Millisanna

Millisanna
Bab 103



Arjuna


Temui gue di taman komplek Lo, sekarang


Mutia bangkit dari rebahannya kala dirinya menerima pesan dari Arjuna itu yang sejujurnya sudah ia hubungi terus menerus sejak kejadian Michelle mengamuk dan membuat Anna jadi korbannya sampai dilarikan kerumah sakit karena melindungi dirinya.


"Mau kemana dek?"tanya kakak perempuannya yang melihat Mutia melewati dirinya yang sedang menonton televisi.


"Keluar bentar kak ke taman komplek"kata Mutia serius karena emosinya sudah siap untuk diluapkan pada si pelaku asli yang menyebarkan video kecurangan Michelle itu.


Brak.


Pintu rumah yang ditutup berlebihan itu membuat si kakak terjengit namun hanya bisa mengedikkan bahu karena pastinya adiknya itu sedang akan kembali memarahi seorang laki-laki yang menyebalkan seperti beberapa kali dilakukan adiknya itu karena mereka adalah laki-laki yang katanya fans sang adik.


Saat sampai di tama komplek bisa Mutia temukan si laki-laki yang terlihat menunduk duduk di ayunan yang sepertinya laki-laki itu akhirnya menyadari perbuatannya itu.


"Kemana aja Lo hah? Gue telponin enggak diangkat-angkat ngilang pas kejadian mengerikan akibat perbuatan Lo yang sebarin video itu di web sekolah gue, Lo emang gak nyebut-nyebut nama gue tapi tuh si Michelle langsung tau kalo gue yang ngerekam video itu dan Anna yang jadi korbannya, terus kalo Anna gak ada buat ngelindungin gue gue yang bakal jadi korbannya bego!! Gue bisa aja mati sialan!"murka Mutia mengomeli Arjuna panjang lebar bahkan sampai nafasnya naik turun karena sakit emosi dan cepatnya Mutia berbicara memarahi Arjuna.


"Sorry, gue gak tau kalo sampe kak Anna jadi korban dan dilarikan ke rumah sakit, perhitungan gue salah emang, gak nebak kejadian itu jadi salah satu akibat perbuatan gue itu, gue cuma berencana untuk bikin Michelle berhenti ganggu kak Anna dan juga deketin bang Jiel"kata Arjuna pelan karena dirinya benar-benar merasa bersalah.


Mutia yang melihat Arjuna yang sepertinya sangat menyesal itu pun hanya bisa menghela dan ikut duduk di ayunan disebelah Arjuna dan sedikit mengayunkannya pelan.


"Jadi kemana Lo selama kejadian? Gue bener-bener gak bisa ngehubungin Lo sampe gue kira Lo sengaja ngasih nomor palsu ke gue"kata Mutia tidak lagi marah.


"Gue ikut nyokap bokap ke Kalimantan, ada kerabat yang lagi sakit keras dan disana gak ada sinyal sama sekali karena masuk pelosok, gue aja sampe ketemu sama harimau liar pas perjalanan kesana"kata Arjuna menceritakan nya dengan tatapan berbinar karena dirinya sangat menyukai hewan yang sering dibilang sebagai buyut kucing itu.


Mutia mendengus geli melihat Arjuna yang tiba-tiba kelihatan bersemangat kala menceritakan pengalamannya bertemu harimau itu.


"Omong-omong ternyata Lo kenal sama Azriel bahkan Anna juga?"tanya Mutia karena dirinya benar-benar tidak menduga jika Arjuna mengenal Azriel bahkan Anna.


"Azriel sahabat gue dari kecil sama kek Milan, kalau kak Anna ya gue tau karena bang Jiel sering ngomongin kak Anna"kata Arjuna membongkar aib sahabatnya sendiri pada teman sekelas sang sahabat.


