Millisanna

Millisanna
Bab 56



Menaruh materi milik Azriel di meja laki-laki itu Anna terdiam disana, menatap kearah materi milik Azriel itu seraya memikirkan perkataan Vanessa dan yang lainnya tadi.


Dipikirkan lagi dirinya memang pembawa masalah untuk Azriel. Berjalan menuju jendela dan membuka jendela itu membuat angin sedikit berhembus lembut menerpanya.


Jika tidak karenanya yang terjatuh karena tersenggol oleh murid lain waktu itu pastinya Azriel tidak akan jatuh dari motornya karena menghindari Anna.


Atau saat kejadian di kegiatan kemah itu, dimana Azriel benar-benar mengalami hal yang sangat mengerikan karenanya karena harus berurusan dengan para pemburu liar yang jahat itu.


Laki-laki itu bahkan sampai mendapatkan beberapa luka tusukan parah yang berakhir membuat laki-laki itu tak sadarkan diri beberapa hari karena kehabisan darah.


Jika dirinya tidak jatuh ke jurang pasti Azriel akan tetap baik-baik saja dan mereka saat itu tidak akan berurusan dengan para pemburu liar yang kejam itu.


Lagi-lagi dibuat menghela nafas karena dirinya benar-benar tidak berguna dan biang masalah, pantas saja banyak yang tak menyukainya.


"Menjengkelkan"kesal Anna pada dirinya sendiri.


Semuanya akan baik-baik saja sebagaimana mestinya saat Anna tahu tempatnya. Benar, dirinya hanya perlu mengetahui tempatnya dan semuanya akan baik-baik saja.


Kembali menutup jendela Anna berpikir akan memulai kembali dari awal. Dan awalnya adalah dengan menghabiskan waktu istirahat didalam kelas untuk belajar seperti biasanya -seperti sebelum semua hal yang telah terjadi- terjadi.


Mari kita kembali ke tempatnya masing-masing, batin Anna.


***


Pulang sekolah Anna membereskan barang-barang nya bersiap pulang untuk ekskulnya, karena akan ada pertandingan ekskul sering kali diadakan tiap hari untuk latihan intensif sebelum pertandingan.


Berjalan diantara para murid yang juga pulang itu menjaga jarak dari mereka Anna berjalan menuju loker siswa, kearah lokernya.


Namun perasaannya tidak enak saat melihat sesuatu yang menetes dari lokernya disana, apalagi saat dirinya melangkah masuk didaerah situ sudah tercium bau yang aneh.


Dengan ragu Anna membuka lokernya dan begitu dibuka dirinya sontak menghindar menjauh dari air kotor yang menyembur disana berhamburan bersama dengan isi lokernya yang kotor dan hancur.


Anna menatap ngeri buku-bukunya, seragam simpanannya, bahkan seragam ekskulnya semuanya hancur berwarna abu-abu kehitaman dan menguarkan bau yang sangat tidak sedap.


Menghela sepertinya dirinya akan izin untuk tidak latihan hari ini dan dua hari kedepan karena dirinya ragu membersihkan seragamnya dari bau menyengat itu membutuhkan waktu yang cukup lama.


Berjongkok untuk memunguti kekacauan itu dan akan membersihkannya sebelum dirinya kembali dimarahi staff kebersihan sekolah, yang dimana terkahir kali seragam olahraganya digunting kecil-kecil dan dibuang di closet staff kebersihan memarahinya karena melihat nama dirinya diseragam olahraganya itu.


Mengingat soal terakhir kali, perundungannya ternyata belum selesai, Anna kira orang-orang yang merundungnya sudah lelah dan tidak lagi mengganggunya membuat Anna bernafas lega namun ternyata mereka sepertinya hanya libur, karena mereka kembali mulai merundungnya.


Berpikir lagi, kali ini apa salahnya sampai dirinya kembali dirundung lagi. Dulu saat dirinya dirundung karena dirinya menjadi partner olimpiade Azriel dan menjadi anak perempuan pertama yang diperbolehkan Azriel duduk di boncengannya.


Lalu kali ini karena apa? Dirinya bahkan sudah tidak menjadi partner Azriel tapi kenapa dirinya masih dirundung seperti ini.


***


Bisma berjalan santai sambil bersiul menuju gymnasium untuk melihat apa Anna sudah datang atau belum dan ternyata belum membuat Bisma pun langsung berbalik untuk menjemput gadis itu mungkin yang masih ada dikelasnya mengabaikan si ketua yang mulai mengomel itu.


Melihat anak-anak kelas 11 yang baru saja keluar berpikir apa kelas 11 lebih sibuk darinya yang notabenenya kelas 12 yang harusnya sangat sibuk karena banyak sekali ujian dan lainnya untuk kelulusan.


Dipikir lagi dirinya sangat lowong begini kan karena dirinya membolos sejak istirahat, bel istirahat selesai bukannya masuk dirinya malah bablas sampai pulang sekolah seperti ini.


Memberhentikan langkahnya untuk membiarkan anak-anak kelas 11 itu berjalan pulang, dan saat sudah mulai sepi dirinya akan kembali berjalan. Berdiri dengan cuek saat beberapa dari mereka mencuri-curi pandang padanya.


Fokus Bisma pada si Ace basket sang most wanted sekolah yang berjalan seorang diri diantara anak-anak disana.


Auranya aja emang beda, batin Bisma kagum sendiri dibuatnya.


Bisma ini bisa dibilang laki-laki yang cukup terkenal diantara para murid karena dirinya seorang Ace juga dari ekskul bela diri namun rasanya Bisma tidak sebanding dengan si most wanted sekolah itu, orang itu berada di level yang berbeda.


