Millisanna

Millisanna
Bab 35



Anna menatap suasana taman bermain dengan perasaan senang bersemangat tak sabar untuk segera menjajal semua permainan yang ada di sana.


Mengikuti yang lainnya yang sedang menentukan pilihan wahana yang pertama akan mereka naiki.


"Hysteria dulu gak sih"semangat Jihan sembari menunjuk pada wahana yang dimaksudnya di papan peta disana.


"Gue skip"kata Putri hendak kabur dengan menarik Anna namun Anna tak bergeming dan malah terlihat antusias membuat Putri tak percaya.


"Lo mau naik itu? Beneran? Tinggi banget lho itu"kata Putri tak percaya.


Anna yang dikatai seperti itu hanya tersenyum malu. "Mumpung disini, dan mumpung gratis kenapa gak?"kata Anna malu-malu.


Perkataan Anna disoraki mereka yang setuju dan mereka pun sepakat untuk menaiki wahana tersebut.


Dan pada akhirnya Putri dan semua perempuan dari kelompok Dilan kecuali Michelle mereka tidak berani dan hanya menunggu dibawah.


Untuk perempuan yang naik mereka berjalan mengikuti para laki-laki yang bersemangat untuk naik wahana.


"Gue nyesel ikut"lirih Laras yang berjalan disebelah Intan didepan Anna dan Michelle.


"Bisa di ulang gak sih, gue gak jadi aja ya"kata Intan ikut merasa menyesal dan akan kabur namun sang kekasih Dilan mencegah cewek itu untuk kabur.


"Gak boleh gitu, ayo katanya mau, duduk disebelah gue gue jagain ayo"paksa Dilan membuat Intan mau tak mau memaksakan diri berani.


Anna yang melihatnya pun terkekeh lucu. Dirinya pun mengambil kursi diantara Intan dan Laras karena Intan tadi refleks menarik Laras dan Laras menarik Anna.


Michelle sendiri yang merasa tersisihkan dari ketiga cewek itu tak peduli, dirinya langsung mengambil tempat disebelah Azriel.


"Wah gue takut"gumam Michelle mencoba mencari perhatian Azriel.


Namun tentu saja diabaikan laki-laki itu karena laki-laki itu malah asik dengan temannya disebelah membuat Michelle mencebik kesal.


Pengaman mulai dipasang, jantung Anna semakin kencang berdetak semakin dibuat grogi karena Laras dan Intan disebelahnya menggenggam tangannya seolah membagi ketakutan mereka padanya.


Wahana tersebut mulai naik semakin tinggi dan semakin tinggi tapi jeritan mulai terdengar dan Anna hanya bisa menutup matanya menahan pekikan terkejutnya saat wahana tersebut tiba-tiba turun dengan kecepatan sangat kencang.


Naik turun dengan kecepatan tinggi dan setelahnya selesai membuat mereka lemas.


Pengaman dibuka mereka tertawa lega dan juga merasa senang.


"Yang lain, yang ekstrim aja dulu semuanya, terus setelahnya yang santai santai aja"saran Saman yang diangguki beberapa dari mereka.


Mereka pun dengan full orang mereka mencoba wahana tornado.


"Oke gue harus berani!!"seru Putri mendoktrin dirinya jika dirinya berani.


Anna yang duduk disebelahnya terkekeh kecil melihat kelakuan temannya itu.


"Gila gila gue takut anjir"keluh cowok yang duduk dikursi yang lewat satu dari Anna dan kursi yang disebelah Anna yang lain ditempati Azriel.


"Takut tinggal turun, susah banget"kata Azriel santai menyahuti perkataan temannya itu.


"Gak akan ya, gue gak mau disebut gak jantan"sebal cowok itu.


Azriel dan Anna yang mendengarnya terkekeh membuat keduanya sontak saling pandang karenanya dan tentu saja langsung Anna yang pertama mengalihkan pandangannya.


Merutuki dirinya sendiri Anna merasa malu.


Setelah tornado mereka berganti ke rollercoaster. Mereka satu persatu menempati kursi yang diinginkan Anna yang tak ingin dikursi paling depan didorong Saman dan Indra untuk kedepan membuatnya hanya bisa pasrah.


Michelle memperhatikan Azriel yang terlihat berjalan menuju kursi kedua yang kosong membuat Michelle bergegas karena tak ingin Azriel jadi duduk dengan orang lain.


Namun nyatanya laki-laki itu malah ke kursi yang paling depan duduk disamping Anna. Membuat Michelle dongkol dan mau tak mau duduk dikursi kedua dan seorang cowok dari teman sekelompok Azriel bernama Tian yang duduk disampingnya.


