Millisanna

Millisanna
Bab 72



Para pemain memasuki lapangan saling berdiri berbaris berhadapan untuk salam.


Azriel menatap orang dihadapannya datar dan orang yang ditatapnya itu terkekeh melihat Azriel yang seperti ingin menghajarnya itu.


"Lo ini gak terima kekalahan Lo waktu itu hm? Itu udah lama kali"kekeh Aldres tak habis pikir.


Azriel tahu waktu yang dimaksud Aldres itu, yaitu saat timnya harus menerima menjadi juara kedua dikalahkan oleh SMAN 13 saat dirinya kelas 10 dan seniornya yang akan lulus bermimpi untuk menang dikejuaraan terakhir mereka namun Azriel gagal merealisasikannya.


Aldres terkekeh sarkas melihat Azriel yang tidak menjawab perkataannya itu. "Lo harusnya bersyukur cuma kalah sekali waktu itu doang!"bentak Aldres membicarakan soal Azriel dan timnya yang setelah itu tak pernah terkalahkan.


Grep.


"Oke tenang res"kata laki-laki disebelah Aldres sahabatnya menahan Aldres untuk tidak menyerang Azriel.


Azriel sendiri sudah dibawa Milan kebelakang tubuh laki-laki itu melindungi sang sahabat.


"Sportif?"tanya Milan mengulurkan tangannya pada laki-laki yang menahan Aldres itu dengan senyuman.


Laki-laki itu balas tersenyum dan membalas jabat tangan Milan. "Pastinya"kata laki-laki itu seraya membawa Aldres ke posisinya karena pertandingan akan segera dimulai.


Milan pun melirik kearah Azriel yang sedari tadi hanya diam saja itu. "Lompat yang tinggi rebut bola pertama"kata Milan menepuk pundak sahabatnya itu seraya berjalan menuju posisinya.


Tidak perlu diingatkan Azriel akan lompat setinggi mungkin untuk merebut bola pertama.


Semua pemain siap diposisi dan wasit pun siap untuk melempar bola pertama seraya membunyikan peluit pertanda pertandingan dimulai.


Priiit.


***


"Kayaknya Aldres sama si Azriel emang gak akur banget ya"komentar Melisa mengingat tadi sebelum pertandingan dimulai mereka bahkan terlihat seperti akan baku hantam.


Anna mengangguk saja dengan mata terfokus pada Azriel. Ya Azriel, bukan pada Al tapi dirinya melihat Azriel yang sangat mahir menggiring bola dan memasukan setiap bola yang dipegangnya dengan mudah.


Anna jadi memikirkan apa kekurangannya Azriel itu, sudah pintar di akademik di luar akademiknya pun laki-laki itu sangat bersinar.


Saking bersinarnya sampai fakta jika Azriel sedikit berandal sepenuhnya diabaikan.


Laki-laki yang luar biasa itu nyatanya seorang berandal yang menghajar kakak kelas 12 sampai babak belur masuk rumah sakit gara-gara dirinya diajak masuk kedalam geng pembuat onar, atau laki-laki itu yang selalu kasar pada setiap perempuan yang mendekatinya benar-benar diabaikan sepenuhnya.


Lihat saja dipinggir lapangan para anggota cheers yang meneriakkan nama Azriel memberikan semangat juga banyak perempuan dibangku penonton yang juga meneriakkan nama Azriel.


"Ey liatin Azrielnya biasa aja"kekeh Melisa merasa lucu melihat Anna yang terperanjat karena asik memperhatikan Azriel yang bermain bagus disana.


Anna hanya tersenyum membalas perkataan Melisa itu dan kembali fokus pada pertandingan didepan sana.


Melisa yang melihatnya gantian terkejut, otaknya berpikir sesuatu yang membuatnya memerah.


Jadi beneran Anna suka sama Azriel?!


Kan bener intuisi gue, masa sering bareng pas olimpiade gak ada percikan-percikan suka sih diantara mereka, kekeh Melisa dalam batin kegirangan sendiri.


Jika begini bukannya dirinya harus menjadi cupid untuk sahabatnya itu, dirinya akan membantu Anna untuk meluluhkan hati dingin Azriel yang sedingin gunung es itu. Dan dirinya memiliki ide brilian untuk melakukannya.


"Anna gue ke toilet sebentar ya, terus nanti Lo harus kenalin gue sama Aldres ya pokoknya jangan lupa"kata Melisa bangkit dengan semangat keluar gymnasium.


Anna yang melihat semangat Melisa itu hanya mengangguk saja walau tidak mengerti juga kenapa Melisa terlihat sangat antusias itu.


***


Michelle dan anggota cheers lainnya berdiri berjajar di pinggir lapangan dengan semangat memberi dukungan untuk tim sekolahnya atau mungkin saja Azriel karena nama laki-laki itu yang senantiasa mereka teriakkan.


Setelah tampil tadi sebelum pertandingan dimulai mereka langsung kesisi lapangan untuk menjadi penonton VVIP.


