Millisanna

Millisanna
Bab 37



"Azriel Anna! Kalian kemana aja dah? Tadi gue hampir aja ke bagian pemberitahuan dan bakal ngelaporin kalo Lo pada dicari"kata Jihan heboh dan sedikit lega melihat teman-temannya kembali bersama mereka setelah sempat mereka bertanya-tanya kemana mereka pergi.


Anna hanya bisa tersenyum kikuk dan Azriel yang tidak peduli memperlihatkan wajah datarnya dan tidak menjawab.


"Udahlah yang penting kita udah ngumpul lagi, Michelle juga udah balik lagi"kata Dilan melirik pada Michelle yang tadi sempat izin untuk ke toilet dan membuat beberapa cewek pun ingin ikut namun saat para cewek kembali Michelle tidak ada bersama mereka.


"Ayo kita ke wahana yang lain, masih banyak nih yang belum dicoba"kata Saman semangat.


Mereka pun kemudian mencoba semua wahana yang tersisa dan juga mencoba pergi ke akuarium dan berfoto-foto dengan background ikan-ikan yang berenang bebas didalam akuarium besar disana.


"Azriel foto bareng sama gue mau ya"kata Michelle begitu berharap.


Azriel yang tidak ingin semakin di ganggu cewek itu pun mengiyakan saja agar cepat dan dirinya bisa bebas.


"Anna tolong fotoin gue sama Azriel"kata Michelle semangat memberikan ponselnya pada Anna yang asik sendiri menatap ikan-ikan dan hanya sekali dua kali melirik mereka yang asik berfoto-foto.


Anna mengangguk saja menyanggupi, dirinya sebagai teman yang baik tentu saja akan membantu temannya yang sedang mencoba mendapatkan sang pujaan hati.


Anna tidak bodoh saat melihat Michelle setelah dari rumah hantu gadis itu benar-benar mencoba untuk selalu dekat dengan Azriel.


Duduk disebelah Azriel disetiap wahana yang mereka taiki juga berjalan disisi laki-laki itu setiap mereka menuju ke wahana selanjutnya, tak ingin menjauh dan selalu menempel pada Azriel.


Anna mungkin payah dalam pelajaran karena selalu menjadi juara dua, namun soal kepekaan tentang seseorang yang menyukai seseorang dirinya merasa cukup hebat dan ia bangga akan hal itu.


Cekrek cekrek.


Beberapa foto berhasil diambil oleh Anna dengan berbagai pose dan angel yang diarahkan oleh Michelle yang begitu semangat memiliki foto bersama dengan Azriel.


Anna mengembalikan ponsel Michelle dan membiarkan gadis itu memeriksa hasil kerjanya. Anna berganti dengan mengeluarkan ponselnya sendiri.


Sedikit bingung saat banyak notifikasi dari akun bank onlinenya namun tak ambil pusing karena berpikir itu adalah notifikasi promo-promo yang biasa dilakukan bank onlinenya membuat Anna langsung mengabaikannya dan membuka aplikasi kamera dan memotret ikan-ikan cantik didalam akuarium itu.


Tersenyum melihat hasilnya Anna bangga dengan keahliannya mengambil foto.


Melirik kesana-kemari mematai sekitar dirinya dengan ragu mengubah kamera ponselnya menjadi kamera depan saat melihat beberapa cewek dari kelompok mereka melakukan selfie dengan percaya diri.


Anna yang merasa tidak ingin menyia-nyiakan moment ini berlalu begitu saja tanpa foto kenangan pun dengan ragu mengangkat ponselnya dan mulai melakukan selfie dengan gugup karena nyatanya dirinya tidak pernah melakukan selfie.


Dengan background akuarium dirinya tersenyum canggung menatap layar ponselnya yang menampilkan wajahnya itu.


Memencet tombol merah namun terkejut jika ada timer membuat Anna membiarkannya saja dan untuk yang kedua kalinya akan ia ubah settingannya.


"Gue in"


Cekrek.


Azriel tidak bisa menahan senyumannya saat melihat Anna langsung menjaga jarak darinya terkejut melihatnya.


Ekspresi terkejut Anna karena dirinya yang tiba-tiba ikut berfoto benar-benar luar biasa.


Anna merasa jantungnya copot dan merutuki Azriel yang malah cengengesan tidak merasa bersalah sama sekali.


Memeriksa hasil jepretannya tadi mencebik saat foto tersebut terlihat gagal. Di foto terlihat Azriel yang tersenyum pada kamera dan dirinya yang menatap Azriel dengan ekspresi yang benar-benar terkejut.


"Bagus itu, kirim ke gue nanti"kata Azriel santai ikut memeriksa hasil foto.


Anna memajukan bibirnya tanpa sadar menatap Azriel sebal. "Ganggu aja"gumam Anna sebal sangat kecil.


Walau begitu Azriel mendengarnya dengan jelas dan hal itu semakin membuatnya terkekeh.


Mengambil dengan santai ponsel milik Anna dirinya pun mengarahkan Anna dan mengatakan dirinya akan menjadi photografer si gadis.


