
Azriel masuk kedalam kamarnya dan melihat sebuah kotak diatas meja pendek yang ada dikamarnya itu.
Tak ambil waktu Azriel langsung mengarah kearah kotak itu duduk disofa dan mulai memeriksa isi kotak yang ia yakin pasti dari tempat penyimpanan rahasia milik Milan yang diambil oleh Ravi atas perintahnya.
Memeriksanya dan bisa Azriel lihat ada beberapa barang didalam kotak itu dan yang paling terlihat adalah pakaian yang digunakannya dulu saat kejadian dalam keadaan compang-camping dan bahkan bekas darah nya pun masih ada dan sudah menghitam.
Merentangkan pakaian itu dan bisa Azriel ingat bagaimana sakitnya saat ditabrak dan terseret sampai hampir jatuh ke jurang kala melihat pakaian tersebut.
Selesai dengan pakaian Azriel beralih ke barang lain yang ada didalam kotak itu karena didalam kotak itu ada benda-benda yang lainnya seperti sepatu, dompet bahkan kunci motor miliknya saat dulu.
Dirinya jadi diingatkan kemana motornya yang waktu itu, karena cukup lama dalam keadaan koma dan saat bangun tidak ingat apa-apa Azriel pun melupakan beberapa kejadian saat itu.
Yang benar-benar ia ingat hanya dirinya ditabrak oleh mobil yang melaju kencang dan begitu bangun dirinya sudah berada disalah satu rumah sakit terbaik didunia yang berada di negeri paman sam. Dirinya tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya sebelum kejadian itu terjadi.
Orangtua dan orang-orang disekitarnya bahkan sahabatnya sendiri pun bilang karena dirinya saat itu tersesat hendak menelpon mencari bantuan tapi tidak menyadari jika sudah berada ditengah jalan dan tidak menyadari ada mobil yang melaju kencang ke arahnya membuatnya tertabrak.
Saat itu memang Azriel percaya saja dan tidak mempermasalahkannya, namun perlahan dirinya tidak mempercayainya saat melihat luka dibagian perutnya adalah luka tusukan dan dirinya diam saja dan melakukan pemeriksaan sendiri tanpa sepengetahuan orang-orang disekitarnya namun tidak menghasilkan hasil karena mereka seperti mengetahui dirinya yang ingin mencari tahu dan akhirnya mereka mencoba menghentikannya dengan cara yang begitu halus.
Hal itu membuat Azriel semakin yakin jika ada sesuatu yang tidak benar.
Dan sepertinya usahanya mencari tahu pada akhirnya menunjukkan pada arah yang benar.
Azriel mengambil sesuatu yang baru ia sadari jika hal tersebut ada didalam kotak. Ia kira benda tersebut tidak ada hubungannya dengan apa yang ingin ia cari tahu namun saat ia ambil benda tersebut dan memperhatikannya lebih seksama Azriel merasa pernah melihat tali pendek yang terlihat putus itu.
Ya hanya seutas tali berwarna hitam yang bahkan terlihat putus dan yang ia kira sampah namun saat menyadari jika tali tersebut semacam gelang rajut dengan pola yang sama dengan yang digunakan si gadis dokter itu.
Tali yang terlihat seperti sampah yang dipegangnya saat ini sama persis seperti gelang yang digunakan Anna.
Tapi jika diperhatikan lagi gelang rajut yang ada ditangannya itu tidak putus, hanya kuncian untuk mengikatnya yang hilang membuat terlihat seperti putus, malah yang putus mungkin adalah bagian gelang lainnya karena sepertinya gelang itu memiliki dua rajutan dalam satu gelang semakin yakin kala melihat kedua ujung rajutan gelang terlihat putus.
Azriel merasa gelang itu terbagi dua dan dirinya menduga bagian lain dari gelang itu ada pada si gadis dokter.
Memang terlihat diubah bahkan diberi hiasan dan terlihat memang seperti sebuah gelang utuh tapi Azriel yakin jika gelang tersebut adalah bagian dari gelang yang saat ini sedang ia pegang karena dilihat dari pola rajutannya yang sama.
"Memang harus mencaritahu tentang Anna"gumam Azriel seraya menyalakan layar ponselnya yang memperlihatkan lock screen nya yang berupa foto dirinya yang terlihat mencium pipi Anna yang dirinya sendiri tidak tahu dia pernah melakukannya.
