
Disalah satu restoran dipusat perbelanjaan. Seorang gadis SMA terlihat seorang diri duduk disalah satu meja restoran sedang menunggu pesanannya datang sembari memainkan ponselnya iseng-iseng dirinya membuka galerinya.
Sampai dirinya diingatkan dengan salah satu video yang tak pernah ia lihat lagi setelah sekali lihat dan senantiasa ia simpan itu.
Ibu jarinya kembali memutarkan video tersebut dan lagi dirinya dengan jelas mendapati sesuatu yang tidak terduga yang terekam dari videonya yang awalnya akan ia upload untuk video dailynya tapi urung karena ada sesuatu yang ikut terekam disana.
Menimang-nimang sepertinya sudah waktunya dirinya menghapus video tersebut, video tersebut sebenarnya sudah tidak berguna karena dirinya sudah re-take video dan sudah diupload juga dichannel YouTube nya kapan hari.
Maka dari itu dirinya akan menghapus saja video tersebut, lagipula dirinya tidak ingin kehidupan damai disekolahnya hancur karena video yang tak sengaja ia rekam itu.
Demi kehidupan sekolahnya yang damai, dirinya rela menjadi seseorang yang berbohong dan seolah dirinya tidak tahu apa-apa seperti yang lainnya.
"Eits tunggu sebentar"
Gadis itu terkejut bukan main saat baru akan menekan tombol hapus ponselnya tiba-tiba diambil oleh seorang cowok yang tidak dikenalnya.
Cowok yang tersenyum lebar sembari duduk dikursi depannya itu memasang wajah manis padanya sambil menggoyangkan ponsel miliknya yang ada ditangan si cowok.
"Daripada dihapus mending buat gue aja, gimana?"tanya cowok itu sok kenal.
Si gadis menatap curiga si cowok, tentu saja tidak akan ia izinkan cowok asing yang terlihat mencurigakan itu memiliki video rahasia yang akan ia hapus itu.
"Gak mau, buat apa Lo minta video itu?"sebal si cewek.
"Dan lagian siapa Lo? Balikin hape gue atau gue teriak maling"lanjut si cewek mengancam karena kelewat kesal dengan cowok asing yang sayangnya sangat tampan itu.
Si cowok terlihat gelagapan. "Oke oke, gue Arjuna, dan gue minta video tadi ya? Gak akan bakal diapa-apain kok sumpah"kata si cowok yang memperkenalkan diri dengan nama Arjuna itu.
Si gadis masih tidak percaya, matanya memicing mematai Arjuna mencari kesungguhan dari ucapan cowok itu.
Tapi dari sudut mana pun Arjuna sangat mencurigakan sejak cowok itu muncul tiba-tiba dan meminta video tersebut.
"Gak mau, siniin hape gue"kata si gadis masih kukuh.
"Ayolah gue bayarin pesanan Lo deh gimana?"tawar Arjuna.
Si gadis sedikit tergiur tapi tersadar dirinya hampir terjebak kembali pada pendiriannya.
"Gak mau, kalo Lo apa-apain tuh video kehidupan sekolah gue jadi gak tenang"kata si gadis memberikan alasan aslinya.
Arjuna tersenyum, hanya masalah itu bisa diatur dengan mudah olehnya. "Gitu doang? Gampang itu gue yakin kehidupan sekolah Lo bakal baik-baik setelah Lo kasih video ini ke gue"kata Arjuna serius.
Si gadis akhirnya goyah dan mengangguk mengiyakan saja. "Tapi lo tetep bayarin makan gue kan? Kan gue udah kasih videonya"kata si gadis mengingat janji Arjuna.
Arjuna terkekeh saja mengangguk mengiyakan.
"Kalo gitu gue nambah pesanannya, permisi mbak!"seru si gadis sangat bersemangat memanggil pelayan restoran.
***
Untuk kesekian kalinya sejak Aldres menjemput Anna selepas les laki-laki itu senantiasa menjemput dan mengantar Anna pulang kerumah, membuat Anna jadi merasa tidak enak hati karena merasa dirinya sangat merepotkan Aldres.
Aldres memberhentikan motornya seperti biasa didepan rumah yang beberapa rumah dari rumah keluarga Anna.
"Al apa gak apa kamu tiap malem jemput anter pulang Anna kayak gini?"tanya Anna saat dirinya sudah turun.
"Gak apa-apa kok, emang kenapa?"tanya Aldres sambil merapihkan rambut Anna yang sedikit berantakan sehabis berkendara itu, merasa bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Anna karena dirinya tidak merasa keberatan apalagi direpotkan.
"Tapi Anna nya yang merasa gak enak, makasih banget Al sering anter jemput Anna kayak gini, tapi hari ini terakhir ya, Anna ngerasa gak enak banget sama Al"kata Anna benar-benar merasa bersalah.
