya dan mulai bekerjasama mengerjakan tugas tersebut.


*** CCA (Cuap Cuap Author) ***


hei semuanya aku menemukan 'italic' Yeay!! membuatku bisa menggambarkan perkataan dalam hati dan lainnya yang seharusnya bercetak miring dengan baik, jadi jangan bosan-bosan untuk membaca cerita ku ini dan maafkan diriku yang terlihat sangat gaptek di aplikasi ini karena aku bahkan tidak tahu caranya untuk mempromosikan cerita ini sendiri lewat pesan-pesan yang seringkali ku terima yang isinya cerita buatan mereka yang direkomendasikan padaku agar membacanya haha