Millisanna

Millisanna
Bab 92



Acara pekan olahraga SMA Arya saat ini sedang dalam waktu istirahat setelah nomor putri dari lari halang rintang selesai dengan Anna yang menjadi juaranya seperti yang diduga dari Ace baru dari ekskul bela diri.


"Lo beneran keren banget hari ini gila! Udah berapa kali Lo menang?! Udah banyak banget pasti"kata Melisa memuji Anna disela makan siang mereka di taman samping sekolah.


"Cuma satu, lari halang rintang doang yang menang, basket sama voli kan kalah"kata Anna terkekeh karena Melisa terlalu melebih-lebihkan.


"Oh iya kah? Gue kira Lo udah menang banyak ternyata Lo juga cuma ikutan sedikit"kata Melisa ikut terkekeh karena dirinya merasa Anna mengikuti segala macam pertandingan karena Anna benar-benar sangat mendominasi.


Keduanya pun memakan bekal mereka sembari bercengkrama membicarakan tentang pekan olahraga yang menurut mereka cukup ramai dan sangat menyenangkan karena diadakan setelah ujian tengah semester.


"Weh ada yang bawa bekel nih"kata Milan yang tiba-tiba muncul ikut nimbrung duduk didekat Melisa diikuti Azriel tentu saja karena keduanya benar-benar seperti amplop dan prangko.


"Apa Lo? Mau minta?"tanya Melisa sewot karena waktu istirahat tenangnya harus terinterupsi oleh kemunculan si tengil Milan.


"Boleh dong, mana aaa"Milan dengan semangat membuka mulutnya menunggu untuk disuapi oleh Melisa.


"Punya tangan kan? Nih makan sendiri"kata Melisa membagi isi bekalnya ke tutup kotak bekalnya dan memberikannya pada Milan beserta sendoknya juga yang baru karena Melisa terbiasa membawa dua buah sendok karena takutnya ada sesuatu yang terjadi dengan sendoknya dan dirinya ada gantinya.


Milan mencebik Melisa ini tidak bisa diajak bercanda tapi tetap saja dirinya memakan bekal yang dibagikan Melisa padanya.


Mendadak kedua orang itu tiba-tiba berhenti dan menatap dua orang lain yang hanya saling diam dan tidak berbicara sama sekali.


"Lo gak mau nawarin bekal Lo ke Azriel? Siapa tau Azriel mau nyobain bekel buatan sendiri itu"kata Melisa dengan senyuman jahil pada Anna.


"Eh?"kaget Anna yang mendengarnya.


"Heh buatan sendiri?"kata Milan jadi penasaran dengan bekal yang dibuat Anna dan ternyata gadis itu membuat bekal yang seperti ada di anime-anime.


Nasi goreng dengan sosis berbentuk gurita dan juga telur gulung, bahkan ada karage disana.


"Gue mau coba!"semangat Milan karena bekal Anna benar-benar terlihat menggugah selera.


Anna pun mengikuti saja keinginan Milan itu dan dirinya mulai membagi bekalnya juga ke tutup kotak bekalnya seperti Melisa tadi dan menyerahkannya pada Milan namun langsung direbut oleh Azriel.


"Bagian gue"kata Azriel cuek dan tajam saat melihat Milan menatapnya tak percaya.


"Bagi lah dikit mah pelit amat Lo, kuburannya sempit loh"kata Milan memohon.


"Ini"Anna akan memberikan karagenya karena sepertinya Milan sangat menginginkan ayam goreng tersebut namun lagi-lagi dihentikan oleh Azriel yang dengan cuek memotong kecil karage miliknya dan menaruhnya ketempat milik Milan.


"Anjir Lo, sebenarnya Lo bodo kan? Lo bagi dua tapi gede sebelah, ini bukan setengah sialan!"sebal Milan karena Azriel memotong karagenya tidak sama dan bagian kecilnya diberikan padanya.


Azriel mengabaikan dan mulai menikmati makanannya tidak peduli dengan Milan yang masih misuh-misuh karena tidak terima.


Anna yang melihatnya pun jadi kasihan dan memberikan karagenya pada Milan membuat Milan sangat gembira.


"Woah Lo benar-benar malaikat! Jadi pacar gue yuk?"kata Milan asal jeplak dan karena itu laki-laki itu mendapatkan tabokan manis dikepalanya dari Melisa juga Azriel.


Bletak!


"Mulut Lo"peringat Melisa.


"Jangan coba-coba Lo"peringat Azriel juga dan laki-laki itu menatap sangat tajam pada Milan membuat Milan terkekeh kikuk karena nya.


Anna sendiri hanya tersenyum kikuk menanggapi perkataan Milan itu.


