Millisanna

Millisanna
Bab 94



Azriel berhasil membawa Anna sampai ke rumah sakit dengan selamat, gadis itu bahkan sudah dimasukkan kedalam UGD dan sedang ditangani oleh dokter.


Nafasnya tidak perlahan tenang melainkan semakin terasa sesak apalagi saat dirinya melihat kedua telapak tangannya yang berlumuran darah Anna.


Keringat dingin bahkan mulai banyak keluar dan tubuhnya pun semakin gemetar.


Dirinya ketakutan. Azriel ketakutan karena Anna sedang dalam keadaan hidup dan mati, gadis itu sedang sekarat dan itu karena ulahnya.


Jika saja dirinya yang berjalan bersama Anna dari UKS untuk kembali ke kelas melihat Anna yang tiba-tiba berlari kencang menuju kelas ikut berlari saat itu, kejadian ini tak akan pernah terjadi.


'Hentikan! Aku yang salah berhenti menyakitinya!'


Nafasnya semakin memburu bertambah parah sampai rasanya sangat sesak, Azriel kesakitan juga ketakutan.


"Lo anj*ng!!"


Bugh! Bruk!


"Aldres!!?"


Azriel yang tidak fokus itu terkena telak pukulan keras Aldres yang laki-laki itu layangkan saat sosok Azriel ada dipandangannya.


"Gue bunuh juga Lo anj*ng!! Bangs*t!!"murka Aldres siap akan menghabisi Azriel karena dirinya sudah sangat-sangat murka pada bajingan itu.


"Tenang dulu Aldres!!"seru cewek teman sekelas Azriel dan Anna yang juga tadi ikut masuk kedalam ambulan bersama Azriel.


Gadis itu menahan sekuat tenaga Aldres yang terlihat menggila itu, laki-laki itu terlalu kuat dan dirinya mulai kewalahan dan berakhir Aldres lepas dari pegangannya.


"Mati Lo!!!"seru Aldres kalap akan menyerang Azriel yang tidak bergerak sedikitpun dilantai itu.


Set. Bruk!


"Sadar goblok! Lo mau jadi pembunuh?!"seru seseorang yang menahan Aldres dengan mendorongnya sampai terjatuh ke lantai dan menguncinya.


Aldres yang melihat sosok yang menghentikannya itu adalah kakaknya sendiri membuat matanya mulai memanas.


Dirinya marah, benar-benar sangat marah sampai tidak tahu harus bagaimana melampiaskan emosinya dan hanya bisa menangis pada sang kakak.


Gio yang melihat adiknya mulai sesegukan itu menghela sepertinya adiknya itu mulai tenang dan mengeluarkan amarahnya dengan menangis, itu lebih baik daripada adiknya itu membunuh karena merasa marah.


"Mili bang hiks.. Mili berdarah-darah!"adu Aldres sangat marah dan juga ketakutan.


Tadi dirinya pergi ke sekolah Anna untuk menjemput gadis itu namun saat menunggu dirinya malah diperlihatkan dengan pemandangan yang membuatnya merasa jantungan.


Anna yang terlihat terluka parah mengeluarkan banyak darah dibawa kedalam ambulan yang tadi melewatinya dan karenanya Aldres pun sontak menyalakan mesin motor nya dan mengikuti ambulan yang membawa Anna yang terluka.


Gio yang mendengarnya terkejut juga dan sontak memeluk tubuh adiknya menenangkan sang adik yang semakin menangis itu.


"Azriel!? Hey nak! Sadarlah! Azriel!"


Seruan dari seorang dokter yang tadi datang bersama Gio namun dokter itu langsung mendekati anak laki-laki yang hampir dihajar Aldres itu terlihat tak sadarkan diri dengan hidung yang mimisan sangat banyak.


"Kiara panggilkan perawat dan dokter Deri! Anak ini harus segera diperiksa!"kata wanita berjas dokter itu yang juga merupakan senior dan juga guru untuk Kiara itu.


Yang disuruh pun dengan segera melakukan apa yang diperintahkan, mencari perawat dan dokter Deri.


Sementara kedua kakak adik Gio dan Aldres begitu juga cewek teman sekelas Azriel dan Anna itu hanya bisa terdiam saat melihat dokter wanita itu senantiasa berteriak-teriak memanggil Azriel, menyadarkannya karena kondisi Azriel benar-benar sangat gawat.


***


Anna sudah dipastikan baik-baik saja setelah dokter yang menanganinya keluar dari UGD dan memberitahukan nya pada mereka yang menunggui Anna.


"Heh sekarang apa yang dilakuin fans si brengsek itu sampe Mili hampir aja kehilangan nyawanya?!"tanya Aldres pada cewek disebelahnya yang ikut duduk menunggui Anna dan menunggu Gio yang sedang mengurus administrasi perawatan Anna.


Si cewek pun melihat Aldres yang di masa depan mungkin akan menjadi saudaranya karena kakaknya akan menikah dengan kakaknya Aldres.


Menunduk dirinya tidak tahu harus berbicara bagaimana. "Gue kayaknya bener-bener bikin masalah banget"kekehnya merasa sedih.


"Ada video yang viral di web sekolah, video aksi curang Michelle pas latihan untuk olimpiade tersebar disana"kata si cewek mulai mencoba berbicara.


Aldres jadi ingat Michelle ini yang datang bersama Azriel ke sekolahnya karena ada olimpiade itu.


"Si Michelle tau kalo itu video gue yang ngerekamnya dan tuh cewek menggila, dia hampir bunuh gue tapi Anna tiba-tiba muncul ngelindungin gue dan berakhir Anna yang disana"kata cewek itu menunjuk pada pintu UGD tempat Anna berada.


Aldres menggeram marah. Ini semuanya berawal Azriel, laki-laki sok itu yang memiliki banyak fans gila dan Anna lah yang harus menerima semua kegilaan para fans Azriel karena Anna sedikit dekat dengan Azriel.


Darimana Aldres tahu? Bukannya baru-baru ini dirinya bertemu kembali dengan Anna?


Jawabannya tentu saja dari cewek disebelahnya ini yang beranam Mutia, cewek itu adiknya Kiara calon kakak iparnya, pertama kali bertemu dan kenal saat kedua keluarga melakukan makan malam bersama.


Dan Mutia yang satu tahun lebih muda dari Aldres itu adalah pencerita yang ulung alias tukang gosip walau gadis itu hanya membicarakan tentang sekolahnya saja.


Bagaimana orang-orang di SMA Arya dari sudut pandang Mutia sendiri, dan dari cerita Mutia soal ada cewek yang sering di-bully karena bisa dekat-dekat dengan Azriel sedikit membuat Aldres tertarik dan semakin tertarik kala dirinya menyadari gadis yang sering di-bully karena alasan payah itu adalah Mili nya. Dirinya benar-benar sangat marah.


Tidak menyangka bahkan hidupnya Mili benar-benar sangat-sangat jauh dari kata baik-baik saja, disekolah di bully dan dirumah pun diasingkan membuat Aldres membara karena emosi.


Kalau saja bukan karena Azriel, Mili-nya sedikit bisa merasakan hidup yang tenang saat di sekolahnya, tapi karena kehadiran Azriel kehidupan Mili-nya tak pernah mendapatkan kebahagiaan.


Aldres bertekad akan membalas semua yang diperbuat oleh Azriel pada Anna, entah itu karena perbuatan Azriel yang secara langsung atau tidak langsung yang telah membuat Anna menderita.


Jika harus menghabisi Azriel untuk melakukannya, akan Aldres lakukan, apapun demi Anna yang tidak lagi hidup menderita.