Dan walau dirinya seorang Ace bela diri pun Bisma akan berpikir dua kali jika diharuskan sparing dengan Azriel, dirinya memilih untuk kabur saja daripada mati.


Laki-laki itu sepertinya merasakan sedang diperhatikan olehnya membuat Bisma pun sontak mulai berjalan kembali menuju kelas Anna yang diketahuinya kelas 11-3.


Dan Azriel sendiri laki-laki itu yang merasa diperhatikan pun melambatkan jalannya berbalik dan mendapati seorang kakak kelas yang berjalan berlawanan arah dengan anak-anak kelas 11 yang lain.


***


Bisma mendapati kelas Anna bahkan sudah kosong melompong bahkan tak ada satu tas pun yang tertinggal disana yang berarti semua penghuni kelas itu sudah pulang.


Berdecih kesal saat menyadari sesuatu. "Kenapa ke kelas bego, harusnya ke loker, tuh cewek pasti ke loker buat ambil seragamnya"kata Bisma merasa bodoh.


Dirinya pun bergegas ke loker siswa namun belum sampai kesana dirinya menciumi bau sesuatu yang sangat busuk.


"Anjir lah siapa ini yang main comberan"keluh Bisma ingin segera pergi menjauh dari bau busuk ini namun bukannya menjauh dirinya malah semakin merasa baunya semakin pekat dan dirinya pun urung masuk ke bagian loker siswa saat mendapati Anna disana sedang membersihkan sesuatu disana.


Bisma yakin bau busuk ini berasal dari Anna disana. Menyembunyikan diri dibalik pintu masuk bagian loker siswa Bisma memerhatikan dengan seksama.


Bagaimana gadis itu membersihkan cairan yang berbau menyengat itu tanpa jijik dan memasukan yang menurutnya sampah itu pada kantong kresek besar yang entah gadis itu dapat dari mana.


Bisma yang memperhatikan itu menyadari sesuatu, yang ia kira sampah itu nyatanya seragam sekolah dan seragam ekskul milik Anna juga beberapa buku milik gadis itu juga.


Melihat kearah loker yang terbuka dan mengucurkan cairan menjijikan itu nyatanya milik Anna juga.


Gila! Tuh cewek dibully apa?!batin Bisma sangat terkejut.


Tidak menyangka jika Anna jadi korban perundungan di sekolah. Bisma kira SMA Arya yang elit ini murid-muridnya pun akhlaknya elit, namun nyatanya tidak juga.


Bisma jadi ingat dirinya pernah melihat seorang cewek yang sedang dihukum berdiri ditengah lapangan tiba-tiba dibanjur air oleh murid lain.


Bisma sontak dibuat syok saat mengingat cewek yang dibanjur air itu nyatanya adalah Anna.


"Anjir si Rio kok milih cewek ini buat dijadiin taruhan sih?! Gak ada cewek lain apa? Hidup tuh cewek udah menyedihkan masa mau ditambahin jadi ajang taruhan juga?!"gumam Bisma jadi merasa bersalah sendiri dan mengutuk teman sekelasnya itu yang mengajukan taruhan tidak bermoral ini.


Menghela nafas panjang Bisma menyerah pada taruhan itu, biar saja satu motor sportnya diambil oleh teman-temannya toh dirinya masih punya banyak dan bisa beli yang baru.


"Gak bisa, nih cewek udah cukup menderita gak usah ditambahin juga bego"gumam Bisma bertekad.


Menghembuskan nafas dan mempersiapkan wajah seolah terkejut dan bingung Bisma siap untuk muncul dihadapan Anna.


"Ya Tuhan! Anna kenapa ini?!"seru Bisma terkejut saat muncul melihat Anna disana.


Oke akting gue lumayan, batin Bisma bangga.


Anna terkekeh malu atas reaksi terkejut Bisma itu. Ya siapa pun yang melihat hal ini pastinya akan sangat terkejut seperti Bisma.


"Ada yang jail sama Lo?"tanya Bisma serius.


Anna terkekeh saja tidak menjawab ya atau tidak, mempercepat membersihkan semua kekacauan itu.


Bisma yang melihat Anna tidak menjawab pun hanya diam. "Lo bakal latihan hari ini?"tanya Bisma mengganti pertanyaannya.


Anna menggeleng mengatakan dirinya tidak akan latihan untuk hari ini. "Enggak kak, tolong izinin ke ketua, maaf"kata Anna meminta tolong pada Bisma.


Bisma berpikir jika gadis itu tidak latihan dirinya pun tidak akan latihan saja tapi mendadak dirinya bangkit dan berlari kearah loker miliknya yang berada diujung dalam diantara loker-loker kelas 12 lain saat dirinya mengingat jika dirinya memiliki seragam ekskul simpanan yang disimpan di lokernya.


"Anna Lo pake aja punya gue, jadi Lo gak usah izin latihan, kalo Lo izin latihan bisa-bisa Lo gak bakal diturunin nanti pas pertandingan"kata Bisma serius.


Anna yang melihat keseriusan kakak kelasnya itu merasa tidak enak karena dipinjami seragam oleh Bisma.


"Tapi kak Anna–"


"Gak usah sungkan atau apalah, katanya Lo kali ini ingin turun tanding, ya makanya ini pake kita latihan sekarang"kata Bisma semangat seraya menyodorkan seragam miliknya.


Anna menerimanya dengan sungkan seraya berterimakasih namun terkejut dan bingung saat mendapati kakak kelasnya itu kembali menarik seragam miliknya itu.


"Ini kayaknya bau apek lama disimpen diloker, punya parfum gak Lo?"tanya Bisma sedikit merasa malu.


Anna terkekeh saja melihatnya dan mengangguk mengiyakan jika dirinya memiliki parfum.