
"Aku gak nyangka bakal menangani proyek lepas. Bonus di depan mata cuiii,"teriak Beny di dalam mobil. Mulai hari ini kami akan mengerjakan proyek salah satu hotel bintang 5 di Bandung.
"Semangat cuan di depan mata,!"ucap Wisnu. Meskipun aku bergelimang harta tapi mami tidak pernah memanjakan kami. Sejak kami Sekolah Dasar mami mengajar bagaimana cara mengelola keuangan. Meski kadang bertentangan dengan kakek dan nenek yang selalu memanjakan kami materi.
"Maaf kami ada janji dengan bapak Pramono bagian engineering," ucap Wisnu kepada resepsionis hotel.
"Dari mana ya?"
"Kami utusan dari bapak Ardi dari Kemeninfo."
"Oke silahkan tunggu sebentar." Ucap resepsionis sambil mempersilahkan kami duduk di lobby hotel.
"Kira-kira kalau nginep di sini paling murah berapa ya semalam,?"tanya Beny.
"Setahu ku paling murah 750 semalam,"ucap Wisnu.
"Wah tidur 2 malam di sini bisa buat bayar sebulan kontrakan gw," ucap Beny membuat Wisnu tertawa.
"Perkenalkan saya Pramono." Ucapnya memperkenalkan diri dan kami juga saling memperkenalkan diri.
"Ardi itu Ponakan saya, untuk saat ini saya butuh teknisi komputer lepas. Untuk memperbaiki hardware komputer yang tidak berfungsi yang berada di gudang. Sebenarnya kami ada teknisi sendiri tapi ada sedikit masalah intern."
"Memang ada beberapa komputer yang perlu kami periksa,?" tanya Wisnu.
"Ada sekitar 20 komputer dan 15 laptop."
"Hah !!" Kaget Beny dan Wisnu.
"Iya saya menduga ada kecurangan di engineering kami. Itu total kerusakan setahun ini yang sempat saya kumpulkan."
"Wah ini gak beres,!"ucap Wisnu.
"Saya sendiri baru pindah dari Jakarta dan baru 3 bulan disini. Karena itu sulit buat saya untuk memilih mana lawan dan mana Kawan!"
"Rencananya anda meminta kami untuk melihat dan mengecek semuanya biar , jelas rusaknya kenapa komputer dan laptop yang ada di gudang itu?"
"Iya," jawab pak Pramono kepada Wisnu.
"Boleh kami lihat laptop dan komputer itu ."
"Ayo silahkan !"
Pak Pramono mengantarkan kami ke ruang bertuliskan meeting room, "Tunggu di sini sebentar."
Selama 3 jam kami bertiga sibuk dengan beberapa komputer dan laptop, hingga tidak terasa jam istirahat makan siang tiba.
"Saya bawa makan siang silahkan istirahat dulu." Ucap pak Pramono yang datang setelah kami selesai sholat dhuhur.
"Saya sudah cek 4 laptop hanya satu yang mengalami kerusakan fatal. Karena suku cadangnya sudah aus sehingga tidak bisa digunakan lagi secara normal. Untuk yang ketiga rusaknya tergolong ringan masih bisa di perbaiki," ucap Wisnu.
"Kalau saya suda 3 komputer tapi allhamdullilah kerusakannya masih bisa di perbaiki," ucap Beny.
"Diantara 2 laptop dan 1 komputer yang saya cek, hanya perlu Pengendalian virus infeksi. Antivirus adalah landasan dari keamanan data informasi, bukan hanya untuk mencegah kerusakan perangkat lunak. berupaya untuk memperbarui perangkat lunak antivirus dan memeriksa virus secara berkala. Mengutamakan keamanan sama halnya dengan melindungi data-data penting di komputer."
"Jadi sebenarnya komputer dan laptop itu masih bisa digunakan, tanpa harus beli lagi?"
"Sejauh ini iya,"jawab Wisnu.
"Saya akan kumpulkan orang-orang yang bertanggung jawab untuk semua ini setelah selesai mengecek semuanya."
"Harusnya mereka orang-orang yang paham bisa memperbaiki dulu, bukan main mengkategorikan barang tak bisa pakai lagi?"
"Saya setuju itu," ucap Wisnu menimpali ucapan Beny.
"Mungkin gak ada semacam korupsi untuk pengadaan barang tersebut ?" Tanya Benny.
"Bisa jadi itu. Barang tidak rusak parah, di kategorikan rusak parah supaya bisa beli barang baru." Ucap Wisnu.
"Terima kasih masukannya. Saya akan selidiki secepatnya." Setelah kepergian pak Pramono kami makan siang sambil ngobrol ringan. " Kerja ga ada tekanan kaya gini enak ya,"celetuk Beny.
