Millisanna

Millisanna
Bab 36



Didalam rumah hantu sudah sangat menegangkan untuk Anna yang jujur saja takut dengan hal-hal yang berbau mistis hantu semacam itu, walau dirinya tahu jika semua ini hanya rekayasa tetap saja dirinya merasa takut.


Berjalan di tengah Anna menatap was was sekitarnya yang benar-benar gelap dan suara-suara menyeramkan mulai terdengar saat mereka masuk.


Tian dan Michelle yang berjalan didepan benar-benar tidak melihat ke belakang sama sekali, mungkin karena takut dan ingin cepat-cepat keluar dari rumah hantu.


Michelle sendiri pun melupakan niatnya untuk berdekatan dengan Azriel dan membuat moment yang tak terlupakan namun karena sangat ketakutan yang ada didalam pikirannya hanya ingin segera keluar dari sini.


Anna pun takut tentu saja dan ingin segera keluar juga, namun dirinya berhenti saat merasa seseorang yang harusnya berada dibelakang mengikutinya tidak nampak sama sekali.


Berbalik langsung dan kembali menyusuri jalan yang dilewatinya tadi untuk mencari Azriel.


"Azriel?"seru Anna memanggil laki-laki itu yang mungkin akan menyahut dan mengatakan dimana keberadaannya.


Anna jadi teringat saat dihutan waktu itu, bukan kah Azriel bertindak aneh saat dihutan waktu itu. Saat itu hutan sangat gelap seperti didalam rumah hantu ini membuat Anna jadi gelagapan sendiri.


Dirinya khawatir Azriel akan seperti saat di hutan waktu itu.


Laki-laki itu sepertinya takut akan gelap, kenapa juga dirinya bisa lupa dan kenapa juga laki-laki itu tidak menolak untuk tidak masuk saja tadi.


Ah benar, menjaga harga diri sebagai pria.


Perasaan takut Anna sontak hilang begitu saja karena pemikirannya setuju soal 'harga diri pria' yang sering kali diperdebatkan jika berada di taman bermain dengan banyak wahana ekstrim seperti ini.


Menghela nafas Anna tidak habis pikir jadinya.


Ya kalau memang takut atau ada alasan yang tak ingin disebutkan ya kenapa memaksakan diri kan, kalau begitu orang itu psikopat karena senang menyiksa diri sendiri.


Sontak berlari saat melihat Azriel disana yang terlihat kepayahan bersender pada dinding dalam kondisi setengah membungkuk dan ditemani oleh dua hantu, atau lebih tepatnya mungkin para karyawan yang berkostum hantu.


Dan para hantu itu mendadak tidak terlihat menakutkan karena Anna melihat kedua hantu itu terlihat sangat khawatir akan kondisi Azriel.


"Ma-makasih mbak sama mas nya, biar saya urus temen saya ini"kata Anna ragu mengenai gender para hantu itu, tapi dilihat dari kostum mereka yang seperti menggunakan gamis hitam juga kerudung hitam dan jas membuat anna berpikir mereka adalah perempuan dan laki-laki.


Menyentuh bahu Azriel untuk memberitahu jika dirinya kembali untuk si laki-laki namun terkejut saat laki-laki itu langsung memeluknya begitu erat menyembunyikan wajahnya dipotongan lehernya.


Si hantu dengan gamis itu terlihat berdecak sebal dan untuk hantu berjas hanya mengangguk mengerti.


"Kalian jalan aja terus sampe pintu keluar, nanti saya kasih tau temen-temen yang lain biar gak ganggu kalian"kata hantu berjas itu masih terlihat khawatir.


Pasalnya seseorang yang menjadi hantu berjas itu sudah sering kali melihat kondisi para pengunjung yang seperti ini, sangat ketakutan sampai lemas bahkan sekali dua kali dirinya mendapati pengunjung yang ketakutan sampai pingsan.


Anna mengangguk berterimakasih dan mulai memapah Azriel yang benar-benar terlihat kepayahan itu.


***


Keluar dari wahana rumah hantu Anna membawa Azriel untuk duduk disalah satu kursi dengan rindangnya pohon sebagai payung melindungi dari teriknya matahari membuat kursi itu teduh dan sejuk, sesuai untuk Azriel yang terlihat kesulitan bernafas itu.


Anna tidak tahu Azriel itu memiliki riwayat penyakit atau apa namun dirinya tidak bohong jika dirinya begitu khawatir melihat kondisi Azriel yang seperti ini.


Hanya bisa mengusap menenangkan dan menyeka keringat dingin yang semakin banyak itu Anna merasa ini kurang.


"Kamu haus gak?"tanya Anna berpikir mungkin Azriel dehidrasi juga.


Laki-laki yang nafasnya itu mulai teratur dan sedang menutup matanya itu mengangguk pelan mengatakan jika dirinya haus.


Anna pun mengangguk hendak membeli air minum untuk Azriel tapi laki-laki itu malah menahan pergerakannya agar tidak pergi.


Menghela nafas Anna melepaskan cekalan Azriel dari tangannya. "Cuma sebentar nanti Anna lari biar cepet balik lagi"kata Anna menenangkan dan langsung melesat berlari pergi sebelum laki-laki itu kembali menahannya.


Azriel menghela nafas gusar, traumanya lagi-lagi kambuh dikondisi yang tidak diinginkan seperti biasa.


Azriel kira dirinya akan baik-baik saja mengingat saat di hutan waktu itu saat bersama Anna dirinya tidak masalah dengan kegelapan namun nyatanya tidak, dirinya tetap takut akan gelap dan lagi suasana rumah hantu itu yang benar-benar terlihat persis dengan bayangan buruknya membuat traumanya semakin menjadi.


