
Anna berlarian dikoridor dengan kondisi basah kuyup mengabaikan dirinya yang menjadi tontonan orang-orang yang melihatnya itu.
Berlari cepat menuju deretan loker siswa dan dirinya sontak berteriak saat melihat seseorang yang membuka lokernya dan mengambil seragam simpanannya itu entah akan dikemanakan.
"Jangan itu punya Anna!!!!"teriak Anna menggila berlari menyerbu si pelaku yang terkejut dan langsung kabur tak jadi mengambil seragam simpanan Anna sesuai perintah Vanessa.
Anna memungut seragamnya dilantai menghela lega karena dirinya tidak lama-lama merenung dikamar mandi merenungi nasibnya karena teringat jika tidak akan selesai dengan dirinya yang basah kuyup saja.
Dan nyatanya benar ada orang asing yang hendak mencuri seragam gantinya yang pastinya atas perintah Vanessa.
Mengatur nafasnya Anna benar-benar merasa lega, dirinya bisa mengganti seragamnya yang basah dan tidak perlu malu dan mendapat tatapan kasihan dan juga tatapan terusik karena dirinya yang memakai seragam yang basah.
Berdiri menutup pintu lokernya sepertinya Anna harus mengganti gemboknya dengan sandi kunci yang berbeda agar tidak ada orang lain yang dengan mudah membuka loker miliknya.
Menghela nafas mungkin pulang nanti sebelum ke tempat les dirinya akan mencari kunci gembok baru.
***
Melisa makan dengan tenang sambil memainkan ponselnya mengabaikan kedua laki-laki yang duduk bersamanya dimejanya atau mungkin meja tempat kedua laki-laki itu biasanya.
"Lo sendiri mana Anna?"tanya Milan.
"Kebelet tapi gak janji bakal nyusul dan gak akan nyusul orang sampe sekarang aja gak muncul-muncul dateng ke kantin"kata Melisa santai.
"Anna itu kayaknya obsesi banget sama belajar entah karena apa, padahal konsisten selalu peringkat dua itu udah luar biasa banget menurut gue"komentar Melisa mengenai Anna.
"Ya gak tau sih tapi menurut gue juga itu emang udah luar biasa banget, gue bahkan mentok-mentok peringkat 5 seangkatan itu juga cuma sekali-kalinya doang pas ujian masuk"kata Milan masuk dalam obrolan.
"Lo mending gue paling wah itu dapet peringkat 30 besar seangkatan haha"tawa Melisa menyadari dirinya perlu belajar lebih tapi walau begitu orangtuanya bangga kok dengan hasilnya jadi ya dirinya hanya perlu mempertahankannya dan kalau bisa ya naik.
Azriel tidak bergabung dengan obrolan Melisa dan Milan karena dirinya tidak bisa ikut dalam obrolan karena nyatanya dirinya yang selalu peringkat pertama rasanya tidak cocok dalam obrolan mereka.
"Heh Lo liat gak kayaknya si Anna dibully lagi sama Vanessa cs, kayak habis berenang badannya basah semua"
Obrolan Milan dan Melisa mendadak berhenti karena mendengar perkataan tersebut, mereka pun memfokuskan pendengaran mereka pada sekitar yang ternyata mereka membicarakan soal Anna yang kembali dibully.
"Karena apa lagi si Anna sampe dibully lagi?"
"Katanya sih karena dicium Azriel"
"Masa sih?! Gila aja si Anna, udah tau si Vanessa itu cinta mati sama si Azriel kok berani-beraninya–"
"Ssstt! Orangnya denger!"peringat temannya dan mereka menyadari jika mereka diperhatikan oleh si pemilik nama yang disebutkan mereka berikut sang sahabat juga Melisa disana.
Kedua orang yang bergosip itu pun sontak berlari pergi kabur keluar dari kantin.
Melisa sendiri ditempatnya merasa sangat marah, kenapa Anna dibully saat tidak melakukan kesalahan apa-apa.
Milan melirik sahabatnya, Milan merasa waspada jika saja Azriel bertindak nekat lebih nekat dari yang biasa sahabatnya lakukan itu.
Masih ingat dirinya tentang Vanessa yang dihempaskan begitu saja dari motor Azriel karena cewek itu memaksa untuk diantar pulang oleh Azriel sampai cewek itu menangis karena mendapatkan luka yang berdarah.
Semakin waspada saat Azriel tiba-tiba bangkit berdiri dan bergerak menghampiri meja yang digunakan Vanessa dan teman-temannya disana namun hanya bisa diam ditempatnya karena berpikir Vanessa memang harus diberikan pelajaran.
Azriel melangkah mendekati meja Vanessa dan teman-temannya setelah dirinya sempat mengambil mangkuk bekas yang berisi kuah bakso dari pelayan kantin yang melewatinya dan harus berhenti karena pekerjaannya tersendat karena ulah Azriel atau mungkin bertambah saat melihat apa yang dilakukan anak laki-laki itu.
Byuurr.
"Akh! Anjir perih mata gue!"
"Sialan pedes panas!!"
Keempat cewek yang menempati meja itu misuh-misuh gelagapan merasa pedih dan panas karena disiram kuah bakso oleh orang yang kurang ajar.
"Apa-apaan sih Lo?!–"umpat Michelle akan memaki-maki sang pelaku namun membatu saat melihat siapa pelaku yang membanjur mereka dengan kuah bakso itu.
Kantin sangat hening karena perbuatan Azriel itu. Azriel sendiri menatap keempat cewek kurang ajar itu dengan dingin.
"Lo pada pantes mendapatkannya!"kesal Azriel dan berlalu pergi begitu saja.
