Millisanna

Millisanna
Bab 145



Milan menatap tajam pada Aldres yang membuat pakaian depannya sedikit basah yang saat ini sedang Anna coba bersihkan dengan tisu sedangkan si pelaku penyiraman menggunakan air teh mulut itu hanya mengalihkan pandangannya enggan menatap apalagi meminta maaf padanya.


"Bukannya Lo harus minta maaf ke gue huh?"sebal Milan yang mengelap wajahnya dengan tisu karena wajahnya pun sedikit terkena siraman teh mulut dari Aldres.


"Ya maaf, habisnya Lo ngomongin yang bikin gue jantungan. Ya gimana gue gak kaget pas lagi minum, lagian Lo ngomong begitu gak sadar sohib Lo itu udah punya tunangan dan bakal nikah setelah Lo kan"sungut Aldres tidak mau disalahkan.


Milan berdecih saja seraya melirik pada Anna yang sibuk membantu dirinya membersihkan pakaiannya yang basah. Tidak mengerti kenapa gadis itu terlihat santai saja tidak seperti Aldres yang begitu too much dalam bereaksi tadi seharusnya gadis ini yang bereaksi seperti Aldres kala mendengar perkataannya tadi.


Atau jangan bilang Anna tidak mencintai Azriel seperti Azriel mencintai Anna?!


"Anna kamu udah punya pacar?"tanya Milan tiba-tiba.


Anna yang ditanya mengangkat wajahnya dan menghentikan membersihkan pakaian Milan itu. "Tidak, memangnya kenapa?"balas Anna kelewat santai.


Milan syok melihatnya menatap Aldres dan laki-laki yang cukup dekat dengan Anna karena teman semasa kecilnya hanya mengedikkan bahu memperlihatkan jika Aldres pun tidak tahu.


"Kamu gak suka sama Jiel?"tanya Milan lagi lebih tertuju.


Anna terdiam sebentar berpikir, bingung juga tiba-tiba ditanya seperti ini. Tapi Anna tidak membenci Azriel. "Anna suka sama Azriel"maka dari itu Anna menjawabnya.


Kembali Milan dan Aldres saling tatap dan memiliki pemikiran yang sama. Anna suka Azriel namun tidak mencintai Azriel, pantas saja gadis itu begitu santai dan tidak beraksi sedikitpun kala Milan tadi mengatakan jika Azriel mencintai Anna.


"Apa nih? Si pelakor punya orang yang disuka? Akhirnya, jadi kamu gak akan gatel terus sama Al"


Ketiga orang diruangan itu melirik dan melihat seorang wanita cantik dengan rambut bergelombangnya yang tergerai itu melipat kedua tangannya didepan dada menatap Anna dengan satu alis terangkat.


"Ayolah Resa, aku kan udah bilang Anna ini adik aku masih aja kamu menyebutnya pelakor"kata Aldres jengah pada kekasihnya itu.


Sejujurnya Ansela tidak merasa keberatan dengan panggilan yang diberikan kekasih Aldres itu padanya. Toh dia bukan pelakor seperti yang dikatakan.


"Apa nih pelakor pelakor"


Dari balik pintu ruangan yang terbuka kembali muncul seseoranga atau mungkin dua orang yang ternyata adalah Arjuna dan juga Mutia teman sekelasnya dulu kala kelas 2 SMA.


"Mutia?"tanya Anna tidak menyangka akan kembali bertemu dengan temannya itu.


"Haha iya ini gue"kata Mutia melebarkan kedua tangannya menunggu Anna memeluknya namun bukan dirinya yang dipeluk Anna melainkan Arjuna.


"Kak Anna! Kakak sehat? Arjuna seneng banget ketemu kak Anna lagi!"seru laki-laki itu yang terlihat semakin dewasa dan semakin lebih besar dari terakhir kali Anna ingat.


"Haha iya iya kakak sehat"kata Anna yang sedikit sesak karena dipeluk erat oleh Arjuna itu.


Resa kekasih Aldres itu menatap Mutia seraya menunjuk Anna yang sedang dipeluk oleh Arjuna itu yang notabenenya kekasih Mutia.


"Pacar Lo tuh meluk cewek lain, dia pelakor loh, gak apa-apa?"tanya Resa bingung sendiri.


"Aw!"seru Resa yang kesakitan dan terkejut kala Aldres mencubit lengannya kecil.


"Udah dibilang dia bukan pelakor"sebal Aldres pada kekasihnya itu yang tidak mau dibilangin berapa kalipun itu.


Mutia terkekeh saja melihatnya. "Anna kenal semua nya disini, bahkan mungkin aja Anna lebih kenal Arjuna duluan sebelum gue, dan lagian semua orang disini memiliki kesamaan, sama-sama merasa bersalah pada Anna"kata Mutia tersenyum pada rekan kerjanya itu.


