Millisanna

Millisanna
Bab 134



"Kau ini mengenal ku kan?"tanya Azriel begitu serius.


Anna terkejut mendengar pertanyaan itu namun sontak saja dirinya tertawa canggung yang terbahak-bahak, berakting menganggap lucu pertanyaan Azriel itu.


"Hahaha apa yang kau maksud? lucu sekali pertanyaanmu"kata Anna tak habis pikir disela tawanya.


"Aku tidak bercanda dasar dokter sialan"geram Azriel benar-benar kesal pada gadis dokter itu.


Anna pun menghentikan tawa bohongannya itu dan menatap Azriel serius. "Tentu saja–"


Azriel entah kenapa merasa sangat gugup dan jantungnya semakin berdetak kencang menanti jika gadis dokter itu benar-benar mengenalnya dan tahu siapa dirinya.


"Tentu saja aku mengenalmu, kau ini pasien yang membuat namaku semakin terkenal dibidang ini"kata Anna bangga.


Bletak.


Anna mengaduh kesakitan dan juga terkejut bukan main kala Azriel menjitaknya.


Azriel merasa kesal karena bukan itu jawaban yang diinginkannya. "Sialan kau benar-benar membuatku kesal"kesal Azriel.


Anna mendelik sebal menatap Azriel. "Aku memang mengenalmu sialan, kau ini pasien penderita tumor yang hampir menjadi kanker dan saat operasi kau itu dalam kondisi mengalami syok hipovolemik yang sejujurnya sangat mustahil operasi sukses kala pasien dalam kondisi seperti itu dan apalagi aku pun disaat yang bersamaan mengangkat tumor itu dari mu, maafkan aku, kuharap kau tutup mulut setelah mendengar ini"kata Anna dengan polos dan tampang seriusnya memberikan sebuah permen gagang pada Azriel untuk bayaran tutup mulut Azriel karena bisa dibilang operasi yang dilakukannya untuk Azriel sedikit diluar legal.


Azriel sedikit merasa tidak asing dengan dirinya yang menerima permen tongkat itu namun ia abaikan dan dirinya benar-benar jengah dengan gadis dokter ini.


"Sudah kau tidak menjawab ku dengan baik, sekarang kau menyogokku karena telah melakukan malapraktik padaku?!"


"Suutt! Jangan keras-keras! Tapi operasi itu berhasil kan? Dan juga itu tidak termasuk malpraktik, itu hanya sedikit diluar legal"kata Anna sedikit bergumam melihat kesana kemari takutnya ada yang mendengar pembicaraan mereka.


Bletak.


Lagi-lagi Azriel menjitak kepala Anna membuat Anna benar-benar merasa kesal. "Kau ini tidak ada sopan-sopannya hah sama orang yang telah membuatmu kembali sehat?!"


"Tidak, aku hanya merasa kesal dan juga rasanya harusnya 'sejak awal' aku menjintakmu karena aku merasa kau dulunya benar-benar bodoh"kata Azriel santai tidak merasa bersalah sama sekali.


Anna terdiam entah kenapa perkataan Azriel itu seolah merujuk pada saat mereka masih sekolah dimana Anna selalu saja menerima segala rundungan orang-orang dan selalu ditolong oleh Azriel dan selalu seperti itu terus dan bukannya melawan Anna lagi-lagi hanya diam.


Menghela nafas, Anna merasa lelah jika masa lalunya itu selalu menggangunya seperti ini.


"Jadi sudah?"tanya Anna lelah.


"Apanya yang sudah?"sewot Azriel.


"Belum! Aku ingin kau membantu mengembalikan ingatanku yang hilang"lanjut Azriel cepat.


"Untuk apa kau mencari tahu? Apa itu penting?"tanya Anna cepat dan sedikit terlihat kesal.


Azriel tidak tahu kenapa gadis dokter itu terlihat kesal tapi dirinya mengangguk mengiyakan Karena ingatannya yang hilang itu dirasa sangat penting menurutnya.


***


Anna tidak tahu kenapa dirinya ini malah menyetujui permintaan Azriel ini dan mempersilahkan laki-laki itu untuk masuk dan duduk dikursi depan meja kerja didalam ruangannya itu kala dirinya bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan ingatan yang sejujurnya dirinya tidak mau Azriel mengingatnya.


Azriel sendiri melihat-lihat setiap sudut ruangan milik si gadis dokter itu yang menurutnya cukup lumayan nyaman itu, terkahir dirinya melihat pada dudukan nama yang tertuliskan nama lengkap gadis dokter itu beserta dengan gelarnya.


dr. Millisanna Alsari Salsabila Sp.JP, Sp.OT.


"Pantas saja kau bilang kau melakukan operasi diluar legal, kau bahkan bukan spesialis bedah syaraf"cibir Azriel.


Anna mendengus sebal, laki-laki itu lagi-lagi membuatnya kesal. "Aku sudah meminta maaf dan kau tidak kenapa-kenapa jadi hentikan"kesal Anna seraya menyodorkan secangkir teh hitam untuk Azriel.


Azriel terkekeh saja menikmati kekesalan gadis dokter itu, dan lagi dirinya merasa kenal dengan nama si gadis dokter tapi bingung juga padahal dirinya baru kali ini mengetahui nama panjang si gadis dokter itu.


Anna mengeluhkan kenapa dirinya menyetujui saja keinginan Azriel yang ingin mendapatkan kembali ingatannya yang hilang itu. Dirinya pun walau ogah-ogahan Anna tetap mencoba mencari cara dari internet karena ayolah dirinya bukan spesialis untuk hal seperti ini.


"Jika kau sudah mulai mencari caranya, aku memiliki sesuatu yang mungkin bisa membantu"


Anna melirik penuh pada Azriel, laki-laki itu sedang memakan permen tongkat yang tadi diberikan Anna dan laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Anna.


Anna menerimanya dengan bingung dan melihat pada Azriel dan laki-laki itu menyuruhnya untuk menyalakan layarnya.


Anna mengedikkan bahu tidak peduli dan menurutinya saja, namun saat layar itu menyala betapa terkejut dan malunya saat ia melihat lock screen yang ada pada ponsel itu.


Sialan, masa lalu sialan, batin Anna benar-benar merasa muak dengan masa lalunya, dirinya merasa sangat malu sialan.


Azriel mematai reaksi si gadis dokter yang wajahnya itu langsung memerah dan terlihat gelagapan sendiri yang berarti gadis yang ia cium didalam foto itu memang si gadis dokter, walau dirinya tidak tahu bagaimana ceritanya dan juga ia yakin hal itu ada didalam bagian ingatannya yang hilang.


"Jadi benar kau benar cewek di foto itu? Berarti kau memang mengenalku"kata Azriel santai.


Anna menghembuskan nafasnya dan mengembalikan kembali ponsel Azriel itu. "Ya dan jujur saja kita sama sekali tidak dekat"kata Anna serius.


Azriel menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan gadis dokter itu. "Oh benarkah? Tapi kenapa di foto itu aku mencium pipimu?"


Blush.


Anna semakin memerah dan juga semakin merasa kesal karena dirinya benar-benar sangat malu.


"Pokoknya aku mengenalmu tapi kita tidak dekat atau lainnya dan tidak ada hubungannya dengan ku"kata Anna cepat seraya bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangannya.


"Mau kemana?"tanya Azriel yang memutar kursinya memperhatikan Anna yang pergi keluar itu.


"Ada sesuatu terjadi di UGD, sebaiknya kau pulang jika tidak ada urusan lagi"kata Anna dan benar-benar pergi meninggalkan Azriel disana.