Millisanna

Millisanna
Bab 52



Dulu waktu kecil Anna pernah tinggal dengan keluarga asing selama seminggu. Dibilang asing karena Anna tak mengenalnya dan mereka pun tidak mengenalnya, mereka tidak saling mengenal namun karena beberapa alasan selama 1 Minggu lebih Anna tinggal bersama mereka.


Dan salah satu anggota keluarga yang merawatnya saat itu adalah laki-laki dihadapannya ini yang dulu ia panggil kak Geo.


Dan pertemuannya dengan Geo membuat Anna sedikit mengingat masa lalunya yang sebenarnya ingin ia lupakan seumur hidup namun jika dirinya benar-benar melupakan masa lalunya dirinya pun akan melupakan betapa baiknya orangtua Geo, Geo, dan adiknya saat itu padanya.


"Wah kamu bener-bener tumbuh dengan baik"senang Geo saat melihat Anna yang terlihat tumbuh dengan sangat baik, sehat dan sangat cantik.


"Pastinya banyak yang suka sama kamu di sekolah, ngaku hayo"kekeh Geo mulai menggoda Anna.


Anna menggeleng karena nyatanya tidak begitu, dirinya malah dijauhi karena payah dan sering direndahkan karena selalu mendapatkan peringkat kedua.


"Kamu sekolah dimana?"tanya Geo tiba-tiba.


"SMA Arya kak"kata Anna.


Geo yang mendengarnya menaikkan alisnya tak menyangka. "Yah~ adik kecil ku yang manis tumbuh dengan sangat luar biasa"kekeh Geo bangga sekali.


Pasalnya SMA Arya terkenal sebagai SMA yang sangat elit yang hanya menerima murid-murid terpilih yang bahkan setiap tahunnya hanya menerima 20 murid untuk satu kelas yang bahkan mereka hanya menyediakan 6 kelas tiap tahunnya.


"Kamu beda banget sama Al"kata Geo jadi ingat dengan adiknya itu yang benar-benar berbeda dengan Anna karena adiknya itu benar-benar sulit diatur dan berakhir disekolah negeri biasa ya walaupun sekolah negeri yang tak kalah elit juga dari SMA Arya.


Mendengar nama adiknya Geo disebutkan membuat Anna jadi penasaran dengan Al yang sekarang. Apa laki-laki itu masih sama seperti bocah yang begitu kesal tak mau menerimanya dirumahnya sampai menjahilinya terus-menerus.


"Al apa kabar kak?"kata Anna penasaran.


Geo berkedip sebentar lantas mengangguk. "Ah kamu belum ketemu sama Al lagi ya? Padahal perasaan Al pernah tanding sama tim basketnya SMA Arya, kamu gak nonton ya waktu tandingnya?"tanya Geo.


Anna menggeleng jadi ingat dirinya memang tidak pernah ikut menonton pertandingan apapun yang dilakukan tim-tim ekskul sekolahnya, dirinya memilih mengurung diri dikelas dan belajar.


Geo terkekeh dibuatnya, mengambil ponselnya dan mengotak-atiknya sebentar, dirinya berencana untuk melakukan video call dengan adiknya itu. Pasti adiknya itu akan benar-benar terkejut dan pasti akan jatuh cinta untuk kedua kalinya pada Anna.


"Ayo kita video call dia aja"kata Geo bersemangat menghubungi nomor adiknya itu.


Tut tuut tuuut.


Panggilan tidak dijawab atau diluar jangkauan anda.


"He?!! Dasar adik bego! Gak mau liat bidadari apa?!"kesal Geo mengumpati ponselnya.


"Gue juga mau dong liat bidadari"


Geo menegang ditempat saat mendengar suara yang begitu terdengar mencengkam untuknya, dan Anna sendiri hanya menatap polos sosok wanita cantik yang muncul dan berbicara seperti itu pada Geo.


"Mana bidadarinya?"tanya wanita itu lagi pada Geo yang terlihat gelagapan.


"Anu–"


"Bagus banget ya Lo, katanya mau hangout di cafe berdua doang, ya berdua doang sama nih bocah. Sadar umur bego!!"kesal wanita itu mulai menarik pipi Geo untuk memberinya pelajaran.


"Aduh aduh!! Bukan gitu Kiara! Ini cewek yang sering gue ceritain ke Lo, gadis kecil yang dulu pernah tinggal sama keluarga gue!"kata Geo menjelaskan dengan mengaduh kesakitan karena Kiara benar-benar menarik pipinya sangat keras.


Wanita bernama Kiara itu tiba-tiba melepaskan tarikan tangannya di pipi Geo lantas menatap gadis cantik manis yang menatapnya takut-takut.


"Oh kamu Mili?"tanya Kiara ramah dan mengambil duduk dikursi samping Geo menatap Anna.


Anna mengangguk saja walau sedikit ketakutan jika dirinya disangka orang ketiga mungkin.


"Kamu tumbuh dengan baik"senang Kiara melihatnya.


