
Azriel dan Michelle pergi ke kantin karena masih cukup lama untuk menantikan hasil dari para panitia menyelesaikan pemeriksaan mereka.
Michelle senantiasa menempel pada Azriel dan Azriel hanya bisa menghela nafas, dirinya harus tenang dan jangan membuat ulah di sekolah orang, tadi saja dirinya hampir membuat orang-orang sekolah ini heboh kalau pak Sugeng tidak segera datang tadi.
"Azriel gue laper, makan mie ayam kayaknya enak"kata Michelle menarik Azriel.
Kapan lagi dirinya ini bisa mendekati Azriel sebegininya jika bukan sekarang tanpa dimarahi atau disentak, karena tidak mungkin dirinya seperti ini di sekolah mereka sendiri, yang ada dirinya langsung dihempaskan dan diblacklist masuk kedalam cewek menyebalkan bagi Azriel.
Michelle membeli mie ayam dan es teh manis lalu Azriel laki-laki itu hanya membeli air mineral karena dirinya benar-benar tidak merasa lapar karena nyatanya dirinya sedang dongkol, ingin sekali dirinya segera pergi pulang kerumah.
Michelle mencari tempat untuk mereka duduk dan tersenyum saat beberapa orang melambaikan tangan mereka menyuruhnya dan Azriel untuk bergabung.
Mereka adalah orang-orang yang mengikuti olimpiade tadi dengan ramahnya mengajak Michelle untuk bergabung padahal Michelle adalah orang baru untuk mereka yang sering kali bertemu karena olimpiade itu.
"Siapa nama Lo? Belum sempat kenalan kita"kata salah satu cewek disana yang seingat Michelle satu ruangan dengannya.
"Gue Michelle"jawab Michelle menyebutkan namanya.
Mereka semua pun mulai bercengkrama sangat ramai disana, dan Azriel yang memilih duduk dua kursi dari Michelle menjaga jarak dari mereka yang sedang mengobrol itu.
Mengambil permen tongkatnya dari saku membuka bungkusannya dan melahapnya sambil memainkan ponselnya, dirinya benar-benar merasa jenuh, ingin segera pulang.
"Hei kok Lo sih yang sekarang ikut olimpiade dari SMA Arya, si Anna itu kemana?"tanya salah satu dari mereka pada Michelle.
Michelle berkedip saat ditanya seperti itu, apa Anna dekat dengan mereka ini?
"Gue sih mending tuh cewek diganti sih, soalnya tuh cewek buat gue terkesan songong, sok gak mau dideketin gitu"kata yang lain membuat mereka mengangguk setuju.
Tuh cewek emang nyebelin emang, batin Michelle mengiyakan.
"Tuh cewek gagal di latihan soal olimpiade makanya gak kepilih, dan gue yang kepilih karena nilai gue tepat dibawah Azriel yang ngedapetin nilai sempurna"kata Michelle bangga.
Mereka tertawa terbahak mendengarnya. "Tuh cewek akhirnya kena batunya juga haha"
"Emang sok banget dia itu"kata Michelle setuju jika Anna memang menyebalkan.
Mereka pun mulai membicarakan mengenai Anna dengan Michelle sang narasumber yang mengatakan ini itu soal Anna yang sama sekali tidak benar.
Azriel mendengus ditempatnya, Anna harus menjauh dari Michelle, cewek itu benar-benar cewek yang tak pantas mendapatkan teman seperti Anna.
Anna berteman dengan sangat tulus tapi cewek itu malah menjelek-jelekkan Anna dan nyatanya Michelle membenci Anna.
***
Pengumuman hasi olimpiade dimulai, Azriel duduk dengan tenang diantara Bu lia dan Michelle.
"Gue deg-degan"keluh Michelle dikursinya pada Azriel.
Azriel memutar mata malas mendengarnya, untuk apa cewek itu merasa deg-degan, apa cewek itu berpikir akan mendapat juara?
Pak Sugeng yang mendengarnya juga hanya menghela saja, dirinya tadi ikut melihat panitia memeriksa dan saat memeriksa jawaban Michelle dirinya hanya bisa menutup wajahnya malu.
"Baiklah semuanya terimakasih atas kerja samanya dan kita akan langsung mengumumkan sang juara kali ini"kata MC disana salah satu guru dari sekolah tuan rumah.
Para peserta sudah menebak hasilnya siapa yang akan menjadi juara jika kedua orang dengan seragam berbeda dengan mereka itu hadir.
Sudah menjadi tradisi untu para peserta olimpiade secara tak sadar mereka berpikir jika kedua pasangan dari SMA Arya ada disana berarti mereka sudah tidak punya harapan untuk meraih juara selain juara ketiga.
Juara ketiga sudah dan berarti mereka yang menjadi peserta yang namanya tidak disebutkan sudah kehilangan harapan mereka menjadi juara.
