Millisanna

Millisanna
Bab 73



Pertandingan berakhir dan Melisa pun menyerahkan botol air yang dibelinya tadi dengan alasan ke toilet itu pada Anna.


"Anna ini kasihin ke Azriel"kata Melisa menyerahkan botol air.


Anna yang mendengarnya sontak melotot tak percaya dan tak ingin menerima botol air tersebut. "Gak mau, buat apa?!"kata Anna bahkan saking syoknya dirinya sedikit menaikkan suaranya.


"Kalo Melisa mau ngasihin minum ke Azriel sendiri aja sana"


Melisa memutar mata malas melihat Anna yang tidak mau menurutinya itu, padahal niat Melisa baik ingin membantu sahabatnya itu mendapatkan hati Azriel, laki-laki yang disukai Anna.


"Bukan gue tapi elo"kata Melisa lelah sendiri dan memaksa Anna untuk menerima botol air itu dan langsung ia bawa gadis itu untuk menghampiri Azriel.


Anna tak ingin menjadi pusat perhatian dengan menolak Melisa jadi pada akhirnya dirinya patuh mengikuti kemana Melisa membawanya walau ogah-ogahan.


Melisa dan Anna terdiam begitu sampai di pintu masuk gedung gymnasium keduanya melongo tak habis pikir.


Terlebih Melisa yang merasa dirinya salah langkah, ia kira rencananya memberikan botol air untuk Azriel yang selesai bertanding itu adalah hal yang benar namun nyatanya dirinya 100% salah besar.


Karena lihat saja kumpulan para cewek disana yang berebut memberikan air minum untuk Azriel yang habis bertanding itu.


"Horor"komentar Melisa akhirnya melihat keadaan yang mengerikan didepannya itu dan Anna mengangguk membenarkan perkataan Melisa itu.


Keduanya jadi merasa kasihan dengan Azriel, juga Milan karena laki-laki itu pun nasibnya sama seperti Azriel yang dikerumuni oleh para cewek itu.


"Mili!!!"


Duagh.


"Aldres bego!!!"


Melisa menatap syok sahabatnya itu yang 'diserang' oleh laki-laki yang menjadi tujuan mereka menonton pertandingan hari ini.


Anna gadis itu terlihat seperti dipeluk namun menurut Melisa yang melihatnya, sahabatnya itu seperti diseruduk.


"Anna Lo gak apa-apa?"tanya Melisa takut-takut melihat sahabatnya itu yang berada dipelukan laki-laki itu.


"Hii!!"


Berjengit terkejut dan sedikit ngeri karena laki-laki bernama Aldres itu menatapnya sangat tajam seolah akan menghabisinya.


"Siapa yang Lo aja ngomong hah?!"


Plak.


"Bego lepasin dulu itu cewek, Lo mau bunuh dia hah?!"kesal laki-laki lain yang memakai pakaian yang sama seperti Aldres menggeplak kepala Aldres agar melepaskan Anna yang terlihat tidak nyaman dan syok itu.


Aldres walau keberatan dirinya mengikuti perkataan sahabatnya itu dan melepas pelukannya pada gadis teman masa kecilnya itu padahal dirinya masih ingin melakukan reuni setelah belasan tahun tidak bertemu.


Melirik menatap gadis teman masa kecilnya itu namun terkejut karena gadis itu malah menangis, tidak hanya Aldres namun sahabatnya juga Melisa pun terkejut ikut gelagapan.


"Heh bego sih jadi orang!"keluh sahabatnya itu lelah dengan kelakuan dirinya.


"Eh kok nangis sih? Sakit banget apa? Maaf Al kan terlalu excited ketemu Mili"kata Aldres merasa bersalah dan mencoba menghibur sekaligus meminta maaf seraya mengusap aliran air mata yang keluar dari mata Anna itu dengan ibu jarinya.


Anna menggeleng, dirinya pun merasa malu karena sampai menangis seperti ini, dirinya hanya lega dan bahagia karena Al tidak membencinya.


"Anna kira Al masih benci sama Anna"kekeh Anna mengatakan alasan kenapa dirinya menangis dan juga merasa malu.


Aldres pun kembali memeluk Anna kali ini tidak seberingas tadi. "Al kangen Mili"gumam Aldres di perpotongan leher Anna.


