Millisanna

Millisanna
Bab 65



Bruk!


Seluruh penjuru gedung olahraga kota itu menggelora bersorak ramai saat Anna ditunjuk sebagai pemenang dengan skor yang cukup jauh dengan Alsa.


Wasit menyuruh para pemain untuk berjabat tangan berpelukan untuk sikap sportifitas, Anna pun patuh menyalami Alsa yang terlihat ogah-ogahan dan saat disuruh untuk saling berpelukan Alsa malah mendorong Anna.


Anna yang sudah kehabisan tenaga dan kakinya yang cedera pun terjatuh karena Alsa mendorongnya.


Wasit memberi peringatan pada Alsa yang menyelonong pergi begitu saja semakin membuat wasit itu marah namun segera Anna menahan wasit tersebut dan berkata dirinya tidak apa-apa dan biarkan saja Alsa seperti itu.


Setelah memberi hormat pada wasit dan para juri juga para pelatihnya disana Anna berbalik dan berbalik berlari kecil menuju para seniornya yang menyambutnya dengan senyuman bahagia bahkan Nadine sudah menitikkan air matanya.


Milan dan Melisa kesenangan bukan main karena Anna menang.


"Makan tuh kalah!!"seru Milan sepertinya laki-laki itu sangat mendendam saat Alsa tadi bilang jika dia menang meminta Azriel untuk menciumnya.


Melisa merasa bangga pada Anna, dirinya bukan orangtua Anna yang membesarkan Anna seperti ini tapi dirinya sangat bangga.


Azriel ikut bertepuk tangan tersenyum melihat kemanangan Anna. Seperti yang ia duga gadis itu pasti akan menang.


Senyumannya luntur seraya melihat Anna yang berlari kearah para seniornya dan melompat memeluk mereka dan gadis itu terlihat sangat bahagia bersama Bisma disana yang memutar tubuh Anna yang digendongnya.


Rio yang berdiri disebelah Azriel perlahan dan diam-diam menjaga jarak dan berdoa untuk kebaikan sang sahabat yang sepertinya mengusik Azriel.


Ma, turut berdukacita gue, batin Rio berharap Bisma tenang disana.


Melihat Anna yang berlari kearah mereka Bisma dan Nadine sontak gelagapan mengingat kaki Anna yang cedera semakin terkejut saat melihat gadis itu melompat menerjang mereka memeluk mereka berterimakasih.


"Makasih kakak kakak semua, terutama kak Bisma"kata Anna sangat berterimakasih pada keduanya.


Nadine yang sudah menangis semakin menangis terharu dan Bisma dengan bangga menggendong Anna dan memutar gadis itu yang sontak menjerit terkejut tapi kesenangan.


"Lo udah bekerja keras, selamat"kata Bisma memberikan selamat pada Anna.


Anna mengangguk kembali berterimakasih karena Bisma banyak bantuan untuknya.


***


Anna bergabung dengan teman-temannya setelah acara pengalungan mendali yang disambut meriah oleh Melisa dan Milan yang langsung memeluknya memberi selamat, yang memeluk Anna hanya Melisa tentu saja.


"Anna gue bangga banget sama Lo! Lo keren banget gila!"puji Melisa benar-benar merasa takjub.


Anna terkekeh saja malu berterimakasih.


"Sebelum balik foto-foto dulu lah"kata Bisma bersemangat mengeluarkan ponselnya.


"Nih fotoin gue sama murid kebanggaan gue dong"kata Bisma menyerahkan ponselnya pada Rio meminta untuk memfotokan dirinya dengan Anna hanya berdua.


Rio hanya memfotokan namun dirinya merasakan aura mencekam dari salah satu adik kelasnya itu, bukan untuknya melainkan Bisma tapi sahabat bodohnya itu malah tidak menyadarinya dan dengan entengnya merangkul pundak Anna dan mengeluarkan jempolnya dari satu tangannya yang lain berpose tersenyum lebar kearah kamera.


Cekrek.


"Gue juga mau dong, masa kak Bisma doang"kata Melisa tidak terima menarik tangan Milan dan Azriel untuk bergabung berfoto bersama sang pemenang.


"Ayo kak fotoin!"semangat Melisa pada Bisma dan Rio yang sibuk memeriksa hasil foto dan melihat keempat adik kelasnya itu sudah berdiri berjajar dengan Anna dan Melisa berdiri ditengah diantara Azriel dan Milan.


Bisma yang memegang ponselnya pun memfotokan mereka.


Cekrek.


"Ayo sekarang sama kak Bisma kak Rio juga, suruh orang lain fotoin"kata Melisa masih dengan semangat yang sama.


Mereka pun berfoto-foto ria sampai Anna memilih untuk menyingkir karena tidak bisa mengikuti semangat Melisa yang bersemangat berfoto dengan mendalinya bersama Milan dan Bisma.


"Mau gue fotoin gak Lo berdua?"tanya Rio tiba-tiba pada Anna dan juga Azriel yang ternyata berdiri disebelah Anna ikut menyingkir dari mereka yang kelebihan semangat itu.


Anna dan Azriel pun saling tatap, Anna membuang muka gugup dan ragu sedangkan Azriel mengangguk seraya memberikan ponsel pribadinya.


Anna dan Azriel pun berdiri bersisian, dengan ragu Anna mengangkat satu tangannya untuk berpose V melirik Azriel disebelahnya yang melihatnya juga dan entah kenapa mereka terkekeh dan kemudian berakhir mereka sama-sama berpose V.