Tok tok.
Pintu kamarnya diketuk membuat Azriel berbalik dan melihat Ravi yang membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk dengan gugup sambil membawa sebuah buku.
"Maaf mengganggu, tapi sepertinya tuan harus membaca ini juga"kata Ravi memberikan yang ia bawa pada sang tuan.
Azriel menerimanya saja dan melihat ada dua benda, sebuah buku yang sepertinya sebuah buku diary dan satunya adalah sebuah berkas.
"Kenapa harus begitu?"tanya Azriel langsung.
"Karena ingatan anda yang hilang pasti akan membuat anda bingung"jelas Ravi.
Tidak sepenuhnya paham tapi Azriel akan menurut. Menyerahkan tali gelang yang dipegangnya pada Ravi membuat laki-laki itu terlihat bingung.
"Tolong betulkan itu agar aku bisa memakainya lagi"kata Azriel memerintah.
Ravi sendiri memperhatikan seutas tali yang diberikan padanya itu dan sedikit terkejut sendiri kala itu adalah gelang yang dulu pernah ia berikan pada tuannya saat pertemuan pertama mereka sebagai pelayan dan tuan dulu dan Azriel senantiasa memakainya.
"Tuan kau mengingat ini?"tanya Ravi sedikit berharap.
Azriel berkedip bingung. "Entahlah aku bahkan baru sadar jika itu sebuah gelang saat aku menemukannya didalam kotak, tapi melihat kau yang terlihat berharap aku mengingatnya maaf aku melupakannya, apa itu benda penting untukku?"tanya Azriel bertanya.
Ravi yang mendengarnya tersenyum lantas menggeleng. "Tidak bukan apa-apa hanya saja tuan dulu selalu memakainya dan kukira gelang ini hilang atau rusak saat insiden itu terjadi tapi ternyata tuan Milan berhasil menemukannya"kata Ravi sedikit senang.
"Kurasa gelang itu memang rusak dan membuatku jadi ingat, cek ada sidik jari siapa saja didalam gelang itu sebelum kau memperbaikinya"kata Azriel menambah perintahnya.
Ravi berkedip bingung dan juga terkejut karena mungkin saja banyak sekali sidik jari yang ada pada seutas tali yang sedang ia pegang ini yang dipastikan sidik jarinya pun akan ada dan mungkin saja menghapus sidik jari lainnya yang ingin Azriel ketahui apalagi gelang ini sudah bertahun-tahun tidak terlihat, tidak ada yang tahu selama bertahun-tahun itu apa yang terjadi dengan seutas tali ini.
"Kau bisa melakukannya kan?"tanya Azriel karena melihat Ravi yang hanya diam.
Ravi sontak mengangguk dan mengiyakan. "Namun saya ragu jika beberapa sidik jari akan terhapus atau tertindih oleh sidik jari lainnya"kata Ravi meragu.
"Tidak masalah, aku hanya ingin memastikan sidik jari milik seseorang ada disitu"kata Azriel.
Ravi yang mendengarnya mengangguk saja mengerti dan mengundurkan diri untuk melakukan perintah sang tuan.
Setelah Ravi pergi Azriel pun mulai memeriksa buku diary yang diberikan oleh Ravi tadi seperti yang disuruh oleh tangan kanannya itu jika dirinya harus membaca dari buku diary itu.
Azriel membuka sampul buku itu dan dibalik sampul ada sebuah nama tertulis disana dan tulisan yang sangat ia kenali sebagai tulisan sang sahabat, Milan.
Azriel mengernyit tidak menyangka jika sahabatnya itu ternyata suka menulis diary.
Melanjutkan ke halaman pertama disana tertulis sesuatu tepat ditengah-tengah kertas.
'Ini adalah catatan-catatan atas dosa-dosa yang sudah dan akan kulakukan pada sahabatku, Jiel'
Azriel terkejut bukan main membaca kalimat tersebut. Kenapa sahabatnya itu sampai menulis kalimat mengerikan seperti itu.
Walau merasa aneh Azriel tetap mulai membaca setiap tulisan tangan Milan yang memenuhi setiap lembar kertas yang ada pada buku diary itu.