Anna hanya kembali mengangguk dan berterimakasih atas perhatian yang diberikan wanita bernama Kiara itu.


Geo menghela saja melihat situasi sudah mulai terorganisir. "Dia tunangannya kak Geo"kata Geo santai menunjuk Kiara memperkenalkan Kiara dengan benar pada Anna.


***


"Ah kamu masih tinggal di komplek ini ternyata"kata Geo saat Anna meminta turun di depan pintu masuk komplek perumahan tempat Anna dan keluarganya tinggal.


Anna mengangguk saja tersenyum. "Makasih kak Geo, sama kak Kiara juga"kata Anna bersiap untuk turun dari mobil Geo.


"Sama-sama"kata keduanya ceria secara bersamaan.


Anna yang mendengarnya jadi semakin tersenyum lebar karenanya. Keduanya sangat baik padanya hari ini.


"Kapan-kapan kita jalan-jalan berdua doang ya, khusus untuk para perempuan cantik laki-laki gak boleh ikut"kata Kiara semangat pada Anna yang sudah keluar dari mobil.


Anna mengangguk mengiyakan dengan semangat, Anna akan sangat menantikannya. Berpamitan Anna pun melangkah pergi memasuki kawasan komplek perumahannya itu.


Geo dan Kiara yang memperhatikan tidak bisa melunturkan senyum mereka.


"Kurasa gadis itu benar-benar tumbuh dengan baik"kata Kiara menatap Geo.


Geo tersenyum mengangguk. "Sepertinya orangtuanya pun sudah berubah"kata Geo.


Kiara yang melihatnya tersenyum menepuk-nepuk tangan Geo memberikan ketenangan untuk tunangannya itu.


"Kau sudah bisa bersikap tenang sekarang, gadis itu benar-benar tumbuh dengan baik"kata Kiara yakin.


Geo tersenyum mengangguk mengiyakan, seperti yang dikatakan Kiara dirinya sudah tak perlu lagi khawatir tentang Anna.


***


Hari Senin waktu sekolah dimulai. Anna turun dari angkot didepan gerbang sekolahnya dan melangkah masuk kedalam sekolah dengan perasaan yang nyaman.


Efek pertemuannya dengan Geo pada hari Sabtu kemarin memberikan efek sangat baik untuknya, Anna merasa sangat bahagia karena ternyata laki-laki itu masih mengingatnya.


Berjalan diantara murid-murid yang juga masuk Anna melihat ke arah parkiran dan langsung berlari kesana saat melihat sosok Azriel yang turun dari mobil bersama Milan.


"Azriel!!"bahkan Anna meneriakkan nama laki-laki itu dengan bersemangat tidak seperti biasanya dan tak menyadari orang-orang yang melihatnya karena teriakannya itu.


Azriel yang namanya diteriakkan oleh suara yang begitu melengking itu terkejut semakin terkejut saat mendapati siapa yang meneriakkan namanya sebegitu kerasnya.


"Anna?"kaget Azriel melihat gadis itu berlari semangat kearahnya.


Gadis itu bahkan tersenyum lebar padanya mengabaikan nafasnya yang tersengal-sengal karena sehabis berlari.


"Ini Anna ngembaliin jaket Azriel. Makasih ya"kata Anna masih dengan wajah yang begitu cerah kentara sekali gadis itu dalam kondisi mood yang sangat baik.


Azriel menerima paper bag yang diberikan Anna itu dengan bingung, dirinya baru kali ini melihat Anna yang seceria ini.


"Oh ya, nanti di olimpiade jangan segan-segan! Harus tetap juara satu dengan nilai sempurna! Juga ambil semua penghargaan-penghargaan lainnya, ayo bawa semua piala yang ada"kata Anna memberikan semangat pada Azriel.


"Olimpiade berikutnya Anna bakal ikut Azriel lagi"kata Anna yakin bahwa dirinya tidak akan lengah dan akan kembali mewakili sekolah untuk olimpiade selanjutnya.


"Dadah! Duluan ya Azriel, Milan juga!"kata Anna yang pergi seraya melambaikan tangan pada mereka.


Milan yang sedari tadi mematung ditempatnya itu setelah kepergian Anna dirinya tersadar dan berjalan menuju Azriel menepuk pundak sahabatnya itu yang terjengit terkejut karena ulahnya.


"Mata gue gak salah kan?"tanya Milan tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi.


Azriel berkedip-kedip menyadari jika tadi bukan ilusi, semuanya nyata. Tak menjawab pertanyaan Milan dirinya memilih membuka pintu mobil belakang Milan dan menaruh paper bag yang diberikan Anna tadi.


Tak ada tanggapan dari Azriel dan laki-laki itu berjalan pergi begitu saja membuat Milan terkekeh.


"Heh ada yang sampe klepek-klepek nih ngeliat Anna tadi"kekeh Milan berjalan mengikuti Azriel dari belakang menggoda sahabatnya itu yang memerah sampai ketelinganya itu.