
Milan melihat ke tenda kelompok Azriel dengan terkekeh saat melihat Azriel yang begitu lahap menyantap makan malamnya yang hanya berupa mie instan itu. Semakin terkekeh saat melihat Anna menemani sahabatnya disana hanya berdua.
"Diem diem ngeliatin orang pacaran itu gak boleh"celetuk Melisa teman sekelas Anna yang duduk di meja samping Azriel.
"Emang mereka pacaran?"tanya Milan.
Melisa mengedikkan bahunya. "Enggak, cuma asal jeplak aja"jawab Melisa sekenanya.
Milan melirik kesal gadis disebelahnya itu yang satu kelompok dengannya itu dikelompok 7.
"Besok kegiatan kita mencari jejak, jangan lupa obat Lo, gue gak mau penyakit Lo kambuh"kata Milan.
Melisa terkekeh saja, ia jadi bingung kenapa juga hanya pria disebelahnya ini yang ia beri tahu kalau ia memiliki riwayat penyakit yang cukup akut itu tanpa memberitahu anggota mereka yang lain bahkan ketua kelompok mereka pun tak ia beritahu.
"Oke, gue sebelum tidur nanti bakal minum"kata Melisa memperlihatkan tabung obatnya yang tinggal beberapa butir itu.
***
Anna mencuci peralatan bekas masak kelompoknya dengan telaten walau sedikit tak nyaman dengan keberadaan Azriel disebelahnya yang bertugas menyusun peralatan yang sudah Anna bersihkan dengan spons.
Laki-laki itu sendiri yang menawarkan diri untuk membantunya membawa sebagian peralatan yang kotor dan saat sampai ditempat mencuci piring pria itu juga menawari menjadi orang yang merapihkan peralatan yang sudah bersih.
Tak ada pembicaraan diantara mereka, sangat sunyi hanya terdengar air yang mengalir dan suara dari kegiatan yang mereka lakukan dan tidak lupa bisikan-bisikan kecil dari anak-anak yang hilir mudik disekitar mereka membicarakan keberadaan mereka berdua.
Orang-orang itu apa tidak lelah membicarakan mereka saat disini padahal saat disekolah mereka juga sering membicarakan keduanya.
Setelah selesai pun keduanya tak mengatakan apapun padahal mereka berjalan saling berdampingan dengan Anna yang melihat kesekitar lingkungan perkemahan yang terang karena lampu padahal melihat lebih jauh sangat gelap yang memang sudah malam sedangkan Azriel berjalan menatap lurus kedepan dengan kedua tangan dimasukan kesaku jaketnya, malam ini ternyata dingin juga.
"Anna!!"
Didepan mereka terlihat putri berjalan mendekat setelah meneriakkan nama Anna sambil melambaikan tangan.
"Udah selesai kan cuci piringnya? Ayo, disuruh kumpul sama pembina"kata Putri sembari menarik Anna untuk mengikutinya.
Azriel lantas mengikuti kedua gadis didepannya karena tujuannya pun sama seperti kedua gadis itu.
Semuanya sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing, terduduk melingkari api unggun yang cukup besar dengan beberapa pembina dihadapan mereka menjelaskan kegiatan yang akan mereka lakukan sekarang.
"Malam pertama, kita main game, kelompok yang menang dapet hadiah ini"kata pembina yang disoraki heboh oleh para murid.
Hadiahnya berupa 8 tiket gratis untuk menaiki semua wahana di Dufan seharian dan sejumlah uang sekitar ratusan ribu.
"Gila gila! Gue lahir juga tinggal di Jakarta tapi kagak pernah ke Dufan gue! Kita harus menang!!"seru Jihan semangat membuat yang lain terkekeh.
Permainan dimulai, para pembina membagikan kertas-kertas kecil pada para murid yang katanya berisi nomer dan nomer yang disebutkan itu yang akan bermain.
Dari 156 siswa yang ada hanya 15 siswa yang dipanggil dan sepertinya entah keberuntungan atau kesialan Anna mendapatkan nomer yang disebutkan membuat Jihan yang juga sebelumnya mendapat nomer yang disebutkan kesenangan karena Jihan yakin jika ada Anna kelompok nya akan menang.
Membuat Anna berdiri dan bergabung dengan orang-orang yang terpilih berdiri disamping Jihan dan seseorang disebelahnya menoelnya yang ternyata itu Melisa teman sekelasnya yang tersenyum terkekeh melihatnya.
"Lo juga ternyata kepilih"kekeh Melisa.
Anna hanya tersenyum mengangguk saja karena sepertinya asik juga menjadi bagian dari permainan.
Tiba-tiba para murid bersorak heboh saat Azriel berdiri menjadi nomer yang terkahir disebutkan dan bergabung dengan para pemain yang sebelumnya dipilih.
"Cielah yang gak hoki"kekeh Milan yang menyambut Azriel yang akan bergabung dengannya dalam permainan, ya Milan juga menjadi pemilik nomer yang disebutkan.
Milan tahu sekali kalau Azriel itu paling benci dengan permainan seperti ini apalagi banyak orang yang menontonnya.
"Oke baiklah, tangan kanan!"seru pembina tiba-tiba yang membuat kelima belas peserta hanya sepuluh dari mereka yang mengangkat tangan kanannya sisanya kebingungan dan gagal dari game pertama.
Orang-orang tertawa heboh melihat wajah wajah bingung para peserta yang gagal juga terkekeh karena mereka juga terkejut karena itu bagian dari game.
