
"Kau tidak tinggal di asrama rumah sakit lagi?"tanya Aldres kala melihat Anna menyuruhnya untuk menurunkan si gadis disebuah gedung apartemen.
"Iya baru satu bulan, dan ini ke empat kalinya Anna pulang dan tidur di rumah baru Anna itu"kata Anna pada Aldres.
Aldres hanya bisa melongo mendengarnya, sepertinya menjadi seorang dokter benar-benar sangat melelahkan.
"Al sendiri tinggal dimana di kota ini?"tanya Anna mengingat Aldres datang ke kota S ini hanya karena ada sebuah persidangan yang harus ia hadiri karena Aldres adalah pengacara terdakwa.
"Aku sih di hotel dekat pengadilan biar gak jauh-jauh amat"kata Aldres santai.
Anna mengangguk saja. "Kalau begitu makasih udah nganterin Anna pulang. Sukses buat sidang lusa, klien Al gak bersalah kan"kata Anna menepuk-nepuk lengan Aldres menyemangati sahabat kecilnya itu.
"Oh pastinya dong, klien aku selalu tidak pernah bersalah karena mereka orang-orang baik"kata Aldres bangga sendiri.
Aldres pun kembali masuk kedalam mobilnya menurunkan kaca jendela disebelahnya lantas melambaikan tangannya membalas lambaian tangan Anna.
Anna memperhatika mobil Aldres sampai tidak terlihat lagi, melihat jam tangannya lalu melihat kearah kanan Anna pun tersenyum.
"Sudah lama Anna gak ngasih reward untuk tubuh ini yang sudah bekerja keras, mumpung gak ada jadwal juga kan"gumam Anna merasa senang lantas berjalan menyusuri trotoar kearah kanan dengan semangat.
"Selamat datang! Makan disini atau bawa pulang?"sambut pegawai warung penjual street food Korea itu.
"Bawa pulang, hot Korean fried chicken sama purinkle fried chicken disatukan"kata Anna menyebutkan pesanannya.
"Baik, mohon ditunggu"
Anna mengangguk senang dirinya akan dengan sabar menunggu.
***
"Huwaah lebay tapi mandi tidak pernah sesegar ini"gumam Anna sangat bahagia setelah ia membersihkan dirinya dengan mandi.
Berjalan menuju dapur Anna akan membuat teman menikmati ayam yang ia beli tadi.
"Tada samyang!"seru Anna bangga sendiri.
Memikirkan akan berapa banyak ia membuatnya dan pada akhirnya ia memutuskan untuk membuat 3 bungkus mie ekstra pedas gila itu.
Memasak mie sembari bersenandung bernyanyi nyayi kecil, mood Anna benar-benar sedang dalam kondisi yang sangat baik.
Klak.
Mematikan kompor dan meniriskan mie, mencampur mie dengan bumbunya dan akhirnya jadi.
Anna membawa mie dan ayamnya kedepan televisi menaruhnya diatas meja pendek disana dan dirinya bergegas untuk mengambil minumannya, air mineral dan juga bubble tea.
Makanan sudah siap, waktunya mencari tontonan untuk menemaninya makan dan dirinya memilih sebuah drama Korea yang menceritakan tentang kehidupan seorang dokter.
Merasa sudah siap semua Anna tidak sabar untuk memakan makanan spesial nya untuk malam ini.
Dilihat mungkin sepertinya tidak cocok untuk dirinya yang seorang dokter memakan makanan yang tidak sehat ini di jam yang cukup rawan juga, jam setengah 9 malam.
Tapi apa pedulinya? Walau Anna seorang dokter memang dokter tidak boleh makan mie dan ayam goreng juga bubble tea begitu? Anna tetap lah manusia dan setiap makanan itu semuanya sehat asal tidak berlebihan.
Dikaruniai makanan seenak ini setelah selama ini selalu bekerja keras memang sangat luar biasa dan juga mengharukan.