Menghembuskan nafas lelah memikirkan kapan dirinya ini akan kembali normal, dirinya lelah dengan ini semua, setiap kali muncul rasanya lebih baik dirinya mati saja saat itu daripada sejak saat itu dirinya selalu dihantui dengan bayangan-bayangan menyeramkan yang membuat hidupnya tidak normal.


Dingin.


Azriel terperanjat sontak membuka matanya terkejut saat merasakan sesuatu yang dingin dipipi kanannya dan itu karena ulah Milan yang menempelkan kaleng minuman isotonik dingin pada wajahnya.


"Nih minum, gak usah mikirin yang aneh-aneh"kata Milan memerintah sekaligus memberikan peringatan pada Azriel.


Azriel yang mendengarnya hanya mendengus sebal dan menerima minuman yang diberikan Milan.


"Kenapa juga Lo masuk rumah hantu sih? Udah tau disana gelap, dasar bocah nekat"cibir Milan benar-benar lelah dengan tingkah Azriel.


Azriel mengabaikan sahabatnya itu yang mulai mengomel.


"Kenapa Lo disini?"tanya Azriel sewot.


Dirinya memang tahu Milan ada disini bersama Melisa, bahkan dirinya tadi berangkat bersama dengan Milan kemari.


Mengedikkan bahu cuek Milan menjawab. "Ya gue ngeliat Lo sama yang lain ke sini, karena khawatir ya gue ikutin lah Lo, makin was was pas Lo beneran masuk sialan! Untung aja Lo bareng Anna, bikin khawatir aja Lo!"kata Milan menggebu-gebu.


Bagaimana tidak was was dirinya jika melihat sahabatnya yang memiliki phobia dengan kegelapan dan ruangan yang berantakan masuk kedalam wahana rumah hantu, bahkan Milan merasa dirinya sudah jantungan.


Langsung saja dirinya yang sedang menunggu Melisa yang sedang ke toilet pun langsung berlari menuju pintu keluar wahana menunggu dengan harap-harap cemas dan kecemasannya memuncak dan turun drastis bak wahana hysteria saat melihat Azriel yang keluar dengan selamat walau terlihat begitu lemas dan harus dibantu jalan oleh Anna.


Memutar matanya malas Azriel bosan melihat dan mendengar omelan Milan.


Triingg triiingg.


Ponsel Milan tiba-tiba terdengar berisik dan dilihatnya ada panggilan dari Melisa, sepertinya gadis itu telah selesai dari toilet dan sedang mencarinya.


"Yaudah gue balik ke Melisa, inget! Lo gak boleh nekat lagi, gak boleh masuk ke wahana yang gelap lagi!"peringat Milan sebelum laki-laki itu pergi.


Azriel mengangguk saja menanggapi Milan yang semakin cerewet jika menyangkut kondisinya itu.


Milan pun pergi untuk kembali bersama Melisa yang seperti yang diduganya gadis itu mencarinya.


"Lo kemana sih?! Katanya janji mau nungguin gue"omel Melisa saat melihat Milan yang berlari kearahnya.


Milan yang masih mengatur nafasnya setelah berlari itu hanya mengangguk-angguk saja memperlihatkan rasa bersalahnya dengan meminta maaf.


***


Anna kembali dengan membawa dua botol air mineral dan dua buah churros yang tak bisa ia tahan untuk tidak membelinya membuatnya sedikit lama.


Melihat Azriel yang masih menungguinya ditempat yang sama semakin membuatnya merasa bersalah.


"Maaf lama, tadi beli churros dulu. Ini minumnya"kata Anna memberikan alasannya dan memberikan air minum yang dijanjikannya.


Azriel menerimanya dan langsung meminumnya karena dirinya masih merasa haus.


Mendapati sebuah kaleng kosong minuman isotonik disebelah Azriel membuat Anna bertanya-tanya mengenai hal tersebut. "Kamu beli sendiri?"tanyanya menunjuk pada kaleng minuman disebelah Azriel.


Azriel menggeleng. "Dikasih Milan"jawabnya santai.


"Milan ada disini juga?"tanya Anna sembari memberikan satu churros yang dibelinya pada Azriel.


Azriel mengangguk menjawab pertanyaan Anna sembari menggumamkan kata terimakasih untuk churros nya.


"Sama Melisa dia"kata Azriel.


Anna yang sudah duduk disebelah Azriel pun terkejut mendengarnya. "Melisa juga kesini ternyata"kata Anna berkomentar seadanya karena dirinya sangat menikmati churros dengan balutan saus cokelat strawberry miliknya itu.


"Enak yang strawberry juga, mau coba?"tawar Anna pada Azriel karena laki-laki mendapatkan yang rasa cokelat.


Tanpa diminta dua kali Azriel meraih tangan Anna yang memegan churros itu untuk ia dekatkan pada mulutnya dan melahap churros milik Anna.


Mengangguk mengiyakan jika dirinya mengakui jika milik Anna memang enak. Dirinya pun menyodorkan churros miliknya pada si gadis dengan tujuan menawarkan juga.


Anna yang memang penasaran pun langsung menggigitnya dan mengunyah churros rasa cokelat itu dengan tersenyum karena rasanya enak sekali.


Keduanya menikmati kebersamaan mereka memakan churros disana tanpa menyadari Michelle yang mematung tak jauh dari sana dengan sebuah churros ditangannya yang niatnya akan dimakan berdua bersama Azriel setelah dirinya menemukan laki-laki tersebut.


Dan dirinya pun menemukan laki-laki itu sedang bersama dengan gadis lain terlihat sangat bahagia, bahkan senyuman milik si pria yang terkenal sangat limited edition itu terlihat sangat khusus untuk gadis disebelahnya itu.