Millisanna

Millisanna
Bab 69



Anna sedang menghabiskan waktu istirahatnya dikursi taman samping sekolah seperti biasa, dan juga rambutnya sudah diikat kuda seperti biasa karena Anna benar-benar tak tahan gerah.


Setelah Melisa melihat dan gadis itu mengajaknya berselfie ria juga memfotonya banyak sekali akhirnya gadis itu memperbolehkan Anna yang kembali dengan ikatan rambutnya.


Tapi dengan syarat jepit rambutnya jangan dilepas, Anna sendiri sih menurut saja toh dengan begitu rambut-rambut pendeknya yang membuatnya terlihat berantakan jadi terlihat rapi karena jepit yang merapihkan.


Belajar seperti biasanya Anna mulai menjalani kehidupan sekolahnya seperti biasa, walau begitu dirinya sedikit berbeda karena dirinya sekarang memiliki Melisa sebagai temannya, bahkan gadis itu sangat mengerti dengan dirinya yang masih mau berteman dengan dirinya yang tidak pandai bergaul ini.


Melisa gadis yang baik karena selalu sabar dan tidak marah saat ajakan ke kantinnya selalu Anna tolak karena Anna memilih untuk belajar di waktu istirahat.


Melisa benar-benar teman yang sangat baik, tidak akan pernah ia coba untuk membuat gadis itu marah padanya karena Melisa adalah temannya, Anna tidak mau kehilangan temannya.


Sedikit disayangkan Michelle tidak jadi temannya karena gadis itu sepertinya membencinya karena dirinya dekat dengan Azriel, padahal dirinya tidak sebegitu dekatnya dengan Azriel, dirinya dan Azriel hanya sekedar partner olimpiade.


Melirik kearah atas pada rooftop sekolah yang kosong tak ada soskn Azriel maupun Milan disana berpikir mungkin kedua laki-laki itu menghabiskan waktu istirahatnya di kantin.


Anna tidak percaya hanya karena seorang laki-laki dirinya jadi dibenci oleh Michelle, padahal dirinya juga jujur saja membenci Azriel.


Laki-laki itu selalu mendapat juara pertama, selalu sempurna membuat Anna terlihat sangat payah dan menyedihkan.


Jika berpikir dirinya terlihat dekat dengan Azriel nyatanya tidak seperti itu, dirinya hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dan tidak mencoba untuk mendekati Azriel agar akrab seperti yang dilihat orang-orang.


Memikirkannya Anna jadi tersadar sendiri saat pagi tadi dirinya mendekati Azriel untuk mengembalikan jepit rambut dan itu bisa saja membuat orang-orang salah sangka jika dirinya mencoba untuk mendekati Azriel, padahal dirinya hanya mengembalikan barang milik si laki-laki walau akhirnya barang itu diberikan padanya.


Tidak, bisa bahaya jika ada fans Azriel yang melihatnya dan menyangka yang tidak-tidak.


"Heh Lo!"


Baru saja dipikirkan sudah muncul seseorang yang sepertinya salah paham dengan kejadian pagi tadi.


Michelle muncul berdiri didepannya dengan menyentaknya.


"Lo bener-bener sombong huh? Sok bilang gak suka Azriel tapi tetep aja Lo pepet"kesal Michelle disana.


Anna menggeleng karena bukan itu maksudnya.


Michelle memutar mata jengah, berbicara dengan orang tidak tahu diri memang susah, contoh nya saja Anna ini.


"Gue ingetin ya Azriel itu punya gue!"kesal Michelle seraya mengambil buku Anna dan melemparnya jauh sampai masuk ke kolam ikan disana.


Sraakk plung.


Anna menatap syok buku tugasnya, tugas miliknya yang akan dikumpulkan besok ada disana. Bergegas dirinya berlari menuju kolam ikan itu untuk menyelamatkan buku tugasnya.


Michelle yang melihatnya hanya tertawa puas seraya melangkah pergi, dirinya akan membuat hidup Anna tidak tenang karena membuatnya kesal.


Anna terhenti disisian kolam menatap nanar buku tugasnya yang mendadak jadi pakan para ikan-ikan didalam kolam.


Bingung bagaimana caranya agar dirinya bisa mengambil buku tugasnya itu sebelum benar-benar menjadi makanan untuk ikan, dirinya sudah pasrah jika buku itu basah karena nyatanya bukunya itu tenggelam ditengah-tengah kolam.


Memutar otak Anna pun melihat kearah kakinya yang memakai sepatu juga kaos kaki, sontak dirinya melepas semua alas kakinya dan dengan ragu memasukkan kakinya kedalam kolam ikan yang ternyata cukup dalam karena tinggi air disana menyampai betisnya.


Merasa aneh saat menginjak dasar kolam yang sepertinya dipenuhi lumut yang terasa menjijikan dan licin.


Perlahan namun pasti Anna melangkah dengan hati-hati untuk mencapai buku tugasnya, memastikan dirinya tidak akan terpeleset dan jatuh karena jika jatuh bisa-bisa dirinya mengikuti kelas dengan bau anyir ikan kolam.