Mutia yang mendengarnya jadi antusias. "Heh~ jadi rumor kalo mereka pacaran itu kayaknya beneran, gue walaupun gak aktif banget dikelas bahkan kek sengaja mengucilkan diri sendiri karena side job gue, gue ini orang nya peka dan kepekaan gue bilang Azriel sama Anna itu akrab banget, apalagi gue udah sekelas sama mereka sejak kelas satu"kata Mutia bersemangat.


Arjuna tertawa saja mendengar jika gadis disebelahnya ini menduga sahabatnya dan Anna berpacaran, kalau mereka beneran pacaran dirinya berjanji akan melakukan koprol depan sebanyak 10 kali.


"Kalo pacaran kayak nya gak mungkin karena bang Jiel masih stuck sama cewek cinta pertamanya pas masih kecil"kata Arjuna lagi membuka rahasia Azriel.


Mutia semakin antusias dan semakin penasaran, tidak menyangka bahkan laki-laki seperti Azriel memiliki cinta pertama dan sangat mencintai cinta pertamanya itu.


"Terus jadi Azriel ini pacarnya si cinta pertamanya itu? Pantes aja tuh orang kek anti romantic parah ke semua cewek yang nyoba deketin dia. Siapa sih ceweknya? Gue kepo"kata Mutia penasaran.


Arjuna tersenyum menatap Mutia. "Udah gak ada"


***


Arjuna pulang ke rumahnya dengan Milan karena orangtuanya masih ada di Kalimantan membuatnya harus tinggal bersama Milan yang juga orangtuanya sedang lagi-lagi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.


Arjuna menyadari jika dirinya tadi terlalu banyak berbicara pada Mutia namun dirinya tidak menyesal karena melihat bagaimana gadis itu menyimpan sendiri video bukti kebusukan Michelle bahkan akan gadis itu hapus membuat Arjuna yakin jika Mutia akan menyimpan rapat-rapat apa yang ia ceritakan tadi.


"Bang gue pulang"kata Milan kala sudah masuk kerumah dan melihat keadaan rumah sangat sepi seperti tak ada kehidupan sampai beberapa detik setelahnya terdengar suara grudukan orang berlari dan muncullah Milan dari lantai dua rumah.


"Yeh si bocah lama bener Lo ketemuan sama pacar Lo"kata Milan yang membuat Arjuna mendadak sebal.


"Bukan pacar sialan! Kenalan doang!!"sebal Arjuna.


"Iya iya terserah, pokoknya cepet Lo balik ke komputer Lo, bokap gue bilang 'orang gila' itu muncul lagi bahkan nyerang Jiel pas lagi sendiri dirumahnya!"seru Milan terburu-buru.


Sudah duduk didepan komputernya Arjuna mulai bekerja. "Kejadiannya kapan? Kok gue gak tau?!"kata Arjuna gelagapan dengan kesepuluh jarinya bergerak cepat diatas keyboard.


"Tadi siang, Lo bahkan masih ada di pesawat bego dan gue baru dikasih tau bokap gue setelah om Aryan ngasih tau ke bokap gue"kata Milan.


"Sialan, harusnya gue nyempatin diri buat masang pelacak begitu tuh orang gila keluar penjara"gumam Arjuna merasa menyesal dan marah.


"Gak ada gunanya Lo nyesel juga, pas tuh orang keluar penjara kan emang keliatan udah jera tapi taunya malah makin menjadi, itu bukan salah kita dianya aja yang gila minta gue bunuh"kata Milan geram.


Arjuna hanya diam saja mendengar perkataan Milan yang kentara sekali sedang murka itu.


Arjuna sedang mencoba mencari rekaman cctv dirumah Azriel yang merekam kejadian tersebut, dengan petunjuk siang hari Arjuna pun mulai memutar setiap cctv yang ada di jam antara jam 11 sampai 2 siang.


"Heh kok ada kak Anna?!"kaget Arjuna kala melihat Anna ada dalam rekaman cctv rumah keluarga Azriel itu.


Milan tidak ikut terkejut karena sepertinya tahu ada Anna disana karena gadis itu datang untuk mengerjakan tugas kelompok dari salah satu guru mata pelajaran karena dirinya pun mendapatkan tugas yang sama dari guru yang sama.


