
Sorakan heboh para penonton membuat suasana semakin meriah apalagi saat MC menyuruh para pria tak menurunkan gadis digendongan mereka dan berjalan ketengah untuk melakukan game selanjutnya.
"Kalau diantara mereka ada yang jadian kasih tau saya ya"kekeh pembina mc itu yang semakin membuat para penonton luar biasa heboh.
Anna benar-benar malu saat ini, rasanya ia ingin turun saat ini juga tapi Azriel seperti paham apa yang diinginkannya pria itu malah semakin mengeratkan gendongannya seolah melarangnya turun dari gendongannya.
"Kalo Lo turun kita kalah, gue benci kalah"kata Azriel kecil dan begitu mengancam membuat Anna mau tak mau memasrahkan diri saja.
Karena saat Azriel bilang tak suka kalah, cowok itu benar-benar mengerikan.
"Baiklah, kali ini game kecepatan, saya akan memberikan pertanyaan dan kalian cepat cepat jawab dengan mengangkat tangan dan meneriakkan nama pria yang sedang menggendong kalian"kata pembina MC itu melihat pada kertas yang ia bawa yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan.
"Kalian jawab aja walau beda kelompok pun nilai kalian akan kami hitung dan kita lihat saja akhirnya, jadi tak usah ragu ini nanti nilai buat siapa siapa oke"tambah pembina MC itu siap memberikan pertanyaan.
"2√9³×9-7\=??"seru pembina MC itu semangat dan tertawa saat melihat para peserta yang sedang berpikir keras.
Semua peserta panik saling bekerjasama mencoba menghitung berbeda sekali dengan satu pasangan Azriel dan Anna disana terlihat saling diam satu sama lain.
Anna semakin mengeratkan kedua tangannya pada leher Azriel saat pria itu tiba-tiba memperbaiki gendongannya karena sang pria merasa tak nyaman.
"Jangan coba-coba nyerah. Gue ingetin gue benci kalah, tapi gue males jawab"dingin Azriel saat wajah keduanya sangat dekat hampir tak ada batas saat Azriel membenarkan gendongannya.
Anna diam-diam mencibir pria yang sedang menggendongnya. Kalau saja bukan Azriel ia akan mengabaikan ancaman itu tapi sayangnya pria itu adalah Azriel, pria yang dibenci sekaligus ditakuti Anna.
Tangan kanan Anna yang berada dibelakang Azriel pun terangkat –walaupun enggan dan meneriakkan nama Azriel.
"Azriel!"seru Anna.
"Ya?"tanya pembina MC meminta jawaban.
"479"jawab Anna yakin.
"Tepat! 5 poin untuk kalian!"seru pembina MC.
Seruan heboh kembali terdengar dari para penonton. Dan Milan yang berdiri disamping Azriel sambil menggendong Melisa di punggungnya mendecih.
"Kalo pertanyaan begini Lo berdua yang pasti menang sialan"kesal Milan dan Azriel hanya menatap sahabatnya itu dengan pandangan seolah berkata 'siapa Lo?' dengan wajah menyebalkan membuat Milan ingin sekali menyeleding sahabatnya itu sekarang juga.
"Pertanyaan selanjutnya, masih matematika. 7,5%:2√4x98x6×0\=??!"
"Milan!!!!!"teriak Melisa begitu semangat bahkan membuat Anna yang membelakanginya karena posisi gendongannya terkejut bukan main.
"Haha oke oke semangat sekali, jawabannya?"
"Nol!!"sentak Melisa yakin pasti dengan jawabannya.
"Benar! 5 poin"kekeh pembina MC.
"Heh jangan kalah dong sama juara angkatan, gue juga bisa jawab kan tadi"kata Melisa bangga sembari menepuk-nepuk punggung Milan membanggakan dirinya sendiri.
"Anak TK aja yang begituan mah bisa kali"remeh Milan.
"Ish apaan sih!"kesal Melisa.
Permainan berlanjut dengan dua pasangan ditengah yang tak mau kalah, pasangan 2A dan 2M, skornya saling susul yang sekarang 25vs20 dimana pasangan 2A yang menang.
"Soal terakhir, soal tentang musik"kata pembina MC.
Anna mengedipkan mata bingung, bagaimana bisa menang nanti? Ia tak bisa bernyanyi, suaranya tak sebagus otaknya dalam mengerjakan soal walau akhirnya harus juara dua juga.
"Anna gak bisa nyanyi"celetuk Anna polos membuat Azriel terkekeh.
"Belum tentu harus nyanyi"balas Azriel.