"Lo gak lagi foto buat KTP kan? Kaku amat"decak Azriel melihat Anna yang benar-benar kaku disana.


Anna hanya bisa tersenyum kikuk, dirinya malu.


"Malu"cicit Anna.


Cekrek.


Tersenyum, Azriel puas dengan hasil jepretannya. Namun ia belum puas kembali ia rangkul Anna yang tadi langsung menghindar lagi-lagi terkejut.


Anna benar-benar syok dengan sikap Azriel saat ini, namun dirinya tidak bisa apa-apa.


"Sekarang senyum sama liat ke kamera, kalo bisa pose juga"kata Azriel memberikan arahan.


Anna dengan ragu menatap pantulan Azriel di layar ponsel dengan ragu menarik senyumnya dan berpose dengan tanda peace miring disebelah matanya.


Azriel tertawa melihatnya membuat Anna merajuk karena dirinya ditertawakan oleh laki-laki itu.


Sebelum Anna benar-benar merajuk Azriel pun melepaskan rangkulannya dan mulai berpose seragam dengan Anna.


"Senyum–"aba-aba Azriel.


Cekrek.


Michelle ditempatnya sudah sangat murka melihat Anna yang dekat-dekat dengan Azriel.


Cewek itu tidak peka atau pura-pura bego dengan mengejeknya seolah dirinya menang karena lebih dekat dengan Azriel dibanding dirinya.


Polos diluar doang, taunya *****, umpat Michelle dalam hati berjanji dirinya akan membuat perhitungan dengan Anna.


***


Arjuna berjalan mengelilingi mall dengan tidak bersemangat karena lagi-lagi dirinya ditinggalkan sendiri sementara kedua sahabatnya menghabiskan waktu mereka bersenang-senang di Dufan bersama teman-temannya.


"Sialan bang Milan gak ngebolehin gue ikut"kesal Arjuna masih merajuk karena sebenarnya dirinya diperbolehkan ikut oleh teman pergi ke Dufan Milan namun Milan nya tidak memperbolehkannya ikut.


Dan berakhir dirinya untuk mengobati rasa kesalnya ia berjalan-jalan di mall, namun tetap saja rasa kesalnya tidak hilang dan semakin menjadi karena di mall tidak ada yang menarik untuknya.


Menghela nafas bersender pada pagar kaca pembatas lantai Arjuna melamun menatap orang-orang yang berlalu lalang dibawah sana.


Memikirkan apa yang bisa ia lakukan untuk membunuh waktu.


Sampai mata tajamnya mendapatkan sesuatu yang menurutnya akan sangat menarik.


Dengan mata tajamnya, pandangannya senantiasa mengikuti seseorang yang sedang bergerak menggunakan eskalator untuk sampai ke lantai tempatnya berada.


Seseorang itu terlihat senang dengan tangannya yang berisi beberapa paper bag dari brand accessoris komputer ternama yang sangat terkenal dikalangan gamers.


Dan Arjuna memilih untuk mengikuti orang itu karena merasa jika dirinya mengikuti orang itu dirinya akan bisa membuang rasa jenuhnya.


Orang itu berjalan menuju ATM bersama yang ada di mall untuk melakukan penarikan uang.


Arjuna sendiri memperhatikan semuanya dalam persembunyiannya dibalik tiang bangunan diposisi dirinya bisa melihat dengan jelas bentukan kartu ATM tersebut yang membuatnya terkejut adalah nama di kartu ATM tersebut adalah bukan nama orang tersebut.


Dan lagi Arjuna tahu hubungan pemilik sebenarnya kartu ATM itu adalah kakak perempuan orang itu.


Merasa tidak sia-sia Arjuna mengikuti orang itu yang setelah selesai dari ATM orang itu berjalan memasuki toko ponsel brand ternama dan membeli sebuah iPad keluaran terbaru dari toko tersebut menggunakan uang yang tadi ditariknya.


Arjuna tercengang melihatnya dibalik brosur yang ia jadikan kamuflasenya. Otaknya penuh dengan terkaan untuk situasi sekarang.


Terkaan pertama, kakak orang itu dengan baik hati membiarkan orang itu menggunakan semua uangnya tersebut; Yang kedua, orang itu mencuri kartu ATM tersebut; Yang ketiga, orang itu memaksa kakaknya agar membiarkannya menggunakan uang dalam ATM tersebut; dan yang lainnya yang tak bisa disebutkan satu-satu.


Namun Arjuna yakin satu hal, mengingat jika orang itu terlihat membenci kakak perempuannya bisa jadi terkaan ketiga alasan mengapa orang itu ada disini menggunakan ATM milik kakaknya itu.


Berpikir dirinya sudah tidak ada urusan yang mungkin saja tidak ada urusan sejak awal pun mulai menghentikan tindakan tidak bergunanya ini dan memilih untuk mengunjungi restoran Jepang yang ada di mall tersebut.


Mendadak dirinya merasa perlu mendapatkan ketenangan dari suasana restoran Jepang yang selalu membuatnya nyaman.


"Berhenti Arjuna, sampai disini aja, Lo gak boleh ikut campur"katanya pada diri sendiri.