
Anna berangkat ke sekolah seperti biasa berjalan memasuki kawasan sekolah pandangan Anna langsung tertuju pada parkiran disana karena dirinya mencari Azriel.
Namun motor laki-laki itu belum ada terparkir disana begitu juga dengan motor milik sahabat laki-laki itu Milan, keduanya belum datang ke sekolah.
Melihat jam tangannya karena berpikir sepertinya Anna kepagian. Menghela kalau begitu ia akan menanyakan sesuatu nanti pada Azriel saat istirahat atau mungkin disaat jam kosong dirinya akan bertanya.
***
Sudah masuk jam istirahat dan tidak ada tanda-tanda keberadaan Azriel mungkin saja laki-laki itu memang tidak masuk membuat Anna menghela nafas panjang, mungkin besok laki-laki itu masuk dan dirinya bisa bertanya.
Melangkahkan kaki keluar kelas dirinya berpikir untuk pergi ke kelasnya Milan siapa tau laki-laki itu datang ke sekolah.
Datang ke kelas 11-1 melihat ke arah bangku Milan duduk disana ada tas laki-laki itu yang berarti laki-laki itu datang ke sekolah.
Merasa senang Anna pun bergegas ke kantin karena ia pikir laki-laki itu ada di kantin karena jam sedang istirahat.
Datang ke kantin yang ramai matanya langsung ke arah meja yang biasa Milan dan Azriel tempati namun meja itu kosong dan tidak ada tanda-tanda Milan di kantin membuat Anna langsung melesat pergi ke satu tempat lain yang ia yakin bisa menemukan Milan disana.
Sedikit berlari untuk mencapai tempat itu karena dirinya begitu antusias untuk menanyakan sesuatu dan membuat kebingungan dan rasa penasaran nya teratasi.
Anna akhirnya menemukan tangga untuk pergi kelantai berikutnya untuk sampai ke rooftop.
Srak. Bruk.
"Aw! Shh"ringis Anna kala kakinya dijegal dan membuatnya terjatuh saat akan naik tangga.
Melihat ke si pelaku adalah Vanessa dan teman-temannya.
"Ups sorry"kekeh Vanessa meminta maaf tapi hanya dimulut karena ekspresi dan nada bicara nya tidak terlihat dirinya meminta maaf, malah terkesan mengejeknya.
Anna tidak menggubris mereka dan membiarkan mereka pergi dengan tawa terbahak-bahak setelah menjahilinya.
Tidak memusingkannya Anna segera menaiki tangga, dirinya harus cepat agar jam istirahat tidak segera berakhir dan dirinya bisa mendengarkan semua yang ingin ia ketahui dari Milan karena ia yakin Milan mengetahui sesuatu.
Ceklek. Brak.
Membuka pintu rooftop Anna langsung diterpa oleh angin yang berhembus, perasaan antusias nya hilang begitu saja kala disana dirinya tidak mendapati siapa pun, Milan tidak ada disana membuat Anna berpikir dimana laki-laki itu sekarang dan apa dirinya selisih jalan dengan Milan.
Walau begitu Anna berjalan menuju pagar pembatas rooftop itu dan memandang ke bawah melihat bangku taman samping yang biasa ia gunakan menghabiskan waktu istirahat dengan belajar sambil makan roti itu terlihat kosong karena yang biasa menempatinya sedang merasakan apa yang mungkin saja Azriel rasakan saat berada di rooftop.
Menatap Anna yang menyedihkan dari atas sini.
Anna menghela nafas, sepertinya sangat terlihat menyedihkan bukan dirinya ini, tidak punya teman, dibenci orang-orang disekolah, dan menghabiskan waktu istirahat seorang diri ditempat yang sepi.
Anna tahu diri jika dirinya orang yang begitu menyedihkan tapi dirinya tak pernah memikirkannya karena ia tak mau mengakuinya jika dirinya benar-benar menyedihkan.
"Sejak dulu aku ini sepertinya sangat menyedihkan, tidak ada gunanya aku hidup sejujurnya tapi aku takut untuk mati"gumam Anna menumpukan tubuhnya diatas pagar pembatas melamun menatap kursi ditaman itu dan membiarkan angin menerpa tubuhnya.
***
Bel pulang sekolah, Anna menyerah untuk mencari Milan dan berpikir dirinya akan mencoba keesokan harinya yang mungkin saja Azriel bahkan akan datang ke sekolah.
Berjalan keluar area sekolah Anna akan pergi les karena ini hari dirinya les.
Melihat disana ada Aldres yang melambaikan tangannya pada Anna, sepertinya laki-laki itu kembali datang untuk menjemputnya membuat Anna tersenyum senang.
Melangkah mendekati Aldres disana namun dipertengahan langkahnya ia dihentikan oleh seseorang yang memegang tangannya dan orang itu adalah Azriel.
Laki-laki itu tidak menggunakan seragam membuat Anna yakin jika laki-laki itu tidak berangkat ke sekolah.