Arjuna merubah tampilan layar komputernya menjadi berkotak-kotak kecil yang memainkan semua rekaman cctv yang ada dirumah keluarga Azriel.


"Dia beneran dateng"gumam Milan mendadak merasa tegang melihat sosok yang serba hitam yang dirinya yakin sosok itu adalah si 'orang gila'.


Mereka berdua bisa dengan jelas melihat bagaimana orang itu masuk dengan mudah melewati pagar besar rumah Azriel karena tidak ada penjaga yang berjaga disana, melangkah santai menuju pintu depan yang terlihat sedang dibuka paksa oleh orang itu dengan alat yang dibawanya.


Sosok itu masuk kedalam rumah dan sepertinya melihat Azriel yang menuruni tangga dan berjalan menuju perpustakaan, dan Azriel tidak menyadari orang itu karena terlihat Azriel berjalan sambil memainkan ponselnya.


Menyadari tidak ketahuan orang itu kembali berjalan hendak mengikuti Azriel namun terhenti dan terlihat melihat ke arah lantai dua yang mungkin saja orang itu menyadari jika ada orang lain dirumah selain Azriel.


Berjalan kedapur dan mengambil sebuah pisau dan melanjutkan langkahnya mengikuti kemana Azriel pergi.


Semua cctv merekam jelas pergerakan sosok itu dan berakhir sosok itu sampai diperpustakaan dengan Azriel yang masih belum menyadari sosok itu.


Sosok itu perlahan dengan santai mendekati Azriel dan begitu Azriel tiba-tiba berbalik dengan sebuah buku ditangannya sosok itu langsung menyergap Azriel membuat Azriel sontak terkejut menghantam rak buku dibelakangnya dan menjatuhkan banyak buku disana.


Keduanya mungkin berpikir Azriel bisa balik menyerang sosok itu namun nyatanya tidak Azriel terlihat jatuh terduduk gemetar yang meyakinkan mereka jika Azriel masih tidak berdaya dihadapan pusat traumanya padahal sudah bertahun-tahun berlalu dan juga Azriel sudah melakukan berbagai cara mengobati psikisnya namun sepertinya belum cukup.


Sosok itu terlihat kembali mendekat pada Azriel setelah tadi menjauh karena menghindari buku-buku yang terjatuh tadi.


Berjongkok dihadapan Azriel dan mendekatkan wajahnya seolah berbicara sesuatu pada Azriel yang semakin membuat laki-laki gemetar membatu.


Rekaman cctv lain memperlihatkan Anna yang terlihat keluar dari kamar Azriel setelah mendengar suara bising dari perpustakaan, gadis itu terlihat mencari sampai akhirnya ke arah perpustakaan dan sosok itu sudah terlihat siap untuk menyergap Anna.


Dan bisa mereka lihat bagaimana Anna yang melawan sosok itu sampai mengejarnya keluar rumah namun sayang gadis itu kehilangan sosok itu yang menghilang di belokan yang kecil disana.


Mereka sedikit menyayangkan namun mereka juga jadi merasa sedikit segan dengan Anna karena mereka diperlihatkan bagaimana dengan entengnya Anna melempar garpu taman untuk menghentikan sosok itu.


Gadis itu sangat mengerikan.


Anna terlihat kembali masuk kedalam rumah dan langsung menghampiri Azriel yang ternyata sudah tergeletak disana.


Mereka berdua memperhatikan bagaimana Anna mengurus Azriel yang terlihat mengalami hyperventilation itu.


"Anjir abang!!"kata Arjuna terkejut kala Milan menutupi matanya dengan kedua tangannya dengan tiba-tiba.


"Gak boleh liat ini tontonan dewasa!"kata Milan pada Arjuna namun kedua matanya melotot bagaimana Anna mengurus Azriel dengan menciumnya.


Astaga sahabatnya sudah kehilangan first kissnya.