***
Anna selesai berganti pakaian dengan seragamnya yang baru dan kering. Merasa lega dirinya bisa mengganti pakaiannya dengan yang lebih baik karena dirinya tak mau membayangkan dirinya yang diusir dari kelas karena seragamnya yang basah.
Memasukkan pakaian basahnya pada kantong kresek yang dipintanya dari staff kebersihan sekolah yang ia temui di toilet Anna akan membawa pulang seragamnya.
Mematai wajahnya yang terlihat lepek karena rambutnya yang basah dicermin yang ada dilokernya Anna berpikir akan menjemur diri dilapangan untuk mengeringkan rambutnya.
Terkekeh dengan pemikiran gilanya walau dirinya pernah melakukannya saat kelas 10 namun dirinya memikirkan cara yang lebih baik.
Dirinya pun melepas ikatan rambut kuncir kudanya dan menggerai rambut panjangnya sedikit mengusaknya dengan tujuan agar cepat kering.
Waktu istirahat masih banyak waktu berpikir rambutnya akan segera kering. Mundur-mundur untuk menjauh dari lokernya dan Anna kaget sendiri saat melihat Azriel entah sejak kapan bersender pada loker dibalik pintu loker Anna.
Anna sontak menghentikan mengeringkan rambutnya dan kedua tangannya turun dan saling bertautan gugup juga takut karena ditatap Azriel.
"Pake ini biar cepet kering"kata Azriel santai melemparkan handuk pada Anna.
Anna menerimanya mau tidak mau karena dirinya harus menangkap handuk yang dilemparkan itu jika tak ingin handuknya jatuh ke lantai.
"Itu bersih"lanjut Azriel seraya berjalan pergi keluar dari bagian loker para siswa.
Anna berkedip terkejut dan tidak mengerti namun dirinya membungkuk berterimakasih karena Azriel telah berbuat baik padanya.
Menatap handuk putih ditangannya yang bahkan beraroma Azriel sekali membuat Anna bertanya-tanya apa laki-laki itu bahkan menyemprotkan parfum nya ke handuk juga.
Menggelengkan kepala merasa tidak masuk akal Anna pun memilih menggunakan handuk itu saja karena dirinya memang sangat membutuhkannya untuk mengeringkan rambutnya.
Tak.
Anna yang sedang mengusak rambutnya itu sontak menunduk saat merasa ada sesuatu yang jatuh dari lipatan handuk yang ia buka untuk dipakai itu.
Dilihatnya sebuah jepit rambut terjatuh, Anna pun mengambilnya memperhatikannya dengan serius saat merasa dirinya pernah melihat jepit rambut tersebut.
Mencoba berpikir mengingatnya namun mengedikkan bahu karena berpikir dirinya merasa kenal mungkin pernah ia lihat karena dijual di toko-toko.
***
Anna masuk kekelasnya dan langsung disambut heboh oleh Melisa yang kentara sekali merasa khawatir padanya.
"Anna Lo oke? Baju Lo udah kering? Badan Lo juga udah kering, syukurlah"kata Melisa saat mematai tubuh Anna dan mengangguk saat Anna terlihat baik.
"Eh tapi Lo gak kayak dulu kan jemur diri buat ngeringin badan Lo itu kan?"lanjut Melisa bertanya yang membuat Anna merasa sangat malu.
"Kamu tau soal itu?"cicit Anna merasa malu.
"Iyalah pas itu gue bertanya-tanya 'tuh bocah gila ya bolak balik kek setrikaan dilapangan panas' gue sampe bilang begitu"kata Melisa santai membuat Anna semakin malu.
"Yah pokoknya Lo udah baik-baik aja"lanjut Melisa.
Anna mengangguk berterimakasih melirik pada Michelle yang dimejanya terlihat berantakan dengan pakaian yang banyak noda kuah bakso di seragamnya dan rambut bagian depannya sedikit basah.
Ingin rasanya membantu seperti sebelumnya memberikan seragam simpanannya tapi kan seragamnya sudah ia pakai untuk dirinya sendiri dan juga Anna berpikir untuk menjauh dari Michelle karena cewek itu sepertinya sangat membencinya.
"Ngomong-ngomong kenapa Lo gak pernah di gerai kayak gini aja sih? Cantik banget Lo, apalagi ini pake jepit begini makin imut"gemas Melisa menguyel kedua pipi berisi Anna.
"Gerah"balas Anna serius, benar-benar serius karena Anna sangat gerah saat rambutnya harus digerai seperti ini, kalau saja ikat rambutnya gak ikut basah sudah ia ikat balik rambutnya.
Melisa terkekeh saja dengan keseriusan Anna soal kepanasan itu. "Yah pokoknya kapan-kapan kita hunting pernak-pernik hiasan rambut yuk ah, gue jadi kepengen pake jepit lucu kayak gini"kekeh Melisa dirinya jadi kepengen jepit yang dipakai Anna itu.
Anna mengangguk saja mengiyakan perkataan Melisa itu, tak sengaja tatapannya melihat kearah Azriel dibangkunya dan sedikit tidak mengerti dengan ekspresi yang ditampilkan laki-laki itu yang juga melihat kearahnya.
Ekspresi yang terlihat seperti terkejut, tak percaya dan juga bingung?
Entahlah Anna tak mau memikirkannya, mungkin saja Azriel seperti itu karena dirinya menggunakan jepit rambut milik laki-laki itu tanpa izin.
Karena jepit rambut ini jatuh dari lipatan handuk milik Azriel berarti jepit rambut ini juga milik Azriel, dirinya akan meminta maaf dan mengembalikannya nanti saat pulang sekolah karena saat ini dirinya membutuhkan jepit rambut nya untuk menahan rambutnya yang nanti akan menghalangi saat dirinya belajar nanti.