"Ikut gue, ada yang mau gue omongin sama Lo"kata Azriel langsung dengan ekspresi serius.
Anna yang memang ingin berbicara dengan Azriel pun mengangguk saja membuat laki-laki itu langsung menariknya kearah motornya yang terparkir di sisi lain sekolah yang berlawanan dengan Aldres.
Mengingat Aldres Anna jadi ingat dirinya harus berbicara dengan Aldres meminta maaf karena tidak pergi dengan laki-laki itu padahal laki-laki itu sudah menjemputnya tapi dirinya malah akan pergi dengan Azriel.
"Azriel tunggu–"
"Mau kemana Lo bawa Mili sialan?!"geram Aldres menahan tangan Anna yang lain agar Anna nya tidak pergi bersama Azriel.
"Ah Al maaf Anna ada urusan sama Azriel, jadi–"
Srat.
"Naik"titah Azriel seraya menarik Anna kearahnya terlepas dari Aldres.
Anna pun naik ke boncengan motor Azriel menatap Aldres merasa bersalah akan meminta maaf dengan benar tapi tiba-tiba saja Azriel melajukan motornya meninggalkan Aldres disana.
Jantung Anna benar-benar terasa copot kala Azriel begitu sangat cepat melajukan motornya.
"Azriel pelan-pelan"kata Anna ketakutan.
"Jangan dilepas bego! Pegangan yang kenceng!"bentak Azriel kala Anna menarik tangannya akan melepaskan lingkaran tangannya dari pinggangnya.
Anna hanya menurut saja karena laki-laki itu menarik tangannya dan menyuruh Anna untuk memeluk tubuh laki-laki itu.
Azriel melirik kearah spionnya dan seperti yang ia duga Aldres mengejarnya membuat Azriel berdecak.
"Jangan dilepas kalo gak mau mati!"seru Azriel semakin menambahkan kecepatan motornya.
Anna hanya menurut tanpa berkata apapun, mengeratkan pegangannya pada Azriel bahkan menempelkan tubuh bagian depannya pada punggung tegap laki-laki itu dan menutup matanya karena dirinya sangat ketakutan.
Aldres yang melihat Azriel semakin menambahkan kecepatannya membuat Aldres pun menambahkan kecepatannya untuk mengejar Azriel dan tak ingin kehilangan laki-laki itu yang membawa Anna.
"Gak akan gue lepas Lo sialan!"geram Aldres semakin menambahkan kecepatannya.
Azriel kembali melirik kearah spionnya dan masih ada Aldres yang mencoba mengikutinya membuat Azriel berdecak sebal dan tiba-tiba membelokkan motornya, ia akan lewat jalan lain dan mencoba menghentikan Aldres yang kukuh mencoba mengejarnya.
Aldres terkejut melihat Azriel yang tiba-tiba berbelok masuk kedalam gang yang cukup kecil, walau begitu dirinya tidak akan berhenti untuk mengejar Azriel karena dirinya harus membawa Anna pulang dan menjauhkan Anna dari Azriel.
"Sialan Lo"maki Aldres yang sedikit kesulitan melewati gang itu dan tidak menyangka ditengah situasi ini dirinya memuji kehebatan Azriel mengendarai motornya membuat Aldres kesal.
Azriel tersenyum miring melihat Aldres yang sedikit kesulitan itu.
Srekk.
"Akh!"
Azriel merasakan lingkaran tangan Anna dipinggangnya sedetik tadi mengencang dan dirinya juga mendengar ringisan kecil dari gadis itu.
Mendecih Azriel langsung berbelok keluar dari gang itu dan kembali ke jalan raya yang lebar.
Melihat Azriel yang kembali ke jalan raya besar membuat Aldres menyeringai puas jika begitu dirinya akan mudah mengejar laki-laki itu.
Bruumm.
Menyeringai Aldres langsung menggas motornya kala masih bisa melihat sosok Azriel.
Aldres kembali mengejar Azriel semakin dekat membuatnya semakin akan mencapai Azriel namun matanya melotot kala melihat dari depan mereka muncul sebuah mobil yang hilang kendali membuat Aldres sontak mengerem mendadak.
"An**ng Azriel!!!"teriak Aldres keras kala melihat Azriel itu tetap menambah kecepatan motornya.
Bruumm. Syakk. Brak. Boom!
Jantung Aldres nyaris copot kala melihat mobil yang kehilangan kendali dan meledak itu hampir saja menghantam Azriel dan Anna kalau saja Azriel tidak hebat dalam mengendarai motornya.
Azriel berhasil menghindari kecelakaan besar itu setelah sedikit bermanuver menghindari mobil yang kehilangan kendali itu dan melesat seperti seolah tidak terjadi apa-apa.
Aldres merasa nyawa nya berkurang jika Azriel salah sedikit saja Anna nya akan mati dan Aldres benar-benar tidak akan pernah memaafkan Azriel seumur hidupnya.
"Sialan"geram Aldres kala dirinya kehilangan Azriel karena kecelakaan mobil itu.