"Juara kedua, Mayangsari SMA Harapan Bangsa"
Para peserta yang mendengarnya jika juara kedua bukan si cewek dari SMA Arya pun bersorak heboh, walau bukan mereka yang menang namun mereka sangat bangga karena akhirnya dua pasangan bintang Arya dalam olimpiade satu telah mereka tumbangkan.
Michelle terkejut karenanya melihat mereka yang begitu heboh bahkan para mentor peserta lainnya yang juga ikut bersorak bangga pada si juara kedua yang sedang berjalan menaiki panggung disana yang disambut meriah oleh si juara ketiga.
"Dan juara pertama kita, Alfhazriel Satria Aryanzha dari SMA Arya"
Para penonton bertepuk tangan walau tidak semeriah tadi namun mereka bertepuk tangan karena respect Azriel tetap mempertahankan posisinya bahkan kali ini laki-laki itu digadang-gadang mendapat nilai sempurna tanpa kecacatan sedikitpun dalam jawabannya.
Michelle ikut berdiri saat Azriel disebutkan sebagai pemenang itu. Bertepuk tangan senang saat melihat Azriel mendapat pelukan bangga dari kedua guru mereka itu berpikir mungkin dirinya bisa ikut memeluk Azriel memberinya selamat.
"Selamat Azriel"kata Michelle saat Azriel berbalik kearahnya namun laki-laki itu lewat begitu saja dan berjalan menuju panggung dan Michelle sepenuhnya terabaikan.
Michelle mendengus sebal langsung kembali duduk dengan kesal dikursinya.
"Gue udah duga saat gue liat kalo cewek SMA Arya itu bukan cewek yang biasanya jadi emang gampang banget buat jadi juara dua"
Michelle yang mendengarnya langsung melihat kebelakang dengan tajam mencari orang yang berani sekali merendahkannya seolah dirinya mudah sekali untuk dikalahkan tidak seperti Anna.
Orang-orang yang duduk dibelakangnya sontak diam dan seolah tidak ada yang berkomentar seperti tadi.
Michelle menatap mereka tajam sebelum kembali berbalik melihat para juara mendapatkan hadiah mereka disana.
Mendengus ditempatnya Michelle ingin segera pergi dari sini, orang-orang disini semuanya menyebalkan.
***
"Lagi dan lagi dan lagi bapak bangga sama kamu Azriel!"senang pak Sugeng menepuk-nepuk punggung Azriel sangat bangga.
Bagaimana dirinya tidak bangga jika muridnya itu kali ini benar-benar sangat luar biasa.
Azriel benar-benar menyabet seluruh penghargaan kecuali juara 2 dan 3, selebihnya semuanya Azriel yang mendapatkannya.
Bahkan orang-orang juga MC disana sudah bosan senantiasa mendengarkan nama Azriel sebagai seseorang yang memenangkan penghargaan.
"Gak perlu dipilah ini punya siapa-siapa karena ini semuanya punya Azriel"kekeh Bu Lia melihat seluruh penghargaan yang memenuhi bagasi mobil pak Sugeng adalah milik Azriel.
Sebelumnya dirinya selalu memilah penghargaan milik siapa-siapanya saat Anna yang menjadi wakil, namun kali ini karena gadis itu tidak menjadi wakil membuat pekerjaannya langsung selesai.
"Kalau begitu bapak sama Bu Lia pulang duluan ya, kita harus kesekolah dulu menaruh semua penghargaan ini"kata pak Sugeng pamit pada kedua muridnya itu.
Azriel dan Michelle melihat kepergian kedua guru mereka itu sampai mobil pak Sugeng tak terlihat lagi.
Michelle menghela setelahnya melirik ke Azriel namun laki-laki itu langsung berbalik pergi ke motornya meninggalkannya begitu saja, sontak Michelle pun mengejar laki-laki itu.
Azriel pastinya mengantarnya pulang kan ya? Pastinya kan?
"Ini Lo pulang sendiri, Lo bilang sama anak-anak dikantin tadi rumah Lo deket dari sini"kata Azriel tenang memberikan helm milik Michelle yang nyatanya helm yang lain dan helm yang biasanya dipakai Anna yang ia berikan kapan hari itu entah dikemanakan oleh Michelle.
"Ya?"Michelle benar-benar tak percaya dengan laki-laki itu.
"Kenapa? Biasanya juga Anna pulang sendiri, dan rumah Lo deket dari sini sedangkan gue jauh, gue juga ada janji sama orangtua gue jadi gue gak mau telat karena harus nganter Lo dulu"kata Azriel panjang seraya memakai helmnya dan memundurkan motornya menyalakan mesin dan melajukan motornya pergi meninggalkan Michelle yang melongo tak percaya.