Anna tersenyum saja mendengarnya, dirinya pun sangat rindu dengan teman masa kecilnya itu.


"Minum?"kata Anna menyodorkan botol air yang dibawanya pada Aldres saat laki-laki mengurai pelukannya.


Aldres dengan senang hati menerimanya dan langsung meminumnya.


"Itu boleh buat gue?"tanya sahabat Aldres itu pada Melisa yang berdiri disebelahnya menunjuk botol air yang dibawa Melisa.


Melisa pun mengangguk saja dan memberikan botol air itu pada sahabatnya Aldres itu.


"Al ini Melisa temennya Anna, katanya mau kenalan sama Al"kata Anna polos memperkenalkan Melisa seperti permintaan gadis itu sejak kemarin-kemarin.


Melisa jadi gelagapan sendiri terkejut karena Anna tiba-tiba memperkenalkan dirinya walau dirinya sendiri yang meminta untuk dikenalkan namun tidak diduganya jika Anna benar-benar memperkenalkan dirinya seperti ini.


"Ah- halo gue Melisa"kata Melisa malu-malu karena diperhatikan Aldres.


Aldres yang menatap Melisa itu mencoba menilai gadis itu lantas mengangguk mengerti. "Mili punya temen yang baik, bagus bagus"kata Aldres merasa bangga pada Mili-nya dengan menepuk-nepuk puncak kepala gadis itu.


Anna tersenyum saja merasa bangga.


"Itu sahabat jahanamnya Al, namanya Hino kek merk truk ya"kekeh Aldres bahkan tertawa.


Bletak.


Anna dan Melisa sangat syok karena kelakuan sahabatnya Aldres itu menimpuk Aldres dengan botol yang isinya tinggal setengah itu tepat ke dahi Aldres yang sampai mundur beberapa langkah mengerang kesakitan.


Bercandanya laki-laki memang tak pernah bisa dimengerti oleh para perempuan seperti mereka.


***


Anna dan Melisa sedang berdiri didepan gerbang sekolah menunggu jemputan Melisa datang. Keduanya berpikir untuk pulang karena pertandingan sudah selesai dan orang-orang dari SMAN 13 juga sudah pulang.


Mereka berdua bahkan mengantar Aldres dan Hino sampai kedua laki-laki itu pulang bersama rekannya yang lain yang menggunakan bus mini tim basket SMAN 13.


Tadi sempat ada kegaduhan karena Aldres yang kukuh ingin pulang bersama Anna dengan mengantarnya namun dihentikan oleh Hino yang memaksa Aldres untuk segera naik dengan berkata kesal jika Aldres mengantar Anna pulang mau pakai apa orang mereka datang ke SMA Arya saja menggunakan bus tim basket.


Dan Aldres baru mau nurut saat Anna meminta nomor laki-laki itu sebagai gantinya dan masalah Aldres yang kukuh itu pun teratasi.


"Tingkahnya Aldres diluar prediksi banget"kata Melisa tiba-tiba memecah keheningan.


Anna terkekeh setuju mengangguk, tidak menyangka jika laki-laki itu sama aktifnya seperti saat kecil atau mungkin lebih parah dari dulu.


"Mukanya itu loh, keliatan kalem bersahaja gitu tapi tingkahnya bobrok"kata Melisa tak habis pikir, itu pun sama seperti Hino laki-laki tampan yang terkesan tenang itu nyatanya beringas juga.


Padahal mereka baru bertemu namun Melisa sudah tahu sifat-sifat kedua laki-laki itu sejak pertemuan pertama mereka.


Sebuah mobil sedan mewah berhenti dihadapan mereka, mobil jemputan Melisa sudah datang.


"Kalo gitu gue duluan ya, hati-hati dijalan kalo gak mau bareng gue"kata Melisa setelah masuk kedalam mobil pada Anna, gadis itu tadi mengajaknya untuk pulang bersama namun Anna menolaknya.


Anna mengangguk saja melambaikan tangannya pada Melisa yang pergi dengan mobilnya itu.


Anna tersenyum berpikir hari ini ternyata tidak buruk juga, atau bisa dibilang sangat luar biasa.