
Pekan olahraga SMA Arya pun akhirnya datang dan Melisa benar-benar sangat bersemangat, gadis itu bahkan tidak merasa bosan saat mendengarkan salam pembuka kepala sekolah yang lama itu karena terlalu bersemangat.
"Baiklah anak-anak semua, saya buka pekan olahraga SMA Arya yang ke xx dan semoga acara berjalan lancar dan kalian semua tidak terluka"kata kepala sekolah mengakhiri sambutannya.
Para murid pun membubarkan diri, mereka bersiap untuk semua lomba olahraga yang diadakan.
"Tapi kenapa ya tiap porak gak ada cabang lomba tarung"kata Anna polos saat melihat daftar olahraga yang diperlombakan.
"Lo mau bunuh orang-orang awam yang gak paham bela diri kayak Lo?"tanya Melisa syok mendengar perkataan Anna itu.
Anna terkekeh saja, dirinya hanya bercanda. Dirinya juga tahu jika porak ini diperuntukkan bagi semua murid dan jika pertarungan benar-benar diadakan orang yang bukan dari ekskul bela diri mengikuti nya dan mendapat lawan dari anak ekskul bela diri bisa jadi tontonan mengerikan jatuhnya.
"Karena setiap kelas berisi 20 orang murid dengan 10 orang murid laki-laki dan 10 murid perempuan, seperti biasa kita akan menggunakan orang yang sama di beberapa cabang olahraga"jelas ketua kelas didepan kelas.
Anna menggangguk saja melihat selembaran mengenai orang-orang kelasnya yang mengikuti perlombaan, dan untuk Anna sendiri karena dirinya terkenal sangat atletis dirinya masuk ke tim basket, volley, dan lainnya. Tadinya dirinya akan dimasukkan kedalam tim futsal juga tapi jadwal pertandingannya bentrok.
"Baiklah tujuan kita menjadi pemenang utama karena hadiahnya adalah bonus nilai!"seru ketua kelas begitu semangat dan anak-anak lain pun sama antusiasnya dengan si ketua kelas karena hadiah yang didapat benar-benar sangat membantu mereka.
"Semangat semuanya!"
***
"Oh kamu pemain cadangan?"tanya Anna saat melihat Melisa ikut bersamanya yang akan bertanding voli melawan kelas 11-5.
"Ya niatnya cuma mau ngedukung doang tapi ya gue siap jadi pemain cadangan"kekeh Melisa.
Saat ini beberapa pertandingan sedang diadakan tapi semua anak perempuan kelas 11-3 semuanya berkumpul digedung yang dijadikan tempat tanding voli, lagipula siswi yang tersisa tidak mengikuti pertandingan lain yang sedang dilakukan juga.
"Setelah ini dua dari kita harus tanding basket jadi biar gak didiskualifikasi karena telat, kita menang cepat!"seru wakil ketua kelas pada anggota timnya.
Mereka semua mengangguk termasuk Anna karena dia orang yang dimaksud tadi salah satunya adalah dirinya.
Priit priit.
Anna mengambil service pertama membuat tim lawan bersiap untuk melakukan receive menahan service Anna.
Melisa yang berdiri disamping lapangan dengan ponselnya yang merekam pun terkekeh saja melihat lawan tim kelasnya karena ayolah service Anna bahkan hampir sama dengan servicenya anak laki-laki alias sangat keras.
Priit.
Anna melempar bolanya ke atas mengambil langkah dan melompat memukul sekuat tenaga bola membuatnya melesat ke lapangan tim lawan dan menjadi service Ace karena tidak ada yang bisa mendapatkannya.
"Woah!!"seruan para penonton di gedung olahraga pun bergemuruh melihat service menyeramkan Anna.
"Kan apa gue bilang"kekeh Melisa karena dirinya jadi ingat saat kelas 10 dulu dirinya menjadi lawan kelas Anna dan dirinya mengingat rasa sakit tangannya saat menerima service Anna itu, benar-benar menyakitkan.
Untung saja tahun ini Anna adalah anggota timnya bukan lawannya karena jika Anna menjadi lawan dirinya sudah kehilangan kepercayaan untuk bisa menang.
Kelas 11-5 vs 11-3, menang kelas 11-3 yang memenangkan 2 set langsung.
"Woah bener-bener keren Lo"kagum Melisa pada Anna, karena Anna adalah mvp dari pertandingan tadi.
Anna yang sedang minum pun tersenyum saja berterimakasih. "Oke sekarang basket, udah siap?"tanya Anna yang bangkit pada Melisa.