Seragam simpanannya masih ada dirumah belum ia simpan kembali di lokernya membuatnya harus ekstra hati-hati dalam melangkah agar tidak terpeleset.


Anna yang memasuki kolam menjadi tontonan murid-murid yang melewati taman samping membuat mereka jadi terhenti untuk menonton Anna disana dan dari mereka ada yang meneriakinya agar jatuh untuk hiburan.


Kerumunan murid-murid itu membuat Azriel dan Milan jadi bingung mereka pun ikut mencari tahu apa yang sedang dilakukan orang-orang disana yang seperti sedang menonton sesuatu.


Anna hanya menggeleng mengabaikan mereka yang mendoakannya untuk jatuh, doa itu yang bener bukannya malah doain orang biar jatuh pikir batinnya tak habis pikir.


Melangkah semakin ke tengah dirinya merasa sangat senang karena hampir sampai pada bukunya.


Namun yang tidak ia duga adalah kolam itu nyatanya semakin ke tengah semakin dalam membuat Anna terkejut dan terpeleset.


Sraaatt splash byuurr!


Kerumunan disana terkejut melihat keinginan mereka terkabul namun tidak ada yang tertawa karena yang menjadi basah dan terpeleset adalah Azriel.


Milan terkekeh saja melihat sahabatnya itu yang tadi langsung melesat berlari sesaat dirinya berbicara itu, sahabatnya itu benar-benar gerak cepat, dengan santai Milan pun keluar dari kerumunan melangkah santai menuju kolam ikan untuk membantu sahabatnya itu yang merelakan dirinya kotor untuk menjaga Anna.


Mengeluarkan ponsel, Milan akan meminta bantuan sekretaris nya untuk membawakan seragam ganti untuk Azriel.


"Halo pak, Azriel butuh seragam ganti sama sepatu juga, dalaman"kekeh Milan diakhir pada seseorang disebrang panggilannya.


Anna merasa jantungnya berdegup sangat kencang dirinya terkejut karena terpeleset namun dirinya tetap bersih dan selamat karena Azriel yang menyelamatkannya.


Laki-laki itu merelakan seragamnya yang kotor juga basah menahan tubuhnya agar tetap bersih. Perlahan tubuhnya diturunkan oleh Azriel dengan hati-hati karena masih berada di kolam.


Anna merasa bersalah melihat seragam Azriel yang kotor karenanya itu. "Maaf"cicit Anna sembari membantu Azriel untuk berdiri.


Azriel menerima uluran tangan Anna yang membantunya berdiri, dilihat dirinya tidak sekotor yang ia kira karena kolam cukup bersih namun dirinya benar-benar bau ikan.


"Ini"Azriel menyerahkan buku yang sepertinya menjadi alasan Anna untuk masuk kedalam kolam. Buku itu sudah basah kuyup dan beberapa tulisannya telah terhapus oleh air.


Anna menerima buku tugasnya dengan sungkan juga berterimakasih, menghela saat melihat bukunya sudah mati dan dirinya perlu menyalin ulang semua yang ada dibuku itu.


"Berenang di kolam renang bukan kolam ikan, ayo keluar"seru Milan dari samping kolam kentara sekali laki-laki itu menahan tawa.


Anna pun mengangguk saja akan keluar dari kolam ikan dengan segera, namun pergerakannya terhenti karena Azriel yang memegangi tangan kanannya.


"Licin hati-hati"kata Azriel saat Anna menatapnya, dirinya akan membantu Anna agar tidak terpeleset.


Dengan dibantu dan dijaga Azriel Anna berhasil berjalan dikolam ikan tanpa terpeleset dan sampai dipinggiran dengan selamat.


"Huph!"


Tap.


Anna merasa dejavu karena Milan mengangkat keluar dari kolam karena kejadiannya mirip dengan Milan yang membantunya turun dari motor Azriel dengan menggendongnya.


"Ayo cepet cuci kaki terus pake sepatu, panas itu"suruh Milan melihat kaki telanjang Anna yang menapak pada lantai taman yang panas karena cuaca siang ini sangat panas.


Anna mengangguk patuh mengambil sepatunya dan berlari tanpa alas setelah berterimakasih pada Milan dan Azriel disana.


"Dia lari sambil nyeker dong panas-panas begini"kekeh Milan tak habis pikir dengan tingkah laku Anna itu.


Azriel diam memperhatikan gadis itu yang berlalu menatap sahabatnya Azriel membutuhkan seragam baru.


"Gue butuh seragam ganti"kata Azriel.


Triing triingg.


Bertepatan dengan ponsel Milan yang diperlihatkan laki-laki itu berbunyi.


"Gue tunggu diruang mandi"kata Azriel sangat melangkah pergi.


Milan mengangguk saja dan laki-laki itu pun melangkah menuju ke gerbang depan sekolah untuk mengambil seragam ganti Azriel dari sekertaris mereka.