Aldres yang melihat Anna yang sepertinya serius dengan ucapannya itu pun mengangguk saja. "Tapi ada syaratnya"kata Aldres dengan seringaian lebar saat dirinya mendapatkan ide.
"Apa? Jangan susah susah"kata Anna ketakutan duluan takutnya dirinya tidak mampu melakukan persyaratan yang diajukan Aldres untuknya.
"Gak bisa Anna ada les, lagian Seninnya mulai UTS"jawab Anna langsung dengan serius dan juga tanpa ragu membuat Aldres melongo.
"Gak bisa gitu Mili libur dulu sehari refreshing sebelum ujian?"tanya Aldres memohon.
Anna tetaplah Anna yang sangat serius mengenai ujian, menggeleng mengatakan jika dirinya tidak bisa.
"Habis ulangan baru bisa, mau?"tanya Anna menawar karena sepertinya hari Minggu diminggu diadakannya UTS lesnya selalu libur.
Aldres mengangguk dengan setengah hati tapi mau bagaimana lagi yang penting Anna memiliki waktu untuk jalan-jalan nya bersamanya.
"Yaudah kalo gitu hari Minggu minggu depan"kata Aldres cemberut.
Anna jadi merasa tak enak tapi mau bagaimana lagi, Minggu depan adalah Minggu UTS. Dirinya tidak ingin fokusnya terganggu oleh yang lainnya dan membuatnya tidak bisa mendapatkan juara pertama.
"Al juga harus belajar buat UTS biar gak ada remed dan kita bisa jalan-jalan tanpa beban"kata Anna mencoba menghibur Aldres.
Mengangguk saja Aldres akan patuh pada teman masa kecilnya itu.
***
"Anna tolongin gue!"seru Melisa menghampiri Anna dikursinya.
Anna yang sedang membaca bukunya itu pun mengangkat wajahnya menatap Melisa yang terlihat putus asa itu.
"Gue, gue kayaknya bego atau gimana sih? Gue udah belajar buat UTS tapi kok kayak gak guna?! Gimana ini Anna! Gue jadi bertanya-tanya gimana caranya gue masuk ke sekolah ini? Masa iya bokap nyokap gue nyogok?!"curhat Melisa heboh.
"Tolong lah ajarin gue atau enggak bantu gue lah biar bisa percaya diri di UTS nanti"kata Melisa.
"Belajar bareng?"tanya Anna merangkum perkataan Melisa.
Melisa mengangguk antusias mengiyakan dengan semangat karena sang sahabat mengerti maksudnya.
"Kalo gitu kita cari tempat buat belajar barengnya dimana, enaknya dimana ya cafe?"tanya Melisa memberi saran.
Anna langsung menggeleng dirinya tidak suka belajar ditempat ramai apalagi umum.
"Rumah gue aja sama Jiel, mau belajar buat UTS kan?"celetuk Milan tiba-tiba yang muncul tiba-tiba juga karena laki-laki itu bahkan bukan penghuni kelas 11-3.
"Heh dasar jelangkung datang tiba-tiba!"kesal Melisa karena terkejut.
"Gimana kalo dirumah gue mau kan?"tanya Milan lagi pada Anna.
Anna terlihat ragu dan menyerahkan pengambilan keputusan pada Melisa. "Anna gimana Melisa"kata Anna melihat Melisa.
Melisa pun berpikir sebentar. "Ada banyak makanan gak?"tanya Melisa polos.
Anna tepok jidat saja melihat tingkah sahabatnya itu.
Milan mendengus terkekeh mengangguk mengiyakan saja.
"Yaudah di rumah Milan aja na"kata Melisa semangat.
"Gak ngerepotin?"tanya Anna takutnya merepotkan.
Milan berdecak sepele mendengar pertanyaan Anna itu. "Gak akan kok tenang aja, ya gak Jiel?!"seru Milan pada Azriel di mejanya sana yang sibuk dengan ponselnya itu tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba dipanggil apalagi oleh Milan yang bukan anak kelasnya.
"Ngapain Lo?"tanya balas Azriel karena benar-benar tidak menyadari sahabatnya itu.
"Biasa ngerumpi kita, ya gak? Nanti gue tunggu di parkiran ya girls"kata Milan seraya terkekeh dan tertawa geli dengan tingkahnya sendiri keluar kelas 11-3 untuk pergi kekelasnya.
Azriel yang tidak mendapati jawaban mengenai kebingungannya hanya bisa menatap kepergian sahabatnya itu dengan kernyitan didahi, lalu Melisa yang melihat tingkah Milan itu hanya bergidik ngeri dan Anna dibuat tertawa melihat tingkah Milan dan reaksi Melisa.