
Anna tidak menyangka dengan dirinya saat ini. Anna memilih menjadi anak nakal dan akan menerima murka sang ibu untuk bertemu dengan teman masa kecilnya.
Dan Anna tidak akan menjadi orang jahat karena dirinya menempati janjinya pada Melisa. Anna akan membolos les hari ini.
Dirinya sudah bulat dengan keputusannya, karena kapan lagi dirinya bisa dengan mudah bertemu Al jika bukan hari ini.
Dirinya bahkan ikut seperti Melisa yang tidak sabar menunggu jam pulang sekolah, padahal saat ini baru saja bel istirahat berbunyi.
Anna menghabiskan waktu istirahat nya kembali dikelas sendirian, namun kali ini dirinya berdiri di jendela yang ia buka menikmati angin yang menerpanya dan menggoyangkan rambut-rambut pendeknya yang tak dapat terikat itu.
Bersender dan menaruh kedua tangannya dikusen jendela sebagai tumpuannya menikmati angin. Anna bahkan sampai menutup matanya karena menikmati angin yang menerpanya.
Sreek.
Anna sontak membuka matanya dan berbalik saat mendengar suara kursi yang ditarik dan memperlihatkan Azriel yang duduk dikursinya itu menatapnya.
Anna lupa jika jendela yang ia buka ini adalah jendela disamping tempat duduk Azriel. Gelagapan Anna berpikir untuk pergi saja karena merasa canggung dengan Azriel.
Tap.
"Mau kemana? Abaikan aja gue"kata Azriel santai menahan tangan Anna untuk tidak pergi dan membiarkan Anna ditempatnya sekarang.
Anna merasa gugup diberdirinya, dirinya merasa sangat canggung didekat Azriel dan mereka hanya berdua di kelas.
"Gue ganggu? Kalo gitu gue pergi–"
Azriel menatap tangan Anna yang menahannya untuk pergi. Si gadis terlihat menggeleng dan menyuruhnya kembali duduk dan Azriel pun duduk memperhatikan Anna yang terlihat sangat gugup itu.
Sepertinya dirinya memang harus pergi karena menganggu si gadis.
"Gue pergi aja"kata Azriel kembali berdiri namun Anna kembali menahannya dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Enggak gak usah"kata Anna kali ini bersuara agar Azriel tidak perlu pergi.
Azriel pun mengangguk saja jika begitu dirinya tidak akan pergi.
Anna yang melihat Azriel yang sepertinya tidak akan pergi pun merasa lega karena dirinya tidak dianggap sebagai tukang usir.
"Lo bakal nonton pertandingan nanti?"tanya Azriel tiba-tiba mengurungkan niat Anna yang akan berbalik mencoba untuk mengabaikan Azriel.
Anna mengangguk saja mengiyakan jika dirinya akan menonton pertandingan nanti, karena dirinya benar-benar sudah bulat akan menerima semua murka sang ibu karena dirinya bolos les.
Entah kenapa senyum Azriel muncul saat mendengar Anna akan menonton pertandingannya, apa karena gadis itu tidak pernah sekalipun hadir disetiap pertandingan nya.
Padahal dirinya tahu jika Anna setiap pulang sekolah selalu les sampai malam kenapa juga dirinya berharap jika gadis itu ada diantara penonton.
Tapi kali ini gadis itu benar-benar akan datang dan menonton bersama para penonton yang lain sedikit membuatnya bersemangat.
"Anna mau ketemu temen lama"kata Anna dengan senyuman.
Azriel yang mendengarnya sepenuhnya menatap Anna. Teman lama? Teman masa kecil?
'Afha'
Menggeleng mencoba menahan dirinya untuk tidak mulai gemetar hanya karena sebuah kata yang membuatnya jadi mengingat masa lalu.
"Siapa?"tanya Azriel mencoba mengenyahkan segala sesuatu yang akan menghancurkannya.
Anna masih dengan senyumnya disana balas menatap Azriel, kentara sekali jika gadis itu sangat bersemangat untuk bertemu seseorang yang disebut teman lama itu.
"Rahasia"kekeh Anna dan melangkah pergi karena bel istirahat selesai sudah berbunyi.
Azriel menatap pergerakan Anna yang pergi ke mejanya itu dalam diam, kenapa? Kenapa dirinya merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan?
***
Bel pulang berbunyi nyaring tak kalah nyaring dengan Melisa yang bersorak kesenangan dan langsung melangkah ke meja Anna yang sedang membereskan barang-barangnya itu.
"Anna ayo cepet! Kita harus dapet kursi paling depan! Beres-beresnya nanti aja!"kata Melisa terburu-buru.
Melisa mencebik sebal. "Dia itu kan berandalan pastinya bakal telat gabung kayak biasa"sebal Melisa.