"Anna bersyukur telah hidup"kata Anna hanya karena ia bisa memakan mie. Kebahagiaan orang-orang memang berbeda-beda.
Nyatanya 3 bungkus mie pedas itu dihabiskan oleh Anna seorang, begitu juga dengan paket ayam gorengnya yang cukup besar pun tinggal setengah, Anna benar-benar lapar sepertinya.
Ting tong.
Melepas sedotan minuman bubble tea nya Anna melihat kearah pintu apartemennya bertanya-tanya siapa yang datang di jam yang hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam itu.
Masih menebak-nebak siapa yang datang Anna bangkit melangkah akan membuka pintu dan memeriksa siapa yang malam-malam datang bertamu itu.
Ceklek.
Pintu dibuka oleh Anna dan Anna sedikit terkejut dan bingung melihat seorang wanita bermata biru yang datang berkunjung itu.
Wanita yang sama yang Anna lihat bersama dengan Milan dan juga kedua orangtua Azriel setelah Anna melakukan operasi pada Azriel.
"Siapa ya?"tanya Anna karena dirinya memang tidak mengenal wanita itu yang sedikit lebih pendek darinya.
Ya maklum saja Anna ini tumbuh dengan bongsor, diumurnya yang ke 23 tahun ini bahkan tingginya hampir mencapai 181 cm yang untuk seorang perempuan biasa yang bukan atlet volley atau lainnya itu sudah sangat tinggi.
Wanita bermata biru dengan rambut pirang itu tidak langsung menjawab pertanyaan melainkan menatap Anna dari atas sampai bawah seolah sedang menilainya lantas mengernyit jijik saat mendapati noda di piyama dan sekitar pipi Anna.
"Kau menjijikan"kata wanita itu langsung.
Ctak! Perempatan siku-siku muncul kala wanita itu mengatakan dua kata yang sangat membuat Anna kesal. Wanita dihadapannya ini benar-benar tidak memiliki sopan santun ya, sudah mah datang bertamu tidak tahu waktu dan tiba-tiba mengatainya menjijikan?
Minta ditendang nih wanita, ngomong-ngomong ilmu bela diri yang Anna pelajari semasa SMA tidak hilang lho.
"Maaf nona yang begitu cantik dan luar biasa ini, ada apa ya datang kemari? Sejujurnya saya bahkan tidak mengenal anda"kata Anna mencoba menahan emosinya dengan bersikap ramah ya walaupun terlihat aneh karena itu dipaksakan.
Wanita bule itu menatap Anna rendah dan melipat kedua tangannya didepan dada. "Gue cuma mau kasih peringatan ke Lo. Lo udah gak punya kesempatan buat deketin Azriel lagi, karena gue adalah tunangannya dan gue melarang Lo muncul dihadapan Azriel"kata wanita bule itu dengan sombong.
Anna menatap malas wanita dihadapannya itu. Wanita itu datang kemari di jam segini, mengganggunya, hanya untuk mengatakan hal semacam itu?
Astaga Anna sudah lelah dengan wanita sejenis ini karena sejak SMA dirinya sudah sering menghadapi nya.
Anna jadi tidak habis pikir kenapa Azriel yang ternyata masih hidup itu masih saja dihadapkan dengan wanita model seperti ini di kehidupannya, Anna jadi merasa kasihan.
"Ya tentu, tenang saja"kata Anna cuek karena dirinya benar-benar sudah muak dengan wanita jenis menyebalkan ini seperti wanita didepannya itu.
Wanita bule itu sedikit terkejut melihat reaksi Anna namun setelahnya terkekeh sarkas. "Jangan munafik Lo nantinya"kata wanita itu tajam dan berlalu pergi begitu saja.
Anna mengangguk malas memperhatikan wanita itu yang pergi begitu saja, datang tiba-tiba pulang pun tiba-tiba, apa dia jelangkung?
"Hati-hati dijalan"kata Anna datar dan kembali masuk kedalam apartemennya.
Huh wanita tadi merusak moodnya.