
Anna berjalan dengan menyeret kakinya yang terasa sangat sakit itu menuju kantin karena ia akan membeli es batu untuk mengkompres cederanya sebagai pertolongan pertama sebelum dirinya nanti akan ke UKS untuk meminta penanganan selanjutnya dari guru penjaga UKS.
Anna mendapatkannya dan dirinya pun berjalan ke taman samping kantin karena dirinya terlalu takut untuk kembali ke kelas dan dirinya belum siap untuk kembali ke kelas karena dirinya belum mempersiapkan topengnya.
Duduk dibawah salah satu pohon disana, Anna bahkan kesusahan untuk melepas sepatu dan kaos kakinya karena lukanya terasa nyeri sekali.
Merinding sendiri saat melihat pergelangan kakinya itu yang membiru, merelakan sebelah kaos kakinya untuk membungkus plastik berisi es itu dengan ragu dirinya mendekatkan kompresan es itu ke arah lukanya.
Tak jadi karena dirinya tidak berani dan hanya bisa meringis.
"Sini biar gue"
Anna terkejut dengan suara yang berbicara itu yang ternyata Azriel yang muncul dihadapannya langsung merebut kompresan es dari tangannya.
Berjongkok dihadapan Anna dirinya mengarahkan kompresan itu pada luka Anna.
"Tahan"kata Azriel dan setelahnya Anna hanya bisa menahan pekikan kesakitannya saat kompresan es itu menyentuh memarnya.
Meremas kedua pahanya sebagai pelampiasan rasa sakit Anna benar-benar ingin menangis rasanya menahan sakit.
"Lo harus ke UKS biar gak makin parah"kata Azriel memberikan saran.
Anna mengangguk saja, dirinya memang berniat akan segera ke UKS setelah ini.
"Ayo gue bantu"kata Azriel yang berjongkok membelakangi Anna bersiap untuk menggendong Anna dipunggung nya.
Anna yang melihatnya tentu saja sangat terkejut. Gadis itu langsung menggeleng menolak dan berkata dirinya bisa ke UKS sendiri.
"Gak usah Azriel, Anna bisa pergi sendiri"
"Gak usah bego, mau sampe kapan Lo sampenya? Lo gak mau kan ketinggalan pelajaran"kata Azriel tak terbantahkan.
Anna yang mendengarnya pun membenarkan dalam hati, jika dirinya sendiri yang ke UKS bisa-bisa dirinya telat menghadiri pelajaran selanjutnya yang akan segera dimulai.
Dengan ragu Anna bergerak dan menjatuhkan diri ke punggung Azriel dan mengalungkan tangannya dileher Azriel saat laki-laki itu mulai berdiri dan berjalan membawanya di punggungnya.
Anna hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik bahu lebar Azriel karena merasa malu juga was was jika jika fans Azriel memergokinya digendong Azriel bisa mati kehidupan sekolahnya.
***
Sampai di UKS Azriel yang kembali dengan menggendong Anna dipunggung nya menjadi pusat perhatian mereka yang berada disana.
Melisa, Michelle yang sudah sadar, temen cewek sekelasnya, bahkan guru penjaga UKS yang melongo melihat kedatangannya.
Azriel menurunkan Anna perlahan disalah satu ranjang kosong sisa yang ada di ruangan itu karena UKS hanya memiliki 3 ranjang. Dan Azriel menempatkan Anna diranjang tengah yang tidak ditempati Melisa dan Michelle.
"Bu kaki dia luka"ucap Azriel menunjuk memar di kaki Anna pada guru penjaga UKS.
Guru itu pun bergegas memeriksa yang ditunjuk oleh Azriel itu karena dilihat saja itu terlihat sangat sakit.
"Kaki Lo bisa sampe ungu gitu diapain na?!"seru Melisa tak habis pikir melihat memar yang bahkan dilihat sekilas pun membuat orang yang melihatnya ikut meringis.
Anna hanya bisa terkekeh malu bingung untuk menjawab namun dirinya mengalihkannya dengan menatap Michelle yang menatapnya dengan kesal(?). Kenapa gadis itu?
Mengabaikan Anna bergegas meminta maaf pada Michelle karena telah membuat gadis itu pingsan tadi, mungkin wajah kesal tadi karena gadis itu marah padanya.
"Michelle, Anna minta maaf karena mukul kamu sampe pingsan"cicit Anna benar-benar merasa bersalah.
Michelle yang mendengarnya terkejut membuat raut wajah kesalnya sontak berubah menjadi senyuman manis lantas menggeleng mengatakan tidak masalah.