Resa berkedip bingung menatap pada Aldres kekasihnya meminta kejelasan dan laki-laki itu hanya menatapnya tanpa berbicara.


"Jangan bilang seseorang yang hidupnya begitu menyedihkan yang kau ceritakan itu adalah Anna?"tanya Resa memastikan yang diangguki Aldres dengan santai.


Oke sekarang Resa jadi ikut merasa bersalah karena sudah mengatai Anna dengan sebutan pelakor dan lagi Resa merasa respect pada Anna yang masih bertahan bahkan sampai seperti ini.


"Huwee Anna maafin gue! Gue udah jahat sama Lo"seru Resa benar-benar merasa sangat bersalah.


Anna yang terkejut dengan tingkah laku Resa pun hanya bisa terdiam bingung dan menepuk-nepuk punggung wanita itu memaafkan Resa yang bahkan Anna tidak tahu kenapa wanita itu meminta maaf padanya.


"Lo emang orang yang luar biasa, gue respect sama Lo"kata Resa kala melepas pelukannya pada Anna.


Anna mengangguk saja tersenyum mengiyakan bahkan berterimakasih walau bingung juga.


"Karena kalian ada banyak sepertinya aku harus membuat teh lagi dan mencari kursi untuk kalian"kata Anna dengan senyuman menyambut para tamunya.


***


Ketiga wanita yang memiliki tubuh mungil nan ramping duduk di sofa sedangkan tiga laki-laki lainnya duduk masing-masing disatu kursi karena tadi saat mencoba duduk disofa tubuh besar mereka tidak muat.


"Jadi Mutia sama Resa lagi ada project bareng?"tanya Anna pada kedua wanita tamunya itu. Setahunya kekasih Aldres itu memang seorang model internasional yang sangat terkenal dan sedangkan Mutia sepertinya gadis itu semakin menekuni bidangnya sebagai influencer yang mungkin saja saat ini menjadi influencer paling terkenal di negara ini dan beberapa negara asing.


"Iya kita ada pemotretan"jawab Mutia.


Anna mengangguk saja mengerti melihat Arjuna dan yang ditatap tersenyum lebar menanti akan pertanyaan yang diajukan Anna padanya.


"Kamu sendiri kok bisa ada disini?"kekeh Anna disela pertanyaannya karena tidak kuat menahan lucu Arjuna yang bisa dibilang aura imut anak itu masih tertinggal seperti saat SMA dulu.


"Ey kak Anna gak tau ya, sekarang aku pacarnya Mutia bahkan bentar lagi kita mau tunangan"bangga Arjuna sedangkan Mutia sudah memerah malu.


Anna terkejut mendengarnya namun memberi selamat pada mereka menatap Milan yang duduk dipaling sisi dekat dengan Anna duduk Anna pun ingin bertanya sesuatu pada laki-laki yang sedang asik memakan camilan itu.


"Milan kamu juga udah tunangan ya"kata Anna melihat pada cincin perak yang berada dihari manis Milan.


Milan melihat apa yang dilihat Anna itu seraya tersenyum. "Ya begitulah"kekeh laki-laki itu merasa malu sendiri yang membuatnya diledek oleh dua laki-laki lainnya.


"Asal kamu tau kak, bang Milan itu sebenarnya sejak awal suka sama– empphh!"Arjuna tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Milan yang menutup mulutnya membuat Aldres yang duduk diantara keduanya hanya bisa pasrah tertindih oleh Milan.


"Mau ngomong apa Lo hah?!"sebal Milan pada Arjuna.


Anna tertawa saja melihat kelakuan para laki-laki disana sampai pintu ruangannya diketuk dan memperlihatkan Maria yang muncul dengan senyumannya.


"Maaf mengganggu dan sepertinya saking asiknya dokter Anna tidak memeriksa ponselnya"kata Maria.


Anna pun sontak memeriksa ponselnya dan betapa terkejutnya jika dirinya harus segera bekerja, ada seorang pasien yang harus segera dioperasi.


"Oh ya tuhan!"kaget Anna langsung bergegas bangkit.


"Semuanya Anna tinggal dulu ya, ada operasi"kata Anna bergegas.


Mereka semua tentu saja membiarkan Anna pergi bahkan dengan beberapa kalimat semangat untuk Anna.


"Silahkan"kata Milan.


"Semangat kak Anna!"seru Arjuna.


"Gak usah khawatir, kita bisa aja mesen makanan buat nungguin kamu"kata Aldres santai.


"Benar santai saja, kami tidak ada kerjaan"kata Mutia yang diangguki oleh Resa.


Anna pun tersenyum dan pergi keluar ruangannya.