
Anna keluar dari mobil online yang mengantarnya ke rumah orangtuanya yang juga rumah yang menjadi tempat membesarkan dirinya itu.
Sudah cukup lama Anna tidak pernah pulang sejak dirinya diterima di universitas yang diinginkannya namun tidak diinginkan oleh ibunya.
Memang saat itu agar tidak membuat ibunya kembali menjadi ibu yang cukup kejam karena dirinya tidak pernah juara satu Anna melakukan ujian masuk di dua universitas yang berbeda, satu yang diingkan ibunya dan tanpa sepengetahuan ibunya Anna juga mengikuti ujian di universitas yang diinginkannya.
Dikedua ujian masuk itu dua-duanya Anna lulus dengan nilai tertinggi dan dengan keberanian dadakan ia memilih universitas yang diinginkannya dan langsung pergi keluar dari rumah dan tinggal disebuah kost-an.
Dirinya hanya sekali menerima telepon dari ibunya yang marah-marah karena dirinya memilih ke universitas yang lain dan setelahnya Anna selalu menolak dan mengabaikan semua panggilan keluarganya, dirinya bahkan mengganti nomornya.
Anna hidup mandiri seorang diri, ia berusaha keras bertahan hidup dengan menggunakan uang yang dikumpulkannya selama sekolah dari hasil menjuarai berbagai macam olimpiade dan dirinya juga melakukan kerja paruh waktu saat kuliah karena jika tidak begitu uang simpanannya akan habis dengan cepat.
Melewati semua itu sampai Anna akhirnya lulus menjadi mahasiswa terbaik dan juga mendapatkan title-nya tidak lama setelah kelulusannya Anna akhirnya memberitahukan semuanya pada ibunya.
Bagaimana dirinya melewati semuanya seorang diri dan sudah menjadi seorang dokter yang sangat luar biasa.
Sedikit takut karena berpikir ibunya akan marah-marah namun dari panggilan yang tersambung ibunya terdengar senang-senang saja membuat Anna merasa lega karena sepertinya bertahun-tahun berlalu ibunya sudah tidak marah padanya.
Ibunya sudah menerima Anna yang menjadi dokter, bukan menjadi seseorang yang berkecimpung di dunia politik karena ibunya menginginkan dirinya menjadi seorang pejabat.
Menghembuskan nafasnya menenangkan diri Anna melangkahkan kakinya menuju rumahnya karena seperti kebiasaan masa lalu ia selalu berhenti atau turun didepan rumah beberapa dari rumahnya itu.
Sampai didepan rumahnya bisa ia lihat di teras ayahnya yang sudah pensiun sedang merawat bonsai kesayangannya dan juga ibunya yang juga menemani suaminya sambil bermain dengan cucunya.
Semuanya sudah berubah, ayahnya pensiun dan perusahaan dilanjutkan oleh kakaknya yang sudah menikahi seorang pramugari dan memiliki seorang balita, Sarah yang saat ini tinggal diluar negeri bekerja diluar negeri begitu kuliahnya selesai, lalu adik bungsunya pun sedang memulai tahun kedua di universitas pilihannya yang ada dikota ini juga.
Kehidupan Anna saat ini sudah sangat damai, dan Anna bersyukur karenanya.
Graakk.
Mendengar suara gerbang rumah dibuka kedua orangtua Anna pun mengalihkan pandangan mereka melihat Anna yang datang, kedua wajah pasangan paruh baya itu terlihat senang melihat anak keduanya akhirnya pulang ke rumah setelah bertahun-tahun tidak pulang, bahkan disaat hari raya dan juga dipernikahan kakak sulungnya.
"Ya Tuhan nak akhirnya kau pulang juga"sambut ibunya begitu haru melihat Anna yang pulang.
Anna tersenyum saja berjalan menghampiri orangtuanya. "Anna pulang"
***
"Kamu ini ya masa pas kelulusan juga gak ngasih tau? Tiba-tiba nelepon setelah bertahun-tahun bilang bakal pulang dan terus bilangnya udah jadi dokter, kamu ini"keluh ibu pada Anna.
Anna terkekeh kikuk mendengarnya, tidak bisa mengelak karena sejujurnya ia takut ibunya marah padanya yang tidak menuruti kemauan ibunya itu.