Anna menggeleng saja mendengar Melisa yang cemberut itu. "Ayo beresen dulu barang-barang kamunya nanti ilang kamu sendiri yang kesel kan"kata Anna mencoba merayu Melisa agar mau membereskan barang-barang nya.
"Pertandingannya juga kan nanti jam empat, ini baru jam 3 lawannya aja pasti baru berangkat kan"kekeh Anna.
Melisa pun patuh saja dan mengangguk pergi untuk membereskan barang-barang nya seperti yang disuruh Anna.
Anna tersenyum melihatnya, dirinya mendadak gugup sendiri, dirinya takut jika Al masih seperti dulu masih membencinya, Anna takut akan itu.
Dipandangnya foto sosok teman masa kecilnya itu mendadak dirinya tidak ingin bertemu karena merasa takut.
Sejak kecil dirinya memang biang masalah dan orang yang sangat keberatan dengan keberadaannya selain keluarganya adalah Al teman masa kecilnya itu.
Dirinya masih ingat sekali bagaimana laki-laki itu saat dulu benar-benar membencinya dan tidak menerimanya sama sekali membuat Anna ragu untuk bertemu.
"Anna ayo gue udah selesai"kata Melisa semangat.
Anna mengangguk menghembuskan nafas mempersiapkan diri dan dirinya pun bangkit dari kursinya ikut melangkah keluar kelas bersama Melisa.
***
Azriel sedang peregangan dipinggir lapangan seraya menunggu lawannya datang.
Memeriksa ke bangku penonton bisa ia temukan Anna dan Melisa disana yang berarti Anna benar-benar menepati perkataannya tentang gadis itu akan hadir dipertandingan.
"Gak biasanya gue liat Anna diantara penonton"kata Milan berkomentar soal dirinya yang mendapati Anna dibangku penonton.
"Dia mau ketemu temen masa kecilnya"kata Azriel santai namun tidak bisa menutupi jika dirinya gemetaran hanya karena menyebut kata teman masa kecil.
Milan menyadarinya saat melihat Azriel bahkan tidak bisa memakai wristbandnya dengan benar karena gemetar.
Milan pun mengambil alih wristband itu dan memakaikannya pada pergelangan tangan Azriel.
"Tenang Jiel, Lo harus fokus, apa perlu gue bilang ke pelatih kalo Lo gak akan main?"tanya Milan memegang tangan Azriel menenangkan Azriel.
Azriel menatap sahabatnya itu tajam. "Gue gak mau"
"Maka dari itu Lo harus tenang, fokus ke pertandingan jangan mikirin hal-hal lain"kata Milan mengingatkan.
Azriel mengangguk saja mencoba menenangkan diri seperti yang dikatakan sahabatnya itu.
Waaaaa!!!
Suara gymnasium SMA Arya mendadak ramai dengan teriakan karena tim lawan telah datang.
Dan mata Azriel langsung tertuju pada satu orang yang juga menatapnya dengan tajam disana.
"Oke waktunya serius"kata Azriel dirinya benar-benar siap untuk bertanding.
***
Anna terkejut dengan ramainya gymnasium yang mendadak sangat berisik saat tim lawan datang. Dan Anna langsung mencari sosok Al diantara mereka dan dirinya menemukan laki-laki itu disana yang terlihat fokus pada sesuatu.
Anna pun mengikuti arah pandangan Al dan mendapati Azriel yang juga tengah menatap Al disana.
"Azriel sama Al emang gak akrab?"tanya Anna pada Melisa karena gadis itu selalu hadir disetiap pertandingan basket karena gadis itu sangat menyukai olahraga bola jingga itu.
Melisa yang mendengar pertanyaan Anna pun sontak teringat akan sesuatu. Pantas saja dirinya tidak asing dengan laki-laki yang katanya temen lama Anna itu yang fotonya ada di ponsel Anna itu.
"Ah bener namanya Aldres kan?! Cowok itu emang gak akrab sama Azriel karena taulah rival"kata Melisa.
Anna mengangguk saja bukan karena mengetahui Azriel tidak akrab dengan Al namun dirinya baru mengetahui jika Al namanya adalah Aldres, dulu dirinya hanya tahu Al adalah Al saja karena Geo dan kedua orangtuanya memanggil laki-laki itu Al, ternyata namanya Aldres.
Anna menatap sosok Al disana yang terlihat mulai bersiap itu, jika diperhatikan Al tidak jauh berbeda dengan sosoknya yang masih kecil yang ada diingatannya, Al hanya bertambah besar dan tinggi selebihnya Al seperti yang ada di ingatannya.
Anna jadi merasa ragu karena jika begitu pastinya sikap Al akan sama seperti dulu bukan, sosok yang sangat membencinya.