Jihan memberengut kesal karena langsung gagal, ditatapnya penuh harap Anna yang menjadi satu-satunya orang yang diandalkan dari kelompoknya itu karena dari kelompok 15 hanya mereka yang terpilih dan Jihan langsung gagal digame pertama.
"Anna gue mohon Lo harus menang! Gue pengen ke Dufan gratis!"kukuh Jihan melupakan kalau ia pun bisa saja ke Dufan sesukanya tapi Jihan adalah pecinta gratisan karena menurutnya gratis lebih nikmat.
Anna hanya mengangguk saja, akan berusaha mendapatkan tiket gratis ke Dufan itu sesuai keinginan Jihan.
"Oke tinggal sepuluh orang dan sepertinya cocok untuk permainan selanjutnya"kata pembina merasa antusias saat melihat peserta hanya tinggal sepuluh dengan 5 pria dan 5 perempuan.
"Tapi sebelumnya, ada yang satu kelompok?"tanya pembina pada mereka bersepuluh itu.
Enam orang mengangkat tangan dari 5 kelompok yang masih ada. Milan dan Melisa dari kelompok 7, dua orang cewek dari kelompok 1, Azriel dengan temannya yang cowok dari kelompok 13.
Dan sisanya seorang cowok dari kelompok 3, satu orang cowok dari kelompok 10, seorang cewek dari kelompok 4 dan Anna dari kelompok 15.
"Oke, pokoknya kita bagi cewek cowok, cewek bisa kesana ambil yang dibawa rekan saya disana dan berdiri disana, yang cowok disini dan ambil ini"kata pembina itu menyodorkan kotak yang berisi kertas.
Anna ikut dengan peserta lain menuju pembina disana, mengambil satu kertas dengan bingung apalagi saat pembina itu menyuruh mereka menghadap kearahnya membelakangi para pemain pria sambil berjejer.
"Kita mau ngapain sih?"kata Melisa mulai curiga yang berdiri disampingnya.
Pembina perempuan itu hanya tersenyum. "Tenang aja, kalian cuma harus diam dan ikuti arahan yang diberikan"katanya sok misterius.
Para cowok pun satu persatu mengambil kertas mereka masing-masing dan ternyata tertulis angka disana.
5 adalah angka yang tertulis dari kertas yang dipilih Azriel.
"Nah sekarang pilih salah satu dari ini"kata pembina itu menyodorkan kotak lain yang juga berisi kertas.
Azriel mengambil satu dan dibukanya saat disuruh dibuka, mengernyit saat membaca yang tertulis disana.
'Gendong nomer yang dipilih didepanmu dengan kedua tanganmu'
Azriel pun refleks melihat kearah lima perempuan disana, dia mendapatkan nomer 5 jadi ia harus menggendong cewek yang berada diujung dan dikedua ujung yang sekiranya nomer 5 bukan Anna membuat Azriel mendengus sebal tanpa sebab.
"Oke, para cowok udah pada milih, yang cewek bagaimana?"seru pembina MC itu pada pembina perempuan yang mengangguk disana memberikan anggukan kalau mereka juga sudah siap.
"Oke, para cewek silahkan perlihatkan nomer yang kalian dapat tanpa membalikkan badan kalian"perintah pembina MC.
Kelimanya pun memperlihatkan kertas kecil dengan angka pilihan mereka.
Entah kenapa rasanya Azriel ingin sekali tertawa karena merasa senang sekali saat ini membuatnya berpikir kalau ia kemasukan penunggu salah satu pohon besar diperkemahan ini.
"Baik. Para cowok kalian udah tau kan harus kemana?"kata pembina MC bertanya setelah para peserta cewek menurunkan kembali tangan mereka yang diangguki dengan semangat oleh para peserta cowok disana membuat pembina MC itu terkekeh.
"Oke kalo gitu para cewek silahkan tutup mata kalian, gak boleh ngintip ya"kata pembina MC itu.
Anna pun menutup matanya seperti yang lain, pasrah saja akan diapakan juga karena Anna tak peduli dengan permainan ini, sepertinya ia harus minta maaf pada Jihan karena tak berminat memenangkan game ini.
"Buat para cewek pokoknya tutup mata, gak boleh ngintip bahkan setelah saya selesai berhitung gak boleh ngintip"kata pembina MC itu yang tanpa sadar diangguki oleh Anna.
"Oke bersiap, 1.. 2.. 3!!!!"
Anna mengernyit saat mendengar kegaduhan dan begitu terkejut saat tubuhnya tiba-tiba merasa melayang membuatnya refleks berteriak dan membuka matanya.
Anna berkedip beberapa kali merasakan jantungnya yang berdetak kencang luar biasa karena terkejut bahkan ia tak sadar mengalungkan kedua tangannya dan merapatkan diri takut terjatuh pada seseorang yang sedang menggendongnya saat ini.
Bahkan Anna dapat merasakan detakan jantung yang sama kencangnya seperti miliknya bersamaan nafas yang terengah dari seseorang yang sedang menggendongnya.
Anna mengenal aroma tubuh seseorang yang sedang menggendongnya saat ini tapi ia ingin menyangkal kalau orang itu yang saat ini menggendongnya kalau saja Anna tak mendengar suara berat yang khas dari orang tersebut.
"Lo ringan juga"kata Azriel terkekeh mendapati Anna yang semakin menegang digendongannya.