Cekrek.


"Oh Alsa. Lo kalah jadi gak dapet ciuman dari Azriel"kata Bisma semangat saat melihat Alsa disana.


Anna yang mendengar perkataan Bisma dibuat syok sendiri, tidak menyangka Alsa seberani itu membuat taruhan.


Melihat Azriel disampingnya Anna ingin mengklarifikasinya dan diangguki Azriel dengan santai semakin membuat Anna terbelalak tak percaya.


"Wah Anna gak tau harus bereaksi gimana"gumam Anna saking terkejutnya dan Azriel yang mendengarnya hanya terkekeh merasa lucu.


Alsa mendengus menatap sebal kakak seniornya itu. "Lagi gak beruntung aja gue kalah sama dia, lain kali gue menang dan gue bakal dapet ciuman dari Azriel!"kata Alsa sewot.


Milan melotot tak percaya mendengarnya. "Heh cewek! Berhenti bikin taruhan mustahil bego! Jauh jauh dari sahabat gue!"sebal Milan pada Alsa yang sayang sekali cewek itu sekelas dengannya bahkan teman cewek itu yang bernama Mira juga sekelas dengannya di kelas 11-1.


"Lo babysitternya Azriel apa?"tanya Melisa tak habis pikir.


"Tapi ya yang menang kan Anna berarti Anna dong yang dapet ciuman dari Azriel?"celetuk Nadine tiba-tiba saat memproses situasi yang melibatkan taruhan Alsa itu.


Semua orang disana tiba-tiba hening tak ada yang berbicara karenanya, dan Anna sendiri sontak gelagapan menggeleng dengan wajah memerah.


"Ah gak usah, eh! Maksudnya gak jangan eh! Apa sih?!"kata Anna gelagapan sendiri dan bingung sendiri.


"Tapi Azriel tadi udah janji kan ya bakal nyium yang menang, ingkar janji dosa"tambah Bisma kompor yang mendapat helaan pasrah dari Rio yang merutuki sahabatnya itu tidak sadar kondisi.


Anna semakin gelagapan menggeleng mengatakan dirinya tidak apa-apa dirinya tidak masalah tidak mendapatkan ciuman, lagipula Alsa yang membuat taruhan.


Entah kenapa Azriel kesal sendiri melihat Anna yang seolah tak ingin dicium itu, hal itu sedikit membuatnya sakit hati karena merasa ditolak.


Azriel pun dengan secepat kilat meraih wajah Anna dan mengecup pipi Anna membuat gadis itu sontak diam dan yang lainnya pun kembali diam karenanya.


Cup.


Cekrek.


***


Waktunya pulang Anna berjalan dengan sedikit tidak fokus, dirinya berpikir untuk pergi les tapi kan les dihari Sabtu dimulai pagi hari sampai malam jika dirinya berangkat sore hari seperti ini apa masih sempat.


Anna takut ibunya marah jika tahu dirinya tidak les.


"Anna mau kemana?! Ayo pulang bareng kita!"seru Melisa saat menyadari Anna berjalan berlawanan arah dengan mereka.


"Uh?"bingung Anna sampai ditarik Melisa karena tidak sabar.


Melepaskan diri dari Melisa saat gadis itu membawanya mendekati Milan dan Azriel, Anna sendiri ingin jauh-jauh dengan Azriel karena merasa malu dengan kejadian ciuman dan tendangan yang meleset tadi.


Tadi saat Azriel mencium pipi Anna Anna terkejut bukan main dan sontak melancarkan serangan tendangan samping menyayatnya pada Azriel yang untung saja laki-laki itu dengan gesit menghindarinya kalau tidak bisa-bisa bukan hanya malu yang dirasa Anna tapi juga merasa sangat bersalah.


"Anna pulang sendiri aja"cicit Anna bahkan tak berani menatap Azriel disana.


Milan yang menyadari kecanggungan Anna dengan sahabatnya itu menghela saja, dirinya sudah menduga akan seperti ini, dirinya pun maju bergabung dengan Melisa untuk memaksa Anna pulang bersama mereka.


"Tuh anak emang kurang ajar main cium orang aja, makanya tuh anak mau minta maaf dengan traktir kita itung-itung permintaan maaf dan selamat untuk Lo yang udah dapat mendali emas"kata Milan menjelaskan sekenanya.


Namun Azriel didiamnya disana memberikan applaus pada sahabatnya itu yang benar-benar bisa diandalkan itu, berpikir sebaiknya Azriel memberikan hadiah juga untuk Milan sebagai tanda terimakasihnya.


Melisa yang mendengarnya pun dibuat kesenangan dan semakin semangat mengajak Anna untuk pulang bersamanya.


"Ayo Anna kapan lagi Azriel mau traktir kita, kita kuras semua isi dompetnya yang tebel itu"kata Melisa semangat membawa Anna menuju mobil Milan melewati Azriel mendahului kedua cowok disana.


Azriel sendiri memberikan acungan jempol pada sahabatnya yang benar-benar bisa diandalkan itu.


Milan sendiri bahunya bertambah lebar karena mendapat pujian dari sahabatnya itu. "Lo berhutang banyak ke gue"kata Milan sombong.


Keduanya pun berjalan mengikuti kedua gadis yang sudah mendahului mereka itu. Mereka akan makan-makan merayakan kemenangan Anna dengan Azriel yang bayar.