Anna sendiri kembali dibuat mematung dan terkejut melihat disebelahnya kembali adalah Azriel yang dengan santai duduk disebelahnya.


"Kenapa?"tanya Azriel memergoki Anna yang diam-diam meliriknya.


Anna yang kepergok pun hanya bisa menggeleng brutal namun tersentak karena wahana itu mulai berjalan dan itu membuat Azriel tertawa.


"Kalo gak berani turun aja"kata Azriel santai.


"Kamu bego ya?! Gimana turunnya aaaaaaahhhhh!!!!"teriak Anna saat rollercoaster itu setelah naik naik dengan perlahan langsung turun dengan kecepatan sangat tinggi dan berkelok-kelok bahkan berputar putar.


Azriel hanya tertawa kesenangan disamping merasa senang juga lucu mengingat Anna yang lucu, sedang berbicara belum selesai berbicara tiba-tiba menjerit karena wahana yang melaju.


***


Anna merasa kelelahan setelah menjajal semua wahana ekstrim yang ada diluar ruangan. Bahkan air mineral botol yang ia beli disaat mereka beristirahat sejenak itu langsung habis, setelah menaiki kora-kora.


"Sekarang rumah hantu kuy!!"semangat Tian memberikan ide.


Azriel yang mendengarnya mendadak sangat tegang, dirinya bukan takut hantu dirinya takut hal lain yang hanya bisa ia rasakan saat di kegelapan.


"Rumah hantu buat 4 orang, kita 15 orang jadi dibagi–"kata Saman mulai menghitung namun cukup lama.


"4 kelompok, satu kelompok 3 orang"kata Bimo merasa malu, padahal Saman yang terlihat bodoh karena lama menghitung.


"Nah itu, kalo kebagian ke yang 3 orang doang itu berarti takdir"kata Saman tertawa terbahak karenanya merasa lucu mentertawakan mereka yang akan masuk kedalam satu kelompok beranggotakan 3 orang.


Karena walau Michelle ikut kelompok Azriel tetap ganjil karena satu orang dari kelompok mereka tidak bisa ikut.


Dan begitu undian selesai dengan cara hompimpah hitam putih Saman masuk kedalam kelompok berisi 3 orang dan bahkan Saman satu-satunya laki-laki disana dan yang lainnya adalah Vanessa dan teman cewek kelompoknya.


"Makan tuh takdir!!"balas Indra, Bimo, juga Jihan tertawa paling keras membalas Saman yang tadi sangat songong.


"Sialan Lo pada"kata Saman sebal.


Anna yang memperhatikan teman-teman nya hanya ikut tertawa kecil menganggap mereka sangat lucu.


Mereka semua pun setelah beristirahat dan mempersiapkan mental, mereka berjalan menuju wahana rumah hantu yang menjadi tujuan mereka.


Dan sesuai kesepakatan mereka membiarkan kelompok 3 orang yang lebih dulu dengan alasan mereka membiarkan kelompok tersebut untuk segera merasa lega.


"Sana lebih cepat lebih baik, merasa tegangnya jadi sebentar sana sana"kata Jihan mendorong-dorong Saman membuat laki-laki berisi itu menggerutu sebal.


"Sialan Lo pada awas aja, tunggu pembalasan gue"sebal Saman masih bisa mengutuk mereka disaat dirinya memasuki wahana tersebut.


Mereka yang menggoda Saman sejak tadi hanya membalasnya dengan tertawa.


Anna benar-benar merasa senang saat ini, merasa tidak menyesal dirinya menerima ajakan Jihan dan ikut kemari.


Dirinya pun hendak mendekati Michelle yang menjadi teman kelompoknya karena hampir giliran mereka namun urung saat melihat Michelle disebelah Azriel terlihat mengambil kesempatan untuk mendekati laki-laki tersebut yang hanya diam.


Dalam benaknya langsung konek jika Michelle sepertinya menyukai Azriel. Tak ingin merusak usaha temannya itu Anna urung dan membiarkan saja.


"Oke selanjutnya, Michelle, Anna, Azriel, sama Tian kan"kata Dilan yang diangguki Tian dengan semangat.


"Ayo gais let's go"kata Tian antusias bahkan menarik Michelle agar berjalan disisinya akan melindungi si gadis di kegelapan rumah hantu itu nanti.


Michelle yang harus menjaga image cewek baiknya pun hanya bisa menggerutu dalam hati mengutuk Tian karena dirinya terlepas dari Azriel.


Anna sendiri yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan mengikuti langkah keduanya masuk kedalam begitu juga Azriel yang sedari tadi hanya diam.