Anna yang sedang bermain dengan keponakannya itu mengangguk saja mengiyakan sang ayah yang duduk disofa bersama ibunya sedangkan Anna lesehan diatas karpet yang dipenuhi oleh mainan keponakannya.
"Anna maafin papa ya untuk semua kesalahan papa di masa lalu"kata ayah tiba-tiba membuat Anna fokusnya penuh tertuju pada ayahnya yang terlihat merasa sangat bersalah itu.
"Mama juga mau minta maaf sama kamu, mama sadar dulu mama bener-bener udah keterlaluan sama kamu, mama bener-bener payah karena begitu memikirkan kata orang dan berakibat pada kamu"kata ibunya benar-benar merasa bersalah sampai menangis.
Anna menatap ibunya yang menangis itu. Dirinya tahu ibunya itu dulu benar-benar termakan omongan disekitarnya, yang dimana sang ibu selalu direndahkan karena Anna selalu dibanding-bandingkan dengan sepupunya yang katanya lebih pintar karena selalu juara satu, yang mana berakhir dirinya selalu dituntut untuk mendapatkan title juara satu agar sama seperti orang yang dibandingkan dengannya yang mana padahal saat itu walau Anna mendapatkan peringkat kedua Anna sudah sangat jauh diatas orang yang sering dibandingkan dengannya.
Tapi sepertinya sekarang tidak lagi karena ibunya sudah tidak bisa direndahkan lagi karena Anna sudah berhasil menjadi orang terpandang dengan caranya sendiri melebihi sepupu-sepupunya yang selalu dibandingkan dengan dirinya yang kata mereka dirinya adalah sebuah kegagalan.
Anna berhasil menjadi dokter hebat yang sering dicari oleh orang-orang entah didalam maupun diluar negeri, dirinya begitu dihormati karena kejeniusannya dan kemampuannya dalam menangani dan merawat pasien.
"Gak apa-apa mah pah, itu masa lalu, dan mungkin aja karena masa lalu itu Anna bisa sampai seperti sekarang"kata Anna benar-benar tidak apa-apa dan dirinya memaafkan semua kesalahan orangtuanya dimasa lalu.
***
Anna menolak permintaan orangtuanya yang menyuruhnya untuk menginap itu karena besok dirinya akan kembali ke kota S dan dirinya harus membereskan barang-barangnya di asrama rumah sakit yang menjadi tempat tinggalnya sementara di ibu kota karena Anna mengambil penerbangan siang.
Dirinya memang berniat untuk pulang ke asrama namun Anna memilih untuk mampir ke suatu tempat dulu dan menolak Ray yang tadi sempat mengirimkan pesan yang berisi akan menjemputnya.
Anna turun dari mobil online yang membawanya itu.
"Nona untuk apa kau kemari? Tidak berniat bunuh diri kan? Disana itu jurang yang sangat tinggi lho"kata supir mobil online itu pada Anna yang hendak menutup pintu mobil.
Anna tersenyum saja menggeleng. "Tidak pak, pemandangan disini sangat indah saat malam hari, saya ingin melihatnya"kata Anna.
Si supir menatap Anna ragu namun mengangguk mempercayai gadis itu.
"Hati-hati saat melangkah disini gelap, dan juga beberapa tahun lalu ada insiden mengerikan disini yang memakan satu korban tewas, berhati-hati lah jangan terlalu lama disini"peringat supir itu untuk terakhir kalinya.
Anna mengangguk mengerti dan berterimakasih pada supir mobil online itu seraya menutup pintu mobil dan memperhatikan mobil yang melaju dan tak lagi terlihat.
Anna tersenyum saja karena dirinya tahu betul tentang kejadian yang dimaksud supir tadi. Mengambil ponselnya menyalakan senter untuk menerangi jalannya menuju tempat yang diinginkannya.
Melangkah terus dan sampai disana ia melihat seseorang sudah berada disana berdiri membelakanginya.
Seseorang itu pun berbalik kala merasa sebuah cahaya menyinarinya dari belakang dan Anna bisa melihat siapa sosok itu.
"Apa ini? kenapa dokter yang tidak tau terimakasih datang ke tempat seperti ini? Mau bunuh diri?"