"Enak gak ada tekanan,tapi kan tidak ada jaminan akan ada job terus,"ucap Wisnu.
"Sebelumnya pernah ngerjain freelance gak , Ben?"
"Pernah betulin laptop dan ponsel teman kontrakan,tapi ya bayarannya cuma nasi kotak. Kalau gak pizza satu kotak di makan rame-rame,"ucapnya membuatku tertawa.
"Tapi tinggal di kontrakan gitu enak rasa kekeluargaannya ada,"ucapku.
"Oya emang kamu tinggal di mana sih,?" tanya Wisnu.
"Taman sari."
"Sewa sebulan di sana berapa. Ardi kan juga tinggal di sana aku pernah sekali kesana,"ucap Wisnu.
"Aku gak tahu itu apartemen bekas orang tuaku."
"Boleh gak Han aku kesana,aku mau masuk pingin liat dalamnya." Ucap Beny membuatku tertawa.
"Tentu boleh. Tapi sekarang kerja lagi ya!"
"Mau makan di mana,?" tanya Wisnu sambil mengendarai mobil.
"Warung tenda pinggir jalan kayanya enak,"ucapku.
"Boleh." Ucap Wisnu yang langsung berhenti di tenda pecel lele dan seefood.
" Itu bukannya Bimo ,Cindy dan Haikal ya," ucap Wisnu. "Mau gabung atau misah,?"tanyaku.
"Kita duduk di bangku belakangnya saja, biar denger obrolan mereka," ucap Wisnu yang sudah berjalan duluan, setelah memesan makanan.
"Proyek kita sudah selesai, kita harus segera bikin laporan biar cepat dapat job baru." Ucap Bimo membuat Wisnu dan Beny melakukan tos tanpa suara,sambil cekikikan.
"Memang kalau proyek lepas gitu bonusnya gede mas,?"tanya Cindy.
"Tergantung proyek nya apa. Dan pembagian hasil juga tergantung kerja, kalau tugas mu banyak ya dapat bagian banyak." Ucap Bimo membuat Wisnu mencibir.
"Boleh gabung Dudu sini!" Suara Langga yang baru muncul membuat,kami yang sedang makan sambil menguping sedikit kaget.
"O , silahkan mas." Jawab kami bertiga, Langga tidak sendiri ada juga Raihan bersamanya.
"Sepertinya sudah dari tadi kalian,?" tanya Langga.
"Sudah mas bahkan sudah mau habis pesanan kami,?" jawab Wisnu.
🎼✉️Raihan
Habis ini mau kemana
^^^me^^^
^^^pulang tidur^^^
Raihan
Jalan yuuk
^^^me^^^
^^^ogah^^^
Raihan
jalan rame-rame gimana
^^^me^^^
^^^Gak ah^^^
Bisa bahaya kalau ketahuan Randi atau orang-orang kakek,kataku dalam hati.
"Hana dari tadi sibuk berkirim pesan dengan cowok ya,?" tanya Langga.
"Oh, teman mas ngajak jalan."
"Teman apa cowoknya? Tar sudah punya pacar bilang belum punya," ucap Langga. Membuatku memutar bola mataku,"Kalau memang dia cowok aku kenapa mas! Masalah !"
"Enggak sih." ucapnya sambil menggaruk kepalanya.
"Eh ada Hana , Wisnu dan Beny disini."
"Eh ada Bimo, Cindy dan Haikal di sini," ucap Wisnu membalas Bimo.
"Han boleh dong di kenalin sama temen-temennya yang berseragam," ucap Cindy.
"Oh kenalan saja langsung pada orangnya, biar jelas." ucapku sambil berdiri dan berjalan untuk membayar makanan kami. Karena malas aku memilih menunggu di luar sambil merokok.
"Sejak kapan merokok,?"tanya Raihan. Yang datang langsung mengambil rokok ku dan menghisapnya.
"Sejak lama sih buat menghilangkan penat."
"Mami papi tahu?"
"Tidak.Tapi allhamdullilah mereka tidak tahu karena mereka mengagap bau rokok di badanku ulah teman-temanku yang mayoritas leleki."
"Dasar bandel kamu. Kapan kerjaan selesai ?"
"Mungkin 3 hari atau hari Kenapa ?"
"Pingin ngajak keliling Bandung saja."
"Ya udah Minggu ini ," ucapku.
"Mana mobil mu,?" tanya Bimo.
"Kenapa, mau nebeng lo!" ucap Wisnu di belakang Bimo.
"Ayo masuk gak usah berdebat gak penting."Ucapku yang langsung masuk ke dalam mobil.