Millisanna

Millisanna
Bab 156



Anna perlahan membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya kala cahaya yang begitu silau masuk kedalam retinanya.


Berkedip bingung kala dirinya sepenuhnya sadar dan melihat sekelilingnya yang membuatnya kebingungan.


Anna pun bangkit mendudukkan dirinya dan melihat sekitarnya yang begitu indah. Sepanjang mata memandang semuanya merupakan padang rumput hijau dengan beberapa ilalang ilalang indah dan diatas sana adalah langit biru yang begitu luas dengan beberapa awan yang bergerak perlahan.


Anna menatap takjub pada tempatnya berada saat ini. Angin sepoi-sepoi bahkan terasa sangat nikmat saat menerpa tubuhnya dan sedikit menerbangkan rambut panjangnya membuat Anna menutup matanya menikmati angin.


"Heh dasar pemalas, mending kita jalan-jalan"


Anna sontak membuka matanya kala dirinya mendengar suara cempreng khas anak kecil yang begitu ia ingat adalah suara Aldres saat masih kecil.


Dan benar saja sosok Aldres saat kecil muncul disampingnya terkekeh dengan ekspresi tengilnya yang sama seperti dulu.


"Ayo Mili jalan-jalan" tangan kecil itu diulurkan pada Anna meminta Anna untuk meraihnya.


Anna pun dengan sedikit ragu meraih tangan kecil itu dan Aldres kecil itu membawanya untuk berdiri dan mereka mulai berjalan dengan kedua tangan mereka yang berpegangan.


Dengan perbedaan ukuran tubuh mereka Anna yang sudah menjadi wanita dewasa harus sedikit membungkuk untuk menuntun Aldres kecil yang berumur 5 tahun itu.


"Kita mau kemana?"tanya Anna karena sedari tadi mereka hanya berjalan dengan diam.


Aldres kecil tidak langsung menjawab namun tiba-tiba berhenti membuat Anna ikut berhenti dan melihat Aldres kecil itu menatapnya.


"Mili Al mau minta maaf dulu Al jail sama Mili karena Al takut mama sama papa lebih sayang sama Mili"kata Aldres kecil tiba-tiba.


Anna berkedip-kedip terkejut sendiri mendengarnya namun lantas dirinya tersenyum. "Gak apa-apa, kan itu masa lalu lagian itu kan cuma salah paham, bunda sama ayah kan tetap sayang sama Al"kata Anna tersenyum lembut.


"Ya aku hanya ingin meminta maaf dengan benar untuk masa lalu yang jika dipikirkan lagi cukup konyol"


Anna terkejut sendiri saat suara cempreng khas anak kecil itu tiba-tiba berubah menjadi lebih berat dan bulat dan lagi sosok kecil Aldres berubah drastis menjadi Aldres yang sudah dewasa seumuran dengannya.


"Kenapa kaget gitu hm?"kekeh Aldres merasa gemas dengan ekspresi Anna yang terlihat sangat syok itu dengan menarik gemas kedua pipi tembam milik sang gadis yang tidak pernah hilang sejak kecil itu.


Anna hanya bisa diam karena begitu terkejut dan lagi dirinya baru menyadari tempat macam apa ini? Apa ini tempat sebelum surga atau surga itu sendiri? Berarti dirinya ini sudah mati begitu?


"Ini dimana? Terus kita mau kemana?"tanya Anna pada akhirnya.


Aldres hanya tersenyum. "Pokoknya ada yang mau ketemu sama kamu"kata Aldres tersenyum lebar.


Anna hanya berkedip bingung tidak mengerti namun patuh saja mengikuti Aldres yang entah mau membawanya kemana.


Mereka terus berjalan sampai terlihat sebuah pohon besar yang begitu rindang dan dari penglihatannya Anna merasa dibawah pohon itu terlihat seseorang yang duduk disana.


"Itu siapa?"tanya Anna pada Aldres.


Aldres lagi-lagi hanya tersenyum dan melepaskan tautan tangannya dengan Anna dan menyuruh Anna untuk melanjutkan langkahnya menghampiri sosok dibawah pohon itu.


"Sana deketin aja, dia udah nunggu lama nungguin kamu tau"kekeh Aldres menjawab pertanyaan Anna itu.


Namun jawaban Aldres tidak membuat Anna puas karena bahkan laki-laki itu tidak menjawab pertanyaannya.


Walau begitu Anna tetap melangkah seperti yang disuruh Aldres, mendekati sosok yang duduk di bawah pohon itu dengan ragu.


Mendadak merasa tegang sendiri Anna pun berpikir untuk tidak jadi mendekati sosok itu dan berpikir untuk kembali bersama Aldres namun saat Anna berbalik sosok Aldres menghilang.


"Al? Aldres?"panggil Anna kebingungan mencari Aldres namun berkali-kali dipanggil pun laki-laki itu tidak muncul-muncul membuat Anna memberanikan diri kembali berbalik dan benar-benar mendekati sosok yang terduduk dibawah pohon itu.


Semakin mendekat dan bisa Anna lihat ternyata sosok yang duduk di bawah pohon itu ternyata seorang anak kecil yang terlihat menunduk membaca sebuah buku di pangkuannya.


Anna berhenti menjaga jarak dari anak kecil itu merasa ragu untuk memanggil si bocah karena Anna tidak tahu siapa anak kecil itu.


"Kenapa kau hanya berdiri? Tidak penasaran dengan apa yang sedang ku baca?"kata anak kecil itu seraya mengangkat wajahnya dan menatap Anna.


Anna sendiri terkejut bukan main saat melihat sosok bocah laki-laki itu yang menatapnya dengan tatapan yang sejujurnya sedikit berbeda dari setahunya saat dulu bocah itu menatapnya.


"Alfha"