***


Waktu istirahat selesai dan kegiatan kembali dimulai dengan kali ini adalah segmen bersama alias semua cabang olahraga yang dipertandingkan mencampur siswa dan siswi.


11-3 tentu saja menurunkan Anna dan Azriel karena mereka adalah jagoan mereka dengan dua orang lainnya yang merupakan ketua kelas dan satu cewek lain yang katanya larinya sangat cepat.


Anna dan Azriel menjadi pelari ke tiga dan keempat menunggu disisi lapangan karena belum waktunya mereka bermain.


Berdiri bersisian dengan para pemain dari tim lain yang juga menyemangati teman mereka yang sedang bertanding.


Namun kelas 11-3 tertinggal jauh karena cewek yang menjadi pelari pertama ternyata paling lambat dari yang lainnya membuat si ketua kelas harus berusaha ekstra untuk mengejar ketertinggalan mereka.


Tongkat baton sudah diterima pelari kedua membuat Anna bersiap.


"Hati-hati"pesan Azriel pada Anna yang hendak melangkah menuju lintasan.


Anna mengangguk saja dan dirinya pun memasuki lintasan dengan percaya diri menunggu ketua kelas untuk memberikan baton padanya.


"Seneng Lo hah diperhatiin Azriel?"kata Alsa disampingnya yang ternyata ikut dalam pertandingan dan juga sama sepertinya menjadi pelari ke tiga.


Anna tidak tahu harus bereaksi seperti apa dan mendadak mengabaikannya karena melihat ketua kelas semakin dekat membuat Anna bersiap untuk menerima tongkat batonnya.


Tap.


Anna mendapatkan tongkat batonnya dan dengan sekuat tenaga dirinya berlari sangat cepat secepat yang ia bisa dan berusaha untuk mengejar karena dirinya diposisi kedua dan agar dirinya jadi tidak tertinggal.


Anna mempercepat larinya, dirinya harus menang, dirinya tak mau disalahkan lagi karena timnya kalah seperti saat kelas 10 dulu.


Beberapa meter lagi dan Anna hampir menyalip pelari yang memimpin dan dilihat ada Azriel disana sudah menunggunya.


Anna pun semakin mempercepat larinya dan mengulurkan tangannya yang memegang tongkat baton untuk diberikan pada Azriel.


Azriel, batin Anna harus bisa mengoper tingkat batonnya.


Sraakk. Tap. Brukk.


Anna terjatuh tersungkur setelah Azriel menerima tongkat batonnya dan berlari kencang menjadi posisi pertama.


Meringis sakit saat melihat kedua telapak tangannya yang dipakainya untuk mendarat menjadi lecet luka dan berdarah begitu juga dengan kedua lututnya yang juga berdarah sampai celana olahraga nya pun ikut koyak.


"Ish"ringis Anna.


"Itu salah Lo karena cari masalah sama gue"kata Alsa tidak merasa bersalah sedikitpun melihat kondisi Anna yang karena ulahnya itu menjegal Anna yang sedang berlari.


Anna diam saja tidak mengindahkan perkataan Alsa karena mau dirinya membalas yang ada dirinya semakin dibully karena dianggap songong.


***


Azriel berlari sangat cepat bak seperti cheetah meninggalkan para pelari yang lain membuat para siswa yang melihatnya melongo dan terkagum-kagum pada Azriel.


Garis finisih terlihat Azriel tidak memelankan larinya malah semakin bertambah cepat dan melewati garis finish itu begitu saja dan tetap berlari menjauh.


"Tangkap"seru Azriel melempar tongkat batonnya pada Milan yang kebetulan berada diarahnya.


"Mau kemana Lo?!"seru Milan saat melihat Azriel tetap berlari saja pergi entah kemana.


Tidak menjawab karena tidak penting Azriel berlari mencari sosok yang seharusnya ia perhatikan bukannya malah berlari pergi dan mengikuti lomba. Harusnya ia biarkan saja timnya kalah tadi daripada dirinya menjadi sangat kahwatir dan juga merasa bersalah karena tidak menolong Anna yang tadi terjatuh.


Mencari kesana kemari tidak menemukan Anna disekitaran lapangan utama membuat Azriel memasuki gedung sekolah menuju loker para siswa lalu membuka loker milik Anna dan perlahan nafasnya yang memburu perlahan melambat dan tenang saat melihat pakaian olahraga simpanan Anna disana tidak ada celananya membuat Azriel berpikir gadis itu sudah pergi menuju UKS untuk mengobati dirinya.


Menutup kembali pintu loker Anna perlahan tubuh Azriel merendah dan berakhir terduduk bersimpuh dengan nafas yang tersengal-sengal, walau dirinya merasa sangat lelah karena berlari namun dirinya merasa lega terlihat dari dirinya yang tersenyum lega.