"Gak apa-apa kok, Lo gak sengaja kan"kata Michelle begitu baik membuat Anna bisa melihat sayap malaikat meregang lebar dengan cahaya yang menyilaukan saat Michelle berkata seperti itu.
Michelle benar-benar jelemaan malaikat baginya. Gadis itu benar-benar sangat baik.
"Makasih"cicit Anna merasa senang dimaafkan dan merasa canggung karena dirinya memukul Michelle sampai gadis baik itu pingsan.
"Lo mukul dia na?! Yang bener Lo?! Lo tau gak?!"seru Melisa heboh dan bertanya pada cewek temen sekelas mereka yang menolongnya tadi.
Cewek yang dimaksud sedang membantu guru penjaga UKS itu mengobati luka Anna itu pun berpikir sebentar lantas menggeleng.
"Gak tau gue, gue fokus sama Lo"kata cewek itu santai sembari memberikan perban yang diminta guru penjaga.
Melisa pun menatap Azriel untuk meminta penjelasan namun laki-laki itu terlihat melangkah pergi keluar.
"Mau kemana Lo?"tanya Melisa pada akhirnya dengan pertanyaan yang berbeda karena melihat pergerakan laki-laki itu.
"Ngambil seragam dia, biar sekalian dia ganti baju disini"kata Azriel santai menunjuk pada Anna.
Anna yang ditunjuk dan dimaksud hanya berkedip bingung. Dan sisanya melotot tak percaya terlebih Michelle yang semakin menumpuk rasa iri juga kesal pada Anna yang ia tutupi dengan senyuman cantiknya.
Tanpa disadari keduanya, nyatanya Azriel dan Anna lebih dari seorang partner olimpiade saja.
"Gue ikut, biar gue aja yang kasihin ke Anna nanti"kata Michelle menawarkan diri turun dari ranjang.
Setidaknya dirinya bisa dekat-dekat dengan Azriel nanti.
Azriel yang melihatnya pun hanya menatap Michelle yang berjalan mendekatinya itu dengan tatapan datar lantas melengos begitu saja.
"Terserah"
***
Selama perjalanan menuju kelas sejujurnya Michelle ingin sekali mengajak bicara Azriel namun ia urungkan niatnya karena aura yang dikeluarkan Azriel seolah berkata padanya untuk tidak mengganggunya.
Azriel berbelok ke kanan membuat Michelle bingung karena jika akan mengambil seragam Anna yang ada dikelas mereka harus berbelok ke kiri.
"Mau kemana? Kelas kesana kan?"tanya Michelle bingung walau dirinya tetap mengikuti Azriel.
Azriel tidak menjawab dan hanya berjalan terus sampai ke deretan loker milik kelas 11 dan dirinya berhenti didepan salah satu pintu loker.
Yang membuat Michelle terkejut karena loker tersebut adalah milik Anna dilihat dari nama pemilik yang tertulis dibalik pintu loker.
Azriel yang tahu loker Anna sudah membuatnya terkejut ditambah laki-laki itu yang tahu nomor sandi loker Anna lebih lagi membuat Michelle terkejut.
Azriel terlihat mengambil kaos kaki yang disimpan menjadi simpanan gadis itu di lokernya.
Dilihatnya loker Anna berisi banyak macam-macam barang seperti sepatu, kaos kaki, bahkan seragam cadangan gadis itu tersimpan rapi disana diantara buku-buku membuat Azriel flashback jika Anna pernah di-bully parah dengan dibanjur air kotor bekas pel oleh Vanessa and Geng hanya karena dibonceng olehnya saat pergi untuk mengikuti olimpiade.
Bagaimana dirinya tahu tentang barang-barang yang disimpan Anna di lokernya? Karena dirinya sering kali memergoki Anna menyimpan barang-barang itu dibeberapa waktu saat dirinya lewat atau berada didepan lokernya.
Dan untuk nomor sandi loker Anna itu rahasia. Tapi bisa Azriel katakan hal seperti ini sangat mudah untuk dirinya ketahui.
Kembali menutup dan mengunci loker Anna, Azriel melirik pada Michelle yang terdiam ditempatnya berdiri itu.
"Ayo katanya Lo mau bawain seragamnya Anna, nih sekalian kasihin"kata Azriel cuek memberikan kaos kaki yang ia dapatkan pada Michelle.
Michelle menerimanya dengan setengah pikiran, karena setengah pikirannya yang lain penuh dengan rasa kesal dan marah juga rencana-rencana untuk menghajar Anna karena cewek itu membuatnya marah.