"Pastinya dong, ini yang gue tunggu-tunggu"kata Melisa semangat karena cabang olahraga ini saja yang ia ikuti karena masalah kesehatannya yang tidak memungkinkan dirinya untuk mengikuti banyak pertandingan.
Mereka pun berjalan keluar gedung untuk pergi ke gedung olahraga yang lain tempat diadakannya pertandingan basket.
Bisa mereka lihat tim laki-laki kelas 11-3 sedang melawan kelas 12, kelasnya Bisma dan Rio karena kedua laki-laki itu terlihat bermain disana melawan Azriel.
Sraakk.
"Anjir lah gak beruntung banget langsung lawan Ace tim basket"keluh Bisma seraya memberi selamat pada Azriel sebagai sikap sportifitas.
Azriel tersenyum tipis saja mengangguk menyambut ucapan selamat dari kakak kelasnya itu.
"Oh Anna ikut tanding basket juga?"kata Rio yang melihat ke lapangan yang lain terlihat Anna sedang bermain.
"Dia hampir ikut semuanya"komentar Azriel ikut memperhatikan pertandingan Anna yang tentu saja Anna yang mendominasi permainan.
"Enggak aneh sih liat aja, kek kalo Anna main pasti bakal menang"kekeh Bisma itu berkomentar.
***
"Huwee maafin gue!!"seru Melisa merasa bersalah karena dirinya tim basket kelas 11-3 kalah.
"Udah gak apa-apa santai aja"kata cewek lain yang juga tadi bermain basket.
"Pertandingan tim tinggal voli sama futsal tapi kayaknya tim futsal kita juga kalah"kata cewek itu juga dan bertepatan saat tim basket keluar gedung olahraga tim yang bermain futsal muncul dan saling tertawa malu karena mereka kalah.
"Kalo gitu tinggal cabang atletik, disana ada banyak dan untungnya setiap nomornya kita masukin orang, entah itu yang cewek atau cowok"kata wakil ketua kelas tidak putus asa walau dirinya dan tim futsal kalah.
Mereka pun bersemangat kembali tidak putus harapan karena masih ada kesempatan untuk menjadi peringkat pertama.
"Oh kalian semua ada, gue yakin kalian semua kalah"kata ketua kelas 11-3 saat melihat semua anak perempuan dikelasnya muncul dilapangan utama SMA Arya itu.
Wakil ketua yang mewakili pun mengangguk lemas. Mereka di voli bahkan hanya mendapatkan perak karena mereka dikalahkan dari tim yang 5 pemainnya adalah dari tim voli sekolah.
"Udah gak apa-apa, kalian udah kerja keras"kata ketua kelas menghibur.
Seluruh anak kelas 11-3 pun berkumpul disatu tempat untuk ikut bersorak menyemangati orang yang sedang bertanding.
"Kalo atletik langsung selesai ya satu pertandingan?"tanya Melisa.
Anna mengangguk saja karena setiap pertandingan yang diadakan itu diatur sesuai kelas yang ikut serta atau mengirimkan muridnya untuk berpartisipasi maka dari itu ada beberapa kelas yang tidak mengirimkan muridnya dan membuat sekali pertandingan pun selesai.
"Pemain halang rintang laki-laki silahkan bersiap"suara dari pengeras suara membuat para murid yang akan bertanding pun mulai bermunculan.
Dari kelas 11-3 ada Azriel karena menurut anak-anak Azriel cukup atletis dan larinya juga cepat.
Semuanya bersorak heboh mendukung pemain favorit mereka terlebih para cewek yang berteriak kencang mendukung Azriel dan Milan yang ternyata ikut dalam pertandingan tersebut.
"Azriel!!! Pokoknya Lo harus menang kalahin tuh si Milan!!!"teriak Melisa begitu kencang seperti memiliki dendam pribadi.
Anna yang disebelah Melisa pun hanya bisa terkekeh malu.
"Noh denger katanya Lo harus menang"kekeh Milan.
"Emang gue bakal menang"kata Azriel cuek.
"Bersiap"seru wasit membuat para pemain bersiap.
Dor.
Pistol peringatan pun berbunyi dan para pemain pun mulai bermain dan Azriel juga Milan sangat rapat, mereka saling bersaing tak ingin kalah satu sama lain.
"Azriel pokoknya Lo harus menang!!!!"seru Melisa saat para pemain melewati tempat dirinya berada.
Dua papan lagi dan pemenang pun didapatkan. Azriel yang mendapatkannya membuat Melisa bersorak heboh kegirangan sampai terbatuk-batuk dan Anna bergegas memberikan minum untuk si gadis yang kelewatan kesenangan itu.