Anna kembali mengedip, benar kata Azriel belum tentu soal tentang musik itu harus bernyanyi, siapa tahu hanya bertanya tentang judul musik atau jenis musiknya bukan.
"Nyanyikan bagian reff dari lagu here's your perfect"
Sorakan semakin terdengar heboh saat pembina MC mengatakan judul lagu yang sedang hits itu, apalagi mungkin saja mereka bisa mendengarkan Azriel bernyanyi, siapa tahu kan.
"Gue tau lagunya tapi males nyanyi"kata Azriel seolah menjawab keingintahuan Anna.
"Gak perlu nyanyi pun kita menang"lanjut Azriel lagi yang memang benar adanya.
Anna hanya mengangguk saja menunggu kelompok lain yang menjawab.
"Lo bisa nyanyi gak?"bisik Milan bertanya pada Melissa yang terdengar oleh Azriel.
"Bisa, gue juga tau lagunya. Jawab aja gitu?"tanya Melissa saat dilihat kelompok lain tak ada yang mencoba untuk menjawab, sepertinya kelompok lain tak memiliki kepercayaan diri akan nyanyian mereka.
"Yaudah lo–"
"Sebut nama gue, biar gue yang nyanyi"kata Azriel serius pada Anna yang terkejut tiba-tiba Azriel berkata seperti itu.
Anna pun tanpa ada alasan menolak, ia mengangkat tangan dan menyerukan nama Azriel yang berarti Azriel akan bernyanyi.
"Azriel!!"seru Anna.
Tanpa menyadari Milan yang terkekeh disebelah mereka yang mentertawakan Azriel yang tak pernah mau kalah itu.
"Ya silahkan, siapa yang mau bernyanyi?"tanya pembina MC.
Anna menunjuk Azriel dan diangguki sang pembina MC mempersilahkan menjawab.
Azriel mengambil nafas dan menghembuskannya, bernyanyi adalah hal yang mudah untuknya, yang tak mudah dari saat ia bernyanyi adalah takutnya ia akan diajak masuk ekskul musik dan dijadikan vokalis dari band ekskul musik seperti saat di SMP nya dulu.
"I'm the first to say that I'm not perfect
And you're the first to say you want the best thing
But now I know a perfect way to let you go
Give my last hello, hope it's worth it
Here's your perfect~"
Keadaan hening saat Azriel bernyanyi seketika riuh karena sorakan mengapresiasi suara nyanyian Azriel yang sangat luar biasa bagus.
"Kita punya pemenangnya bukan?!"seru pembina MC semangat yang diiyakan para audiens.
Anna menatap takjub Azriel, pria itu benar-benar mendekati sempurna, tak ada kekurangan sedikitpun yang nampak dimata Anna. Azriel adalah definisi 'laki-laki sempurna' yang sesungguhnya.
Sampai ia pun tak menyadari kalau Azriel menurunkannya dari gendongan karena tim mereka yang menang, bahkan tanpa disadarinya hanya mereka berdua yang tinggal berdiri disana, kelompok lain sudah kembali duduk.
"Nah karena kalian beda kelompok, dan hadiahnya cuma buat satu kelompok, kita tentuin yang menang pake suit aja gimana? Biar keberuntungan yang ambil bagian, setuju?!"seru pembina MC menjelaskan dan meminta pendapat.
Para audiens setuju membuat para pemain pun mau tak mau setuju saja. Anna menyiapkan kepalannya untuk suit begitu juga dengan Azriel yang malas berharap ia segera kembali duduk secepatnya.
"Sekali jadi oke?"kata pembina MC yang diangguki keduanya.
Aba-aba pembina MC. "Batu, gunting, kertas!–"
Kertas lawan gunting. Gunting menang.
"Yang cowok yang menang!!"seru pembina MC membuat kelompok Azriel heboh karena menang.
"Woho!! Azriel!!!"seru para cowok kelompok Azriel tak percaya mereka menang.
Anna meringis karena lagi-lagi kalah dari Azriel dalam hal keberuntungan pun ia kalah.
"Maaf Jihan"kata Anna begitu ia kembali bergabung dengan kelompoknya.
"No problem, kayaknya emang gue harus ngeluarin biaya, jangan yang gratisan mulu"kekeh Jihan.
"Iyalah, bokap kaya tapi raja gratisan. Malu noh sama pintu emas kamar Lo"sindir Saman.
"Mana ada pintu kamar gue dari emas!? Bisa-bisa gue kek Ade Rai, tiap buka tutup pintu kamar berasa lagi gym gue"balas Jihan membuat yang lainnya tertawa.