Mata Michelle tak pernah lepas dari pergerakan Azriel yang bermain sangat bagus disana, yang bahkan setengah poin yang didapatkan oleh tim SMA Arya adalah karena Azriel.


Keren banget gila, batin Michelle tak pernah terbiasa dengan kesempurnaan Azriel.


Walau Aldres tak kalah bagus namun Azriel memiliki aura sempurna yang membuat seluruh pasang mata didunia memperhatikannya.


Mengalihkan pandangannya memperhatikan Aldres yang tak kalah bagus juga dalam bermain yang bahkan laki-laki itu adalah Ace nya tim SMAN 13 namun lagi-lagi tak ada yang bisa mengalahkan aura sempurna milik Azriel yang mutlak itu.


*Duk. *Krang**.


Waaaa!!!


Duak.


"Lagi panas hah?!"kekeh sang kapten memukul kepala belakang Azriel karena bangga.


Azriel hanya bisa meringis mengusap kepalanya yang nyeri karena pukulan tak main-main dari kaptennya itu dirinya jadi bertanya-tanya apa kaptennya itu mantan petinju.


"Lanjutkan, tinggal 3 menit terakhir dan pertandingan selesai"lanjut kapten kembali kelapangan bagian mereka duluan.


Azriel mengangguk mengerti, dirinya memang berniat untuk mengakhiri pertandingan dengan cepat.


"Hah.. hah.."Aldres bernafas dengan terputus-putus memperhatikan Azriel yang baru saja mencetak angka yang kesekian membuat kedudukan menjadi 105 - 98, timnya kalah.


Sepertinya dirinya akan menyerah saja toh ini hanya pertandingan persahabatan bukan pertandingan resmi.


Melirik kearah penonton pada sosok yang ia temukan ditengah pertandingan tadi, sosok yang tidak banyak berubah namun semakin cantik dan mempesona, Mili-nya sangat cantik persis seperti yang ada difoto yang diberikan oleh kakaknya.


Menaikkan sebelah alisnya saat menyadari jika gadis itu memperlihatkan raut muka yang terlihat menatapnya seolah berkata 'jangan menyerah'.


Aldres terkekeh kecil karenanya, astaga jika Mili-nya yang cantik sudah berkata seperti itu dirinya tentu saja tidak boleh menyerah.


"3 kali three point 3 menit itu terlalu dikit"kata Aldres.


Sahabatnya yang ada disampingnya pun menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti apa yang dibicarakan Aldres.


"Gue bakal dapet three point lima kali dalam 3 menit!"kata Aldres bersungguh-sungguh pada sahabatnya itu.


Sang sahabat yang mengerti pun terkekeh saja dan mempersilahkan Aldres melakukan yang dikatakannya itu.


"Gak ada yang larang, silahkan aja"kekehnya.


***


Azriel tidak tahu apa yang membuat Aldres kembali terlihat sangat berambisi itu padahal tadi laki-laki itu terlihat menyerah namun tiba-tiba laki-laki itu sangat bersemangat mencetak point.


Krang.


Aldres mencetak three point dengan sangat mulus bahkan bolanya tak menyentuh bulatan keranjang disana.


Itu adalah three point yang didapatkan Aldres 3 kali berturut-turut membuat skor menjadi 105 - 107, tim SMA Arya yang kalah sekarang.


Azriel tidak bisa membiarkannya begitu saja, tidak peduli apa yang membuat Aldres mendadak bermain sangat bagus dirinya tidak akan membiarkan timnya kalah.


Merebut bola dari lawan dan mendribble nya cepat menuju daerah lawan meninggalkan lawan juga kawannya dibelakang dan tanpa melambatkan laju larinya Azriel langsung melompat dan melempar bolanya sembarangan dan masuk dengan hebat.


Krang.


Penonton bersorak heboh karena lemparan bola Azriel tadi sangat luar biasa, apa-apaan gerakannya tadi Azriel seperti salah satu karakter anime didalam film anime tentang basket.


Skor menjadi imbang.


Pertandingan jadi semakin memanas karena pertandingan hampir selesai dan kedua tim masih seimbang.


Azriel mendapatkan bola dan mulai mendribblenya, akan bergerak cepat namun dirinya tertahan oleh Aldres yang menghalanginya.


"Gue gak akan biarkan Lo menang mudah"kata Aldres serius.


Azriel menatap Aldres yang begitu serius tak ingin kalah itu, namun Azriel sejak awal dirinya pun tak akan kalah.


Aldres serius dirinya tidak akan kalah dan akan merebut bola dari Azriel dan mencetak angka untuk kemenangan timnya.


Meningkatkan kewaspadaannya saat melihat Azriel membungkuk siap bergerak dan Aldres tidak akan membiarkannya lolos.


Namun Azriel bergerak sangat lincah bahkan dengan apik menghindarinya membuat Aldres jadi terhalangi oleh Milan karena tidak menyadari keberadaan laki-laki itu.


Dan berakhir Azriel bebas dan melempar bolanya begitu melepaskan diri darinya melakukan three point dari tengah lapangan.


Krang.


Priit priiitt.


Pertandingan berakhir dengan skor 110 - 107, SMA Arya menang.